09 November 2007

Peran Komputer pada Mobil

KOMPAS Jumat, 4 Mei 2001

MUNCULNYA mobil baru, hampir selalu diikuti teknologi lebih maju. Karena itu, teknologi tidak pernah berhenti dipacu maju. Bahkan pabrik-pabrik mobil seperti harus berpacu dengan waktu untuk saling mengungguli satu sama lain di bidang teknologi. Pembeli pun tahu, bila ada mobil berteknologi lebih maju, untuk apa memilih yang berteknologi kuno? Bagaimana-pun juga, perlombaan teknologi maju pada dunia otomotif, ternyata memberi manfaat berarti bagi pembeli.Selama 20 tahun terakhir, perangkat dunia otomotif mengalami kemajuan luar biasa. Juga komputer, yang semula sebesar rumah, kini bisa tampil lebih ringkas dengan kemampuan 100 kali lebih besar dari dulu. Kemajuan teknologi komputer itu pun kini dimanfaatkan para ahli untuk menyempurnakan kinerja otomotif. Kenyataannya, penggunaan komputer high tech banyak memberi keuntungan pada manusia. Mobil lebih nyaman dikendarai, lebih hemat bahan bakar, dan ramah lingkungan karena pembakaran menjadi lebih sempurna.
Ada banyak teknologi maju yang sudah diterapkan pada mobil, sebagian lagi masih dalam taraf pengenalan. Teknologi hibrida, misalnya, yang menggabungkan mesin dan listrik, mendapat tanggapan positif. Atau mengemudi tanpa menyentuh roda kemudi (hands free) yang sempat dicoba dari Los Angeles ke San Diego, guna mengatasi kejenuhan pengemudi melintas benua. Atau munculnya accu 42 volt pengganti accu 12 volt, akan membuat komponen listrik, makin kecil. Teknologi ban fax flat Michelin, yang masih mampu menggelinding 200 kilometer tanpa angin, atau mobil listrik yang hemat dan tanpa mengeluarkan emisi gas buang beracun, merupakan kemajuan-kemajuan yang sudah ada di sekitar kita.

Mengatasi kaget
Kini, DaimlerChrysler, General Motor, dan BMW, sudah menggunakan sistem stabilitas elektronik, yang membuat mobil tetap stabil meski kemudi dibanting ke kiri atau ke kanan guna menghindari orang menyeberang atau hewan yang melintas secara tiba-tiba.
Sistem sensor pada roda dan kemudi, akan mengirim sinyal ke komputer, dan komputer akan mengatur rem agar putaran roda tidak tergelincir dan pengemudi tetap dapat mengendalikan kendaraannya.
Bila temuan ini digabungkan dengan sistem radar atau sinar laser, maka sistem ini bisa mengambil alih peran sopir dari roda kemudi. Asyik juga! Suatu saat kita bisa tidur dan membiarkan mobil berjalan sendiri. Digunakannya sinar laser atau radar, akan menghindarkan kendaraan dari tabrakan. Seluruh kendali akan diambil alih komputer, seperti mengerem, mengurangi kecepatan, dan menghindar sendiri bila ada dari samping tiba-tiba ada orang menyeberang.

Ban pintar

Selain di bidang mekanik dan mesin, komponen mobil yang lain juga mengalami kemajuan. Pabrik ban Michelin, beberapa waktu lalu memperkenalkan ban yang tetap bisa dioperasikan sejauh 200 kilometer meski tanpa angin. Ban model ini sudah digunakan pada mobil mewah Mercedes dan Lexus. Dengan adanya ban seperti ini, pengendara tidak perlu khawatir bila tiba-tiba bannya kempes, ia bisa mencari tempat aman untuk menggantinya.
Kini, pabrik ban Firestone mengumumkan penemuan ban pintar. Di dalam roda ada "pemancar" sekaligus sensor. Sensor itu akan mendeteksi tekanan angin dari tiap ban dan akan mengirim sinyal ke panel di depan pengemudi. Mata pengemudi dengan mudah bisa membaca tekanan tiap roda, dan dengan demikian membantu pengemudi untuk segera menambah tekanan angin.
Temuan ini dirasa perlu mengingat tekanan angin ban yang tidak sama menjadi penyebab mobil tidak stabil. Bila tekanan angin ban tidak sama, mobil akan mudah slip bila dipacu dalam kecepatan tinggi.

AVL

Kini produsen otomotif mengembangkan AVL (automatic vehicle location) yang menggunakan fasilitas Global Positioning System (GPS). Teknologi AVL sudah banyak digunakan pada mobil di Eropa, Jepang, dan Amerika, amat bermanfaat untuk mencari alamat rumah atau membelokkan mobil mencari jalan alternatif menghindari kemacetan.
Sebuah sistem telematik yang dihubungkan dengan satelit, akan memudahkan seseorang menemukan lokasi di darat. Untuk menggunakan teknologi ini, mobil harus dilengkapi alat penerima sinyal dan peta standar yang ditampilkan di layar monitor komputer.
Selain itu, AVL juga memiliki memori yang bisa membantu pengemudi yang belum mengenal lokasi. Bila melalui daerah yang belum diketahui, pengemudi bisa menyimpan datanya hanya dengan menekan tombol. Nantinya, data itu akan dapat digunakan orang lain yang belum pernah mendatangi lokasi itu. Untuk mobil-mobil built up dan mewah yang berseliweran di Indonesia dan dilengkapi AVL, alat ini belum bisa digunakan karena fasilitas lainnya belum ada.

Pengaman tabrakan

Teknologi maju pada otomotif juga dimaksudkan untuk mengamankan penumpang di dalamnya bila terjadi tabrakan. Mercedes Benz dan Toyota sudah memasang sistem pengontrol jarak.
Dengan demikian pengemudi dapat menentukan, berapa jarak yang diinginkan dari mobil yang ada di depannya. Komputer akan mengatur untuk mengurangi kecepatan hingga mendekati limit jarak yang diinginkan. Peralatan ini juga sudah banyak dipasang, untuk keperluan parkir. Bila Toyota menggunakan sistem sinar laser, Mercedes Benz menggunakan sistem radar.

Transmisi otomatik

Dunia otomotif kini juga mengembangkan teknologi transmisi otomatik lima kecepatan. Selama ini, transmisi otomatik yang ada pada mobil umumnya baru empat kecepatan. Dengan temuan baru ini diharapkan membantu para pengendara bila menghadapi jalan macet. Namun, kenikmatan ini juga harus dibayar dengan konsumsi bahan bakar yang lebih banyak alias boros hingga 10 persen.

Sistem baru pada transmisi yang dilengkapi Electronic Control Transmission (ECL) ini juga memperbaiki pemindahan daya slip yang selama ini bisa terjadi pada transmisi otomatik, bentuknya menyerupai kopling slip.

''Variable Compression Vehicle''
Perusahaan otomotif dari Eropa, SAAB grup, mengumumkan penggunaan mesin rekayasa terbaru. Rekayasa ini mengubah anggapan orang bahwa cylinder head mobil dikancing dengan baut pada blok mesin. Maka jangan kaget, bila suatu saat melihat cylinder head bergerak turun-naik sesuai RPM mesin. Inilah teknologi yang membuat mobil memiliki multi compression yang sudah diaplikasikan pada beberapa produk SAAB grup.
Selama ini kita hanya tahu, mobil memiliki perbandingan kompresi tetap. Sebuah mobil dengan perbandingan kompresi 1:9, dalam keadaan apa pun, perbandingan kompresi tidak bakal berubah, dan cocok untuk putaran serta kecepatan rendah. Sedangkan, mesin dengan perbandingan kompresi 1:12 mempunyai karakter RPM tinggi dan cocok untuk mobil berkecepatan tinggi. Dengan demikian terjadi kerugian yang mengakibatkan mesin tidak bekerja optimal.
Untuk itu SAAB grup membuat mesin dengan perbandingan kompresi mulai dari 1:8 hingga 1:12, bahkan bisa lebih variatif lagi, dan menghasilkan mesin yang efisien. Ternyata hal ini dimungkinkan karena SAAB menggunakan sistem pengatur naik turunnya cylinder dan cylinder head yang diletakkan di dalam mesin.
Cylinder head yang telah menyatu dengan cylinder akan naik-turun terhadap blok mesin. Manfaat mesin ini, meski agak rumit, amat hemat bahan bakar hingga 30 persen. Dan pengaturan ketepatan perbandingan kompresi, saat mobil berjalan lambat maupun kencang, diatur oleh komputer.

Mesin ringkas

Selama 100 tahun, ahli-ahli mesin menggunakan rantai, roda gigi, dan belt gabungan dari nilon dan karet untuk menghubungkan bagian-bagian mesin. Salah satunya untuk penggerak klep mesin mobil. Tidak lama lagi sistem ini akan ditinggalkan karena Siemens, raksasa elektronik dari Jerman, sudah menyiapkan teknologi elektronik penggerak klep. Sebuah kotak elektronik akan disatukan dengan setiap klep mesin mobil, dan sistem elektromagnet yang ditimbulkan kotak itu akan menggerakkan klep naik dan turun sesuai periode kerja.
Lagi-lagi komputer mengambil alih peran mekanikal dan tingkat ketepatan kinerja mesin pun makin tinggi. Penggunaan komponen elektrik ini selain membuat konstruksi mesin lebih sederhana, juga menghasilkan penghematan bahan bakar dan kontrol emisi gas buang. Dengan demikian, Electronically Controlled Valve (ECV) buatan Siemens ini akan menghilangkan banyak bagian dari mesin.
Bila ECV digunakan pada mesin Kijang, maka tidak diperlukan lagi roda gigi yang ada di kruk as (crank shaft gear), noken as dan roda gigi (camshaft dan gear) lifer, push rod, rocker arm, dan membuang beberapa seal oli. Bahkan, saluran yang ada dalam konstruksi mesin pun akan menjadi lebih sederhana.
Selain itu beberapa penekan timing belt atau pengontrol rantai yang digunakan untuk menjaga ketepatan kerja komponen itu, akan hilang. Distributor juga tidak lagi digunakan. Tugas distributor untuk membagi arus ke busi, diambil alih komputer.

Bukan mustahil, suatu saat komponen penggerak klep yang dibuat secara elektronik akan menyatu dengan komponen koil untuk busi. Apalagi dengan digunakannya accu 42 volt pengganti 12 volt pada tahun 2003, maka komponen elektrik pada mobil akan makin kecil. (Ternyata sampai tahun 2007 ini, belum ada tanda-tanda akan segera menggunakan accu 42V)

Apabila tekanan angin ban tidak sesuai spesifikasi atau keempat ban mobil menunjukan tekanan angin yang tidak sama satu sama lainnya maka akan tampak pada panel ini. Kita lantas menambah angin agar pengereman pakem dan mobil menjadi stabil. Teknologi ini sudah digunakan pada mobil mewah dan VIOS terbaru.

Pada bagian dalam ban ada sensor. Sensor inilah yang akan mengirimkan signal ke komputer seberapa besar tekanan angin ban dan hasilnya tampak pada panel diatas.



Direncanakan pada suatu saat, orang dengan mudah merubah mobil lamanya menjadi mobil Hibrida dengan mengganti komponen mesin, yaitu fly wheel. Bagian ini akan berfungsi sebagai generator yang menghasilkan arus untuk pengisian aki dan pada kesempatan lain digunakan untuk menghidupkan mesin berfungsi sebagai starter.










Sebuah sensor sinar yang ada dihadapan anda akan memperjelas objek yang jauhnya sekitar 200 m, dalam kondisi gelap sehingga anda bisa mengantisipasi situasi ini.


Bahan dari Daimler Chrysler 2001

Tidak ada komentar:

Konsultasi, informasi dan tanya jawab. Kirim email ke martin.teiseran@yahoo.co.id


Free shoutbox @ ShoutMix