12 Maret 2008

Noken As Karimun Patah

----- Original Message -----

From: Buddy Nugraha

To: martin48@indosat.net.id

Sent: Wednesday, September 26, 2007 1:02 PM

Subject: Ulasan Timing Belt

Dear Pak martin,

Terimakasih atas ulasan mengenai Timing Belt yang telah Bapak ulas di Blog Bapak sebagai tanggapan email saya terdahulu. Saya sampaikan bahwa mobil saya sudah diganti Timing Belt, Tensioner, Ganti Oli Mesin dan Transmisi. Dan enak jalannya sekarang........

Pada kesempatan ini saya ingin memberikan testimoni kepada Bapak, sehubungan saya memiliki mobil Karimun. Ada email dari seorang rekan bahwa NOKEN AS/CAMSHAFT Karimun beliau type GX th 2004 patah (gambar terlampir) padahal posisi odometer baru 52.000 km, dan sering service teratur. Pemakaian standar, dan jadwal penggantian oli juga tertib. Tapi memang dia membeli mobil secara seken (bekas), tidak tahu riwayat pemakai lama. Padahal berdasarkan forum, klub, dan milis yang saya ikuti tentang Karimun, mesin F10A yang mendukung Karimun terkenal Bandel dan kejadian patah Noken As tidak pernah terjadi sebelumnya

Pertanyaan saya:

1. Apa penyebab noken as bisa patah??

2. Perawatan/perlakuan sepeti apa yang harus saya tempuh untuk menghindari kejadian yang sama mengingat mobil saya juga Karimun GX 2004??

3. Apa penyebab GIGI PERSENELING kadang-kadang agak suilt masuk jika tuas dimasukkan ke posisi MUNDUR (bunyi kreekkk) ? Bagaimana mengatasinya? (Selama ini solusi saya Tuas dikembalikan ke Posisi Netral, kemudian diulang kembali ke posisi Mundur, dan biasanya itu berhasil mulus.)

Atas jawaban Bapak, saya ucapkan terimakasih

salam,

buddy

NB: mungkin akan lebih baik jika ada ulasan bapak mengenai transmisi ini, manual maupun otomatik

Jawab:

Puluhan tahun saya bekerja sebagai teknisi, baru dua kali saya dengar noken as patah. Pertama Isizu Panther kedua Karimun. Masalahnya menurut hemat saya adalah pada kualitas bahannya yang kebetulan untuk Karimun, Panther pada unit yang ini kurang baik. Kalau pemasangan atau oli tidak baik tak perlu tunggu lama-lama baru patah. Karena akan segera patah, atau sebelumnya sudah ada bunyi mesin kasar. Syukurlah sekarang Anda bisa merasa nyaman dan mobil bisa lebih enak.

Soal mundur agak sulit hemat saya, kondisi ini biasa- biasalah. Mungkin RPM lagi tinggi, atau kabelnya sedikit kurang beres. Yang penting kalau terjadi terus menerus. Maka pertama free play kopling perlu di stel ulang. Batang penekannya kurang menekan.

11 Maret 2008

Bunyi tek tek tek di depan mobil

Suara Merdeka September 2002

Hallo Om Martin , membaca rubrik Om di suara Merdeka Saya jadi pingin ikutan nanya sama om yang pinter masalah automotive / Dokter mobil orang bilang gini om masalahnya saya punya mobil colt Mitsubshi Th.80 /1300. cc piston ovs 0.50 tiap kali stationer kok ada bunyi tek...tek.....tek ...tek..di sekitar fan radiator yang agak ngganggu telinga tapi kalau gas ditarik bunyi itu hilang , apakah sebabnya ? dan apakah bisa hilang bunyi itu ? perlu diketahui bahwa selama saya pakai tidak pernah rewel walaupun ada bunyi tek...tek ... mohon saran om bagaimana saya tunggu kalau ndak keberatan tolong ya dibalas lewat e-mail saya. Edi Suyono, edi.suyono@molindo.com. Terima kasih banyak.

Jawab: Soal bunyi memang sulit bila dicari lewat surat menyurat, akan tetapi bunyi dimesin lebih mudah dicari ketimbang bunyi di bagian body. Kalau bunyi ini ada didepan dekat radiator, dan terjadi hanya ketika stasioner, maka ada kemungkinan bunyi itu disebabkan oleh pin puly kruk as goyang atau kendor. Bisa jadi juga karena stelan klep yang masih kurang pas. Karena mobil Anda pernah turun mesin, bisa juga karena pin piston agak kocak. Coba tali kipas dilepas dan hidupkan sebentar saja. Kalau bunyi itu hilang maka pesebabnya bukan didalam mesin. Mungkin di daerah puly- puly baik puly kruk as, puly altenator maupun puly pompa air. Bunyi juga bisa disebabkan oleh bearing (lager) dari ketiga bagian yang saya sebut itu rusak. Saya tunggu hasil percobaan Anda.

Jatmiko, Jl Drawawati II/13 Perum Sukoharjo Indah Margorejo, Pati.

Kendaraan saya Toyota Corolla DX tahun 1981, mesinnya cepat panas. Ketika mengemudi pagi hari baru 15 menit (kl 10 km) temperatur sudah menunjukan ¼ lebih dari skala temperatur (indikator). Ketika saya hidupkan AC maka skala temperatur sudah menunjukan setengah. Radiator sudah sering saya korok tetapi tetap begitu. Dari teman saya yang punya Corolla GL 85, katanya temperaturnya juga begitu. Dari bengkel disuruh ganti kipas lebih kecil dengan daun lebih banyak, sehingga anginnya lebih kencang. Pertanyaan saya adalah:

Normalkah mobil saja? Atau bagaimana jalan keluarnya? Kalau saran bengkel dituruti apakah tidak mengganggu mesin? Komponen apa yang perlu diganti? Perlukan thermostad dicopot?

Jawab:

Membaca surat Anda, saya pikir mobil ini terawat dengan baik. Kekuatiran tentang meter temperatur yang perlu diketahui dan dipelajari adalah skala pada meter itu. Kalau setiap perjalanan meter selalu menunjukan pada tempat yang sama maka itu tidak ada masalah dengan mobil Anda, kecuali meter selalu pada tempat yang sama dan air radiator sampai mendidih serta keluar uap air panas dari tutup radiator. Meter temperatur cara kerja, kalau panas maka jarum meter akan bergeser dan ajrum tersebut bisa dipndah- pindah (setelah dibongkar). Artinya kalau meter itu saya buka dan jarumnya saya geser ke kanan maka nanti mesin hidup meter menunjuk ke tempat tersebut. Oleh karena itu yang paling penting adalah temperatur sesungguhnya dari air radiator. Biasanya mobil dibawa kebengkel dan tempertur air diukur. Bila temperatur berkisar pada 85 sampai 90 derajat Celsius, itu menunjukan temperatur normal. Yang penting adalah, kalau setiap hari meter menunjukan pada posisi yang terus sama ketika pakai AC dan air radiator tidak sampai mendidik (ngebul) maka kondisi mobil Anda normal.

Menjadi lain, bila setelah penjalan 10 km, kendaraan menanjak dan air radiator mendidih sampai keluar uap atau AC hidup mesin menjadi lebih panas. Hal itu menunjukan ada gangguan pada system pendinginannya. Bila radiator sudah dibersihkan, mungkin mesinnya kurang kuat untuk menarik kompresor AC. Akan tetapi sebelum membongkar mesin coba pada mobil tersebut dipasangkan extra fen. Pemasangan extra fen tidak mengganggu mesin. Bahkan lebih baik, mengingat mesin DX (1300 CC) termasuk mesin kecil yang cocok untuk kopresor yang kecil pula. Themostad tidak perlu dibuka, karena sama saja, panas tidak akan turun. Adanya thermostad untuk menjaga mesin selalu dalam kondisi temperatur kerja yaitu 85 derajat celsius.

10 Maret 2008

KIAT HEMAT BENSIN.

Kedaulatan Rakyat 1993

Harga bahan bakar minyak bumi baru saja naik. Seiring dengan itu macam-macam tarifpun ikut naik. Ada yang menunggu pengumuman pemerintah, ada yang diam-diam menaikkan harga. Tidak ketinggalan harga mobil. Kalau semua naik kanton cepat kosong dengan sendiri­nya berbagai tindakan diupaya untuk menekan pemborosan. Termasuk karburator pada mobil di "cekek" begitulah istilah montir.

Penulis masih ingat sekitar tahun delapan puluhan, dimana harga bensin mengalami kenaikan, sedangkan solar masih tetap dianggap lebih murah. Banyak pemilik mobil Toyota Hard Top, Jeep dan lain-lain mobil peminum bensin di farmak. Mobil yang semula dengan mesin bensin diganti dengan mesin diesel. Ada pula mengu­bah komponen karburator dengan mengecilkan suplay bensin. Jet (spuyer) diganti dengan yang lebih kecil atau ada pula yang mencoba nenggunakan minyak tanah (minyak bakar).

Yang menggunakan minyak tanah, melewatkan minyak tanah dalam lilitan pipa tembaga yang dililitkan pada pipa gas pembuangan. Maksudnya, minyak tanah yang dipanaskan bisa mengabut. Kenyataan­nya hasilnya tidak memuaskan. Mesin sukar dihidupkan dan mesin tidak bertenaga serta ngiklik. Untuk mengatasi kesulitan itu mereka menggunakan dua kran. Satu kran bensin satu kran minyak tanah. Untuk menghidupkan dan memanaskan mesin menggunakan bensin tetapi kalau mobil sudah berjalan pindah menggunakan minyak tanah. Pemilik mobil lain memasukan pipa bensin ke dalam radia­tor yang suhunya panas dengan harapan bisa menghemat bensin.

Dari sekian banyak upaya, lumayan berhasil ialah bagi yang yang mengganti dengan mesin disel, karena harga solar jauh lebih murah. Namun keadan ini hanya bertahan beberapa saat. Setelah ada penyesuaian dengan harga, pemilik mulai bosan dengan mesin disel "bandrekan". Yang dikeluhkan ialah kurang nikmat mengemudi­kan mobil disel bandrekan, bunyi mesin yang kasar sekasar mesin

truk, bau solar yang masuk ke ruang penumpang dan asap yang tidak sedap. Beberapa dari antaranya bahkan kembali ke mesin bensin.

Upaya lain adalah mengganti karburator. Karburator Kijang, Holden atau Colt T 120 dipasangkan pada mobil-mobil peminum bensin itu. Biasanya karena kapasitas karburatornya tidak sesuai maka mesin menjadi kurang bertenaga, teristimewa kalau mau menda­hului mobil lain. Upaya ini lumayan juga, bisa menghemat sampai 20 %.

Cara lain khususnya pada karburator mobil yang daya mesinnya besar, biasanya di dalam karburator ada 2 jet. Dengan mengganti jet yang lebih kecil lubangnya bisa menghemat bensin juga. Namun seperti yang dijelaskan, perubahan ini membuat mesin kurang bertenaga.

Berikut ini ada beberapa cara untuk menghemat bensin.

1. Perawatan berkala setiap 5000 km di bengkel dealer. Tindakan ini sangat penting. Bagian-bagian seperti filter udara, bensin akan dibersihkan disamping menyetel ulang pengapian dari mesin. Supaya bisa hemat maka penyetelan campuran udara dan bensin yang homogen sangat penting. Gas buang lewat knalpot bisa menunjukan kondisi mesin. Abu-abu itu pertanda mesin kondisinya prima. Mesin yang mengeluarkan asap tebal juga menggambarkan kondisi mesin yang boros bensin. Perlu segera dibawa ke bengkel.

2. Perhatikan gerak bebas dari kopling. Kopling yang "nyetut" tidak meneruskan putaran mesin dengan baik. Coba mesin dihidupkan kemudian masukan transmisi ke gigi satu. Injaklah pedal kopling sampai rapat kemudian lepaskan. Perhatikan sampai jarak berapa dari lantai mobil mulai bergerak. Yang baik, sekitar 50 % dari jarak yang ada.

3. Apakah rem mobil macet? Mobil yang diberhentikan pada jalan yang agak miring, setelah direm kemudian pedal rem dilepas mobil harus bisa meluncur. Kalau setelah lepas pedal rem, transmisi netral, mobil tidak mau bergerak, itu pertanda rem macet, segera periksa system pengereman.

4. Periksa tekanan angin ban. Tekanan angin ban yang kurang mengakibatkan mobil tidak meluncur dengan ringan. Perhatikan petunjuk tekanan angin ban yang menyertai mobil anda. Gunakan jenis ban yang benar. Tidak menggunakan ban sedan pada minibus, karena tekanan angin yang diminta minibus tidak terpenuhi pada ban sedan. Pada sedan tekanan ban depan 28 psi dan belakang 32. Minibus depan 28 dan belakang minimum 50 - 60 psi. Keadaan teka­nan ban seperti ini bisa menghemat bensin.

5. Pengemudi punya andil besar, mau hemat atau boros bensin. Cara mengemudi yang benar bisa menghemat sampai 15 %. Injaklah pedal gas dengan cara halus, tidak "kaget-kaget". Pada mesin yang menggunakan RPM meter, usahakan RPM tidak melewat 50%. Kalau tanda merah pada RPM 6000, usahakan dalam perjalanan hanya menggunakan RPM 3000. Atau pertahankan kecepatan mobil lebih sering pada 80 km/jam. Pada kecepatan diatas 80 km/jam, pindahkan ke gigi over drive bagi mobil yang dilengkapi dengan transmisi over drive ( gigi 5).

6. Pendingin ruangan bisa memboroskan bensin sampai 15 %. Maka hidupkan AC pada saat yang dibutuhkan saja. Atau menambah sebuah exaus fen dibagian belakang mobil, sehingga sirkulasi udara lancar dan jadilah udara dalam mobil tetap segar.

Tambahan Maret 2008: Sering kali kita menumpang sebuah mobil hanya berdua bahkan hanya sendirian menyetir. Padahal ruangan yang didinginkan sebesar untuk mobil berpenumpang 8 orang. Jelas ini akan memakan energi lebih besar. Bisa diakalin dengan cara menempatkan balon besar, atau ada pembatar ruangan, sehingga kompresor hanya bekerja untuk mendinginkan ruangan yang lebih kecil saja..

Ketika terjadi krisis harga minyak melangit pada akhir tahun delapan puluhan, kita disajikan mobil irit bahan bakar seperti Corolla SE dan Honda Civic. Sekarang harga minyak menginjak US$ 105 perbarel, sudah ada kabar Toyota dan GM membuat mobil yang ultra irit. Di mana depan, hanya mobil irit BBM, mobil Hibrida seperti Prius saja yang akan laku keras.

Sekarang menggunakan bensin diesel tidak semurah pada tahun 1980 puluhan. Maka membandrek mobil bensin menjadi diesel tidak ekonomis lagi. Selain getarannya juga lebih keras.

Pemerintah sekarang banyak memasang lampu pengatur lalu lintas yang ada petunjuk waktu. Bisa juga menghemat dengan cara mematikan mesin ketika berada di persimpangannya jalan.

08 Maret 2008

Selinder hed kropos

----- Original Message -----

From: arif kurni

To: Martin T Teiseran

Sent: Sunday, January 13, 2008 8:00 PM

Subject: Re: air di reservoir radiator

Pak Martin yg terhormat,

Saya kembali mohon saran bapak. Saya pemiliki corolla SE 86 yang dulu pernah menanyakan tentang air radiator yg tiba-tiba habis. Saya pusing karena dalam jangka waktu satu bulan ini sejak Desember 07 - Januari 08 saya sudah bolak-balik ke bengkel sebanyak 4 kali. Pertama saya ke bengkel untuk menservis radiator mobil saya dan sudah dilakukan.

Hasilnya air di radiator tetap alias tidak berkurang dan mesin tidak over heat. Tetapi ketika saya pake ke Bandung (saya tinggal di Cirebon) pas di tanjakan Nyalindung temperatur mesin tiba-tiba naik, tapi ketika mesin dibuka air di tangki cadangan radiator tidak berkurang. Saya batalkan acara ke Bandung dan kembali ke Cirebon. Di bengkel setelah di cek ternyata switch temperatur kotor dan sudah tua sehingga diganti kemudian kabel listrik ke kipas pendingin dibersihkan.

Hasilnya temperatur mesin normal kembali dan saya sudah mencobanya ke tanjakan di Kuningan. Namun berapa hari kemudian ketika dalam perjalanan ke kantor dan macet, temperatur mesin kembali naik (lebih dari setengah dan hampir mencapai angka H - waktu itu saya tidak menggunakan AC). Setiba saya di kantor saya cek dan air di tangki cadangan radiator masih tetap. Saya kembali ke bengkel dan setelah diperiksa ternyata aliran listrik ke kipas pendingin mesin dan kipas AC lemah. Akhirnya oleh bengkel dipasang relay tambahan dan otomatis temperatur dimatikan.

Ditambahkan juga oleh pihak bengkel bahwa packing silinder kop sudah kena karena radiator terlihat mendidih ketika digas, disarankan untuk turun setengah mesin untuk ganti packing silinder kop. Tapi saya belum melakukan hal itu. Memang dengan dipasang relay tambahan mesin terlihat normal, namun ternyata ketika saya coba ke Indramayu, ketika mesin dimatikan setelah berjalan jauh jadi susah distarter dan mesin ndut-ndutan meskipun akhirnya bisa jalan juga. Perlu ditambahkan juga jarum RPM dalam keadaan stasioner bergoyang-goyang dan mesin jadi tidak enak. Temperatur mesin memang tidak naik lagi namun sulit distarter karena kipas mesin langsung menyala ketika kontak dalam posisi "on". Belum ketika berjalan dan pindah gigi seringkali mesin terasa lemah alisa mau mati. Saya pusing karena harus bolak balik ke bengkel lagi belum biaya yang dikeluarkan. Apakah dengan penggantian packing silinder kop akan mengembalikan mesin saya dalam posisi normal ? apakah otomatis kipas pendingin mesin sebaiknya di normalkan kembali ? apa yang harus saya lakukan ? saya mohon dengan sangat saran dari bapak Martin yang baik hati. Terimakasih sebelumnya dan mohon maaf jika surat saya ini kepanjangan.

Terimakasih Arif

Martin T Teiseran wrote:

Saya pernah pakai Corolla SE, senang karena ringan dan irit sekali. Soal mobil Anda yang suka kepansan:

Air di reservoar, biasanya diiisi tidak penuh, maksudnya ketika panas air mengalir ke reservoar sehingga tidak tumpah. Kalau penuh maka ketika panas air akan tumpah. Jadi mau tau sistim aliran air bekerja atau tidak. Tunggu sampai dingin dan mengamati apakah airnya kembali ke posisi semula ke reservoir seperti waktu sebelum jalan.

Saya sarankan kembalikan kondisi switch kipas angin ke kondisi normal. Artinya mesin panas baru kipas angin kerja. Karena kalau kontak on dan kipas langsung putar (pagi hari) maka tenaga aki banyak kesodot. Perkiraan saya switch pengatur kipasnya sudah rusak. Menambah relay tidak menyelesaikan masalah pokoknya, kecuali pakai kontak tambahan sehingga kalau star mesin kipas belum dikontak, begitu mesin hidup baru hidupkan kipas, tapi cara ini merepot yah..

Mesin hidup dan ada gelembung terlihat di lubang radiator karena pompa airnya berputar dan karena thermostatnya sudah dicopot. Untuk mengetahui apakah ada kebocoran kompresi terlihat ada minyak di tutup radiator. Kalau sudah terlanjur, maka mesinnya pincang. Kalau mau ganti paking sebaiknya cek kompresi dulu. Atau mau skur klep si boleh juga.

Saran saya coba, pinjamkan karburator dari mobil lain. SE usia 22 tahun kalau ganti karburator baru pasti bisa irit lagi. Mobil kalau sudah lama memang banyak yang mulai perlu di ganti pak. Masalaah akan teratasi kalau kita menemukan bengkel yang genah. Pak Arif tinggal dimana?

Salam hangat saya
Email baru: martin.teiseran@yahoo.co.id
Martin T Teiseran- hp 085 225 906 697
http://martin1948.blogspot.com

Terimakasih pak Martin atas sarannya,
Saya tinggal di Kota Cirebon pak Martin. Ternyata silinderkop saya sudah kena, ada sebagian yang kropos (berikut saya lampirkan gambarnya) jadi di "slep" lagi silinder kop itu. Terus beberapa komponen diganti seperti klep satu, dan beberapa komponen kecil lainnya.

Kipas masih tetap dilangsungkan (tidak pake switch), dan sekarang mobil saya sudah normal lagi serta tidak pincang. Tapi kemaren tanggal 9 Februari mesin saya kembali panas (temp naik hampir ke H) dan ketika saya lihat ternyata radiator rembes di bawah. Air radiator ternyata diam saja alias tidak muter. Saya coba pijit slang radiator yang besar yang ada di bawah dan saya panggil bengkel. Setelah usaha itu dilakukan mesin dingin kembali. Pihak bengkel menyarankan untuk menservis radiator.

Pada saat radiator diservis terlihat banyak rembesan di bawah dan di bagian atas radiator. Bengkel menyarankan agar radiator ini diganti total saja karena menjadi sumber masalah mesin mobil saya. Memang jarak antara servis yang lalu dengan yang sekarang hanya berselang kurang dari dua bulan saja. Ternyata harga radiator mahal Pak, sekitar 2 juta 750 ribu rupiah dan itupun bukan orisinil toyota. Untuk sementara saya bilang ke bengkel biarlah coba radiator diservis saja (ditambal dulu) untuk melihat apakah nantinya akan jebol lagi atau tidak. Sekarang setiap saya mengemudi mobil selalu was-was dan melirik ke arah temperatur mesin takut kalau-kalau naik lagi. Tapi jadinya gak tenang ya pak mengemudinya. Terpikir oleh saya untuk menjual mobil itu, namun kata bengkel mobil saya kondisi mesinnya masih sangat bagus hanya soal radiator saja dan belum tentu nantinya saya mendapatkan mobil dengan kondisi seperti punya saya yang sekarang.

Martin Wrote:

Syukurlah mobil Anda sudah bagus lagi, ini berkat bengkel yang cara bekerja bagus. Jadi membongkar bagian yang memang menjadi penyebab. Banyak pembaca yang mengalami hal seperti ini, khususnya mobil usia sekitar 20 tahunan.


07 Maret 2008

MOBIL BARU BOROS OLI.

Kedaulatan Rakyat 1993

Majalah OTOMOTIF terbitan tanggal 24 April 1993 memuat keluhan wartawan KOMPAS tent ang mobil SUZUKI VITARA. Dikatakan bahwa 4 unit mobil Vitara yang dibeli oleh Gramedia semuanya mengalami mesin panas dan oli boros. Samar-samar dikatakan sebagai misproduksi (kesalahan produksi) menyangkut 300 unit mobil.

Bagi yang awam, berita ini kurang enak. Bagaimanapun juga mobil yang baru dibeli diharapkan tanpa cela dan menyenangkan. Kejadian seperti ini tentu tidak diharapkan oleh semua pihak. Namun harus diakui bahwa hal ini bisa terjadi apa lagi produksi besar-besaran. Tinggal sebesar apa kerusakan dan bagaimana bagian penjual mobil menangani kasusnya sehingga semua pihak merasa puas. Dapat dipastikan semua produsen akan mengganti atau memper­baiki bagian yang rusak sampai pembeli puas. Dalam hal ini, tuntutan untuk mendapatkan mobil baru sulit dikabulkan, karena prosedur yang melibatkan banyak pihak termasuk kepolisian.

Di Jepang kejadian seperti ini tidak menggegerkan. Bahkan pemilik mobil disurati supaya mobil dibawa ke bengkel untuk mengatasi kesulitan tersebut. Agaknya masyarakat sono bisa mene­rima kejadian seperti ini dengan kepala dingin, mungkin di sana harga mobilnya murah. Di Indonesia memang belum pernah dicoba. Bisa dibayangkan kalau sampai diumumkan lewat mass media, bisa menggegerkan. Bagi orang-orang bengkel, hal seperti ini tentu pernah ditangani. Tergantung seberat apa kasus yang menimpa mobil baru tersebut. Justeru setelah memperbaiki atau mengganti bagian yang rusak mobil menjadi lebih bagus, tidak jarang malah lebih awet.

Cacat produksi itu bisa macam-macam. Bisa karena pengerasan kurang sempurna, seperti baut kruk as atau konrod (stang seher) kendor sehingga menimbulkan bunyi metal. Sering bunyi mesin yang kalau gas ditambah bunyi ketukan semakin keras akibat dari metal yang tidak sesuai. Pengecoran blok mesin cacat, ada pula pemasangan komponen mobil kurang benar. Kalau hal ini tampak oleh mata atau terdengar jelas maka biasanya pembeli sudah membatalkan pembelian mobil baru. Sayangnya, bahwa cacat produksi itu baru memperlihatkan gejalanya setelah sekian lama di pakai. Seperti halnya kasus gardan dengung. Bunyi gardan rusak pada kendaraan ringan, tidak jelas kalau baru menempuh 5.000 sampai 10.000 km.

Blok mesin retak karena proses pengecoran yang kurang baik baru tampak pada kilometer kurang lebih 20.000 sampai 50.000 km. Sedangkan blok yang normal ratusan ribu kilometer bahkan sampai tidak layak pakai lagipun tidak bakal retak. Maka perlu perhati­kan kalau ada kebocoran air pada blok mesin.

Berhati-hatilah kalau ada warna kuning berkarat di sekitar mesin, segera cari penyebabnya. Mesin kelewat panas bisa disebabkan oleh radiator tersumbat, bocor atau pompa air rusak. Beberapa kejadian juga karena termo­stat tidak bekerja sehingga tidak terjadi sirkulasi air dari radiator ke ruang mesin. Pada mesin yang sudah tua bisa jadi karena paking atau silinder head cacat(kropos). Panas akibat kerusakan radiator umumnya disebabkan oleh tersumbatnya pipa-pipa kecil dalam unit radiator. Di daerah di mana airnya mengandung kapur, menjadi musuh utama dari radiator. Para pemilik mobil di pulau Timor sering menampung air hujan untuk mengisi radiator mobil.

Kalau seal pompa air rusak biasanya air menetes. Hal kedua tentang oli yang boros bisa ditelusuri. Tentu kita mengabaikan adanya oli yang bocor pada mobil baru. Ini ditunjuk­kan dengan tidak adanya oli yang menetes di lantai garasi kecuali di ujung knal pot. Di dalam mesin ada dua bagian yang memungkin­kan borosnya oli, yaitu seal klep dan ring piston yang pasang keliru atau sudah aus/patah.

Kalau seal klep terlalu besar, sobek atau pemasangannya miring maka oli yang melumasi komponen mesin bagian atas, pada langkah hisap akan ikut ke ruang kompresi yang kemudian ikut terbakar atau tersisa di knal pot. Gejalanya, setiap 1000 kilome­ter harus menambah oli sampai 30 % dari isi oli baru. Selain itu ujung knal pot basah dan asapnya berwarna kopi susu. Sedangkan tenaga mesin biasa-biasa saja.

Kalau ring piston kurang, patah atau pemasangannya searah; ring piston terdiri dari 3 sampai 4 buah, sambungan setiap ring tidak boleh satu garis, karena kompresi akan bocor. Gejalanya juga mirip seperti di atas. Oli boros, berasap tebal ditambah dengan mesin kurang bertenaga. Supaya lebih yakin, biasanya bengkel mengecek besarnya tekanan kompresi.

Kalau penyebab boros oli sudah diperbaiki maka umumnya kelu­han sudah teratasi dan mobil akan normal kembali. Sekarang Anda ke garasi, kalau tidak ada oli yang menetes dari lubang knalpot, sedangkan warna lubang knalpot putih keabu-abuan, tinggalkan kecemasan Anda. Mesin mobil VITARA anda dalam keadaan baik.

06 Maret 2008

Awas Jazz Mogok Karena Banjir

----- Original Message -----

From: Sandra.Dewi@emerson.com

To: martin48@indosat.net.id

Sent: Wednesday, February 27, 2008 5:56 PM

Subject: Mohon saran honda jazz matic

Yth. Pak Martin,

Bapak, mobil saya Honda Jazz IDSI matic tahun 2006. Saya bekerja di Jakarta dan dalam musim penghujan ini mobil saya sering melewati genangan air meskipun tidak terlalu tinggi. Kemarin malam setelah melewati genangan air dalam kondisi jalan menurun ada gangguan pada mobil. Dalam kondisi tuas D, tiba-tiba mobil tidak bisa berjalan tapi mesin tetap hidup.

Tidak berapa lama kemudian mobil tidak bisa distarter lagi. Kemudian saya memanggil mobil derek dari asuransi dan mobil dimasukkan ke bengkel Honda terdekat. Menurut mereka ada gangguan dalam sistem transmisinya. Setelah direstart systemnya,mobil masih tidak bisa berjalan.

Pertanyaan saya, mohon sarannya kemungkinan-kemungkinan kerusakan yang akan timbul dan apa yang harus saya tanyakan pada pihak bengkel

Terima kasih atas perhatiannya dan saran Bapak sangat saya harapkan

Best Regards,
Sandra Dewi

Martin wrote:

Mestinya mobil matik dibuat aman dari genangan air, apalagi hanya setinggi 10-20 cm. Karena beberapa kabel pengaturnya ada berada di sekitar transaxle (verseneling). Tetapi karena setiap hari melewati genangan air seperti kondisi Jakarta saat ini, saya pikir kemungkinan besar terjadi gangguan pada kabel kabel yang menggerakan klep pada transmisi matik atau CVT (sistem transmisi matik pada Jazz) semacam sensor. Saya berharap tidak ada masalah lain seperti mengimbas ke komputernya. Karena semua bagian mesin, juga transmisi matik di koordinasi juga oleh komputer. Pertanyaan saya apakah mesin masih bisa dihidupkan? Kalau sudah bisa hidup, maka kerewelan hanya pada transmisinya. Bengkel Honda pasti bisa mengatasinya. Besok pagi saya tanya ke teman di Honda yah....

Selamat pagi bu Sandra Dewi

Kalau mesin masih bisa hidup, dan setelah menggunakan HIM (Honda Interface Modul) semacam Inteligen Tester semua indikasi menunjukan baik, maka kemungkinan paling dekat adalah kualitas oli menurun. Karena kemasukan air. Saya tanya ke teknisi Honda, dia sarankan untuk pertama ganti dulu oli transmisinya, kedua kalau tidak berhasil maka kemungkinan mesti turun transmisi. Tetapi semuanya tergantung hasil pemeriksaan di bengkel Honda. Tolong kabarin saya, perkembangan perbaikannya.


From: Sandra.Dewi@emerson.com

Sent: Thursday, February 28, 2008 9:40 AM

Subject: RE: Mohon saran honda jazz matic

Selamat pagi pak Martin,

Terima kasih banyak atas masukannya, saya sangat menghargai bantuan Bapak.

Menurut pihak bengkel mesin masih bisa hidup, sistem komputer sudah direset tapi masih belum bisa jalan. Saya akan kabarin Bapak mengenai perkembangannya, hari ini saya belum menerima kabar dari pihak bengkel. Semoga transmisinya tidak bermasalah ya pak,soalnya katanya mahal

Best regards

Sandra

Martin wrote:

Saya berharap demikian juga, namun hemat saya hanya menyangkut kabel kabel saja. Karena kalau isi transmisi sih tahan terhadap air.

From: Sandra.Dewi@emerson.com

Saya mendapat kabar dari pihak bengkel Honda bahwa ada kabel sensor yang dimakan tikus sehingga terjadi korsluiting. Bagaimana yah pak untuk mengatasi kabel tidak digigit tukus.


Bu Sandra,

Sekarang masalah sudah ketemu yaitu ada kabel yang lecet dimakan tikus. Ini perlu di perhatikan serius. Sekarang masih untung hanya menyangkut sensor yang harganya murah. Tetapi kalau lain kali sampai kena ke komputer bisa belasan juta lho. Coba tanya Honda, dibagian mana dari mobil terjadi kabel yang lecet itu. Kata orang tua-tua tikus (sinona manis) tidak boleh di lawan, dikasarin, digalakin nanti malah lebih galak dan merusak. Tetapi di rumah saya, tikusnya saya kejar terus, pakai perangkap, lem dll. Gimana yah mengalahkan tikus? Coba tanyakkan ke pihak bengkel bagian apa yang diganti?

Sent: Friday, February 29, 2008 9:36 AM

Subject: RE: Mohon saran honda jazz matic

Pagi Pak Martin,

Terima kasih atas masukannya, mestinya saya perlu ke bengkel ya pak sebelum sparepartnya diganti? Menurut pihak bengkel sparepartnya tidak bisa diclaim karena penyebabnya adalah korsleting. Kemarin teman saya mengirimkan artikel yang katanya bersumber dari orang dalam Honda.

Menurut dia memang sering ada kebocoran pada panel2 body honda jazz, setelah membaca artikel tersebut saya jadi teringat, tatakan aki saya berkarat, apakah itu penyebabnya karena ada kebocoran? dan apakah itu bisa menjalar? Kemudian apakah yang harus saya lakukan untuk mengantisipasi karat tsb?

Terima kasih

Sandra

Sdr Sandra selamat sore

Kalau tidak sempat tidak usah lihat sendiri penggantian suku cadangnya, karena orang dealer Honda biasanya menjaga nama baik perusahaan. Di daearah tatakan aki, menurut hemat saya tidak ada kabel penting. Soal karat lebih berhubungan dengan plat body, jadi dibersihkan dan semprotkan saja anti karat yang seperti spray. Apa bisa emailkan saya artikel yang bu Sandra dapat?

Speedy saya hari ini tidak bisa pakai, katanya ada kabel yang putus antara Sumatera dengan Singapura. Google tidak bisa kerja. Sekarang saya pakai Indosat.

From: Sandra.Dewi@emerson.com

Sent: Wednesday, March 05, 2008 5:20 PM

Subject: RE:

Sore Pak Martin,

Tadi siang mobilnya baru saya ambil dari bengkel, biaya sparepartnya (pick up assy) IDR 688.000 dan biaya jasanya IDR 140.000. Lumayan ya pak hasil perbuatan si tikus :)

Saran dari mekanik, digantung kamper di shock-braker karena tikus tidak suka baunya.Silakan pengalaman saya dimasukkan ke blog Bapak sebagai referensi untuk yang lain.
Terima kasih banyak atas perhatiannya, keep in touch

Best Regards

Sandra

Lama juga yah, mobil nginap di bengkel Honda. Terima kasih sdr Sandra, ini pengalaman yang baik sekali untuk pemilik mobil lainnya untuk berhati-hati dengan tikus yang suka makan kabel-kabel. Di Semarang pernah ada kabel dari Lexus yang dimakan tikus, wah bikin puyeng juga. Untung belum sampai buat korsluiting karena waktu itu tidak musin banjir.

05 Maret 2008

Mau Ganti Aki Baru

----- Original Message -----

From: Nugroho, Basuki (PTI-SOR)

To: martin.teiseran@yahoo.co.id

Sent: Saturday, March 01, 2008 5:36 PM

Subject: Accu Suzuki Escudo 1.6

Pak Martin –

Maaf sebelumnya perkenalkan nama saya basuki. Saya menemukan alamat email dari blog bapak di internet yang membahas masalah mobil mobil yang saya sering juga baca untuk menambah wawasan saya juga.

Domisili bapak di Semarang juga ya? Dulu saya di Semarang juga tinggal di Candilama. Saya sekarang kerja di Sulawesi Selatan di tambang sejak tahun 1999.

Ini pak- saya ingin belajar dari bapak masalah Aki. Mobil saya escudo 1.6 tahun thn 2004 saya beli baru bulan Jan 2005. Tahun lalu baru pertama kali saya ganti ACCU karena sudah 2 tahun. Info dari teman teman bengkel katanya ACCU mobil biasanya life timenya 2 tahun saja dan harus diganti baru (apa bener demikian pak ya?)

Nah semenjak ganti tahun lalu (baru 1 tahun) sekarang ACCU baru saya kok soak soak terus. Sering mobil tidak kuat di start spt ACCU saya drop. Padahal saya tidak ada modifikasi apa apa di ACCU dan mobil. Oya..memang ACCU saya ganti tidak sama dengan original ACCU dari Escudonya – saya naikkan ratenya ke Yuasa NS 60. kalau aslinya dari escudo dulu sptnya yang lebih kecilnya (saya lupa). Apakah ini pengaruh pak? Maksud saya kapasitas ACCU saya naikkan tidak sama lagi aslinya dulu.

· Apa yang mesti saya lakukan lagi kemarin sudah saya tambah air – tambah acid – di charge tapi masih juga mogok – sudah ke-8 kalinya ini.

· Akhirnya saya memutuskan baru akan beli ACCU lagi besok dng rate yang sama Yuasa NS 60. Nah supaya awet tahan lama , tip apa saja pak semenjak saya beli ACCU baru sampai di pasang di mobil? Apakah dicharge dulu atau di diamkan semalaman – karena banyak masukan dari bengkel yang bervariasi jadi saya ragu pilih mana yang tepatnya.

Terima kasih pak.

Salam Basuki

From: Martin T Teiseran [mailto:martin48@indosat.net.id]
Sent:
Saturday, March 01, 2008 8:05 PM
To: Nugroho, Basuki (PTI-SOR)
Subject: Re: Accu Suzuki Escudo 1.6

Hi selamat malam pak Basuki di Sulawesi, harap sehat waalfiat

Soal aki, walaupun jarang terjadi tetapi ada juga yang mengalami kejadian seperti itu, maksudnya akinya kurang beres. Aki paling penting ketika pertama mau memakai. Saya sarankan kalau pakai aki baru tebaiknya tunggu dulu sampai akinya dingin, baru pakai. Memang benar umur pakai aki itu 2 tahun normal dan maksimum 3 tahun. Kalau mau awet, setiap sore setelah pakai kepala aki dilepas dan pakai charger 12 V 5 A (cukup). Pernah ada sorang profesor di Solo, pakai aki pada sedan Moris sampai 6 tahun. Soal pakai aki lebih besar kapasitasnya tak soal, sama dengan di rumah kita naikan Watt PLN

Kalau sudah ganti aki baru, coba periksa tegangan alternator berapa Volt. Minta tolong bengkel untuk mengecek mengisian aki apakah, yang normal. 12 - 13.7 V. Setelah itu coba mesin mati, kontak di cabut. Salah satu kepala aki dilepas dan kemudian disenggolkan cepat. Apakah ada bunga api. Kalau ada dan bunyinya keras, perkiraan saya walau kontak sudah off aki masih jalan terus, bisa kaarena door lock. Namun kalau api lembut dan kecil ini bisa jadi untuk menghidupkan jam.

Saya ingin tanya, tidak kuatnya aki pada pagi hari atau sepnjang hari? Saya tunggu ........ mas Basuki

Salam hangat saya

----- Original Message -----

From: Nugroho, Basuki (PTI-SOR)

To: Martin T Teiseran

Sent: Saturday, March 01, 2008 8:12 PM

Subject: RE: Accu Suzuki Escudo 1.6

Thanks Pak Martin – lagi on line ya? Wah dibalas cepat soalnya..

Sekalian tanya juga nih Pak – jadi kalau accu baru sebelum dipasang – tunggunya minimal berapa jam supaya dingin pak ya? Soalnya dari bengkel seingat saya dulu – mereka malah setelah isi acid langsung dipasang di mobil dan langsung dipakai.

Baik nanti saya mintakan montik ukur voltage alternator sesuai rekomendasi bapak. Tapi kalau merk accu , paling bagus merk Yuasa ya pak?

Ini masalah aki di mobil saya sudah 1 bulan, tiap 2 hari mogok terus saya panggil montir di-charge, tambah air bisa jalan lagi..tapi 2-3 hari kemudian soak lagi sampai tidak bisa start sama sekali.

Tapi kalau utk klakson dan lampu rem/sen masih bisa terang.

Pak kalau mau melepas accu yang benar gimana sih? Apakah ada standardnya harus lepas terminal negative dulu baru positive atau sebaliknya ya? Atau sama saja sembarang?

nanti deh kalau saya cuti ke semarang saya maen ke tempat bapak sekalian nostalgia di kota semarang.

Regards,

Nugroho, Basuki

Superintendent Reliability Engineering and Support

PT International Nickel Indonesia

DP 41 Sorowako Site – South SulawesiIndonesia – 92984

Email : nugrohob@inco.com

Benar pak Basuki, aki waktu masih baru kalau diisi aki zur akan menjadi panas, jadi sebaiknya tunggu dulu sampai dingin baru pakai. Merk aki Yuasa juga baik. Saya biasanya pakai GS, kebetulan gampang dapatnya di Semarang. Saya pakai di VIOS sudah lebih dari 2 tahun. Memang kalau pakai di Escudo mesinnya lebih besar, sehingga kalau start lebih berat.

Cara lepas kepala aki yang benar, lepaskan plusnya lebih dulu. Karena kalau negatif lebih dulu nanti kunci bias menyentuh body dan akan korsluiting. Jadi maksudnya hanya sampai disitu.

Salam hangat saya
Email baru:
martin.teiseran@yahoo.co.id

04 Maret 2008

Ganti Karburator Baru

Original Message -----
From:
Warno Nos
To: martin.teiseran@yahoo.co.id
Sent:
Friday, February 22, 2008 3:42 AM
Subject: Salam kenal pak Martin; Saya minta solusi dan pandangan mesin dari bapak yang baik hati.

Warno;

Pak Martin saya mau tanya masalah pada mesin mobil nisan pulsar metik, pak martin mobil saya di pagi kalau di hidupkn tidak bisa stasioner tapi kalau sudah panas mau stasioner dan gas buang berbau bensin,mesin pun pincang setelah saya cari masalahnya di silinder no;3, busi semua baru kabelnya baru temperatur pun turun naik.ring poston opersais metal sdh sya ganti baru,silinderkop pun sudah ganti bensin nya boros 1;7/km itu pun AC tidak on. Kalau jalan di rpm1500 endut-endutan tapi di rpm 2000 ke atas jalannya mulus. Yang mau saya tanyakan sama pak Martin adalah bagai mana cara memperbaiki mesin mobil tersebut dan teknisinya mau saya kerjakan sendiri..saya minta saran dan tunjuk ajar dari pak Martin yang baik budinya dan terima kasih atasnya

( kl2581@yahoo.co.id )

Martin T Teiseran < martin.teiseran@yahoo.co.id wrote:

Tanya dulu, apakah mobil ini sudah memakai sistem Injeksi, bukan karburator. Kalau yah, sarannya perlu di sel lagi pakai inteleigen tester. Salam hangat saya Email baru: > -----

----- Original Message -----

From:
Warno Nos
To: Martin T Teiseran
Sent:
Monday, February 25, 2008 7:16 PM
Subject: Balasan: Re: Salam pak martin;
saya minta solusi dan pandangan mesin dari pbk yg baik hati. Mobil saya masih pakai kaburator pak martin

Martin T Teiseran wrote:

Merepotkan yah pak Warno, kalau mobil terus saja rewel. Apakah yang anda maksud mobil baru saja turun mesin? Mestinya setelah turun mesin semua menjadi enak lagi. Tetapi tadi anda mengatakan selinder no 3 masalahnya. Apakah maksudnya, kabel busi no 3 sudah di cabut, mesin tidak ada reaksi? Artinya ada masalah di selinder no 3? Setiap kabel busi yang dilepas ketika mesin masih hidup akan membuat mesin pincang, yang benar begitu.
Tetapi kalau cabut dan di selinder itu tidak ada reaksi, maka bagian itu tidak sehat.

Bisa karena kompresinya buruk (<7 style=""> Tetapi anda mengatakan kabel busi sudah diganti. Selain harus periksa tekanan kompresi, saya pikir karburatornya juga perlu di perbaiki, dibersihkan. Mobil anda keluaran tahun berapa? Kalau sudah lebih dari 20 tahun, saya sarankan coba pinjam pakai karburator yang lebih baru. Kalau Pak Warno, seorang teknisi atau tau soal mobil mungkin mudah memperbaiki, tetapi kalau tidak saran saya cari teknisi yang benar dan baik. Maaf, mungkin kurang memuaskan, tetapi kalau kompresi mesin baik, pengapian baik dan bensin tersalurkan dengan baik, maka mesin akan normal.

Warno wrote:

Mobil saya itu keluaran tahun 88 pak Martin. Seperti yang pak Martin tunjukkan, mobil terus saya ceking satu persatu mulai dari kompresi, kabel busi dan kaburator. Sekarang saya sudah tahu di mana masalahnya. Ternyata di kabel busi dan kaburator dan sekarang mobil saya sudah tokcer dengan mengganti kaburator baru dan kabel busi dengan yang baru. Terima kasih banyak buat pak Martin tanpa saran dan petunjuk ajar dari bapak, saya tidak mungkin dapat membaik pulih mobil tersebut. Warno

Martin T Teiseran wrote:

Pak Warno, saya biasanya menyarankan kepada pemilik mobil yang usia pakainya sudah 15 tahun lebih untuk mengganti karburator baru. Hitung-hitung dari bensin yang lebih irit saja dalam waktu 3 bulan harga karburator baru sudah lunas belumlagi rasa nyamannya. Syukurlah sekarang bapak tidak perlu sewot lagi dengan mobil ini.


03 Maret 2008

TIMMING BELT RAMPAL.

Kedaulatan Rakyat 1990

Kejadian ini ironis. Yakin akan mesin mobil dengan kon­struksi Twin Cam yang sudah menjamin tidak bakal merusakan mesin sekalipun Timming Belt putus ternyata rusak juga oleh faktor lain. Ini adalah kejadian nyata seorang ibu. Sebuah Corolla Twin Cam 16 Valve baru dibelinya. Kilometer belum menunjukan 50.000

kilometer, maka tenang saja ia menggunakan mobil untuk keluar kota. Pada struk peringatan penggantian oli mesin, terakhir mobil masuk bengkel dealer Toyota pada 40.3000 kilometer. Pikirnya, segala sesuatunya OK.

Menurut penuturan yang punya mobil, tenaga mesin bagus dan tidak ada gejala akan rusak, mobil dipacunya pada kecepatan antara 100 km/jam. Lalu lintas yang sepih membuat ia tenang-tenang saja. Sekonyong-kosong tanpa ada bunyi benturan dalam mesin atau ngiklik, mobil meluncur tanpa ada akselerasi. Pedal gas ditekan tidak ada reaksi, lambat laun kecepatan makin rendah dan semua lampu di dash bord menyala pertanda mesin mati. "Pikir­ku cuma mogok biasa, namun setelah beberapa kali mencoba menghid­upkan mesin tidak bereaksi". katanya.

Karena hari minggu maka ia putuskan untuk mencari montir seadanya. Bukan ke bengkel mesin, melaingkan salah alamat ke bengkel kenteng cat. "Mereka ingin membantu karena melihat saya seorang wanita". Busi telah dibuka dan kemudian dibersihkan. Dipasangkan kembali namun tidak menghasilkan apa-apa. Dari pada terus menerus distar tanpa hasil, ia minta untuk dititipkan saja pada bengkel resmi TOYOTA.

Setelah tiba di bengkel dan diperiksa ternyata timming beltnya rampal sehingga, saat pengapian menjadi kacau-balau. Tidak ada jalan lain kecuali mengganti Timming Belt (TB) baru. Mengganti TB baru bukan pekerjaan yang sulit, dalam waktu kurang dari 2 jam semua menjadi beres.

Dalam waktu kurang dari 2 jam mesin sudah hidup kembali, tetapi ada bunyi benturan dalam ruang kompresi. Kabar buruk terpaksa disampaikan, mobil harus diopservasi lebih lanjut. Kop mesin harus dilepaskan dan mencari apa penyebabnya. Tidak sulit, ternyata kemasukan mur kecil. Mur ini mengganjal antara kop mesin dan piston. Agaknya mur itu masuk bersamaan dengan pemeriksaan busi. Untung kerusakan tidak parah, artinya belum sampai membuat cacat selinder blok. Kalau saja kejadian ini terjadi pada mobil keluaran tahun tuju puluhan akan merusah banyak komponen mesin seperti, klep bengkok, rocker arm patah, cam shaft cacat bahkan selinder dan selinder head cacat. Biaya bisa membengkak.

Berikut ini beberapa saran yang kiranya dapat membantu pemilik mobil yang menggunakan TB.

1. Banyak mesin mobil menggunakan TB, seperti Hi Ace, L300, Panter, hampir semua jenis Suzuki, Daihatsu, semua jenis sedan Toyota setelah tahun 1982, semua jenis sedan Honda, sebagian sedan Mitsubusi, Mazda. Dapatkan keterangan lebih jelas pada dealer merk yang bersangkutan.

2. Kalau Anda membeli mobil bekas terutama yang bukan Twin Cam. sebaiknya selekasnya mengganti TB, kecuali mengetahui dengan pasti bahwa TBnya baru, karena jauh lebih murah dibandingkan kalau sampai TB putus, khususnya pada mesin bukan Twin Cam.

3. Kalau mobil jarang dipakai, kilometer belum 50.000 kilometer tetapi sudah lebih dari 3 tahun, sebaiknya ganti saja TB baru. Karena TB yang terbuat dari serat nilon yang kuat itu sudah getas. Gampang putus atau pecah giginya.

4. Kalau mengalami kerusakan di jalan, carilah bengkel yang besar dan sebaiknya dealer merk tersebut. Umumnya bengkel kecil yang cukup untuk dua mobil kurang pengalaman. Apa lagi dibawa ke bengkel kentang cat. Terpaksa lebih baik di tarik ke kota terde­kat yang umumnya sudah ada bengkel dealer.

5. Banyak mobil sekarang tidak lagi menggunakan platina dan kondensor tetapi menggunakan CDI. Harga CDI mahal, bisa sampai setengah juta rupiah. Kalau TB putus dengan sendirinya tidak bisa menggerakan CDI. Oleh kebanyak orang menganggap api tidak sampai ke platina dan tindakan yang ditempuh biasanya menyambung lang­sung dari aki ke distributor. Arus yang besar sampai 50 Ampere ini dapat langsung menghanguskan gumparan CDI di dalam distribu­tor. Kejadian ini yang dialami oleh seorang pemilik Honda dari Surabaya. Terpaksa mengeluarkan uang lebih banyak. Bukan hanya mengganti TB tetapi harus membeli juga komponen CDI yang mahal itu.

6. Setia merawat mobil Anda, gunakan kartu pencatatan kilometer dan secara teratur setiap 5000 kilometer di bawah ke bengkel. Adakan perawatan berkala sesuai dengan petunjuk buku servis mobil. Dengan mengganti oli mesin setiap 5000 kilometer, Anda menghemat untuk membiayai perawatan berkala yang lebih penting.

7. Kalau Anda membeli mobil Twin Cam dan tidak mengetahui kapan harus mengganti TB, bisa minta tolong pihak bengkel untuk membukan cover bagian atas TM, melihat apakah TM masih lumayan baik.

01 Maret 2008

Klep Mobil Terbakar

Kedaulatan Rakyat 1993

Belum lama berselang saya mengemudikan sebuah kijang tahun 1981 dari Magelang ke Yogyakarta. Meter-meter di dashboard semua tidak jalan termasuk petunjuk kecepatan. Di bagian ruang mesin tampak sedikit kebocoran oli. Engsel-engkel pintu sudah longgar dan baut pengancing bak belakang juga kendor sehingga sering terdengar bunyi ketukan keras setelah melewati jalan rusak. Kalau hujan air masuk lewat kaca depan karena karet kaca sudah men­geras. Sepertinya kelehan bekerja dan sedang merana. Maklum mobil yang dipakai oleh umum, artinya setiap orang pinjam dan tidak ada yang bertanggung jawab untuk merawatnya, tampaknya mobil ini "sakit berat" karena menerima beban berat tanpa ada yang mau
memeliharanya. Kata orang-orang yang terlibat menggunakan fasili­tas mobil ini mengatakan, ini sih sudah umum terjadi pada mobil kantor yang dipakai banyak orang.

Sejak berangkat mesin mobil sudah pincang. Kalau gas kecil cenderung mau mati. Pedal gas ditekan, maksudnya untuk menambah kecepatan, mobil malah tersentak-sentak dan timbul bunyi letusan pada knalpot. Gejalanya, seperti mobil sehat yang pedal gasnya di sentak-sentak. Jelaslah bahwa mobil tidak mau lari, kecepatannya hanya sekitar 20 km/jam. Injak pedal gaspun harus hati-hati, kalau tidak, mesin mati.

Upaya memperbaiki dilaksanakan. Mencari apakah bensin atau pengapian kurang beres. Filter bensin bersih dan persedian bensin masih cukup. Pengapian cukup baik. Karena loncatan api dari kabel koil yang didekatkan ke bodi mobil masih cukup kuat saat mesin Mesin hidup (terus dalam kondisi pincang) kabel busi satu persatu dilepas dan pasang kembali. Kalau saat melepas mesin mau mati maka kondisinya pembakaran dalam selinder baik. Umumnya kalau satu persatu dilepaskan mesin tidak sampai mati. Namun pada mobil ini salah satu kabel busi dilepaskan mesin langsung mati.Karena mobil tua maka bagian demi bagian yang mudah dilepas­kan dilihat, apakah kondisinya sudah rusak. Permukaan platina ternyata masih bagus. Tutup delko (distributor) terminalnya sudah aus, maka dipinjamkan dari mobil lain, juga rotor didalam distributor. Hasilnya mesin tetap pincang. Busi-busi juga ber­warna kelabu, menandakan pembakaran tidak mengandung oli atau ring piston masih cukup baik.

Mencari penyebab mesin pincang ini baru menemukan titik terang setelah mobil diperiksa di bengkel. Satu persatu tekanan kompresi diperiksa. Hasilnya selinder 1, 2, 3, 4, tekanan kompre­sinya masing-masing 7, 5, 7, 3 kg/cm2. Angkah ini jauh dari angka normal dan diluar toleransi. Tekanan kompresi yang baik sampai 11,5 kg/cm2 dengan tekanan minimum 8,5 kg/cm2. Untuk memastikan apakah penyebabnya ring piston yang aus atau klep rusak maka diadakan pengukuran ulang kompresi dengan menambahkan oli pada setiap sylinder. Hasilnya sama saja, maka kesimpulan sementara adalah kerusakan ada pada system klep. Setelah dibongkar ternyata 2 buah klep terbakar bahkan yang satunya sudah sempal. Inilah
yang menyebabkan tekanan kompresi dari mesin rendah.

Membongkar sylinder head (kop mesin), bagi seorang montir merupakan pekerjaan ringan, tetapi tidak tertutup kemungkinan untuk membongkar sendiri. Lepaskan bagian mesin yang melekat pada kop mesin, seperti karburator, knalpot, tutup saringan udara dan lain-lain. Amati dengan sungguh-sungguh bagian demi bagian supaya memasang kembali tidak keliru. Klep yang rusak diganti dengan yang baru kemudian permukaannya diasah (skur) terhadap kop mesin sampai bersih dan halus. Berikan sedikit pasta gerinda pada permukaan yang akan diasah. Cara mengasah sebagai berikut. Beli­kan karet skur klep. Kalau kerusakannya berat maka dapat menggu­nakan slang dipasangkan pada ujung klep. Ini memang lebih mudah tetapi hasilnya tidak sebaik menggunakan karet skur klep. Karena dengan keret skur klep, klep diketuk-ketukan pada kop mesin sehingga permukaannya lebih halus. Pengetesan untuk mengetahui apakah klep sudah rapat, sebelum dirakit kembali, berikan sedikit bensin. Kalau tidak berkurang itu menandakan hasil skur klepnya bagus.

Mengancingkan kembali kop mesin harus menggunakan kunci momen sehingga ukuran kekencangan semua baut sama. Pengancingan juga harus dari tengah ke sisi luar. Setelah memperbaiki system klep pasti pincang itu akan hilang.

Penyebab sampai klep terbakar biasanya hanya karena stelan klep terlalu rapat, sehingga suhu panas saat pengapian bocor. Hal ini bisa disebabkan oleh permintaan pemilik mobil bisa juga karena montir yang keliru.

29 Februari 2008

Beli Mobil Bekas

Tanya Jawab via Email

Hari ini, aktifitas upload saya terganggu. Speedy tidak bisa aktif sejak kurang lebih jam 05:30. Akhirnya saya pakai Indosat pada jam 15:30.

Tanya: Dear Mr. Martin,

Saya sering mengikuti rubrik anda di SM saya sangat tertarik untuk mengajukan pertanyaam sbb:

1. Saya rencana mau beli mobil dari sekian merk akhirnya saya ada 2 pilihan yaitu: Timor& Suzuki Esteem dengan pertimbangan keduanya sesuai budget saya (harga antara 35-40jt) juga sama-sama irit BBM. Menurut Mr.Martin dari keduanya tolong diulas kelebihan dan kekurangannya

2. Apa benar untuk sedan Timor sparepart cenderung susah didapat? dari tipe SOHC & DOHC mana yang lebih baik? Untuk bengkel Timor yang bagus ada dimana?

3. Dengan budget segitu mungkin Mr.Martin punya alternatif pilihan lainnya yang mungkin lebih bagus?

Atas jawaban dan bantuannya saya ucapkan terima kasih.Klo bisa saya minta No. Hpnya Andre Kurniawan jnjandre@yahoo.com

Jawab: Kalau disuruh milih saya kok cenderung milih Timor, beritanya sih katanya sulit cuku cadangnya, namun kalau saja tahu (mencari) bisa mendapatkan bengkel yang bisa cari dan modifikasi. Ada teman katanya tidak soal, bisa dicari suku cadangnya seperti mengganti timing belt dan V belt juga ada. Soal Suzuki bentuknya lain sendiri, kalau senang sih tidak soal. Timor dengan harga sama dengan suzuki mungkin sudah dapat Timor tahun lebih muda. Selain itu, saya baru baca- baca di majalah, Soluna 2000 murah lho, 45 jutaan. Suku cadanya ada dan murah dan pengalaman orang lebih irit, seperti tulisan di SM kemarin. Kalau saya memilih Timor DOHC karena mesin lebih efisen dan ekonomis. Salam, Martin Teiseran.

Ini ada email teman lain yang sudah beli Suzuki Esteem 1.6 th 94.

----- Original Message -----

From: Hendra

To: Bung Martin

Sent: Friday, September 14, 2007 10:55 AM

Subject: Tentang Suzuki Esteem 1.6 GT

Selamat Siang Pak Martin. Akhirnya saya tidak sabar juga untuk mendapat mobkas yg saya inginkan.

Tapi akibatnya saya dapat Suzuki Esteem 1.6 th 94 yg "penyakitan". Body lumayan tapi mesin amburadul. Waktu saya coba emang ada suara nglitik tp kata yg punya kalo di tune up bisa hilang.

Ternyata setelah saya ganti oli dan tune up suara itu tetap ada, Kata bengkel sih di piston nya jadi harus buka setengah mesin. Wah berapa duit uang yang harus saya keluarkan, pusiiing (puyeng).

Lagian mobilnya juga getar dan jalannya ndut endutan kalo jalan di RPM rendah. Kata bengkel sih engine mountingnya ada yg pecah.

Trus penyakit satunya lagi accu sering tekor nggak bisa di buat starter, kabel2nya berantakan nggak rapi. Mobil nggak saya pake 5 hari aja accu sudah tekor. Yang saya tanyakan apa bener dugaan montir bengkel tersebut, dan karena budgetnya mepet yg perlu saya benahi dulu apa ya, mengingat mobilnya suaranya kasar sekali ( apa emang bawaannya si Esteem).

Mohon tanggapannya via email saja Pak. Atas tanggapan yang diberikan saya ucapkan terima kasih.

Salam, Hendra


From: Martin T Teiseran

To: Hendra

Sent: Friday, September 14, 2007 2:43 PM

Subject: Re: Tentang Suzuki Esteem 1.6 GT

Selamat Siang pa Hendra

Saya ikut prihatin dengan kondisi ini, yah sudah mau apa dikata? Mobil kalau sudah bunyi yah walaupun ganti oli baru tetap saja bunyi. Maaf, kalau yang punya tau bunyi dan tune up sembuh mengapa yah tidak dilakukan sebelum dijual? Bunyi seperti ada? Kalau digas hilang atau kalau digas tambah kencang bunyinya. Kalau di gas tambah kencang mah penyebabnya metal (bearing) kalau digas hilang bisa jadi bushing konrod (bus stang segernya kocak). Kalau penyebab engine mounting penyebab nyendut endut tentu dengan melihat barangnya (lihat blogspot saya kemarin) dan memang harus diganti.

Kalau aki mungkin udah usia lanjut, usia diatas 2 tahun tapi dibawa 3 tahun, daya tahannya mula mula bisa tangan 2 minggu tanpa diisi, dan bergerak menurun sampai tidak tahan sehari. Kalau aki 5 hari baru tekort, apakah setiap 5 hari harus bawa ke tukang cas aki? Kalau demikian ada yang tidak beres dengan pengisiannya. Tapi setelah mobil jalan setelah diisi bisa bertahan 5 hari artinya pengisian aki bagus. Saya pikir tak apalah. Kalau dicopot kepala akinya bisa tahan berapa lama?

Yah itu..... kalau digas bunyilah semakin keras, maka ini yang harus didahulukan. Pokoknya yang bunyi dimesin itu dihilangkan dulu. Sayang saya tidak bisa bantu lebih lanjut, tolong tanya ke bengkel, disitu ada banyak temanku. Tanyakan apakah bunyinya bahaya. Dibeli dengan harga berapa pak Hendra?

Salam hormat saya
Martin T Teiseran- hp 085 225 906 697

Hendra: Saya beli harga 39 juta, ini saya bawa ke bengkel yang Pak Martin sarankan, banyak ya teman di situ. Saya dulu punya mobil jelek (maksudnya lebih jelek dari ini, padahal ini juga jelek hehehehehehe) udah tak bawa ke situ. Saya kenalnya sama Mas Budi, Mas Ari (sekarang udah keluar). Kebanyakan sih di situ pinter menangani Toyota. Tapi saya juga mantap di situ, lebih percaya. Pusing juga punya mobil penyakitan. Kalo Soluna Gimana pak? dari berbagai segi. Terima kasih tanggapannya.

----- Original Message -----

Banyak informasi otomotif, silahkan kunjungi: http://martin1948.blogspot.com

Martin:

Sekarang, kalau mau membeli mobil entah bekas atau baru harus pertimbangkan harga BBM dan iritnya mobil. Sudah tak usah pakai mesin efisen segala, yang penting di jalan bebas hambatan 1 liter berapa km. Nampaknya hal itu sekarang mempengaruhi harga mobil bekas. Beberapa mobil yang saya singgung diblog ini seperti, Soluna, Great dan Timor harga bekasnya menggila. Soluna tahun 2002 kondisi baik bukan eks Taksi sudah sampai Rp 80 juta, pada hal beberapa bulan lalu paling 70 juta. Timor yang dulu seharga 35 juta sekarang mendekati 50 juta. Bahkan Great tahun 1993 mencapai Rp 70 juta. Memang lihat kondisi sih ada yang Rp 65 juta untuk tahun 1995. Esteem, bekasnya memang lebih murah, tetapi harus cari yang baik punya.

Memang “ono rego ono rupa” kalau bekas tabrakan biasanya lebih murah. Hati- hati bagi pemula yang pertama kali membeli mobil bekas. Mungkin anda membeli mobil bekas tabrakan. Terlepas dari semuanya, mobil bekas ya bukan mobil baru, maka kalau menemukan di sana sini ada kekurangannya dijawab sendiri:”wajarlah mobil tua sih”

Namun harus hati hati, kata seorang teman:”Jangan beli mobil yang sudah kelihatan oli menetes dan mesin tampak berminyak. Karena itu menunjukan ada yang bocor. Kalau begitu, anda bisa stress” katanya.

Konsultasi, informasi dan tanya jawab. Kirim email ke martin.teiseran@yahoo.co.id


Free shoutbox @ ShoutMix