27 Oktober 2007

Kijang 1992 Boros Bensin

Suara Merdeka Desember 2006
Tanya: Saya pengguna Toyota Kijang tahun 1992 dan yang menjadi keluhan saya adalah bensin yang sangat boros. Perlu saya sampaikan bahwa keadaan mesin halus (tidak ngebul). Dua kali saya minta pada montir, dengan melepas selang bensin dan botol 1 liter bensin sambil menghidupkan AC, kami coba ternyata 1 liter hanya bisa kl 7,2 km, turun naik dijalan sepi. Setiap hari mobil digunakan isteri dengan mengisi Rp 100.000 (22 liter). Namun setiap 130 km harus tambah lagi jadi 1 liter hanya 5.9 km.

Saya beli mobil itu bekas, seandainya sudah over side dan kalau dibuat standar kembali apakah bisa irit. Berapakah normalnya pemakaian Kijang 1500 cc. Lalu apakah ada penyebab lain sehingga mobil menjadi lebih boros. Saya mohon solusi bisa bapak bahas selengkap- lengkapnya dan terima kasi atas perhatiannya. Sri Indarto, Pondok Bukit Agung Blok O-11 Semarang.

Jawab: Terima kasih suratnya Pak Sri. Saya bisa membayangkan repornya menggunakan mobil yang hanya bisa jalan 5,9 km setiap liter bensin. Mestinya bisa 1 liter untuk 10 km.
Walaupun bukan satu- satunya cara, namun saya sarankan coba mengemudi dengan cara lain. Seperti meninjak pedal gas sedikit saja. Pertahankan RPM mesin selalu berada dibawa 3000. Memang penyebab boros biasanya dari mesin tapi cara mengemudi juga besar perannya.
Selanjutnya soal mesin, coba perhatikan, apakah di ujung knalpot ada jelaga hitam. Kalau hitam penyebabnya mesin tidak sehat. Ptunjuk lain bau bensin dan asapnya membuat mata perih. Sebaliknya mesin yang kodisi bagus ujung knalpot bagian dalam berwarna abu- abu.
Selanjutnya cek tekanan kompresinya. Tekanan kompresi tidak boleh dibawa 9 kg/cm2. Memang lebih baik mesin itu standar namun sebelum membongkar mesin harus konsultasi dulu dengan pihak bengkel.

Dalam banyak hal borosnya bensin berhubungan dengan kondisi karburator. Ada saluran udara dan bensin yang sudah tersumbat atau mengecil, maka harus di OH. Di dalam karburator ada beberapa spuyer. Di ruang pelampung ada 2 spuyer. Kalau diiganti lebih kecil juga bisa membuat mesin lebuh irit, hanya akibatnya tenaga mesin menjadi kurang. Melihat kondisi mesin sangat boros maka perlu segera diperiksa teliti.

Dalam banyak kesempatan saya menyarankan mengganti karburator baru, karena jauh lebih ekonomis dan mesin menjadi lebih enak. Memang sekali keluar uang dalam jumlah yang besar, namun mengganti karburator baru, bisa menjadi lebih ekonomis. Kalau dihitung, setiap bulan menghabiskan bensin Rp 1000.000. dan setelah karburator baru bisa irit 30 % maka setiap bulan bisa hemat Rp 300.000. Dalam waktu beberapa bulan harga karburator sudah kembali. Sebelum mengganti karburator, perlu lebih dahulu tune up mesin, ganti saringan udara, busi, platina dan kondensor. Kalau hasil tidak ada baru ganti karburator. Terakhir coba jalankan mobil di turunan, injak rem dan lalu biarkan mobil glundung. Kalau glundung artinya remnya tidak macet, bila remnya macet bisa membuat booros bensin.

Tidak ada komentar:

Konsultasi, informasi dan tanya jawab. Kirim email ke martin.teiseran@yahoo.co.id


Free shoutbox @ ShoutMix