03 Oktober 2007

AC Mobil Tidak Dingin

KR Agustus 1996

Yudi Sungkono - Pekalongan.
Saya memiliki sebuah kijang tahun 1991, yang kondisi me­sinnya masih sangat baik walaupun km sudah menunjukan angka antara 134.000. Selama ini mesin belum pernah di apa- apakan, karena saya berpendapat selama ujung knal pot berwarna abu- abu, seperti kata Bung Martin, tandanya mesin masih baik. Oli mesin juga srtiap kali saya ganti pada km 3000 masih cukup tidak kurang. Walaupun demikian saya ingin bertanya:

1. Bagaimana merawat agar mobil terus bisa sehat? Busi sudah lama tidak saya ganti, apakah ini ada hubungan dengan kadang- kadang sulit menghidupkan mesin pada pagi hari?
2. Akhir- akhir ini saya merasa terganggun dengan AC. Kalau keluar kota sering tidak mau dingin, dan kalau pertama menghidupkan AC ada bau asap atau asap solar yang keluar dari saluran udara dinginnya AC. Saya juga minta saran, bagaimana caranya agar kalau dalam perjalanan keluar kota, tidak perlu menggunakan AC, tetapi cukup udara dari luar saja?

Jawab:
1. Kalau mobil yang Anda miliki ini sudah lebih dari 2 tahun ditangan Anda, maka jelas Anda termasuk orang yang senang memper­hatikan kondisi mobil, artinya suka merawat agar mobil itu sehat. Untuk mengikuti saran- saran pabrik, maka ada baiknya Anda mengikuti petunjuk- petunjuk yang ada pada buku servis. Pada buku servis jelas tertulis pekerjaan pemeriksaan atau penggantian apa saja yang perlu dilakukan pada setiap 5000 km. Ada beberapa hal yang dapat diketengahkan disini. Anda sebenarnya diminta mengganti oli setiap 5000 km, jadi tidak perlu mengganti setiap 3000 karena langkah ini dianggap pemborosan yang tidak perlu. Yang diminta agar setiap menambah bensin, permulaan oli diperiksa. Kalau ternyata kurang cukup ditambah oli baru. Selain oli juga sangat dianjurkan untuk membersihkan saringan udara setiap 5000 km, namun kalau kalau Anda bisa lakukan lebih cepat, umpamanya setiap 2500 km lebih baik. Karena dengan cara itu, udara yang masuk ke mesin bersih dan mesin mobil lebih awet dan irit bahan bakar. Permukaan platina juga harus diperiksa, kalau ada deposit karbon pada permukaan platina, biasanya mengganggu saat penyalaan busi, dan hal itu akan mengakibatkan mesin tidak bertenaga dan boros bahan bakar. Masih ada lainnya, seperti periksa permukaan air, periksa aki, periksa tekanan angin ban dan lain sebagainya. Maka penting buku tersebut selalu berada di laci mobil.

Busi mobil di anjurkan untuk diganti setiap 10.000 km sampai 20.000 km. Kalau busi terlampau lama tidak diganti maka biasanya ujung eletrode yang ada pada busi sudah aus, dan jaraknya sudah lebih lebar. Jarak busi yang sudah lebar bisa menyebabkan mesin sulit hidup, karena tidak jadi lonjatan bunga api. Atau sebaliknya karena busi yang sudah terlalu lama maka biasanya disamping telah aus juga elektrodanya tidak normal lagi. Walaupun ujungnya sudah dibuat lebih dekat, bunga api yang ditimbulkan tetap kecil, dan kalau kondisi seperti ini ditambah dengan permulaan platina yang kotor maka bisa menyebabkan mesin sulit hidup pada pagi hari.Mesin yang sulit hidup pada pagi hari bisa juga disebabkan oleh karburator. Penyetelan karburator yang terlalu kurus, karena sekrup idle disetel udaranya lebih banyak bisa menjadi penyebabnya. Pekerjaan ini mudah dan bisa dilakukan sendiri. Pada karburator mobil kijang ada 2 sekrup. Satu untuk menaikan RPM, bentuk kepala sekrupnya lebih besar. Kalau sekrup ini diputar ke arah jarum jam, spontan RPM akan naik. Sekerup yang lain bentuk kepala sekrupnya lebih kecil, terletak lebih ke bawah. Kalau distel tidak spontan mengubah RPM mesin. Pada saat RPM mesin rendah (500 sampai 700) putarlah ke arah jarum jam sampai mesin hampir mati, kemudian balikkan putaran sampai mesin hampir mati pula. Pada tengah- tengah kedua titik kita mendapatkan campuran yang paling ideal. Dengan cara ini mesin menjadi mudah dihidupkan pada pagi hari.

2. Masalah AC yang Anda hadapi, umumnya terjadi pada mobil yang ACnya tidak dipasangkan oleh pabrik, dengan kata lain tidak sesuai rencana. Banyak pemasang AC, meletakan pengatur udara (evakurator), antara lubang pemasukan udara luar dan ruang penumpang. Hal ini dimaksudkan agar di saat tidak menghidupkan AC, udara bisa masuk, tetapi akibatnya bagian ini menjadi tampungan gas buang mobil di jalan raya, dan disaat AC dihidupkan, walaupun lubang pemasukan udara luar sudh ditutup, sisa bau gas tetap ada. Maka lebih baik, untuk AC tidak perlu dihubungkan dengan udara luar, tetapi untuk mendapatkan udara segar dari luar, disarankan saluran udara yang ada pada kiri dan kanan dashbord kijang tidak perlu dihubungkan dengan AC. Biarkan bagian ini untuk mensuplai udara segar.

Apabila Anda menggunakan AC, bagian ini bisa ditutup dengan tombol yang sudah tersedia. Gejala AC tidak mau dingin pada perjalanan keluar kota bisa disebabkan oleh kotoran yang menutup kisi- kisi yang ada pada evakurator, sehingga udara tidak bisa lewat bagian pendingin udara tersebut. Disarankan untuk serviskan AC di bengkel AC yang lalu mobil- mobil penumpang mulai dilengkapi dengan radio, yang biasanya untuk menangkap gelombang AM, kemudian tidal kemu­dian ramai dilengkapi dengan radio FM. Kemudian lima belas tahun terakhir mobil penumpang dan truk juga mulai dilengkapi dengan radio - cassette, yang semakin tahun semakin wah saja. Harganya pun semakin melangit. Bahkan tidak jarang kita temui mobil -mobil ibarat studio disko berjalan yang dilengkapi dengan kompek dis yang mengahsilkan suara keras. Sekarang, kalau ada rundingan untuk jual beli mobil, bukan lagi tanya soal tape- radio tetapi calon pembeli langsung tanya, apakah AC nya masih dingin. Bukan juga bertanya, mobil menggunakan AC atau tidak, karena umumnya semua mobil sudah dilengkapi dengan AC. Banyak merk mobil sudah melengkapi AC sebagai perlengkapan standard, artinya sejak beli pertama.

Tidak pandang, apakah mesinnya kuat atau tidak, efisen atau tidak, pokoknya pasang saja AC. Tidak jarang kita temui mobil minibus dipasangkan lebih dari satu blower menjadi double brower, agar pendinginan di dalam mobil menjadi lebih merata. Bagian yang terletak di dalam ruang penum­pang dan yang mengeluarkan angin dan udara sejuk ini memegang peranan penting. Kalau tidak sesuai dengan kebutuhan pendingan ruangan maka target mendinginkan tidak tercapai. Ada beberapa bagian tambahan dari sistem AC yang melekat ada bagian tersebut. Seperti thermostad yang berfungsi mengatur agar kompresor AC berhenti bekerja sesuai temperatur yang diin­ginkan. Kalau bagian ini tidak bekerja sebagaimana semestinya maka sering terjadi pembekuan dan timbul es yang menutup kisi-kisi pada evaporator udara dan aliran udara terhambat, atau sebaliknya tidak ada udara sejuk. Thermostad yang penyetelannya tidak tepat, bisa mengakibabkan mesin mati pada saat stasioner atau RPM terus tinggi.

Kejadian ini tentunya mengurangi kenyamanan waktu mengemudi disamping mengakibatkan mesin mobil tidak efisen. Pengatur temperatur udara ini terletak diruang penum­pang. Di salah satu sisinya ada tombol penyetel menyerupai tombol pencari gelombang radio dengan ukuran yang lebih kecil. Bagian ini yang harus distel. Mula- mula Anda harus lebih dahulu menye­tel RPM stasioner yang diinginkan, antara 600 - 1000 rpm.

Pada saat Anda menyetel RPM mobil perhatikan agar kompresor belum bekerja, maknit kopling yang menyatu dengan puly kompresor AC masih bergerak sendiri. Sudah atau belum bekerjanya kompresor AC juga bisa dipantau dari suara yang timbul dari kompresor. Bunyin­ya lebih keras pada kompresor yang sudah bekerja. Kalau saat menyetel RPM, kompresor sudah bekerja, maka Anda harus menyetel tombol di thermostad sedikit demi sedikit sampai kopling maknit di kompresor AC lepas. Lalu mencoba menaikan RPM dengan menyinjak pedal gas. Penyetelan yang benar dapat dilihat dari saat Anda menginjak dan melepaskan pedal gas. Kompresor harus berhenti bekerja saat pedal gas dilepas dan baru bekerja setelah pedal gas diinjak. Dengan cara ini Anda bisa terhindar dari mesin mati disaat mebil berhenti di lampu pengatur lalu lintas. Walaupun kejadian seperti ini bisa terjadi pada semua mobil yang mengguna­kan AC, namun yang paling sering terjadi pada mobil yang AC dipasangkan kemudian. Artinya saat beli belum dilengkapi dengan perangkat AC dan AC yang dipasangkan dari jenis "gado- gado", bukan yang sudah direncanakan bagi mobil tersebut, dan juga sering terjadi pada minibus dengan mesin 1000 CC.

AC Tidak Dingin
Ada beberapa hal yang bisa menjadi penyebab AC tidak mau dingin dan yang paling sering karena kebocoran: pada pipa saluran, evaporator atau kondensor. Kalau Anda menemukan bagian sambungan pipa ada rembesan cairan dan melekat kotoran maka bagian itu pantas dicurigai sebagai penyebab AC tidak dingin, karena terjadi kebocoran freon. Hal yang sama juga terjadi pada kondensor dan evaporator. Walaupun jarang terjadi, tetapi kalau saat Anda asyik mengemudikan mobil dan kekonyong- konyong keluar gas berwarna putih (warna itu berbeda dengan warna udara sejuk) maka itu pertanda terjadi kebocoran mendadak pada evaporator. Untuk menghindari hal- hal yang bisa membahayakan kesehatan penumpang maka segeralah membuka semua jendela, berhenti dan keluar dari mobil. Setelah itu jangan menggunakan AC lagi sampai AC yang rusak diperbaiki.

Evaporator yang bocor, jarang bisa diperbaiki. Keboocoran pada pipa yang terbuat dari aluminium ini sulit dilas, karena kebiasanya kebocoran bukan menyerupai ban yang tertikam paku tetapi korosi sepanjang pipa. Maka satu bagian yang ditambal akan "meremben" ke bagian lain, biasanya baru berhasil setelah meng­ganti evaporator baru. Dibagian evaporator ada saringan udara yang biasanya melekat debu sampai menutup aliran udara. Saringan ini harus sering dibersihkan. Gangguan lain pada evaporator adalah tersumbatnya pipa karet pembuangan air yang lalu mengaki­batkan lantai bagian dalam mobil khususnya di bagian bawa evaporator basa. Pengumbatan bisa terjadi karena kotoran bisa juga karena ujung slang bersenggolan dengan pipa knalpot. Maka perlu dibersikan atau memindahkan ujung slang agar dibersinggungan dengan knalpot yang panas. Pemasangan atau meletakan selang yang tidak benar juga bisa menyebabkan "banjir". Slang yang tidak lurus mengarah ke lubang yang ada pada lantai atau melingkar seperti leher angsa dan memutar ke atas akan menyebabkan banjir.

Penyebab lain AC tidak dingin karena kompresor rusak atau kopling maknit tidak bekerja. Kompresor yang rusak biasanya didahului dengan bunyi kasar, bunyi menyerupai mesin "koklok". Walaupun freon sudah diisi tetapi tetap tidak mau dingin. Kerusa­kan pada kompresor atau kopling maknit sangat mudah dideteksi oleh para teknisi AC, maka dianjurkan Anda membawa mobil Anda ke bengkel yang menyediakan jasa perbaikan AC.Banyak mobil saat ini melengkapi eletro ven pendingin tamba­han untuk menjaga agar tempertaur mesin tidak terlalu tinggi. Disamping untuk mendingin kondensor AC, juga menambah tekanan udara ke arah radiator dan mesin. Seperti kita ketahui, kondensor biasanya diletakan didepan radiator, yang akibatnya mengahalangi udara untuk mendinginkan radiator. Dengan ditambahkan elektro ven maka temperatur mesin menjadi lebih stabil. Sesekali Anda harus memeriksa apakah ven masih bekerja dengan baik. Dengan mudah bisa Anda ketahui saat parkir dan mesin sedang hidup. Sesekali mesin berbunyi keras dan sesekali halus, hal itu menunjukan bahwa elektro ven dan thermostad dalam keadaan baik.

AC mobil juga tidak dingin karena persedian freon kurang atau berlebihan. Untuk mengetahui freon berkurang, kita dapat melihat gelembung- belembung udara yang tampak pada glas pengon­tol dibagian atas tabung receiver. Sedangkan freon yang berlebi­han galas menunjukan jernih tanpa gelembung udara. Biasanya dengan pengukur tekenan kita menemukan normal atau tidaknya jumlah freon di dalam saluran AC.Perawatan

1. AC mobil Anda sudah tidak dingin lagi maka perlu diperik­sa apa yang menyebabkan. Kalau tidak ada yang bocor dan hanya perlu mengisi freon maka mintalah teknisi menambah pula oli pelumas. Pelumas ini sangat penting untuk menjaga agar keausan di dalam kompresor bisa diperlambat.

2. Periksa kekencangan tali kipas yang menggerakan kompresor. Tekanlah dengan jari dan rasakan tali kipas cukup kencang. Hasil tekanan tali kipas antara 10 mm. Gantilah tali kipas kalau sudah menampakan nilon yang lepas.

3. Tabung receiver juga menimbun deposit dan katup ekspansi juga harus secara teratur diganti. Suatu saat tabung receiver penuh dengan deposit dan akan menghambat aliran freon.

4. Anda bisa jadi mengeluh bau solar atau gas buang yang tidak sedap masuk lewat evaporator ke ruang penumpang. Hal ini biasanya terjadi pada mobil yang tidak memasang AC mobil sejak awal dari pabrik. AC dipasang tidak sesuai rencana. Pada mobil yang terencana dengan baik, maka udara luar yang masuk ke ruang penumpang tidak dilewatkan evaporator. Sehingga sisa gas buang mobil tidak melekat pada evaporator. Untuk menghilangkan bau tersebut maka evaporator harus dicuci dan agar tidak terulang lagi maka uadara luar dihambat agar tidak masuk ke ruang penum­pang. Namun repotnya kalau Anda ingin menghirup udara pegunungan yang bersih, terpaksa harus membuka jendela mobil.

1 komentar:

KAA GIA PRINGGADING mengatakan...

Hi, Bung Martin
Apakah kalo freon habis kipas AC tidak jalan ?
lalu apakah kalo accu kurang strum kipas AC juga tidak jalan ?
Terimakasih sebelumnya.

Konsultasi, informasi dan tanya jawab. Kirim email ke martin.teiseran@yahoo.co.id


Free shoutbox @ ShoutMix