30 April 2008

From: Felix Erik
Sent:
Thursday, September 20, 2007 5:54 PM

Subject: Konsultasi Oto SM

Halo mr Martin. Saya mau tanya nih Jazz saya (2004 Honda Jazz i-dsi) di pintu depan bagian kiri dan kanan muncul bercak2 karat (saya sertakan fotonya). Bagaimana cara menghilangkan bercak tersebut? Apakah bercak tersebut akan segera menyebar ke seluruh daleman besi layaknya kanker? Apa yang dapat saya lakukan agar karat tersebut hilang secara sempurna dan permanen? Perlukah saya mengganti pintu baru? Berapakah harga pintu baru (asli),apakah termasuk cat atau tidak? Sebagai catatan, saya tinggal di Tanahmas (jelas sekali kan penyebabnya, Hehe!). Terimakasih atas jawabannya dan,saya juga mohon agar jawabannya juga dikirimkan melalui e-mail saya. Karena saya jarang baca koran. Felix Erik

Jawab: Setelah saya mengamati foto yang disertakan pada email anda, saran saya agar segera perbaiki biang kropos yang sedang terjadi pada Jazz ini. Kalau tidak cepat di perbaiki bisa meremben. Kalau perbaiki biasanya teknisi mengganti lempengan besar jadi bukan hanya perbaiki yang sekitar kropos saja. Memang paling bagus ganti pintu baru, tetapi ini pasti lebih mahal. Namun mau rapih sebaiknya ganti saja pintu baru. Soal harga saya kurang tahu. Silahkan kunjungi bengkel Honda Cendrawasih Jl Siliwangi Semarang.

Tempat tinggal anda di Tanahmas Semarang yang menjadi daerah rembesan air laut, bisa menjadi menyebab, percepatan kropos pada plat body mobil anda. Bahkan saya pernah liat, chasispun ikut termakan karat.

From: Henugroho Puji Pamungkas

Sent: Wednesday, September 19, 2007 8:34 AM
Subject: Konsultasi OTO

Kepada Yth Bapak Martin T Teiseran

Kami punya kijang th.'95, bila dalam kondisi stasioner, mesin tidak bisa stabil/ tidak halus alias agak pincang ( tidak pakai AC ), kalo pake AC kadang-kadang masih pincang juga dalam kondisi stasioner, padahal sudah kami serviskan ke bengkel resmi nasmoco jl. Pemuda dan bengkel langganan kami di dekat rumah juga sudah di cek bengkel khusus karburator, kata bengkel nasmoco karena knalpot yg dari mesin sudah tidak standar/rising jadi harus diganti standar lagi, kata teman malah ada masalah di dalam mesin ( noken misalnya ), yang kami tanyakan kira-kira permasalahan tersebut penyebabnya apa dan bagaimana perbaikannya?

Atas perhatian Bapak, kami ucapkan banyak terimakasih

From: Martin T Teiseran

Sent: Wednesday, September 19, 2007 7:54 PM
Subject: Re: Konsultasi OTO

Saya sependapat dengan teknisi Nasmoco, bila mobil sudah diubah untuk keperluan racing maka stasionernya kasar, maunya hanya di RPM tinggi. Karena mengganti noken as yang membuat mesin berkarakter maunya RPM tinggi. Kalau mau ubah kembali ke standar, mesti kembalikan noken as (camshaft nya) yang lama, bisa sih beli yang baru. Pengaruh kenalpot saya pikir kecil, kecuali ada yang bocor dibagian manifold sehingga gas buang terisap kembali ke mesin.

29 April 2008

CATATAN UNTUK PENGEMUDI

Kedaulatan Rakyat 1992

Beberapa tahun yang lalu penulis menumpang sebuah taksi di kota Macao (Makao), kota jajahan Purtugal di daratan Cina yang katanya segala macam ada mulai dari tempat ibadah sampai tempat maksiat dan perjudian. Rasanya seperti tumpang tindih, hal itu sekilas penulis alami waktu mau pergi ke toelet laki-laki. Bukan kepalang tanggung joroknya. Tidak hanya bau kencing yang menyen­gat hidung tetapi di sana sini tumpang-tindih dengan kotoran manusia. Kata yang mengantar, katanya itu perbuatan orang mabuk.

Keluar dari toilet menumpang taksi maksudnya pergi melihat pintu gerbang Cina. Jarak yang hanya beberapa km, oleh sang sopir, mobil dilarikan seperti mengejar pesawat yang mau berang­kat. Belum lagi jalan yang sempit, dikiri kanan ada dahan-dahan pohon yang dipangkas yang ditinggalkan begitu saja, sehingga sang sopir berusaha menghindar sambil meliuk-liukan mobil. Begitu turun dari mobil, isi perut rasanya mau tumpah. Kata yang mengan­tar, begitulah watak sopir di kota ini. Pikirku, pengemudi ini mungkin pula sedang mabuk alkohol.

Lain halnya yang penulis alami tahun lalu di Tokyo. Dua hari di Tokyo tidak pernah mendengarkan bunyi klakson dan tidak mendengar orang mengumpat kesal kalau jalannya diminta. Biasanya yang satu mengalah dan membiarkan mobil itu melaju terus. Kejadi­an seperti ini biasanya karena di depan ada penyempitan lebar jalan atau sedan mau mendahului mobil truk. Menarik untuk dicatat adalah hak istimewa yang diberikan kepada penyebrang jalan. Di persimpangan di mana kendaraan boleh belok kiri, pengemudi memberhentikan mobil dan mempersilahkan penjalan kaki lebih dahulu menyeberang, tidak membunyikan klakson seperti mengusir anjing cepat lewat.

Terakhir penulis mengalami kecelakan di Osaka. Taksi yang yang ditumpangi dicium buntutnya oleh sedan lain. Kejadian ini agak istimewa, karena sedan itu meloncati jalur pemisah berukuran 30 x 30 cm yang terbuat dari beton, seperti halnya Kijang melom­pati pagar. Bisa dibayangkan besarnya benturan akibat loncatan itu. Penulis menduga, pengemudi itu menoleh ke sisi kiri mobil, tau-tau ia sadar mobilnya hampir mencium mobil disebelahnya. Maksud hati menekan rem, terlantur kaki menekan pedal gas. Yang penulis lihat kedua orang tua itu keluar dari mobil masing-masing, yang menabrak agak bingun, sedangkan yang punya taksi (68) omong sepertinya menggunakan bahasa "kromo". Beberapa saat kemudian polisi datang mengurus tampa didahului dengan baku hantam maupun perang mulut.

Sering kita dengar bahwa watak satu bangsa dapat terlihat pada bagaimana mereka mengemudikan mobil di jalan raya. Pengala­man di atas tentu tidak 100 % mewakili Warga Jepang atau Warga Macao.

Semakin banyaknya mobil dan motor yang berlalu lalang di jalan raya berarti semakin banyak pula pengemudinya. Karena semakin banyak pengemudi yang memerlukan SIM maka semakin berat syarat memperoleh SIM. Akhibatnya tentu dapat diduga, banyak pengemudi tanpa mengetahui cara mengemudi di jalan raya bisa mendapatkan SIM.

Berbicara dengan kaum tua, ceriteranya bisa panjang lebar tentang cara mendapatkan SIM, singkatnya sangat sulit. Katanya, dulu diajarkan sampai cara parkit, masuk persimpangan jalan, berapa jarak yang diperbolehkan antara 2 mobil yang berurutan. Sekarang yang ada tanda larangan saja dilanggar apalagi tidak ada tanda, katanya. Berikut ini ada beberapa saran bagi pengemudi untuk menghindari kecelakaan di jalan rara.

Jangan memakir mobil di persimpangan jalan, disamping bisa dikenai tilang juga berbahaya untuk mobil itu sendiri. Bisa jadi cat yang mulus tergores keserempet becak atau mobil lain. Hal ini juga sangat mengganggu pengguna jalan lain. Mobil yang akan membelok seharus lancar, bahkan sering menjadi macet.

Ingat klas jalan Anda. Beberapa tahun yang lalu terjadi kecelakaan di perempatan Monumen Yogya Kembali. Belum ada lampu pengatur lalu lintas. Kecelakaan itu terjadi karena yang menggu­nakan kelas lebih rendah maju terus sedangkan yang dari jalan lebih lebar merasa ia punya hak. Seharusnya yang berjalan di jalan yang lebih lebar memiliki kelasnya lebih tinggi sehingga diberi kesempatan lebih dahulu. Biasanya pengemudi secara atoma­tis merasa ia yang punya hak lebih dan inilah yang mengakibatkan kecelakaan.

Belum semua persimpangan jalan di Kota Yogyakarta diatur dengan lampu. Sangat berbahaya di beberapa ruas jalan yang memo­tong Selokan Mataram. Yang menggunakan ruas jalan menelusuri selokan harus hati-hati, karena klas jalannya lebih rendah dari jalan yang memotong selokan.

Jangan mendahului dari kiri karena dalam keadaan terpaksa sopir yang mau didahului membantingkan stirnya ke arah kiri mobil. Saat itu mungkin mobil Anda terpaksa menabrak pohon atau masuk selokan.

2008-04-29
Di negeri ini sangat mudah mendapatkan SIM, ini berebda di negeri maju. Orang mesti ikut kursus dan ujian yang ketat. Pelanggan lalu lintas bisa mengancam pencabutan lisensi pengemudi. Bahkan menabrak orang dan mati bisa dibatalkan ijin mengemudi seumur hidup. Maka di negeri Amerika umpamanya, orang sangat takut melanggar peraturan lalu lintas. 1997 saya pernah sebulan di Leisburg USA. Suatu hari saya berjalan jalan menelusuri trotoar, di suatu persimpangan jalan saya berlagak mau menyebrang walaupun jalanku perlahan saja. Jalan dimana saya mau lewati lampu masih hijau, maka kalau di negeri kita pengemudi bilang EGP (emang gua pikirin) kalo lu mau menyebrang. Tidak demikian pengalaman saya, mobil itu mengerem keras dan berhenti, agar saya bisa menyebrang. Mungkin dalam hati dia bilang mungkin ini orang gila.
Yah saya tentu tidak menyebrang karena saya bukan orang gila.

Jalan melanggar marka jalan, sungguh berbahaya. Karena setiap pengemudi beranggapan itu batas haknya. Kalau ada garis putus putus pada satu sisi, maka sisi itu boleh menyebrang tetapi harus aman, keselamatan ada di tangan anda. Tetapi sebaliknya yang berada di garis tanpa putus dilarang. Ingat polisi lalu lintas sedang berada di tempat tersembunyi untuk menangkap pelanggaran anda.

28 April 2008

Karimun Ganti Timing Belt?

From: Buddy Nugraha

Sent: Thursday, September 06, 2007 2:38 PM

Subject: Tanya Seputar Perawatan Mobil

Dengan hormat,

Saya adalah pengikut setia tulisan-tulisan Bapak di http://martin1948.blogspot.com. Terus terang membuat saya sangat terbantu dengan tulisan2 Bapak karena saya termasuk masih awam dalam masalah mobil terutama mesin.

Baru-baru ini saya membeli mobil seken merk Suzuki Karimun type GX tahun 2004. Posisi odometer saat itu 63.000 km. Oli mesin baru diganti pada posisi 62000km. Semua kondisi dalam keadaan baik. walaupun demikian saya merasa perlu untuk memastikan bahwa mobil saya tidak "bermasalah". Saya pernah mendapat penjelasan dari mulut ke mulut mengenai hal-hal yang perlu dilakukan setelah membeli mobil bekas/seken salah satunya penggantian Timing Belt.

Berkaitan dengan hal tersebut saya ingin mengetahui lebih banyak mengenai timing belt ini mengingat belum ada ulasan di blog Bapak yang membahas khusus Timing Belt. Pertanyaan saya antara lain:

1. Apakah sebaiknya mobil saya ini sudah harus diganti Timing Belt?? (Pemilik lama belum menggantinya). Kalo tidak salah pada buku petunjuk penggantian Timing Belt pada posisi 50.000km, namun beberapa rekan saya mengatakan masih aman untuk Karimun jika penggantian pada posisi 70.000km sekalipun.

2. Mahalkah penggantian Timing Belt tersebut? Sebaiknya di Bengkel Resmi atau cukup di Bengkel "biasa"? Resiko apa yang akan saya dapatkan jika timingbelt putus?

3. Berapakan konsumsi ideal BBM kendaraan saya ini??? (Terakhir konsumsi BBM sekitar 1:11,5km, normalkah?)

4. Mengingat teknologi masih memakai Karburator, apakah mobil saya setiap service memerlukan Tune Up, Termasuk adakah efek negatifnya mobil sering di Tune Up?

5. Apakah ketersediaan suku cadang untuk jenis/merk mobil seperti yang saya miliki ini mudah diperoleh? Bagaimana dengan biaya perawatannya?

Demikian pertanyaan saya, mohon penjelasannya. Atas kesediaan Bapak menjawab email saya, diucapkan terimakasih.

Hormat saya,
Buddy

From: Martin T Teiseran
Sent:
Thursday, September 06, 2007 5:17 PM
Subject: Re: Tanya Seputar Perawatan Mobil

Terima kasih, saya harap tulisan tulisan itu bisa membantu.............. pemakai mobil di negeri ini.
1.
Kalau belum pernah ganti Timing belt sebaiknya ganti sekarang, kalau putus jadi lebih rumit dan butuh biaya lebih banyak. Minggu depan akan saya tampilkan soal timing belt. Saran saya bawa ke bengkel resmi, karena kalau ada sesuatu yang kurang beres bisa di tangani oleh teknisi yang berpengalaman. Namun kalau mau lebih murah, bawa ke bengkel Plat H. Tapi cek dulu siapa tahu di bengkel non dealer malah lebih mahal.

2. Biaya pernggantian timing belt tidak mahal, sekitar Rp 300.000,- Pakainya cukup lama bukan. Baru ganti lagi 50.000 km Kalau mesin model Karimun kalau timing belt putus bisa bikin kerusakan pada piston, selinder mungkin cacat lalu harus korter, rocker arm patah, klep bengkok pokoknya banyaklah. Mending ganti sekarang.

3. Anak saya pernah pakai Karimun dalam kota sekitar 11 km setiap liternya. Jadi mobil ini lebih bagus.

4. Karimun sudah banyak beredar, jadi suku cadangnya juga banyak tersedia. Kalau tidak ada keluhan dan bensin masih irit sekitar 11 km/liter tidak perlu tune up setiap servis, yang penting perhatikan saringan saringan seperti tulisan dalam blog saya.

5. Biaya perawatan murah, kalau bisa coba belajar ganti oli sendiri, lebih murah lagi.

27 April 2008

Jawab Komentar

Kemarin Sabtu, saya tidak bisa upload artikel, blog saya macet.

·
Guest Pak Martin, benarkah kalo koil panas itu tandanya harus segera di ganti & apa pengaruhnya ke mesin?

Kalau panasnya terus menerus dan lalu buat mobil mogok yah memang harus diganti. Namun harus cari tahu apa yang menyebabkan panas itu, kalau tidak nanti ganti lagi. Penyebabnya bisa karena tegangan altenator ketinggian. Oleh karena itu perlu ukur tegangan normanya (12.4-13.7 V)

· anwar mobil saya timor DOHC th 2000 (ex blue bird), akhir2 ini setelah jalan 30 menit..tau-tau ilang tenaga (tersendat-sendat), apanya ya mas?

Coba periksa sensor trotol yang untuk menaikan rpm. Berada di dekat trotel body, dekat saringan udara. Orang bengkel pasti tahu.

· deco berapa bulan ganti oli mesin kijang jika tidak jalan jauh tapi dua hari sekali dijalankan?trims atas infonya

Ganti oli mesin paling lambat 6 bulan kalau kilometernya belum tercapai.

· budi bos, gua ambil artikelnya ya

Silahkan saja mas Budi, tapi jangan panggil saya bos. Terima kasih.

· mus nota dan gambarajah gandar depan / belakang kenderaan perdagangan

Yah saya janji nanti bahas gardan kendaraan perdagaan mas.

· Guest terangkan tentang suspensi tipe dual link tolong terangkan tentang suspensi tipe dual link dari awal hingga akhir dan gambar-gambarnya. saya tunggu

Mungkin tidak bisa lengkap pak, lain kali saya posting. Beginilah suspensi itu, yang warna kuning itu yang dimaksud link. Ada istila multi link, yah sambungannya juga lebih banyak.

· Guest berapa valve clearence semua jenis mitsibishi srada.

Valve clearance tidak tau e e pak. Coba liat di tempat saringan udara ada ketentuan itu..

25 April 2008

Asap Putih dan Knalpot Basah

Seorang pengunjung blok menelepon saya, bertanya sebelumnya via SMS apakah saya bersedia menerima teleponnya. Tentu saya jawab boleh, bukankah nomer yang saya cantumkan untuk membantu anda menghubungi saya. Jadi silahkan saja, asal SMS dulu agar saya dalam posisi dan situasi menerima anda.

Ia bertanya tentang kondisi Corona Absolute yang sudah dipakai lebih dari 250.000 km. Akhir akhir ini sudah mengebulkan asap berwarna putih dari knalpot. Lalu saya tanya apakah sudah boros olinya? Katakan 1000 km harus nambah 1 liter? Jawabnya belum. Ia sekarang sedang di Pekalongan, ketika memasuki sebuah bengkel dan mencoba mau memeriksa tekanan kompresi bengkel tersebut tidak dilengkapi dengan alat tersebut, tetapi malah menyarankan agar turun mesin saja.

Karena kurang yakin, maka akhirnya ia membawa mobil ke Semarang untuk memeriksa tekanan kompresi, hasilnya masih 12 kg/cm2. Lalu saya katakan ini menunjukan bahwa ruang kompresi baik, klep tidak bocor dan ring piston masih baik. Maka tidak usah turun mesin

Lalu bagaimana dengan asap dan basahnya ujung knalpot? Saya menyarankan agar diperiksa saja selinder head. Buka dan bersihkan serta kemudian ganti seal klep. Kalau ruang kompresi sudah terbukti baik, maka yang menyebabkan asap tinggal bagian itu, seal klep dan bushing klep. Oli turun dari selinder head ketika langka isap ke exhaus manifold dan kemudian terdorong keluar ke knalpot.

24 April 2008

Asap Putih Dipagi Hari dan Kopling

Tanya : Pak Martin, saya tinggal di Boyolali, dan atif mengikuti rubrik Konsultasi Oto di Suara Merdeka. Saya punya masalah dengan Kijang LGX 1998 bensin. Mobil saya itu saat mesin menyala pertama kali mesti ada asap putih dan knalpot seperti ada tetesan air. Kalu saya gas asap makin banyak. Tapi, jika sudah berjalan sekitar 2 km, hilang. Yang saya tanyakan, bagaimana menghilangkan asap tersebut, apa ada yang perlu distel atau bahkan diganti. Pernah saya tune up di bengkel resmi di Solo, katanya masih normal semua, termasuk ring piston. Karena kalau ring yang kena makin panas, akan semakin banyak asap. Demikian dan terima kasih. Hendri Sutrisno, Kayen Juwangi Boyolali.

Jawab: Pak Hendri Sutriso, soal asap yang muncul dari knalpot pada pagi hari tidak masalah. Hal itu disebabkan oleh uap air yang berada di knalpot, sehingga begitu ada panas terjadi uap yang berbentuk asap putih. Asap yang keluar itu juga lembat seperti ada airnya, karena memang asab itu terjadi karena air yang panas. Kalau ada aroma seperti minyak, karena di saluran itu ketika gas buang keluar juga memang ada sisa minyak yang tidak terbakar habis. Kalau gas buang itu ada hubungan dengan mesin maka pertama aromanya seperti oli terbakar dan kedua setelah jalan jauhpun kalau di gas tetap saja ada asap putih. Padahal pada mobil Bapak, setelah jalan 2 km, asap itu sudah hilang.

Memang pada mobil mewah hal itu tidak terjadi karena dalam kendangan knalpot ada lapisan serabut yang tahan panas, sehingga uap air itu ditangkap oleh serabut tersebut. Jadi kalau mau menghilangkan mesti ganti kendangan, padahal harganya mahal, seperti yang dipakai pada Mercy atau BMW dan Camry. Tidak usah kawatir pak, mobil bapak sehat kok.

Tanya Mau tanya pak, waktu belajar nyetir oleh instruktur dikatakan kalau dijalan macet harus injak 1/2 kopling, tapi yang terbaik itu gigi 1 atau 2? Mengapa lama pakai gigi 1 mesin panas ?
Kalau saya berada pada gigi 3, tiba2 harus berhenti sesaat lantas jalan lagi. Apakah cukup pindah gigi 2 tanpa harus pindah gigi 1? Saya mau servis body sama power stering, makan waktu lama. Apakah saya mesti tinggalkan STNK sama kunci? Ibnu Fallah Rosyadi ibnu.rosyadi@asaba.co.id

Jawab: Menginjak kopling harus seminim mungkin apalagi setengah kopling. Kalau keseringan akan mempercepat plat kopling aus. Plat kopling adalah bagian antara, kalau setengah injak akan seperti mengasah. Akibatnya plat kopling habis. Soal pindah gigi kalau sedang 3 sekonyong konyong harus berhenti yah rem dan kemudian free saja sudah cukup. Memang untuk mengurangi kecepatan baik juga pakai mesin dulu, ke 2 lalu baru free. Itu kalau keadaan normal, tetapi kalau mendadak, langsung saja ke free/netral. Bila servis dan mobil harus nginap serahkan saja kunci kontak. STNK bawa pulang karena pihak bengkel juga takut kalau STNK hilang.

23 April 2008

Transmisi Matik Honda 90

From: anang sanindra
Sent:
Friday, March 14, 2008 9:32 PM
Subject: Mobil A/T

Bapak Martin, mohon bantuan penjelasannya. Saya baru dapat mobil Grand Civic Tahun. 90 A/T. Selama ini saya memakai mobil yang bertransmisi M/T. Ada beberapa pertanyaan mengenai mobil bertransmisi A/T.

1. Apabila mobil berjalan (di posisi D) dan kemudian berhenti baik lama ataupun sebentar dan mesin dalam keadaan menyala, apakah tranmisi harus dipindah ke posisi N atau P? Karena menurut beberapa bengkel tindakan itu akan memboroskan kampas kompling.

2. Apakah mobil saya sudah dilengkapi dengan sistem Kick Down atau gas penuh tiba-tiba untuk menurunkan gigi ?

3. Apakah boleh mengganti oli mesin dengan proses seperti mengganti oli mesin pada mobil M/T ?

4. Saya cenderung menyetir mobil dalam kecepatan rendah, apakah itu ada dampak ke karburator ? Menurut informasi yang saya dapat, karburator mobil saya ada 2 Intake, untuk kecepatan rendah dan tinggi ?

Terima kasih atas penjelasannya.
Hormat saya,
Sanindra

From: Martin T Teiseran
Sent:
Saturday, March 15, 2008 8:11 PM
Subject: Re: Mobil A/T

Pak Anang, rasanya saya belum menjawab pertanyaan Anda, terlewatkan. Bagi yang pernah menggunakan mobil matik, rasanya nyaman sekali dan tidak mau lagi pindah ke transmisi manual, karena tidak perlu oper oper gigi transmisi. Cara mengemudikan juga mudah sehingga bagi pemulapun tidak akan banyak menemui kesulitan.

Kalau mengemudikan mobil matik dan berhenti sebentar, tak perlu tuas transmisi berpindah ke N, karena RPM turun pada level tertentu maka plat kopling sudah llepas, free. Akan tetapi kalau lama boleh saja ke posisi N. Karena kelamaan menginjak rem akan mempercapat keausan pada kampas rem. Kalau berhentinya lama mending mesin di matikan atau posisikan tuas ke N. Kampas rem pada mobil matik lebih cepat habis karena masalah itu, juga karena orang jarang mau menggunakan kick down atau menurunkan gigi ke L atau L2. Padahal cara ini akan menperlambat keausan kampas rem. Soal kampas kopling tidak usah mawatir, karena itu kerjanya secara otomatis, sehingga awet. Jarang kita mendengar orang ganti kampas kopling transmisi matik, kecuali terlambat periksa oli tranmisi yang terlamjur habis. Mestinya semua transmisi matik ada cara itu, untuk bisa nyalib mobil didepan dengan tenaga mesin penuh..

Maksudnya? Cara mengeluarkan dan memasukan oli mesin, sama untuk semua mesin. Tetapi jenis olinya beda. Masa pakainya juga lain. Untuk olu mesin saya masih menganjurkan mengganti setiap 5000 km ganti. oli transmisi setiap 20.000 km.

Benar karburator mobil umumnya ada dua barel namanya, ada untuk kecepatan tinggi dan rendah. Jadi pakai kecepatan rendah juga tidak merusakan mesin. Liat saja RPM mesin, kalau mulai rpm 2000 ke atas maka yang kedua mulai bekerja.

22 April 2008

Mesin Mobil Noer Dono Bunyi

Sejak pagi saya tidak bisa upload, kenapa yah dengan blogspot?

From: noer dono

Sent: Thursday, March 06, 2008 12:22 PM

Subject: kijang SGX 1996

Bung Martin yang terhormat,
Saya beli Kijang tahun 1996 akhir 1800cc pada bulan Agustus 07 kemarin. Permasalahannya setiap kali mesin dalam keadaan dingin atau saat akan di panaskan pada pagi hari, di bagian mesin terdengar suara tek....tek...tek..... Hal ini sudah saya coba membawa mobil ke salah satu bengkel resmi Toyota di Surakarta. Komentar dari kepala tekniknya mengatakan bahwa suara yang muncul pada bagian mesin saat kondisi dingin merupakan karakter mesin 1800cc, karena jika kondisi mesin panas atau gas diinjak saat kondisi dingin maka suara itu akan hilang. Mohon pencerahan dari Bung Martin, Terimakasih !!! untuk sarannya.

Martin T Teiseran wrote:

Sdr Noer Dono selamat malam

Mesin bunyi tek tek tek ketika kasih dingin, penyebab utama karena oli mesin belum naik. Oli mesin belum naik bisa karena pompa oli sudah kurang baik. Kalau di bilang mesin 1800 CC Kijang punya ciri seperti itu, pikir saya tidak benar. Karena tidak semua Kijang 1800 CC bunyi tek tek tek. Pada hal mesin seri K ini terkenal mesin suaranya halus. Kalau cirri, apakah semua mesin seri K ada bunyi serupa? Kedua, bunyi bisa disebabkan oleh botolan (lifter) untuk mendorong push rod, tidak segera berputar. Ini sama seperti kejadian pada hartop jaman saya masih jadi kepala bengkel tahun delapan puluhan. Menurut hemat saya, kondisi ini tidak membahayakan. Daripada dibongkar ganti pompa oli, atau periksa botolannya, mending pakai saja dulu.

From: noer dono

Sent: Monday, March 10, 2008 11:11 AM

Subject: kijang SGX 1996 to be continued

Makasih Bung Martin untuk pencerahannya ! Tetapi untuk kondisi mesin yang seperti itu dalam jangka waktu yang lama, apakah tidak mempengaruhi komponen yang lain ? Karena kemungkinan mobil ini masih saya pakai sampai 5 tahun kedepan. Apakah biaya untuk membongkar dan mengganti pompa olie cukup mahal ? kalau bisa tolong info besar biaya yang dikeluarkan. Karena kalau setiap pagi mendengar suara mesin seperti itu agak risih ditelinga ( saya orangnya agak eman sama kendaraan ) mendingan keluar uang untuk perawatan supaya hasilnya memuaskan .Untuk info saja, mobil ini dipakai hanya hari minggu dan kalau ada kepentingan keluarga (1 minggu <>

Jawab:

Coba kunjungi lagi bengkel Toyota. Soal bunyi dari jauh saya hanya bisa kira kira, teknisi di lapanganlah yang paling tahu. Pengalaman saya selama ini, belum pernah tau Kijang ganti pompa oli, awet. Bunyi itu lebih disebabkan oleh lifter tidak mau segera berputar. Kalau ganti lifter baru juga belum tentu menyelesaikan karena lifter tidak mau berputar bisa disebabkan nok dari noken as tidak bersinggungan secara benar. Perhatikan gambar. Asal mau ragatin (biayai) dan mau dikerjakan bengkel teorinya bisa sembuh. Harga sebuah kenyamanan. Tetapi bunyi itu tidak merusak bagian mesin lainnya, paling 20 tahun lagi lifternya retak atau malah hilang dengan sendirinya.

Soal oli, kalau dalam waktu 6 bulan belum mencapai 5000 km, yah disarankan mengganti oli baru saja. Alasannya selama 6 bulan sudah banyak oksidan dan jenderung asam. Memakai oli mesran XP sudah betul dan cocok untuk Kijang Super 96.

21 April 2008

MENGEMUDI MALAM HARI

Akibat padatnya lalu lintas di jalan raya, apalagi pada hari libur akhir tahun atau masa lebaran seperti sekarang ini, menge­mudikan mobil diperlukan extra hati-hati. Banyak pengemudi memi­lih malam hari untuk sampai ke tempat tujuan. Panasnya matahari, asap knalpot dan pola- tingkah laku tidak mau tau sebagian pengemudi pada siang hari menyebabkan mengemudikan mobil pada siang hari sangat melelahkan.

Disamping alasan di atas, sebenarnya para pengemudi tua di tempo doeloe senang mengemudikan mobilnya pada malam hari. Alasannya sih bukan karena padatnya lalu lintas tetapi biar mesin tidak panas dan lebih hemat bahan bakar. Syah-syah saja kedua alasan diatas. Ada untung ada ruginya. Kalau mau jalan pada malam hari yang jelas mengubah ritmi hidup. Dari kebiasaan tidur pada malam hari menjadi bekerja pada malam hari dan ini tentu harus ada perhatian khusus.

Desember 1990 penulis mengikuti suatu hajat di Jakarta. Berangkat dari Yogyakarta malam Sabtu dan pulang pada Minggu siang setelah pesta. Hari Minggu mulai jam 4 pagi sudah mengantar calon mempelai ke salon. Sesudah itu menyetir mobil dari Jalan Gajahmada ke Restoran yang jalannya macet, tempat pesta diadakan. Sampai saat itu sih masih biasa-biasa saja. Rasa capek mulai timbul seusai pesta, di mana harus saling tunggu sehingga mobil baru meninggalkan Jakarta sekitar jam 4 sore. Perjalanan ke Yogyakarta terasa agak ringan setelah memasuki tol Jagorawi.

Hujan yang terus menerus dan perjalanan ke Punjak berpapasan dengan penduduk Jakarta yang pulang dari berlibur menyebabkan perjalan lamban dan baru tiba di tanjakan Ngakkrek tengah malam. Celakanya ada truck raksasa pengangkut pasir yang macet sehingga memacetkan lalu-lintas. Beberapa kali mobil seperti merayap dan lebih sering berhenti. Rasanya mulai lelah, pada suatu saat mobil bisa bebas dan kecepatan sekitar 20 km/jam. Sekonyong-konyong timbul suara ramai ban mobil keluar dari jalur aspal. Keadaan itu
demikian tiba-tiba, seandainya mau terjadi kecelakaan maka beberapa detik ini sudah cukup fatal.

Berita yang sering kita baca dari koran, lebih sering kece­lakang pada malam hari disebabkan oleh ngantuk. Berikut ini ada beberapa kiat yang kiranya berguna bagi pengemudi yang belum sering berjalan pada malam hari.

Persiapkan mobil sebaik-baiknya terutama lampu penerangan dan tekanan angin ban. Jangan menggunakan lampu yang terlalu terang umpamanya diatas 100 watt karena hal ini mengilaluan mobil yang berlawanan arah, cukup dengan lampu 75/90 watt. Setelah melewati daerah hujan, gunakan lap untuk membersihkan kaca lampu, supaya sinarnya bagus.

Kalau rencana berangkat jam 11 malam atau lebih, usahakan supaya mengemudi istirahat tidur, sebaiknya sampai nyenyak. Karena kalau bisa nyenyak 1 atau 2 jam itu sudah cukup untuk perjalanan sampai pagi. Mencuci muka, makan dan minum ringan sangat bermanfaat, jangan makan dengan menu klas berat, malah bisa mengantuk lagi. 1 botol Lipovitan atau 3 sendok madu dicam­pur dengan air segar sangat mendukung pengemudi tetap segar
bugar.

Rasa ngantuk bisa datang sesewaktu. Biasanya dimulai dari kelopak mata yang yang cenderung menutup mata dan tengkuk mulai pegal-pegal ringan. Kalau sudah seperti ini jangan meneruskan perjalanan. Istiratlah barang sebentar. Mantan pengemudi pengala­man angkatan tahun lima-puluhan menasehati: Kalau terasa ngantuk jangan turun dari mobil. Parkirlah mobil di tempat yang amam seperti depan kantor Polisi (pengalamam penulis, Bapak Polisinya sangat ramah).

Tengkurapkan kepala ke stir mobil atau stel sanda­ran kursi supaya bisa tidur. Pasti Anda akan tertidur. Sesudah itu cuci muka dan silahkan teruskan perjalanan karena ngantuknya sudah terobati. Mengapa tidak boleh turun berjalan? Menurutnya, kalau kita turun berjalan, ngantuknya sepertinya hilang dan dia akan datang lagi dengan serangan yang lebih hebat. Jangan menghilangkan rasa ngantuk, merangsang hidung dengan bulu ayam sehingga bersin. Obat yang paling mujarab hanya tidur/istirahat.

Selama perjalanan coba ada suasana santai dan gembira seper­ti menyanyi bersama bahkan sebaiknya ada yang terus mengajak bicara dengan pengemudi. Makanan ringan yang tidak berminyak termasuk buah apel sangat bermanfaat bagi pengemudi.

Saat yang sangat mempengaruhi mata adalah saat matahari menjelang terbit dan setelah terbenam pada sore hari. Mata membu­tuhkan waktu untuk penyesuaian. Kurangi kecepatan sampai terbiasa dengan situasi ini.

Anda akan kehilangan patokan pada jalan yang sudah tidak ada garis tengah, seiring dengan sinar mobil dari depan yang menyi­laukan. Keadaan seperti ini satu-satunya patokan adalah perhatikan batas jalan sisi luar, lirikkan mata ke bagian itu dan kurangi kecepatan , dengan demikian agak terhindar dari ketegangan.

18 April 2008

CATATAN UNTUK BENGKEL

Belum lama berselang, di harian KOMPAS dalam ruang Redaksi yang terhormat, pembacanya keluhkan keteledoran tukang cuci mobil pada salah satu bengkel di Jakarta. Ban mobil lepas saat mobil sedang melaju, mengelinding meninggalkan mobil. Untung kejadian itu terjadi di jalan yang sepih. Pembaca dapat memba­yangkan, apa yang bakal terjadi kalau kejadian ini terjadi di jalan yang ramai atau kalau di Yogyakarta di ring-road Utara. Mungkin suatu kecelakaan bakal terjadi.

Biasanya mobil dicuci tanpa melepaskan ban dari roda. Namun akhir akhir ini gencar diperkenalkan cuci mobil dengan melepaskan ban sehingga kotoran yang tersembunyi dibelakang ban dapat diber­sihkan. Cara ini bagus tetapi jangan lupa mengeraskan kembali baut roda.

Tanggal 28 April 1993 ada lagi celaan pembaca kepada sebuah bengkel di daerah Kebayoran Baru, juga lewat koran. Mobil yang semula hanya akan servis biasa maksudnya ganti oli dan Tune Up Mesin terpaksa menginap di bengkel. Berangkat ke bengkel tidak ada hal yang luar biasa, sekarang malah tidak bisa pulang ke rumah karena mogok. Kesal karena sudah ada janji masih harus membayar igniter yang ratusan ribu rupiah. Kesabarannyapun habis.

Disamping dua contoh di atas bengkel-bengkel memiliki banyak pengalaman akibat ketidak cermatan dari para pekerjanya. Berikut ini ada 2 contoh lain:

Seorang pemilik sedan yang kurang faham akan teknik permobi­lan pernah mengalami hal sebagai berikut. Ia baru membeli sebuah mobil bekas pakai. Untuk meyakinkan dan mencari rasa aman terhin­dar dari mogok maka mobil dibawa untuk servis seluruh yang dirasakan kurang beres oleh bengkel. Mobil sebenarnya tidak ada masalah. Ia minta ganti semua oli dan tune up mesin. Pikirnya karena baru pulang dari bengkel maka segalanya beres, namun apa yang terjadi sesudah itu. Sorenya ia mencoba mobil di Jalan Malioboro. Sekonyong-konyong mesin mogok. Di start hidup lagi tetapi mesin pincang dan ada bunyi seperti knal pot bocor. Mau
berangkat mesin mati lagi. Terpaksa mobil ditarik pulang ke rumah. Oleh seorang teman yang sedikit mengetahui soal mesin motor, kap mesin dibuka. Secara tidak sengaja ia memeriksa busi. Menurutnya, seperti halnya motor maka yang pertama ia amati adalah busi. Agak keheranan ia menyaksikan, semua busi hampir copot, mudah saja memutar dengan tangan. Normalnya, untuk membuka harus menggunakan kunci khusus karena terkancing keras. Setelah semua busi terkancing dengan baik, kunci kontak diputar, jreng mesin hidup kembali. Sejak itu, mobilnya tidak dibawa lagi ke bengkel yang kurang hati-hati tersebut.

Lain pula yang dialami oleh pemilik sebuah truck. Setelah selesai mengganti oli dan filter, mobil dibawa pulang. Belum sampai menempuh 10 Km, sekonyong-konyong lampu indikator oli menyala. Tanpa berpikir lama-lama, mobil diparkir. Betapa terke­jutnya ia karena di sepanjang jalan yang dilalui, ada garis panjang akibat tumpahan oli. Dengan jengkel ia mencela pekerjaan bengkel tersebut. Memang mesin tidak sampai rusak, tetapi dapat dipastikan mesin akan rusak parah kalau lampu indikator mati karena rusak sedangkan oli mesin habis. Mesin akan "terkanc­ing" dan biaya untuk memperbaikinya bisa sampai jutaan rupiah.

Apa yang menyebabkan sehingga oli mesin habis? Setelah diperiksa ternyata, akibat menggunakan oli filter imitasi sehingga karet penyekat pada filter putus.

Dari 4 contoh kekurang hatian pihak bengkel, bisa digolong­kan ceroboh, dua yang disebut terahir tidak terlalu berat akiban­ya. Bisa dilokalisasi. Truck karena sudah sering masuk ke bengkel dan pelanggan lama, bengkel bisa dimaafkan. Bengkel rugi karena kehilangan pemilik sedan, calon pelanggan baru bengkel. Pasti ia juga menceriterakan kepada teman-temannya. Namun yang berakhibat paling buruk dan luas adalah sampai pemilik mobil menggunakan koran. Situasi ini sangat merugikan.

Upaya perbaikan cara kerja harus dilakukan. Kalau tidak, cepat atau lambat, pasti akan ditinggalkan oleh para pelanggan­nya. Itu berarti Bengkel sebagai tempat pekerja mencari nafka ibarat SAWAH LADANGKU akan rusak.

Bagaimana mengatasi hal ini? Jawabannya tentu bagaimana caranya memperbaiki kondisi sumber daya manusianya. Bengkel yang terus menerus memberikan pendidikan dapat menciptakan suatu etos kerja, budaya kerja dan selalu berusaha lebih baik dari kemarin.

Mungkin beberapa saran berikut ini dapat digunakan untuk menjaga hubungan baik antara bengkel dengan pelanggannya.

  1. Hubungan dan suasana kerja yang harmonis dalam pengelolaan bengkel.
  2. Usahakan selalu ada pendidikan yang terus menerus, baik melalui pusat latihan atau lewat diskusi yang dilakukan secara teratur, sehingga mutu pekerjaaan dapat memuaskan pelanggan.
  3. Jujur terhadap pelanggan, kalau rusak katakan rusak tetapi jangan katakan rusak lalu menjadi alasan untuk menguras kantongnya pelanggan sedangkan kerusakan itu akibat kecerobohan montir. Harus berani menerima kerugian sebagai resiko bengkel. Justeru itu menjadi iklan yang efektif.
  4. Kejadian seperti ban lepas umumnya terjadi karena lupa. Saat ban di pasangkan kembali, mobil masih di atas lief yang biasanya baut roda tidak bisa dikencangkan. Saat turun dari lief terus mundur sehingga melupakan kewajiban mengencangkan baut roda. Maka pekerjaan mengecek kembali harus dilakukan. Umpamanya dengan membuat semacam daftar periksa ulang dan harus ada petugasnya. Semacam SOP, Standard Operation and Procedure.
  5. Ingat pelanggan yang kecewa akan mengatakan kekecewaaanya kepada 16 orang lain, kalau dia puas hanya mengatakan pada 5 orang saja.

17 April 2008

APV ku kok boros……..

From: <teguhtsa@cbn.net.id
To: <martin.teiseran@yahoo.co.id>

Sent: Sunday, March 16, 2008 6:17 PM
Subject: Mohon info soal mesin Suzuki APV

Dear Pak Martin,
Salam kenal dari Jakarta nih. Belum lama ini saya membeli mobil second Suzuki APV tipe GX tahun 2006 dengan odometer sekitar 20.000 km. Awalnya saya kira oke nih mobil. Saya juga jadi tertarik untuk tahu lebih banyak soal mobil ini, terutama soal konsumsi bensin. Yang saya dapatkan dari pemakaian pribadi, bensin untuk dalam
kota sekitar 1:7. Pernah saya coba ke luar kota dan dapat 1:9.. Cara mengendarai saya gigi 1 utk speed hingga 20 km/h, gigi 2 hingga 40 km/h, gigi 3 hingga 60km/h, gigi 4 hingga 80km/h, dan gigi 5 hingga 100km/h. RPM mesin saya jaga di 3000.. Benarkah cara yang saya gunakan ini? Normalkah ini untuk mesin 1500 cc dengan bodi bongsor seperti APV? Soalnya saya pernah ketemu sesama pemakai APV, untuk dalam kota
dia bisa 1:10 dan luar kota 1:12. Padahal miliknya thn 2005 lho.. Saya sudah coba cari di internet pembahasan soal ini tapi belum saya temukan.. Mohon bantuan untuk pencerahannya.. terima kasih sebelumnya..
Salam,
Email baru:
martin.teiseran@yahoo.co.id

Selamat malam
Cara mengemudi Bapak sudah benar, yaitu menjaga agar RPMnya dibawa 3000.
Rasanya
sulit dalam
kota bisa 10 km. Kalau dalam kota bisa 10 km, mestinya keluar
kota 14 km. Membaca apa yang disampaikan pikir saya mestinya APVnya bisa lebih irit, apalagi ada APV lain yang keluar kota bisa dengan 1 liter bensin mencapai 12 km. Coba minta tune up mesin dan kemudian lihat saringan udara kalau kotor ganti saja.

Memang ada perbedaan body APV dan Avanza. APV bodynya besar dan lebih berat dengan sendirinya mengkonsumsi bensin lebih banyak. Kalau 1 liter untuk delapan km, itu sama dengan Kijang EFI 1800 CC, Kijang kapsul. Berat mobil dan bentuk body mempengaruhi mobil. Avanza karena lebih ringan 135 kg, sehingga bisa lebih irit. Dalam kota bisa 10 km/liter dan luar kota bisa 14 km/l. Juga karena mesinnya cuman 1300 cc. Informasi yang saya dengar Avanza 1500 CC juga masih liter rata rata 11 km/liter.

16 April 2008

Ditinggal Aki Tekort

From: Zulkifli

Sent: Saturday, March 22, 2008 7:09 PM
Subject: Adakah Efek bila power accu dilepas

Salam Sejatera,

Pak Martin, saya bekerja 2 minggu On dan 2 Minggu Off, nah pas pulang Field Break tgl 19 kemaren tunggangan ga bisa di start indicator dipanel saat switch posisi on nyala redup, dan pas distart...ga ada power sama sekali....mati rasa deh......!!!, check tegangan battrey 11,98 Volt indikasi pada battrey black artinya accu memang ga ada power dan butuh dicharger, paralel sama accu tetangga yg kebetulan pake Ivanov....tapi battreynya kecil selalu gagal....pinjem lagi ke yang lainnya selalu gagal......dorong juga gagal......untung aja ada temen yang punya accu yg rada sama NS70.....pas distart tokcer deh langsung nyala......!!! Waduh jadi khawatir nich.....takut kalo lagi jalan battrey tekor...jadi bisa berabe deh......walaupun indikator pada battrey ngak menujukkan "Putih". Dari kejadian ini, sedikit mo tanya nich,.....kalo tuggangan tidur lama.....bila power accu dilepas apa ada efek gak ya pada ECU atau Engine secara keseluruhan, mohon pencerahannya.....!!!Atas perhatian dan Bantuannya saya ucapkan terimakasih.
Salam,
Zulkifli

2008/3/22 Martin T Teiseran <martin.teiseran@yahoo.co.id>:
Selamat malam pak Zulkifli

Kalau aki ditinggal tidak di pakai memang seperti itu, namun juga tergantung pada umur aki. Aki baru mungkin bisa bertahan 1 bulan akan tetapi ia akan bergerak menurun seiring dengan usia aki. Normalnya aki berusia 2 sampai 2.5 tahun. Saran saya mending kalau pergi salah satu kepala aki dilepas. Kalau pulang coba start, kalau tidak bisa, saran saya beli adaptor ukuran 5 atau 10 Ampere pakai untuk chas. Ketika chas kepala aki dilepas saja.
Salam hangat saya
From: Zulkifli Sent:
Sunday, March 23, 2008 12:23 AM
Subject: Re: Adakah Efek bila power accu dilepas
Selamat Malam juga Pak Martin,

Aduh,terimakasih banyak atas jawabannya Pak....saya pengguna Hyundai santa fe ('02 ) ...proses tekornya accu sejak hari sabtu, tgl 15 maret kemaren...pas dihidupin oleh istri saya gak bisa start....saya balik hari kamis....dan selama beberapa hari itu accu memeng tekor gak ada power sama sekali....dan pas saya pinjem ke tetangga yg speknya sama start ga ada masalah dan saya bawa keliling juga ga ada masalah......artinya memang gak ada pengaruh ya ke ECU....saat power diputus untuk beberapa lama.......cuma khawatir dan was2 saja sebab ada beberapa temen yg menasehatkan nanti ECUnya reset katanya.......!!!Kalo ke Engine juga gak ada maslah ya Pak Martin.....??? Mohon maaf nih ngerepotin ya.....!!
Selamat malam dan sekali saya ucapkan terimakasih.
Salam,

2008/3/23 Martin T Teiseran <martin.teiseran@yahoo.co.id>:
Selamat siang Pak Zulkifli

Soal aki dilepas memang ada mobil yang alergi. Saya pernah tahu, Lexus karena dilepas malah tidak bisa star. Karena memori sekuritinya terhapus. Biasanya pada mobil mewah papan atas. Kalau bangsa Kijang dan Hyundai santa fe saya pikir kok tidak apa apa. Juga aki tidak habis sama sekali bukan? Salam untuk keluarga, isteri dan anak anak

Salam hangat saya

From: Zulkifli
Sent:
Sunday, March 23, 2008 1:30 PM
Subject: Re: Adakah Efek bila power accu dilepas
Dear Pak/ Om Martin,

Aduh terimakasih banyak
Om atas pencerahannya, sangat membantu buat saya.
Semoga Berkah dan lindungan selalui menyertai Om Martin sekeluarga, amin....!!
Biar pahalanya semakin menyebar, pengalaman ini saya sharing juga ke blog saya
Om, mohon izin sudilah kiranya merestui sharing saya tersebut.

Peace,
Zulkifli

http://konefly.multiply.com/journal/item/14/Power_Accu_dilepas_adakah_efeknya_ke_ECU

15 April 2008

Bunyi Bunyi Pada Stir




From: narendra airlangga
To: martin.teiseran@yahoo.co.id

Sent:
Monday, March 24, 2008 9:29 AM

Subject: tanya kaki-kaki

Pak Martin, saya ingin bertanya. saya menggunakan Kia Visto '01, kilometer 80 ribu.saya berdomisili di Surabaya kemudian di pindah Jakarta.karena kuliah di Surabaya, saya sering Jakarta Surabaya pp. Belakangan pada kaki kaki depan Visto saya mendengar bunyi2 "tek,tek" Setelah saya cek di dua bengkel Kia surabaya, dikatakan bahwa ball joint telah waktunya diganti.namun karena stok tidak ada, saya harus tunggu beberapa hari, sedangkan saya harus berangkat ke Jakarta segera.
Setelah di Jakarta, saya tanyakan pada satu bengkel Kia, saya dapat laporan bahwa ball joint baik2 saja, dan bunyi2 tsb hanya karena suara karet karet yang aus. Namun setelah diganti pun tetap saja suara itu ada meskipun frekuensinya lebih berkurang.

Pertanyaan saya, sebenarnya apa sih gejala2 ball joint rusak, dan apa akibatnya?

Jawab dari : Martin T Teiseran
Terkirim: Senin, 24 Maret, 2008
18:35:09
Topik: Re: tanya kaki-kaki

Suara ball joint atau tie rod bunyi lebih keras, seperti tuk tuk tuk dan terjadi semakin keras kalau melewati jalan rusak berluang atau kriting. Saya perkirakan bunyi itu disebabkan oleh join dari steering dan rack end yang dekat ke roda. Joint itu berada antara roda kemudi dengan as yang ke rack stir. Kemudian bisa juga karena rack end sudah aus. Ini sudah beberapa kali saya ulas di blpg ini. Maaf mungkin penjelasannya kurang memuaskan. Soal bunyi agak sulit, agak terbantu kalau mendengarkan langsung.

Salam hangat saya

Narendra :
Atas tanggapannya saya ucapkan terima kasih. Tidak apa apa pak, saya mengerti koq. kalo masalah suara ini memang tdk mudah kalo tdk dengar langsung. saya hanya ingin mencari side opinion saja, krn pendapat 2 bengkel di sby berbeda dgn pendapat bengkel jkt, pdhl sama2 kia. yang di sby bilang ball join sudah oblak, yg jkt bilang tdk.

1 pertanyaan lagi pak, apakah perbedaan tie rod itu dgn ball joint, krn saya sampai skrg tdk tahu ball join spt apa, krn saya lihat di internet gambarnya mirip dgn tie rod.
terima kasih

14 April 2008

MEMILIH MOBIL BEKAS

Seorang calon pembeli mobil bekas menghubungi penulis karena dia ingin mengganti mobil. Dari sebuah minibus 1991 yang baru berjalan 9.000 kilometer menjadi sebuah sedan Starlet 1995 atau 1996. Ia juga sudah menemukan show room yang akan menyedia­kan kendaraan yang dimaksud. Kepada penulis hanya dimintakan memperhatikan apakah kondisi mobil ini masih cukup baik.

Ditanya mengapa harus mengganti maka jawabannya macam-macam. Takut karena merasa kurang aman untuk perjalanan keluar kota dan tidak stabil pada kecepatan tinggi atau kurang bergengsi, sudah bosan.

Memilih mobil bekas bukan merupakan hal yang gampang. Pembe­li ingin mendapatkan mobil yang baik dengan harga yang pantas sedangkan penjual juga ingin memperoleh keuntungan yang lumayan. Bagi yang kurang pengalaman bisa mengalami kesulitan yang bertu­bi-tubi. Sudah membeli dengan harga diatas harga pasaran, kondisi mobil kurang baik, kalau tidak puas mobil boleh ditukar namun harus mengeluarkan uang tambahan, kalau ingin uang kembali, pasti tidak genap lagi karena ada ganti rugi.

Umumnya yang lebih berpengalaman ialah penjual karena setiap hari sudah terbiasa menghadapi pembeli dan menjual. Sehingga penjual yang jujur adalah harapan pembeli. Ada pembeli yang kurang sabar cepat-cepat memutuskan untuk membeli. Kalau mobil yang diperoleh baik kondisinya tidak jadi soal tetapi yang dibeli mobil yang kondisinya "payah" bisa repot.

Baiknya sebelum mumutuskan membeli, mencari tahu terlebih dahulu harga sebuah mobil yang dimaksud. Bisa dengan mengamati di beberpa show room, membaca daftar harga di majalah Motor & Mobil atau majalah Automobil. Seorang teman yang pernah membeli mobil juga bisa mengira-ngira harga mobil yang dimaksud. Selain itu perlu dicermati juga surat-surat mobil, apakah sudah lengkap. Kalau masih ragu jangan segan-segan datang ke dealer merk kenda­raan tersebut.

Kembali ke yang mau membeli Starlet. Dua kali penulis didatangi oleh penjual Starlet, minta rekomendasi. Yang pertama, dash bord sudah dilubang untuk tempat tep radio, ban radial yang terlalu lebar sehingga kalau ada muatan pada jalan yang bergelom­bang, ban bergesek dengan fender mobil. Kompresor Air Condisioner berbunyi kasar saat bekerja dan setelah menaikan ke atas lift tampak lantai bagian bawah banyak bersinggungan dengan jalan yang rusak.

Mungkin setelah membaca hasil pemeriksaan dan memperinci berapa besar biaya yang akan dikeluarkan, ia tidak jadi membeli mobil tersebut. Yang kedua juga sebuah Starlet tahun 1996. Berbe­da dengan Starlet yang satu itu, maka yang ini jauh lebih mulus. Bagian bawah tidak menampakan pemilik yang "sembrono". Hanya yang perlu diperbaiki ialah, stelan stir Rack and Pinion terlalu keras sehingga kalau membelok stir tidak mau kembali dengan sendirinya. Mengemudikan mobil ini tidak releks. Rem baik, tidak tampak kebocoran minyak rem di ruang mesin atau di roda.

Ada baiknya calon pembeli mobil bekas memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

Hindari membeli mobil yang pernah bertabrakan frontal, entah dengan sesama mobil atau dengan tembok dan pohon. Biasanya keja­dian seperti ini, cara perbaikannya tidak mudah. Banyak plat body dari mobil yang untuk meluruskannya (memperbaiki) menggunakan api sehingga Berat Jenis (kekuatan baja) berkurang, gampang bengkok lagi. Bagi yang cukup berhati-hati memilih, dengan mudah menemu­kan bagian yang tidak asli lagi. Bagian yang tadinya mulus tanpa dempul sekarang menjadi mulus berkat dempul bahkan aslinya, ada bekas las titik sekarang hilang sama sekali. Adakalanya mobil diperbaiki sedemikian rupa sehingga tidak tampak lagi bekastabrakan, hal itu dimungkinkan karena mengganti semua bagian yang rusak. Namun kalau diperhatikan, khusus pada sambungan-sambungan pasti ada cacatnya.

Pada mobil penggerak roda depan seperti Starlet dan menggu­nakan mesin 12 katup 4 selinder, perlu hati-hati soal Timming Belt.

Tidak seperti Twin Cam atau Corolla dan Corona GL, timming belt putus, biaya perbaikan bisa 10 kali lipat dibandingkan mengganti sebelum putus (40.000 - 50.000 kilo meter). Dari pada sudah ditipu soal kilo-meter pada spido-meter tidak benar masih dibebani biaya penggantian (klep-rocker arm, paking set biaya lain-lain) plus rasa kesal karena timming belt putus, lebih aman, mengganti sebelum menggunakan mobil itu.

Mobil yang saat dijalankan, stir cendrung ke arah kiri atau kanan, lalu stir harus ditahan supaya berjalan lurus bisa men­gindikasikan bekas tabrakan berat. Bunyi-bunyi timbul waktu melewati jalan jelek biasanya karena keausan yang normal, tinggal menjumlah berapa biaya kalau penggantian suku cadang, setelah konsultasi dengan bengkel.

Adakalanya mobil bekas yang terbeli juga pecah blok mesin, walaupun lasnya sempurna, bekasnya tidak dapat dihilangkan 100 %. Pecahnya blok mesin biasanya karena tabrakan berat atau salah memperbaiki.

12 April 2008

Konsultasi, informasi dan tanya jawab







· Joko Pak Martin ada yg. kelupaan. Pada saat mobil jalan dan setir di lepas, mobil selalu belok ke kanan. Kenapa pak ya? apa ada hubungannya dgn waktu di re

Jawab: Saran saya mobil dibawa ke bengkel untuk stel roda depan FWA.

· Leo Salam Kenal Pak. Mengenai AC Sy ada mau tanya, kalo mesin baru dinyalain dan terdengar bunyi kasar (spt lakhernya sdh rusak) pd Kompresor apa penyebabnya ya pak Martin? tapi kalo mesin sdh panas +/- 5 mnt tan bunyi itu hilang. apa bisa di perbaiki pak. Terimakasih pak.

Jawab: Kalau bunyi lager mestinya terus ada bunyi, sampai kapanpun, semakin lama bunyinya semakin keras. Apa sudah coba siram air sabun ke vanbeltnya, siapa tahu penyebabnya adalah vambelt. Apakah bukan karena rente kamrat?

· dhinda Hallo Pak Martin. Thx atas tulisannya ttg penggantian olie mesin. cuma kok tidak sekalian dgn cara penggantian saringannya? selain indikator KM, dari fisik olienya bisa diketahui nggak klo olie tu sdh hrs ganti? siapa tau khan catatan KM nya ilang. thx ya Pak...

Jawab: Soal ganti saringan oli, bisa juga dikerjakan sendiri, cuman lebih sulit. Selain tempatkan lebih terpencil, sulit dicapai juga butuh kunci kusus. Bisa sih pakai palu dan pahat atau oleng minus panjang, tetapi harus hati hati tidak buat cacat bagian yang menempel pada blok mesin.

· Delta mau tanya apa rumus untuk mengetahui jumlah pemakaian bahan bakar pada kendaraan?

Jawab: Sebelum mencoba, mengukur, isi dulu tangki bensin sampai penuh. Kemudian jalankan mobil minimal 100 km. Kembali ke pompa yang sama dan isi lagi bensin sampai penuh. Tinggal bagi total mk bagi habisnya bensin. Percobaan terbaik bisa di lakukan di jalan keluar kota, karena dalam kota kena macet, hitungannya menjadi tidak tepat lagi.

· Guest suwanto halo saya penggemar otomotif bolekah saya mengetahui gimana cara menyetel rpm karburator mobil kuda diesel dan bolehkah saya meminta gambar karburator

Details

2008-04-09 4:56 AM

#

· wendy adi saputra kenapa mobil honda saya karter oli mesin retak dan menjadi bocor keunggulan honda jazz apa saja yang i-dsi kasih modif donk honda jazz interior dan exterior

kenpa ya pak mobil saya kalau kena lubang bunyi

Jawab: Kater bocor mestinya karena ada benturan, atau baut kendor. Segeralah perbaiki karena bila oli sampai abis bisa bikin mesin rusak. Mesin i-dsi unggul soal iritnya, jadi ketika diganti Vtec menjadi tidak irit lagi, yah karena dua busi itu membuat pembakaran menjadi optimal.

Guest suwanto halo saya penggemar otomotif bolekah saya mengetahui gimana cara menyetel rpm karburator mobil kuda diesel dan bolehkah saya meminta gambar karburator

Jawan: Mesin diesel tidak menggunakan karburator, tetapi karburator untuk mesin diesel namanya pompa injector atau boshpom. Menaikan RPM mesin caranya menyetel kabel gas yang ada dekat mesin. Namun ada juga mobil di lengkapi dengan kabel panjang sampai ke sopir, sehingga kalau mau naikan RPM tinggal putar baut dan RPMpun naik.

11 April 2008

Mau Stel Karbutor Sendiri

Agar mesin dapat bekerja dengan baik dan menghasilkan tenaga yang optimal maka diperlukan pengapian yang tepat dan suplai bahan bakar yang baik pula. Untuk pengapian sudah kita bahas sedikit 10 April, dan hari ini kita mencoba membahas bensin, artinya berhubungan erat dengan karburator. Mestinya juga EFI atau sistim injeksi. Namun sesungguhnya sistim injeksi lebih sederhana. Karena semua dikendalikan komputer (ECU) dan sensor sensor. Bagi mobil EFI yang penting aki sehat, saringan bensin dan udara bersih dan melakukan perawatkan rutin, tidak terllambat ganti oli, termasuk oli transmisi dan power steering, umumnya segala sesuatu bisa beres.

Kembali ke karburator. Pertama yang perlu diperhatikan adalah saringan bensin, bersih dan setiap 20.000 km diganti. Untuk mobil EFI bisa sampai 100.000 km. Kemudian yang juga peting adalah saringan udara, lebih sering dibersihkan. Kalau saringan udara kotor sampai tersumbat maka akan membuat tenaga mesin hilang, dan boros bensin. Sama seperti orang pilek, hidung tersumbat. Dalam jangka waktu tertentu karburator perlu di bersihkan, minimal menggunakan pembersih karburator. (Caruretor cleaner).

Cara menggunakan karburator cleaner. Buka tutup karburator, mesin sedang hidup. Serentak RPM mesin di naikan spontas semprotkan karburator cleaner di lubang inlet karburator, sampai beberapa kali. Ketika melakukan pekerjaan ini, tidak ada orang berdiri di belakang mobil, daerah semprotan gas buang. Kadar Conya sangat tinggi, bisa buat penyakitan.

Untuk menyetel perbandingan udara dan bensin yang ideal. Stel sekrup idle dan kemudian naikan kembali RPM ke RPM ideal (800 sampai 1000). Penyetelan ini tanpa AC di hidupkan. Putar RPM sampai RPM terrendah, sampai agar tidak mati saja. Lalu stel sekrup idle, pencampur. Putar ke kiri sampai mau mati dan kemudian putar ke kanan sampai mau mati. Setelah itu kembalikan ke posisi tengan dari dua kondisi tadi. Setelah itu naikan RPM ke RPM 800 atau 1000.

Hidupkan AC, dan sekarang stel idle up. Karena biasanya ketika AC hidup RPM turun, bahkan bisa membuat mesin menjadi mati. Menyetel sekrup idle up, sampai RPM kembali ke posisi 800 atau 1000.

10 April 2008

Mau Ganti Platina Sendiri

From: Agus Wijaya

To: martin.teiseran@yahoo.co.id
Sent:
Wednesday, April 09, 2008 1:57 AM
Subject: Cara setting delco dan karbu yang benar

Perkenalkan nama saya Agus pak Martin. Mobil saya Daihatsu Espass 1300 cc tahun 96.Saya membelinya tahun 2006 yang lalu dan ini adalah mobil pertama saya.
Awalnya setiap ada problem dgn mobil ini atau mau maintenance rutin (tune up) selalu saya menggunakan jasa bengkel. Tapi lama-kelamaan saya berfikir gimana kalo maintenance rutinnya saya kerjakan sendiri saja, itung2 biar lebih hemat dan juga biar tambah ngerti soal mobil kalo sewaktu-waktu mogok di jalan.
Nah yang jadi masalah sekarang adalah saya masih bingung gimana cara/prosedur lengkap setting delco (timing pengapian) dan setiing karbu (r
pm+angin) yang pas/benar tanpa bantuan timing light (by feeling dgn mendengarkan suara mesin), sehingga diperoleh tarikan mesin yg enteng, tidak overtemp dan tentunya tidak bikin boros BBM.
Soalnya saya sudah nyari-nyari artikel di internet, tapi malah bingung mana yg hrs saya ikuti karena setiap oarang punya prosedur sendiri2 menurut selera mereka.
Sebelumnya saya mengucapkan banyak teriman kasih.

Jawab: Pertanyaan anda ada beberapa hari ini saya mencoba menjelaskan cara menyetel timing dan menyetelan platina:

1. Platina (contact point) terdiri dari dua bagian. Satu menyatu dikancing dengan baut kecil ke keja platina. Ketika pasang baut ini tidak boleh kepanjangan nanti membuat meja tidak bisa bergerak, karena baut itu menembus sampai ke bawa. Baut itu hanya sapanjang tebal beja plus tebal plat platina. Bagian kedua bergerak pada as bagian satu yang lain. Bagian ini tidak boleh menyentuh langsung besi dengan besi, ada ebonite diantaranya. Maksudnya agar ketika platina terbuka bisa menimbulkan letikan bunga api.

2. Setelah pasang dan pastikan duduknya platina benar, putar puly kruk as, caranya kali kipas di tarik putar sehingga as distributor berputar. Ketika nok as distributor menyentuh tonjolan platina, stel membukanya sekitar 0.6-0.8 mm.

3. Pada puli kruk as ada tanda seperti gambar, paskan, hentikan puli pada kedudukan 5 derajat sebelum top, tergantung jenis mesin dan bahan bakar. Kalau premium 5 derajat, maka ketika pakai pertamax menjadi 8 derajat sebelum top.

4. Pakai lampu bolp 12 V, seperti kita mau ukur kekuatan batere. Satu kabel sentuhkan masa badan distributor dan lainnya di pasangkan, dilengketkan pada kabel yang masuk ke distributor.

5. Lalu kendorkan baut pengancing distributor terhadap blok mesin, agar distributor bisa di putar sedikit. Perhatikan, ketika distributor di geser dan dan lampu mulai mau menyala itu tandanya platina mulai membuka. Setelah itu platina di kancing kuat agar tidak berubah lagi.

6. Bisa juga setelah pasang platina baru, kita gunakan timing ligth, sambil disenterkan ke puli kruk as. Sambil memutar distributor sampai pengapian yang diinginkan. Jangan sekali kali mencabut distributor dari blok mesin kecuali oleh teknisi.

7. Mungkin pertama anda tidak berhasil, coba teruskan. Suatu ketika saya yakin anda bisa. Selanjutnya lihat di blog ini cara menyetel karburator.

Konsultasi, informasi dan tanya jawab. Kirim email ke martin.teiseran@yahoo.co.id


Free shoutbox @ ShoutMix