18 September 2007

HATI HATI DENGAN BAN

Femina Oktober 1995.
Sudah lama saya ingin bertanya pada FEMINA soal ban, khususnya setelah kecelakaan yang menimpah Nike Ardilla, penganyi kesayangan saya. Mengapa kecelakaan itu terjadi? Apakah ada hubungan dengan ban serep yang banyak ditulis koran maupun maja­lah? Mengapa demikian fatalnya kecelakaan tersebut. Ny Farida Ciamis.

Hampir dari semua kecelakaan mobil unsur ban memang ikut punya andil. Apakah itu karena ukuran ban yang tidak sama atau tekanan angin ban yang tidak sama, kedua- dua sama bahayanya. Bagi sopir yang sudah banyak asam garamnya dalam dunia mobil, tentang mobil oleng atau slip tentu pernah di alaminya. Apa yang menurut pandangan orang umum, suatu kecelakaan tidak masuk akal ternyata terjadi juga. Mobil tidak terkendali, menabrak pohon atau pagar atau mobil yang melaju kencang sekonyong- konyong setir seperti melayang tanpa arah dan akibat grogi maka stir sudah mengarah ke pohon, lalu terjadi benturan keras.
Khasus kecelakaan tunggal menimpah artis terkenal Nike Ardilla, adalah salah satunya. Pertanyaan Anda merupakan pertan­yaan kebanyak kaun ibu dan gadis. Bukan hanya yang muda, yang tuapun ikut sedih karena artis yang masih muda dan cantik itu sudah meninggal dunia. Meninggalnyapun diduga karena sebuah ban serep yang tidak sama ukurannya.

Dari berbagai pemberitaan di berbagai surat kabar, informasi yang diperoleh adalah bahwa mobil Genio milik Nike Ardilla kembos dan harus mengganti dengan ban serep yang ukurannya lebih kecil. Ukuran ban itu memang lebih kecil. Namun bukan kecil menurut pandangan sebagian pembaca. Bagi yang awam tentu mem­bayangkan yang kecil itu, seperti sebuah bola besar dibanding sebuah bola kecil. Dalam sebuah pengamatan di ruang pamer dealer HONDA di Yogyakarta, sebenarnya bukan demikian kenyataannya. Ban serep sedan Honda Genio diameternyata sama dengan diameter ban yang terpasang pada mobil. Memang ada perbedaan. Lebar telapak ban serepnya atau ukuran ban, T135/90/14 kurang lebih 135 mm. Sedangkan aslinya yang terpasang pada ban bisa mulai dari 175/60/14 sampai 215/50/16 (175 sampai 215 mm). Sedangkan mobil alm Nike Ardilla menggunakan ban dengan lebar telapak ban 215 mm, aspek rasionya 50 (tipis dipandang dari depan) dan velk diganti ukuran 16 ince.

Berikut ini beberapa kemungkinan yang bisa jadi menjadi penyebab dari kecelakaan tersebut:
1. Ban serep dengan ukuran lebar yang hanya 135 mm dipasangkan pada mobil untuk menggantikan ban yang kehabisan angin. Setelah mengganti dapat diduga bahwa mobil miring karena diameter yang tidak sama (aspek rasio berbeda) dan daya dukung ban yang tidak sama pula. Ban yang lebih besar daya dukungnya dibandingkan dengan ban yang lebih kecil. Adanya sedan merah, dan sekonyong- konyong ada mobil lain dari depan dengan kecepatan tinggi membuat Nike Ardilla grogi. Maksud hendak menekan pedal rem mungkin terinjak pedal gas. Kalau itu yang terjadi bisa kita maklumi keterangan saksi- saksi telinga bahwa mereka mendengar dan menyangka ada latihan perang, karena bunyi benturan seperti bunyi tembakan meriam. Kalau mobil hanya berjalan 40 km/jam, dan Nike menggunakan seat belt mestinya benturan masih bisa ditahan.

2. Mobil dengan ban yang ukuran yang tidak sama, jelas tidak sama pula daya dukungnya. Daya dukung yang tidak sama membuat diameter ban menjadi tidak sama, ada yang besar dan ada yang kecil. Diameter yang tidak sama menyebabkan mobil oleng. Walaupun olengnya sebuah mobil sudah diredam oleh sokbreker namun dalam situasi tertentu seperti kecepatan tinggi dan grogi bisa menyebabkan mobil kehilangan kendali. Bisa jadi saat Nike Ardillah membanting stir ke kiri karena Daihatsu sudah terlalu dekat, sisa jalan sudah terlalu sempit sehingga menyenggol bak sampak.

3. Kemungkinan berikutnya adalah Nike Ardillah mengerem mendadak sehingga mobil oleng dan tidak terkendali, dan ini disebabkan oleh adanya perbedaan tapak ban. Data ban Genio tersebut: 3 ban dengan ukuran lebar tapak 215 mm sedangkan kanan belakang lebar tapaknya hanya 135 mm. Perbedaan yang besar ini menyebabkan pada saat pengereman terjadi; daya cengkram 3 ban mengerem tidak sebanding dengan ban kanan belakang hanya 60%, dibandingkan dengan ke tiga ban lainnya. Akibatnya bisa terjadi gaya sentri­fukal, dengan titik pusat pada sisi kiri mobil. Hal serupa bisa terjadi juga pada mobil dengan kondisi ban yang permukaannya tidak sama. Ada yang gundul dan ada yang masih utuh dan bisa terjadi pula pada mobil tekanan angin bannya tidak sama. Karena tekanan angin ban yang tidak sama menyebabkan daya pengereman (cengkraman) tidak sama pula. Di jalan yang luas dan sepi, keja­dian seperti ini bisa membuat mobil Anda berputar 2 x 360 derajat. Seat belt. Dari berbagai kecelakaan ada pengemudi yang selamat karena menggunakan seat- belt kalau kecelakan tersebut sampai membuat mobil rusak total loss. Penumpang maupun pengemudi terhindar dari terbentur pada plat mobil. Kepala dan bagian tubuh lainnya terhindar dari benturan, sehingga penggunaan seat belt tidak bisa di tawar- tawar. Namun bisa terjadi sebaliknya. Satu dari seribu kecelakaan bisa pula terjadi seseorang selamat malah karena tidak menggunakan seat belt. Benturan yang keras menyebabkan sang sopir terpental keluar lewat kaca depan dan selamat. Sedangkan mobil tersebut rusak berat, velg dan ban serta stir sampai menyentuh jok, alias total loss. Dapat dibayangkan kalau saat itu sopir menggunakan seat belt.Namun apapun penyebab suatu kematian, harus diakui semuanya terjadi karena memang sudah suratan nasipnya.

Permukaan ban yang tidak rata, ada yang sudah gundul tapi lainnya masih lebih baik, perbedaan profil dan memiliki takanan angin yang berbeda sungguh sangat berbahaya. Pengereman secara mendadak tidak bisa mendapatkan cengkraman yang yang sama baik (sama kuat, pakem). Saya pernah mengendarai Great Corolla sedang pada kecepatan 120 Km/jam. Pada jam 3:30 pagi ditengah jalan ada kucing duduk. Pengereman yang mendadak membuat mobil berputar 440 derajat. Untung ada tiang listrik di pinggir jembatan Krasak, mobil menyenggol hingga tiang itu bengkok dan saya selamat berkat seat belt.

Tidak ada komentar:

Konsultasi, informasi dan tanya jawab. Kirim email ke martin.teiseran@yahoo.co.id


Free shoutbox @ ShoutMix