07 Maret 2008

MOBIL BARU BOROS OLI.

Kedaulatan Rakyat 1993

Majalah OTOMOTIF terbitan tanggal 24 April 1993 memuat keluhan wartawan KOMPAS tent ang mobil SUZUKI VITARA. Dikatakan bahwa 4 unit mobil Vitara yang dibeli oleh Gramedia semuanya mengalami mesin panas dan oli boros. Samar-samar dikatakan sebagai misproduksi (kesalahan produksi) menyangkut 300 unit mobil.

Bagi yang awam, berita ini kurang enak. Bagaimanapun juga mobil yang baru dibeli diharapkan tanpa cela dan menyenangkan. Kejadian seperti ini tentu tidak diharapkan oleh semua pihak. Namun harus diakui bahwa hal ini bisa terjadi apa lagi produksi besar-besaran. Tinggal sebesar apa kerusakan dan bagaimana bagian penjual mobil menangani kasusnya sehingga semua pihak merasa puas. Dapat dipastikan semua produsen akan mengganti atau memper­baiki bagian yang rusak sampai pembeli puas. Dalam hal ini, tuntutan untuk mendapatkan mobil baru sulit dikabulkan, karena prosedur yang melibatkan banyak pihak termasuk kepolisian.

Di Jepang kejadian seperti ini tidak menggegerkan. Bahkan pemilik mobil disurati supaya mobil dibawa ke bengkel untuk mengatasi kesulitan tersebut. Agaknya masyarakat sono bisa mene­rima kejadian seperti ini dengan kepala dingin, mungkin di sana harga mobilnya murah. Di Indonesia memang belum pernah dicoba. Bisa dibayangkan kalau sampai diumumkan lewat mass media, bisa menggegerkan. Bagi orang-orang bengkel, hal seperti ini tentu pernah ditangani. Tergantung seberat apa kasus yang menimpa mobil baru tersebut. Justeru setelah memperbaiki atau mengganti bagian yang rusak mobil menjadi lebih bagus, tidak jarang malah lebih awet.

Cacat produksi itu bisa macam-macam. Bisa karena pengerasan kurang sempurna, seperti baut kruk as atau konrod (stang seher) kendor sehingga menimbulkan bunyi metal. Sering bunyi mesin yang kalau gas ditambah bunyi ketukan semakin keras akibat dari metal yang tidak sesuai. Pengecoran blok mesin cacat, ada pula pemasangan komponen mobil kurang benar. Kalau hal ini tampak oleh mata atau terdengar jelas maka biasanya pembeli sudah membatalkan pembelian mobil baru. Sayangnya, bahwa cacat produksi itu baru memperlihatkan gejalanya setelah sekian lama di pakai. Seperti halnya kasus gardan dengung. Bunyi gardan rusak pada kendaraan ringan, tidak jelas kalau baru menempuh 5.000 sampai 10.000 km.

Blok mesin retak karena proses pengecoran yang kurang baik baru tampak pada kilometer kurang lebih 20.000 sampai 50.000 km. Sedangkan blok yang normal ratusan ribu kilometer bahkan sampai tidak layak pakai lagipun tidak bakal retak. Maka perlu perhati­kan kalau ada kebocoran air pada blok mesin.

Berhati-hatilah kalau ada warna kuning berkarat di sekitar mesin, segera cari penyebabnya. Mesin kelewat panas bisa disebabkan oleh radiator tersumbat, bocor atau pompa air rusak. Beberapa kejadian juga karena termo­stat tidak bekerja sehingga tidak terjadi sirkulasi air dari radiator ke ruang mesin. Pada mesin yang sudah tua bisa jadi karena paking atau silinder head cacat(kropos). Panas akibat kerusakan radiator umumnya disebabkan oleh tersumbatnya pipa-pipa kecil dalam unit radiator. Di daerah di mana airnya mengandung kapur, menjadi musuh utama dari radiator. Para pemilik mobil di pulau Timor sering menampung air hujan untuk mengisi radiator mobil.

Kalau seal pompa air rusak biasanya air menetes. Hal kedua tentang oli yang boros bisa ditelusuri. Tentu kita mengabaikan adanya oli yang bocor pada mobil baru. Ini ditunjuk­kan dengan tidak adanya oli yang menetes di lantai garasi kecuali di ujung knal pot. Di dalam mesin ada dua bagian yang memungkin­kan borosnya oli, yaitu seal klep dan ring piston yang pasang keliru atau sudah aus/patah.

Kalau seal klep terlalu besar, sobek atau pemasangannya miring maka oli yang melumasi komponen mesin bagian atas, pada langkah hisap akan ikut ke ruang kompresi yang kemudian ikut terbakar atau tersisa di knal pot. Gejalanya, setiap 1000 kilome­ter harus menambah oli sampai 30 % dari isi oli baru. Selain itu ujung knal pot basah dan asapnya berwarna kopi susu. Sedangkan tenaga mesin biasa-biasa saja.

Kalau ring piston kurang, patah atau pemasangannya searah; ring piston terdiri dari 3 sampai 4 buah, sambungan setiap ring tidak boleh satu garis, karena kompresi akan bocor. Gejalanya juga mirip seperti di atas. Oli boros, berasap tebal ditambah dengan mesin kurang bertenaga. Supaya lebih yakin, biasanya bengkel mengecek besarnya tekanan kompresi.

Kalau penyebab boros oli sudah diperbaiki maka umumnya kelu­han sudah teratasi dan mobil akan normal kembali. Sekarang Anda ke garasi, kalau tidak ada oli yang menetes dari lubang knalpot, sedangkan warna lubang knalpot putih keabu-abuan, tinggalkan kecemasan Anda. Mesin mobil VITARA anda dalam keadaan baik.

Tidak ada komentar:

Konsultasi, informasi dan tanya jawab. Kirim email ke martin.teiseran@yahoo.co.id


Free shoutbox @ ShoutMix