14 Mei 2008

13 Mei 2008

Bahan Baru di www.bengkelgratis.com

Maaf anda sedikit repot, diminta pindah ke BLOG bengkel

www.bengkelgratis.com

Hari ini tulisan mengenai oktan bahan bakar yang rendah bisa bikin rusak piston.

12 Mei 2008

Ramai ramai Kredit Mobil

Kedaulatan Rakyat 1989

Cara yang umum dilakukan sekarang adalah membeli mobil dengan mengangsur, agaknya cara ini memberikan beberapa segi positif bagi pembeli mobil baru. Memang masih tetap ada yang membeli dengan cara tunai tetapi prosentasinya hanya antara 20 sampai 30 porsen.

Bagi seorang penjual jasa yang setiap hari memperoleh penda­patan tetap, mungkin tertarik membeli secara kredit dengan alasan sebagai pendorong mencetak uang lebih serius. Sedangkan bagi seorang wiraswasta, berpendapat, tidak perlu mengeluarkan modal yang besar.
Uang yang dimilikinya masih dapat diputar untuk menghasilkan keuntungan yang lebih besar. Tidak terlepas pula kemungkinan cara kredit ini digunakan oleh para orang tua yang anaknya kuliah di Yogyakarta.

Bunga uang juga sangat menarik saat ini, berkisar antara 11 sampai 14 % pertahun. Angka ini sangat berbeda dengan yang terja­di pada tahun delapan puluhan, dimana bunga berkisar antara 20 sampai 24 %.

Proses yang mudah dan pelayanan yang cepat dari beberapa perusahaan jasa lesing sangat menarik calon pembeli mobil. Iklan beberapa merk mobil dengan tawaran yang menarik, tidak jarang kita baca di koran : Cukup membawa uang untuk BBN (Bea Balik Nama), mobil bisa dibawa pulang. Penawaran-penawaran seperti ini jelas sangat mempermudah seseorang untuk memiliki mobil.

Drs Benedictus Tresna S Kepala Cabang Astra Credit Company (ACC)
Yogyakarta mengatakan, sejak 1988 saat membuka kantor cabangnya di Yogyakarta sudah melakukan penjualan lewat ACC lebih 2000 unit mobil. Bertolak dari pengalaman di Astra, maka ACC didirikan dan dikelola secara profesional untuk mendukung penjua­lan mobil yang dibuat oleh Astra.

Bagaimana cara untuk mendapatkan dana dari ACC ? Bukan suatu hal yang sulit. Datanglah ke sebuah ruang pamer mobil kemudian sampaikan maksud untuk membeli mobil dengan cara kredit. Persona­lia penjualan akan menghitung dan kemudian menghubungi ACC. Hal yang paling penting adalah menghitung kekuatan untuk mengangsur. Jangan terjadi kemacetan di tengah mengangsur. Kejadian ini sangat merugikan pembeli dan pasti tidak akan menerima kembali uang secara utuh.

Bagi peneriama kredit perorangan persyaratannya lebih mudah. Cukup membuat foto copy, KTP, KK dan keterangan penghasilan. Untuk seorang pegawai Negeri atau Swasta, diminta melengkapi dengan foto copy daftar gaji dan pendapatan tambahan bagi yang mempunyai. Seorang anak sekolah atau mahasiswa dimana angsuran ditanggung oleh orang tua maka diperlukan surat kesanggupan dari orang tua. Sekalipun orang tuanya di Timor.

Untuk usaha perorangan, disamping KTP dan KK maka perlu melengkapi dengan foto copy rekening koran 3 bulan terakhir dan Surat Ijin Usaha Perdagangan. Birokrasi tetap diperlukan dalam proses ini, seperti copy NPWP, ijin trayek dan laporan keuangan dari uasaha ini.

Penyandang profesi seperti Notaris, Pengacara, Dokter dan lain - lain syaratnya sama seperti kredit perorangan ditambah dengan foto copy ijin praktek dan NPWP. Sedangkan untuk sebuah badan hukum seperti PT atau CV diperlukan foto copy KTP dari semua pengurus.
Laporan rekening koran selama 3 bulan terakhir, SIUP, Akte pendirian perusahaan, Tanda Daftar Perusahaan, NPWP dan laporan keuangan.

Tidak semua kredit yang diajukan disetujui sekalipun prosen­tasinya kecil hal ini dipengaruhi oleh 5 C seperti yang dikemuka­kan oleh sdr Soesilo seorang petugas dari ACC. Ke 5 C adalah Character, Capasity, Capital, Condition dan Collateral. Dari ke 5 C yang terpenting adalah kemauan membayar menyangkut character seseorang. Memang ini paling penting. Bagaimanapun juga bagi seorang yang Capitalnya besar tetapi tidak punya kemauan untuk membayar tentu akan menyulitkan bagi yang memberikan jasa. Seba­liknya seseorang yang kemauan membayarnya baik tetapi kondisinya tidak memungkinkan pasti kreditnya ditolak. Bisa juga terjadi, karena sesuatu alasan maka pihak ACC minta tambahan jaminan seperti Sertifikat, itu yang dimaksud dengan Collateral.

Sudah umum terjadi penerima kredit tidak serius memperhatikan pasal-pasal dalam perjanjian sehingga menimbulkan masalah dike­mudian hari. Biasanya menyangkut denda kelambatan. Kalau sudah kita setujui bersama tanggal pembayaran, maka pembayaran harus selalu pada tanggal itu atau sebelumnya. Pernah seorang yang tidak tepat mengangsur tidak mau membayar denda (bunga) kelamba­tan, karena katanya ia sudah membayar bunga waktu mulai kredit.

Ini pengertian yang salah. Saat ia tidak membayar pada tanggalnya maka Bank sudah membebani bunga pada rekening perusahaan leasing. Bagaimanapun juga kehadiran perusahaan leasing sangat membantu baik dealer maupun pembeli mobil.

2008-05-10
Pada tahun 2008 ini tentu kondisi bunga sudah berubah. Sekarang bunga semakin rendah, persaingan perusahaan leasing ketat. Kalau dulu hanya ACC maka sekarang ada Oto, Nasmoco Finance, bahkan Bank seperti Mandiri, BCA dll memberikan bunga yang sangat rendah, mengingat sumber dana dari deposito juga sekarang rendah bunganya.
Sekarang juga mudah orang mendapatkan dana untuk membeli mobil bekas.

10 Mei 2008

Jawab Komentar

Blog ini akan segera pindah ke

www.bengkelgratis.com

rudi atmi 29 Pak Martin, salam kenal..

Details 2008-05-09 1:30

Jawab: Yah salam kenal juga. Saya sudah balas lho emailnya. Terdidik sebagai seorang teknik, bongkar saja, pasti bisa pasang kembali. Bila perlu foto dulu semua posisi, supaya pasang kembali bisa sama dan catat urutan membongkar mesinnya.

#

aris joko saraswo Pak, Artikel banyak saya ambil untuk mengisi web saya, sumber saya tulis donk. Terus berkarya pak Martin

Details 2008-05-07 4:05 PM

Jawab: Baik baik saja, biar semakin banyak orang tau tentang perawatan dan perbaikan mobil. Nama web apa mas?

#

eca medicar apakah laptop standar bisa membaca komputer mobil

Details 2008-05-07 1:30 PM

Jawab: Teorinya sih bisa asal ada softwernya, tetapi bagaimana mencolokan kabelnya mas, tolong saya dikasi tahu. Kalau ketemu kita bisa mempercepat saat semproton bahan bakar sehingga konsumsi bensi bisa lebih diiritkan.

#

dr seno pak kasih tips-tipsnya terus ya biar kita lebih tahu tentang dunia mobil :)

Details 2008-05-07 6:00 AM

Jawab: Sudah lebih dari 300 artikel ada di blog ini, sekarang untuk lebih mudah ada fasilitas search di www.bengkelgratis.com bisa sangat membantu.

#

Advokatku mas klo kopling bocor .. rembetan masalahnya yang lain apa yach yg harus diperhatikan

Details 2008-05-06 5:51 AM

Jawab: Kalau kopling bocor bagian atas atau bawa sama saja. Mula mula akan menyebabkan minyak cepat habis, setelah itu ketika tekan pedal kopling terasa hampa. Akibatnya gigi tidak bisa dipindahkan artinya mobil mogok. Bahaya lho kalau mau berhenti tidak bisa berhenti nanti nabrak mobil yang ada di depannya. Kalau perbaiki, ganti repair kit periksa juga, jangan sampai selinder sudah ngantong. Kalau sudah kantong mending ganti assy, supaya tidak terus menerus diganggu kopling loss.

#

dendi agung pak maritn salam kenal dulu ya nama saya dendi sya dari riau saya dan saya adalah pemilik bengkel mobil, mo tanya titik lemah toyota yaris dimana ya

Details 2008-05-03 2:06 PM

Jawab: Belum tu, ketemu kelemahannya Yaris, saya dengar sekarang malah penjualannya meningkat. Orang senang katanya modelnya lucu. Ada yang bilang Yaris tidak seirit VIOS. Saya pikir ini akibat dari perbandingan gigi gigi berbeda. Salam juga pak Dendi, kasi kabar kabar juga tentang Riau.

#

09 Mei 2008

Corolla 77 Tetap Manis

Blog ini akan segera pindah ke www.bengkelgratis.com

ada fasilitas search yang memudahkan mencari artikel yang Anda cari.

From: hidayat nugroho
Sent:
Wednesday, October 31, 2007 8:48 AM
Subject: irit BBM kijang diesel

Pak Martin,

Pada tahun 1990 saya membeli Toyota Corolla tahun 1977 warna Vita Cream di Jogjakarta..... apakah pak Martin ingat dengan mobil tersebut?
Memang sudah lama sekali ya, dan yang diurusi bapak mobilnya banyak sekali mungkin lupa.

Tapi saya tidak pernal lupa dengan mobil itu, selain mobil pertama saya, kondisinya sangat prima, STNK-nya atas nama bapak, Martin T Teiseran.

Karena saya dinas di Surabaya, mobil Corolla itu saya bawa ke Surabaya dan sering bolak-balik Surabaya-Jogja (istri saya orang jogja) serta menjelajah Jawa Timur , dan memang mesinnya tangguh sekali. Yang membuat saya bangga, sering kalau parkir didekati orang untuk ditawar.... ha..ha.... kalau bukan bekas mobilnya pak Martin mana bisa begini?

waktu saya coba geber di tol sby-gempol top speed masih bisa 145 km/jam untuk ukuran 1.100 cc dan sudah berumur ya cukuplah. Pada tahun 1995 mobil corolla tsb akhirnya dibeli teman saya dari Madiun dan sudah tidak tahu rimbanya.

Pak Martin, sekarang saya pakai kijang diesel tahun 1997 beli dari baru yang waktu itu masih sangat murah dengan ukuran harga sekarang. Menurut saya ini juga salah satu mobil yang tangguh cuma masalahnya sekarang sudah berumur. Muncul problem yang hampir selama 8 th tidak pernah ada, dapat dikatakan selama 8 th maintenace free, kalau pergantian fast moving khan biasa tapi yg berat2 tidak ada.

Problem mesin yg jelas adalah penurunan daya (krn umur) dan konsumsi solarnya agak boros, untuk dalam kota sekitar 1:10 mau saya kalau bisa diiritkan lagi (diefisienkan) kinerja mesinnya.

Untuk itu kira2 apa yg perlu dibenahi? pompa injeksi, klep, ring dsb? Apakah pemajuan pengabutan atau dengan memajukan 1 gigi di T-belt dapat mempengaruhi kinerja mesin dan mempengaruhi pemakaian solar, menjadi lebih irit?
Bagaimana dengan pemanas solar?

Demikian pak Martin beberapa pertanyaan saya moga tidak mengganggu waktu bapak.
Saya masih "eman" pada kijang saya, kalo performa mesin bisa "disegarkan" mungkin lebih baik saya "openi" dulu dari pada ganti lagi. Terima kasih atas jawabannya.

Salam,
Hidayat Nugroho

Surabaya

From: Martin T Teiseran
Sent:
Wednesday, October 31, 2007 9:49 AM
Subject: Re: irit BBM kijang diesel

Wah saya senang sekali mendapat email dari Pak Hidayat, pertama-tama salam untuk keluarga, khusus untuk sang isteri yang setia mendampingi dan mengurusi suami selama ini. Berapa sudah putra putrinya? Benar kalau tak salah ingat yah tahun 1990. Masih di Surabaya? Saya lebaran barusan pulang Timor lewat Suarabaya. Mobil ditinggal di om di Tidar. Saya sampai saat ini tetap merasa mobil itu yang terbaik, karena irit dan stabil.

Tentang Kijang diesel, pertama- tama coba periksa tekanan kompresi dulu. Kalau masih baik, coba teruskan dengan ganti semua injektor dan stel ulang boshpom. Ganti saringan udara setiap 20 000 - 30 000 km. Tak perlu memajukan gigi timing belt. Kalau start masih gampang tak perlu mengganti (busi pemanas) pemanas ruang bakar.

From: hidayat nugroho
Sent:
Wednesday, October 31, 2007 1:08 PM
Subject: Re: irit BBM kijang diesel

Terimakasih pak Martin atas balasan imilnya, rupanya termasuk yg aktif didepan monitor nih...he..he.. Anak saya 2 orang, laki-laki lahir th 90 dan perempuan lahir th 93 semua lahir di surabaya dan masih tinggal di surabaya karena nyangkulnya disini.

Saya dan istri masih sering mengingat-ingat waktu anak pertama kami bawa ke jogja naik corolla, waktu itu usianya masih 40 hari, ditidurkan diatas bantal dan dipangku ibunya yg duduk di jok belakang, berangkat pagi-pagi kalau waktunya nyusui berhenti dipinggir jalan, dijalan anak saya juga gak rewel, ya...seperti diayun-ayun dan AC-nya cukup dingin.

Kadang saya pengin punya lagi mobil seperti itu tapi nyari yg bodinya cukup mulus susah ya..., kalau mesin sih gampang, partnya banyak.

Oh..ya, si corolla itu jarang rewel, setelah saya beli saya ganti platina dan pasangi igniter, sampai saya jual lagi gak ganti platina, klepnya juga saya setel sendiri.

Mengenai kijang disel, 3 bulan lalu saya ganti ring sekernya plus seal klep dan setting ulang klep, memang yg belum stel boshpom dan ganti injektor, 2 th lalu pernah saya ganti injektornya tp waktu kemarin dilihat sudah ada cekungan lagi, memang harus ganti lagi.

Kalau di jogja atau surabaya sepengetahuan bapak, bengkel yg mahir otak-atik mesin diesel dimana ya?

Saya juga punya suzuki forsa amenity '90, problemnya sama dikonsumsi BBM, knalpotnya tidak bisa kering putih, ada 'langes' hitam dan bau gas buang agak menyengat.

Pelampung kalau saya turunkan (volume bensin dikarburator sedikit) tarikan nyendal-nyendal, ada slack seperti bensin tidak naik. Kalau ganti karburator gantinya apa (tentunya yg murah meriah...he...he..)? pakai punya kijang bisa? kira2 pengaruhnya apa?

Kalau ada di surabaya monggo silakan mampir, rumah saya dekat/sebelah selatan persis Masjid Al-Akbar Surabaya kalau dari arah Mojokerto pasti kelihatan.
Saya coba cari foto lama, mungkin masih ada foto corollanya.

Salam, hidayat

From: Martin T Teiseran
Sent:
Thursday, November 01, 2007 11:37 AM

Subject: Re: irit BBM kijang diesel

Saya sudah pensiun Pak Hidayat, jadi banyak waktu.... tapi juga masih ngantor dan "dipelihara" di Nasmoco, dealer Toyota Jawa Tengah. Pak Hidayat dinas dimana? Kalau mau ganti mobil cari Vios saja, irit sekali. Saya sempat heran ketika saya pakai ke Bandung, 1 liter untuk 19 km. Memang jalannya malam. Sekarang bekasnya mungkin dapat dibawa 100 juta.

Tentang Suzuki forsa amenity '90 yang boros, mungkin masalahnya ada pada Karburator. Pernah ke ahli karburator? Ganti karburator Kijang atau Colt T120 mungkin bisa. Yang penting dudukannya sama. Teknisi bisa kok buatkan dudukannya. Silahkan coba

Salam hangat saya

08 Mei 2008

Tidak Perlu Tambah Stabilisator

Maaf saya kemarin ke luar kota, sehingga tidak bisa upload. Sudah mulai tampil web baru http://www.bengkelgratis.com silahkan kunjungi. Terima kasih.

From: andang kris
Sent:
Wednesday, October 24, 2007 8:34 AM
Subject: fungsi stabilizer Roda belakang

Pak Martin Yang terhormat,

Ketika saya beli Minibus Espass th 1997, belum terpasang stabilizer, kemudian dengan maksud supaya tambah kokoh dan kuat pada roda belakang saya pasangi Stabilizer, sudah 1th berjalan, kami merasa goyangannya tambah keras (jawa:atos), ketika kami mau ganti shockbreker depan dan belakang, oleh bengkel disarankan agar stabilizer dicopot saja agar shockbreker belakang berfungsi optimal, setelah dilepas ternyata benar, pertanyaan saya; sebenarnya apakah fungsi stabilizer roda belakang bila dipasang pada Espass, kalau dipasang lagi apakah ada ukuran baku, sehingga Stabilizer dapat berfungsi optimal ?

Trimakasih atas jawabannya.

Andang Kristanto, ndangg@yahoo.co.id

From: Martin T Teiseran
Sent:
Thursday, October 25, 2007 9:58 AM
Subject: Re: fungsi stabilizer Roda belakang

Saya termasuk orang yang kurang suka menambah apalagi merubah apa yang sudah dibuat pabrik. Karena menurut hemat saya yang sudah dirancang itu adalah yang paling ekonomis. Seperti ukuran mesin, untuk irit, basar mobil untuk penumpang khusus. Sedan untuk 1 sampai 4 orang. Minimus 4 sampai 10 orang. Maka kalau pakai minibus untuk 1 orang menjadi tidak cocok. Karena per nya menjadi keras akibat beban kurang berat menekan. Soal kesetabilan sudah dihitung dan test untuk pemakaian normal. Maka tidak perlu tambah stabiliser, kecuali mau pakai untuk kecepat tinggi atau balap, maka banyak tambahan penguat, seperti mobil F1 pengemudikannya juga kaku dan tidak nyaman. Saran saya tidak perlu tambah macam-macam.

06 Mei 2008

Mobil Goyang Pinggul

From: "Lucky-Abdul MALIK" <lucky-abdul.malik@total.com>
To: <
martin.teiseran@yahoo.co.id>
Sent: Friday, May 02, 2008 7:38 AM
Subject: Kijang SGX '99> Pagi pak Martin, biasa mau konsultasi mobil pak. Waktu ke luar kota kemarin (sendiri), saya merasa ada yang tidak beres dengan Kijang saya. Saat
kecepatan kurang dari +/- 40 km/jam, jalannya tidak mulus (terasa goyangan) walau kita berada pada kondisi jalan yang mulus/beraspal bagus. Saya sempatkan cek di bengkel spooring and balancing, mereka cek dan menurut mereka ada masalah di ban kiri belakang karena sedikit tidak rata dan kemungkinan juga di tie rod pada ban kiri depan karena ban kiri depan agak kendor tetapi bukan karena kurang kencang baut2 nya.
Karena saya merasa tie rod lebih kritis, maka tie rod pada ban kiri depan saya ganti dan kebetulan tidak begitu mahal.

Ternyata goyangan mobil masih terasa. Kira-kira apa ya pak masalah mobil saya? Dugaan saya pasti bukan ban kiri belakang yang sedikit tidak rata, tetapi mungkin ada masalah di kaki2 ban atau juga kemungkinan di bannya sendiri yang tidak balance. Herannya, selama ini saya tidak merasakan goyangan saat lari kecepatan 40 km/jam atau kurang dan baru terasa kemarin. Kalau lari kencang ya tentu tidak terasa karena mungkin juga putaran ban terlalu kencang ya pak. Ok pak, saya sangat berharap advis bapak Salam. Lucky

Jawab: Coba ban belakang kiri yang kurang rata di ganti/pinjam dari bagian lain. Di kecepatan 40 km/jam mestinya gerakannya seperti berlenggang bukan getaran. Kalau tirot ketika masuk jalan rusak getarannya lebih terasa, kalau jalan mulus tidak terasa. Apakah kalau mundur ada bunyi kling? Saya kok curigai cross joint propeler shaft sudah resak, tetapi periksanya gampang oleh
teknisi. Coba tanya apakah sudah benar balans roda depannya. Kalau masalah balans getarannya ada pada stir, tetapi kalau goyangan bisa karena ban dan cross join. Saya tunggu perkembangannnya. Salam hangat saya

From: "Lucky-Abdul MALIK" <
lucky-abdul.malik@total.com>

Pagi pak Martin,
Setelah saya ganti dengan ban cadangan, ternyata jalannya kijang tidak goyang lagi hehehehe ........
Sewaktu saya ganti tie rod, montir mobil juga merekomendasikan ganti ban kiri belakang dengan bancadangan. Tetapi arena ban cadangannya sudah tipis/jelek, saya tidak mau ganti dan berharap mobil tidak goyang lagi.
Kemarin saya ke bengkel dan semua bengkel yang saya datangi merekomendasikan agar ban tersebut diganti dengan pertimbangan bahwa memang permukaannya sudah tidak rata. Ini bisa saja terjadi karena kemungkinan benang ban putus dan menyebabkan permukaan ban tidak rata. Akhirnya saya coba ganti dan ternyata benar, mobil berjalan dengan mulus kembali.
Terima kasih juga buat pak Martin atas saran2 nya.
Salam.
Lucky



05 Mei 2008

Seat Belt Menyelamatan

Kedaulatan Rakyat 1991

Pengemudi sebuah Starlet 1988 menceriterakan kejadian meng­erikan yang ia alami. Waktu itu ia seorang diri mengemudikan mobil, pulang dari Solo mengantarkan tamu. Jalan Solo - Yogya­karta sedang ramai, padat dengan truk gandengan, bus, mobil mobil penumpang plus siswa-siswa yang baru keluar dari seko­lah.

Sekitas jam 12 siang sebelum memasuki jembatan ke arah Prambanan, ia menyusuli sebuah truk yang ingin mendahului mobil di depannya. Karena ada penumpang sepeda genjot di depan maka truk kembali ke jalurnya. Bagi pengemudi Starlet mungkin terlan­jur tancap gas dan tidak sempat lagi pulang ke jalurnya maka satu-satunya jalan membanting stir ke arah kanan, menghindari tabrakan dengan penumpang sepeda. Ia tidak ingat persis jalannya kejadian. Tau-tau ada benturan yang menimbulkan bunyi keras. Bagian depan dari dua rumah di terjang Starlet. Yang satu menem­bus ruang tamu dan hampir saja mencederai seorang anak yang tidur
dibalik dinding. Terhindar dari malapetaka karena dinding itu terbuat dari batu kali yang kokoh.

Starlet tersebut rusak parah. Bagian depan membentuk huruf V sampai radiator membentur blok mesin hingga blok pecah. Kaca depan pecah karena menerobos tembol batu bata. Bagian bawah mobil rusak berat, ditandai dengan pecahnya rumah transmisi. Kerusakan yang berat ini terjadi karena mobil sepertinya terbang melewati trotoar selebar 3 meter. Tidak ada bekas kerusakan pada trotoar, dan hinggap di rumah penduduk.

Sopir sendiri tidak cedera yang berarti. Ia justru cedera waktu keluar dari mobil. Sebuah batu bata menghantam bibirnya hingga berdarah. Suatu kejadian yang luar bisa karena sang sopir tidak menderita cedera yang berarti.

"Untung saya pakai seat belt, kalau tidak, pasti saya mengalami luka parah, mungkin pula sudah amin". Bagaimana tidak demikian? Setelah selesai urusan dengan bagian keamanan, mobil ditarik ke bengkel dengan moncong depan ditumpangkan pada bak belakang Kijang pik-up. Dihitung-hitung bagian yang rusak kalau diganti berjumlah lk Rp. 20.000.000. Suatu jumlah yang melebihi harga dari Starlet itu kalau dijual dalam keadaan sebelum tabra­kan.

Dari kejadian seperti ini pasti kita semua setuju, penting­nya menggunakan seat belt. Sabuk pengaman ini kalau bisa bersuara pasti mengeluh karena disia-siakan, tidak ada yang menggunakan. Rasa malas menggunakan, lupa atau alasan hanya perjalanan dalam kota tentu harus dibuang jauh-jauh kalau sudah merasakan kejadi­an seperti ceritera tadi. Sikap menyepelekan ini bisa jadi akan menjadi kebiasaan, dan terjadilah, dalam perjalanan ke luar kotapun kita tidak mau menggunakan seat belt.

Dengan adanya UU lalu-lintas jalan yang baru (belum diber­lakukan) banyak orang mau melengkapi mobilnya dengan seat belt.

Beberapa saran berikut ini kiranya bermanfaat bagi anda.

Pakailah seat belt sebelum mesin dihidupkan dan ingatkan penumpang untuk mengerjakan yang sama.

Kalau mobil belum dilengkapi dengan seat belt, lengkapi sejak sekarang. Pilihlah seat belt yang alat kaitnya kuat, ter­buat dari besi. Dari bahan lain mungkin lepas atau patah kalau ada sentakan keras. Jangan dari plastik akrena seat belt bukan hiasan.

Ujung yang terpasang pada plat bodi harus terkancing dengan baik. Banyak minibus tidak direncanakan menggunakan seat belt. Tidak tersedia tempat pengancingan seat belt. Biasanya toko asesoris atau bengkel mengambil gampangnya saja. Plat bodi di-bor kemudian langsung dikancing dengan sekrup. Sedangkan plat bodi hanya setebal 1 sampai 1,2 mm, mungkin akan cebol kalau ada sentakan keras. Untuk membuat kuat tidak mudah, harus membuka plafon dan memasangkan mur di belakangnya, suatu hal yang tidak biasa dilakukan. Sarannya, gunakan bor yang lebih kecil, kemudian pada lubang itu dipukul dengan sebuah ujung pahat (drip) atau bekas as pedal sepeda sampai membentuk setengah huruf V. Bengkel hendaknya dilengkapi juga dengan alat snai-drat. Sebelumnya, ujung baut gerinda menjadi runcing, supaya memudahkan pemasangan­nya. Dengan cara ini diharapkan bidang yang menahan sekrup lebih lebar dari tebal plat bodi.

Kalau kesulitan mencari seat belt, mungkin kopel-ring bisa dipakai pada tempat duduk kedua atau ketiga.

03 Mei 2008

All New Corolla tidak pakai platina!

From: Adi Rintoshakti Semarang.

Sent: Tuesday, October 16, 2007 4:16 AM

Subject: Tanya Toyota Corolla All New Th 1996

Salam hormat.

Terimakasih atas balasan surat saya beberapa waktu yang lalu. Saya mau tanya lagi nih Pak. Saya pemilik mobil Toyota Corolla All New tahun 1996 (beli second). Sebelum puasa saya tune-up di bengkel terkenal khusus Toyota di daerah bunderan Karangayu, dan hasilnya diminta ganti platina karena sudah waktunya. Saya manut saja karena saya berpikir bengkel terkenal tidak akan menipu konsumen. Selang beberapa waktu kemudian, saya mengalami problem di pompa bahan bakar (posisinya di bawah jok belakan) sehingga mobil tidak mau di stater/mogok. Karena bengkel tersebut jauh dari tinggal saya, maka saya putuskan untuk masuk di bengkel dekat rumah. Saya bercerita bahwa sebelumnya pernah di tune-up di bengkel lain, tetapi tidak disampaikan bahwa pompa bahan bakar saya sudah bermasalah. Yang jadi pertanyaan saya adalah : menurut montir bengkel dekat rumah saya bahwa mobil saya tidak menggunakan platina karena sudah memakai sistem CDI. Jadi mana yang benar Pak? Apakah pompa bensin ada batasan umur Pak? Mengingat harganya mahal sekali. Terimakasih atas jawabannya, kalau tidak keberatan lewat e-mail saja Pak.

Jawab:

Selamat siang Pak Adi, saya sedang berada di Timor, namun dengan sistim komunikasi kita masih bisa berhubungan dan memerikan jawaban seperti ini Terima kasih atas email Anda, selamat Idul Fitri.

Memang benar kalau mobil sudah dilengkapi dengan CDI maka mesin itu tidak memakai platina dan kondensor, seperti umumnya mobil lama, maka sungguh mengherankan bila ada teknisi seperti yang mengatakan ganti platina. Cara mereka melayani anda sungguh membahayakan masa depan bisnis, mereka akan kehilangan pelanggan karena tidak jujur kepada pemilik mobil.

Pompa bensin mobil EFI/Injektor berada dalam tangki. Jadi sebenarnya bisa awet, namun karena pompa terendam dalam bensin maka awetnya tergantung kualitas bensin. Pertama, dulu bensin kita mengandung timah, jadi mudah memacetkan bagian yang berputar di dalam pompa. Kedua kalau bensinnya mengandung air maka akan membuat karat juga, akibatnya memacetkan pompa pula.

Pompa memang bisa rusak karena kedua sebab itu. Dan kalau rusak maka tidak dapat mengirim bensin ke mesin lagi. Sekarang apakah mesin masih bisa dihidupkan? Teknisi bisa mengetahui apakah pompa masih baik dengan cara kontak pada posisi on dan melihat apakah ada tekanan (bensin keluar dengan deras) lewat pipa yang berada di daerah mesin. Dari pada ragu-ragu, dan harga pompa itu juga mahal mending bawa dan periksa mobil ke Nasmoco Gombel. Salam hangat saya
Martin T Teiseran- hp 085 225 906 697
Kunjungi: http://martin1948.blogspot.com

02 Mei 2008

Menjawab Komentar

ronggo sy 2x masang pak karter tetep bocor. gmn sich caranya
Details 2008-05-01 1:42 AM

Jawab: Pertama mesti pastikan dulu, ada yang retak atau tidak, dengan cara dicuci kemudian amatin. Kedua perhatikan apakah ada yang menyot mungkin kena batu. Ketika setelah pasang, perhatikan rembesan dari mana. Biasanya, kalau permukaan karter yang menyentuh blok mesin kalau rata maka tidak biasanya ada kebocoran kecuali paking dan pengerasannya tidak baik. Atau ada beberapa baut tanam, sehingga mesti pakai mur. Nah mungkin oli rembes dari baut tanam tersebut. Terakhir perhatikan di leher karter, dekat pada puli kruk as. Mungkin bocornya dari situ. Prinsipnya ketelitian, saya mas.

Guest Pak Martin Yth. Koil panas tetapi mobil tidak sampai mogok, gimana caranya ngukur tegangan altenator nya.
Details 2008-04-28 4:24 AM

Jawab: Cara ukur tegangan pakai Volt meter. Cukup ke kutup aki. Sebelum mesin hidup catat berapa V, kemudian hidup berapa V dan RPM 2000 berapa dan terakhir RPM 4000 berapa. Maximum 13.7 V. Tetapi koil juga bisa panas karena kumparan di dalamnya sudah menurun resistensinta. Rusak isolatornya.

Guest pak nanya nih. apa bedanya service sama Tuneup. Saya pernah bawa ke bengkel, cuma jawaban dari bengkel tidak memuaskan cuma suruh diganti saja, tanpa mau merinci penyebabnya. terima kasih
Details 2008-04-28 4:53 AM

Jawab: Dulu tune up berhubungan dengan mesin ada sekitar 30 macam pekerjaan mulai dari bersihkan saringan udara dampai stel klep dang anti oli. Sekarang pekerjaan tune up tinggal sedikit karena mobil mobil baru tidak banya yang minta di stel, seperti pengapian dan klep. Sekarang orang lebih cenderung minta rekondisi, yang meliputi semua bagian mobil.

Kalau servise, kebiasaan lama yang hanya menyangkut ganti oli dan bersihan saringan serta periksa air aki. Belum ada perkembangan baru, piker saya mestinya service yah semua diperiksa, cumin susah yah.

Guest cara buka saringan oli atoz
Details 2008-04-29 3:54 AM

Jawab: Buka saringan oli, memang butuh kunc kusus, hampir terjadi pada semua mobil. Saya biasanya pakai obeng panjang atau pahat. Harus hati hati agar tidak kena ke blok mesin. Kalau firternya sampai rusak, tak soal karena memang mau diganti.

fiek hallo mas martin, sy mau tanya mengenai mobil hyundai accent th 2000 kok perasaan boros kira-kira 1 ltr 10 km kira-kira ada apa dengan mobil ini ??
Details 2008-04-28 3:31 AM

Jawab: Kalau dalam kota normal dan tidak macet, pikirku kok normal untuk mesin 1500 CC. Tetapi keluar kota gimana?

yus malam pak martin. Gini lho pak, mobil panther saya kalo dijalan rusak pasti bunyi glodek2 (ribut), padahal shockbreaker depan barusan diganti, Mobilny
Details 2008-04-25
1:43 PM

Jawab: Bukan sokbreker. Kalau sokbreker tetap bunyi juga di jalan yang bergelombang. Perkiraan blog.


cozz salam kenal mas martin.. ,mo tanya neh.. kira2 kalo bersiiin karbu ama cleaner karbu tanpa hars buka karbu bisa maksimal performance-nya.?

Details 2008-04-25 10:59 AM
Jawab: Membersihkan karburator pakai cleaner tidak bisa maksimal. Yang baik buka dan rendam dengan thiner. Kemudian semprot lubang lubangnya pakai angina.’

cozz ini perdana gw.. bagus bwt pengetahuan gw seputar otomotif..
Jawab: Terima kasih, harap ada gunanya.

Agus Pak kalo mobil saya suzuki esteem 91 sudah CDI atau masih platina ya standarnya?

Jawab: Saya tidak appal, Cuman kalau mesin sudah pakai CDI, maka distributornya biasanya dikancing pakai mur baut, bukan hanya pakai kunci cantelan. Kemudian tidak ada stel danbersihkan platina. Bentuknya juga besar dan disekitarnya tidak ada koil, karena koil ada di dalamnya.

01 Mei 2008

Oli Netes Terus

From: Nurwiyantara
To: martin48@indosat.net.id
Sent:
Wednesday, September 26, 2007 11:13 AM
Subject: Starlet 1.3 SE '91 - netes

Dh,
Siang Pak Martin......

Saya selalu ikuti rubrik Anda di Suara Merdeka, bagus sekali tuh Pak..Saya pengin menanyakan permasalahan mobil saya, toyota starlet 1.3 SE tahun 1991. Beberapa waktu yang lalu saya bawa keluar kota, saya cek awal keberangkatan ( Semarang ) oli mesin full ( batas yang dianjurkan ) namun sampai di daerah Klaten saya cek oli habis (tinggal sedikit). Sepertinya ada kebocoran oli mesin neh Pak Martin...Sering netes.. Gimana solusi nya ? Apakah harus ganti spare parts mengingat mobil tua / 1991 )? Saya pengin ganti mobil ( jenis sedan ) dengan budget 40 jutaan, kira2 mobil apa ya Pak yang bagus ( merek toyota atau honda ) Sebelumnya kami ucapkan terima kasih.

Hormat dan Salam,
nwi

From: Martin T Teiseran
Sent:
Friday, September 28, 2007 10:50 AM
Subject: Re: Starlet 1.3 SE '91 - netes

Sdr Nurwiyantara, terima kasih, diikuti terus lho tulisannya, kalau tidak saya menjadi kurang semangat ............

Nah itu, di blog saya pernah tulis artikel tentang oli netes di garasi, sekarang coba buka filenya. Mestinya tahun mobil tahun 1991 sih masih baik kalau di rawat. Dengan duit 3 juta rupiah mungkin sudah bisa pulih kembali. Namun kalau mau beli mobil seken 40 juta, saran saya beli tahun 2000 keatas dan bisa dapat Soluna, karena suku cadangnya lebih murah. Sekarang nampaknya dengan 40 juaan sudah tidak dapat Soluna, maklum mobil yang irit sekarang lagi naik daun. Salam hormat saya

From: "joko noto" <
sultan00@india.com>
Sent: Thursday, October
04, 2007 9:37 PM
Subject: Mobil 25 Juta

Pak Martin, saya ingin membeli mobil tapi anggaran dananya maksimal 25 juta, menurut bapak saya harus beli yang mereknya apa dan modelnya apa, karena saya masih awam terhadap mobil, sebelumnya saya ucapkan terima kasih

From: "Martin T Teiseran" <martin48@indosat.net.id>
Sent:
Friday, October 05, 2007 5:46 AM
Subject: Re: Mobil <>

Untuk dana sekian itu yang penting cari mobil agak baru made in Korea itu murah- murah. Tapi yang harga 25 juta mungkin masih susah. Minibus Suzuki Cary tahun 2000 mungkin bisa, kalau lebih murah Daihatsu Zebra. Kalau sedan merk Daihatsu. Toyota Corolla GL atau SE juga mesinnya cukup baik. Kalau mau beli ajak teknisi, karena seharga ini bisa merembeng dan jarak tempuhnya sudah lumayan jauh.



Konsultasi, informasi dan tanya jawab. Kirim email ke martin.teiseran@yahoo.co.id


Free shoutbox @ ShoutMix