15 Februari 2008

MOBIL BERBAU BENSIN

Agustus 1993

Belum lama berselang seorang teman membeli Corona tahun 1980. Kondisi luar mobil masih mulus, di ruang mesin tampak perekat antara fender dan apron (tempat duduk shock absorber depan) masih seperti orisinilnya. Sepertinya fender ini belum pernah dibuka untuk kenteng, walaupun mobil sudah dicat ulang. Panel di depan radiator juga masih mulus. Sekalipun sudah 13 tahun, tampaknya mobil ini terawat dengan baik, kilometer juga sudah menunjukan angka 213.000, tetapi belum turun mesin.

Mobil yang sudah menempuh sekian jauh, umumnya banyak bagian sudah aus sehingga bunyi mesin sudah agak kasar. Hal ini disebabkan oleh keausan yang terjadi pada sulingan dan penumbuk katup (Rocker arm shaft dan rocker arm), sehingga walaupun celah klep sudah distel, waktu hidup mesin kembali kasar. Karena penggunaan yang tidak memaksa mesin dan terawat baik maka metal, ring piston juga masih bekerja dengan baik. Hal ini dapat ditunjukan dengan kompresi masih baik. Penggunaan olipun masih normal.

Namun bagian-bagian yang terbuat dari karet sudah keras, mengakibatkan rembesan oli seperti pada tutupan klep atas, seal kruk as, seal pada distributor dan pompa bensin. Kalau karet-karet ini sudah diganti dengan baru maka rembesan oli dapat dihilangkan. Sebaiknya mobil dibawa ke bengkel. Oli yang tersebar disekitar mesin disamping tampak tidak bersih dapat menimbulkan bau dan mesin cepat panas. Bisa juga oli itu sampai ke kabel busi dan aki, merusak kedua komponen tersebut.

Banyak bahan karet digunakan pada mobil, yang bisa dilihat dengan mata gampang merawatnya. Namun ada yang terpasang di bagian dalam dari sebuah komponen mesin. Seperti dalam karbura­tor, pompa bensin dan lain-lain. Pada mobil yang penulis singgung pada permulaan tulisan ini, bau bensin keluar lewat pompa bensin yang karet membran sudah sobek. Pemilik agaknya kurang memperhat­ikan, karena letak pompa ada tersembunyi (terhalang) dengan kom­presor AC. Kejadian seperti ini sangat berbahaya. Semburan bensin di sekitar busi, koil dan distributor bisa disambar api. Kalau tercium bau bensin harus segera mencari sumbernya dari mana, jangan dibiarkan. Disamping bahaya kebakaran juga memboroskan bensin.

Gejala mula-mula ialah bau bensin. Kalau dibiarkan atau tidak ketahuan, bensin bisa masuk ke ruang oli. Selanjutnya mesin tidak mau di-akselerasi. Walaupun pedal gas sudah diinjak, tenaga mesin malah hilang. Sering juga kerusakan pompa bensin disebab­kan oleh pegas klep pompa yang rusak. Hal ini mengakibatkan pompa
bekerja tidak normal. Gejalanya ialah mesin tidak mau berputar lambat dan pada pendakian mesin cendrung mau mati.

Pompa bensin pada mobil-mobil bensin, sekarang assy. Artinya kita tidak bisa mengganti membrannya saja. Membeli harus utuh. Tetapi kalau yang ditemukan pompa bensin yang bisa diperbaiki maka cukup mengganti membrannya saja dan periksa apakah pegas klep masih baik (tidak putus), ini memang jauh lebih murah.

Pada sedan atau minibus memang biasanya kompresor AC dipa­sang di bagian atas dari pompa bensin, sehingga untuk memperbaiki kita harus melonggarkan baut komprsor AC (tidak perlu membuang freonnya). Permukaan pada blok mesin harus dibersihkan dan rekat­kan sedikit gasket sebelum pasang pompa baru, agar oli tidak merembes.

Setelah memasang atau memperbaiki pompa bensin, periksa juga saluran bensin mulai dari tangki sampai ke karburator, bahagian yang kendor harus dikeraskan kembali. Penjepit-penjepit (klemp) harus kuat menekan slang bensin.
Bau bensin juga bisa disebabkan oleh "banjir" di karburator karena klep yang mengatur kebutuhan bensin di karburator, kotor atau rusak. Gejalanya disamping bau bensin juga mesin sukar dihidupkan.

Pada mobil yang tangki bahan bakar terletak dibagasi bela­kang, umumnya pada mobil tahun lama, bau bensin bisa disebabkan oleh pengancing slang yang kendor. Dengan memperhatikan petunjuk-petunjuk ini, diharapkan masalah bau bensin bisa teratasi.

Tidak ada komentar:

Konsultasi, informasi dan tanya jawab. Kirim email ke martin.teiseran@yahoo.co.id


Free shoutbox @ ShoutMix