26 November 2007

CSR Gardannya Bunyi

Suara Merdeka Juli 2006

Tanya: Bapak Martin, saya adalah orang yang awam tentang mobil dan mau tanya tentang Gardan yang bunyi pada kecepatan 60 km. Di mana tempat bengkel yang baik dan kalau mau diganti yang bekas dimana ( harga murah tapi baik )karena sudah diganti bearing juga tetap bunyi.
Untuk kopling kalau dalam tanjakan berhenti dan jalan lagi dengan gas besar awal jalan sering sendat sendat ( glek – glek - glek ) tapi tidak bau sangit apakah itu tanda kopling sudah tipis dan bagaimana ciri - ciri kalau kopling sudah tipis.Mobil yang saya pakai merk daihatsu taruna CSR EFI thn.2000.Terima kasih atas perhatiannya. Pengirim Ayu, Semarang. Ayu Kusumaningtyas ayoe_orchid85@yahoo.com

Jawab: Gardan baru memang mahal, namun kalau mau ganti bekas, untuk mendapatkan gardan bekas yang baikpun tidak mudah. Karena gardan kalau sudah bunyi tidak bisa diperbaiki lagi, kecuali peyebabnya lager (bearing) sama halnya yang anda alami sekarang. Saya sarankan ke bengkel resmi Daihatsu di Jl Majapahit Semarang, Gejala kopling yang disampaikan bukan karena pelat kopling sudah tipis, tetapi karena per atau karet dumper di plat kopling rusak, sehingga terjadi kerenggangan ekstrem. Itulah yang menyebabkan bunyi glek glek glek. Soal gardan, kalau bunyinya belum terlalu mengganggu, saran saya pakai saja sampai bunyi tersebut terlalu mengganggu baru ganti. Sering ada truk besar yang gardannya bunyi, muatannya lebih berat dibandingkan Taruna Anda. Beban kerjanya mestinya lebih enteng dibandingkan dengan truk.

Tanya: halo Pak Martin.. Apa kabar? Saya ada sedikit pertanyaan:
1. Apa yg menyebabkan asap Panther mejadi tebal dan hitam?dan bagaimana cara mengatasinya?
2. Bagaimana mengatasi solar yg boros pada Panther,apa saja yg perlu di cek? Sekian dan terima kasih atas jawaban Pak Martin. Salam, Parman Sudrajat puas_belum@yahoo.com

Jawab: Panther berasap hitam dan tebal, biasanya karena suplay solar berlebihan sehingga tidak sebanding dengan udara yang masuk ke mesin. Suplay solar terlalu besar biasanya disebabkan oleh stelan boshpom tidak tepat (dibuat terlalu boros). Namun sebelum stel boshpom coba lebih dahulu copot saringan udara dan hidupkan. Apakah asapnya berkurang atau hilang. Kalau asapnya berkurang atau hilang maka penyebabnya karena saringan udara terlalu kotor sampai tersumbat. Maka sudah saatnya mengganti baru saringan udara baru. Setelah tanpa saringan udara masih tetap asap tebal maka coba lakukan test injektor. Kalau injektor ditest dan masih tetap berasap, coba boshpom distel ulang. Kalau masih juga berasap tabal coba periksa kompresinya. Kalau kompresi mesinnya rendah artinya ring sehernya aus. Kalau begitu harus turun mesin. Kalau asapnya sudah berkurang dengan sendirinya mesinnya bisa lebih hemat.

25 November 2007

Apakah perlu balance roda

Suara Merdeka Mei 2002.
Sugiarto, Simongan – Semarang. Kami memiliki mobil Kijang tahun 1995, dan ingin menanyakan beberapa hal.
1. Mobil tersebut kami ganti bannya dengan ban yang berukuran 185/70 R13 dan juga velk nya. Akan tetapi kalau jalan pada kecepatan kurang lebih 70 km/ jam stirnya goyang sekali, pada hal sudah balans dan sporing. Apa yang menyebabkan demikian? Apa keuntungan dan kerugian kalau kita mengganti ban standard dengan ban radial seperti diatas?
2. Kami ingin agar lampu depan mobil kami lebih terang lagi bagaimana caranya?
3. Sebetulnya apa kelebihan dan kekurangan mobil yang menggunakan platina dan mobil yang menggunakan CDI.

Jawab
Siapapun pasti tidak puas dan merasa tidak nyaman dengan mobil yang kondisinya seperti itu. Apa lagi baru pada kecepatan 70 km/ jam, dimana ini adalah kecepatan menengah yang paling sering kita gunakan. Perasaan was-was ketika mencapai kecepatan tersebut akibatnya sangat mengganggu konsentrasi pengemudi.

1. Oleh karena itu, setiap penggantian ban baru harus didahului dengan membalans sebelum dipasangkan pada mobil. Ban yang tidak balans, walaupun hanya untuk 100 gram saja sudah mengganggu roda. Kejadian pada mobil Anda menunjukan bahwa mobil shemy, penyebabnya yah ban yang tidak balans. Walaupun ada juga penyebab lainnya seperti telah terjadi keausan pada tie rod atau ball joint, namun perlu diketahui bahwa kelonggaran- kelonggaran itu terjadi hanya pada mobil yang sudah lebih dari 250.000 km jarak tempuh. Geterannya juga berbeda dengan shamy, getaran yang terjadi pada roda terasa kasar dan umumnya terjadi setelah ban menyentuh lubang atau batu kerikir. Apalagi, shemy yang anda alami sekarang tidak terjadi pada ban sebelumnya. Sebelumnya mobil tidak shemy, artinya penyebabnya hanya karena ban tidak balance.

2. Kalau mau lampu depan lebih terang, maka harus mengganti bolp yang ukuran watt lebih besar, sama halnya lampu untuk penerangan ruangan kita. Kalau mobil Anda sudah menggunakan bolp halogen, maka ganti saja dengan bolp halogen yang lebih besar. Kalau Anda mengganti bolp halogen yang watt- nya dibawah seratus watt, tidak perlu memasang reley. Namun tidak disarankan Anda mengganti lampu yang terangnnya diatas 100 watt, karena bisa mengganggu pandangan mata pengemudi mobil yang datang dari arah depan. Tetapi kalau Anda tetap mau mengganti lampu dengan wattnya diatas seratus, disarankan menambah relay, kalau tidak bisa membuat kabelnya leleh. Ketika memasang relay, berhati- hati. Kijang umpamannya, tidak bisa langsung pasang relai dengan menghubung- hubungkan kabel yang berada disekitar bolp lama. Karena sistem arder (-) tidak diambil langsung dari bodi mobil. Maka harus mengambil arus dari lampu dim. Kalau tidak dilakukan seperti ini, akan menyebabkan lampu dekat selalu putus, karena lampu suatu ketika nyala bersama- sama, lampu jauh dan lampu dekat. Hal itu akan melelehkan elemen lampu halogen.

3. Mobil yang menggunakan CDI lebih banyak untungnya dibandingkan kerugian. CDI tidak meninggalkan oksidasi arang, seperti halnya platina. Hasilnya, saat pengapian pada mobil yang menggunakan CDI selalu tetap, dan itu berdampak pada pengiritan bensin. Sebaliknya pada platina, akibat terjadi penumpukan arang atau terjadinya benjolan pada permukaan kontak plati­na, mengakibatkan saat pengapian berubah, dan tenaga mesin melor­ot. Kekurangan pada CDI adalah kalau rusak tidak tersedia semudah platina, dan CDI yang terdiri dari komponen elektro tidak tahan terhadap panas. Namun tidak perlu kuwatir, karena pengapian dengan CDI, dari tahun ke tahun sudah disempurnakan, dan tidak mudah rusak.

24 November 2007









Pak Martin yth,


terlampir saya sampaikan beberapa gambar dan foto mengenai penggunaan LPGuntun bahan bakar kendaraan.Semoga bermanfaat dan salam.

Albertus . Widiyanto

ATMI Angk-4





COBALAH MENGGUNAKAN GAS

KOMPAS, Sabtu, 21-08-1999. Halaman: 33
BAHAN Bakar Minyak yang digunakan pada kendaraan bermotor, amat berperan dalam mengotori udara. Apalagi, bila setelan mesin kurang sempurna. Mengapa tidak mencoba bahan bakar gas?
Polusi yang mencemari udara kota-kota besar seperti Jakarta, Medan, Surabaya, Semarang, dan sebagainya, selain disebabkan oleh setelan mesin yang kurang pas, juga disebabkan oleh bahan bakar minyak (BBM). Apalagi di Indonesia, belum ada ketentuan yang menetapkan agar seluruh kendaraan bermotor menggunakan BBM tidak mengandung timah hitam (unleaded fuel), dan oktannya tidak seragam.

Bahan bakar Premix misalnya, sering disebut-sebut memiliki oktan tinggi dan kandungan timah hitamnya rendah. Namun kenyataannya, banyak orang mengeluh, meski menggunakan Premix, mesin mobil masih mengelitik, tidak memberi kepuasan pemakainya. Sedangkan premium yang oktannya lebih rendah dari Premix, dulu sering dikeluhkan karena dicampur minyak tanah.

Keadaan itu semua, selain membuat boros pemakaian BBM, juga mempercepat polusi udara. Padahal, bila kita tetap boros BBM, diperkirakan selepas tahun 2010, kemungkinan besar Indonesia harus impor BBM. Ancaman ini bakal terjadi bila pola konsumsi BBM kita terus menerus boros. Pemborosan juga bisa dikaji dari besarnya konsumsi energi per unit Produk Domestik Kotor (GDP).

Atas dasar keadaan ini, kepada kita sering disarankan untuk menggunakan energi alternatif. Satu-satunya energi pengganti BBM yang sering disebut-sebut adalah penggunaan bahan bakar gas (BBG). Bahkan, selama ini disebut-sebut, cadangan gas bumi kita lebih besar dari cadangan minyak. Bahkan, begitu melimpahnya BBG, sebagian dibakar begitu saja, tidak termanfaatkan dengan baik.

Cadangan gas alam ini dihasilkan dari ladang-ladang yang ada di Jawa, Sulawesi, dan Irian. Di seluruh Indonesia, diperkirakan terdapat 8,4 trilyun kaki kubik cadangan gas alam, tersebar di Jawa, 5,2 trilyun, Sumatera 1,5 trilyun, dan sisanya di Kalimantan.

Keuntungan lain dari gas alam, selain murah harganya (hanya Rp 450 per liter. Bandingkan dengan Solar-Rp 550; Premium-Rp 1.000; Premix-Rp 1.400), juga tidak menimbulkan polusi bila digunakan untuk dunia otomotif maupun rumah tangga, dan tidak merusak lingkungan.
Perbandingan polusi yang dihasilkan bensin, solar, Liquified Petroleum Gas (LPG) dan BBG bisa dilihat pada tabel. Selama ini BBG dikenal tidak menyisakan debu, sedangkan bensin atau solar meninggalkan residu. Ini berarti, BBG mampu membuat pembakaran sempurna, benturan mesin rendah, daya tahan oli bisa tiga kali lipat karena mesin tidak harus bekerja ekstra keras, ring piston

awet, tidak menimbulkan knocking (ngelithik), busi tidak cepat kotor,
dan umur mesin bisa lebih awet. Salah satu kendala pemasyarakatan pemakaian BBG adalah, keraguan akan sistem keamanannya, takut meledak, lebih-lebih bila terjadi kebocoran. Padahal, BBG yang dipakai untuk kendaraan, sama dengan yang digunakan untuk keperluan dapur, dan berbeda dengan LPG. BBG berasal dari gas alam yang keluar dari perut bumi, setelah melalui proses "pemilahan" dari air, mineral dan sebagainya, lalu diambil gas methan-nya.

Hasil inilah yang digunakan untuk bahan bakar kendaraan, dapur dan industri. Dengan demikian, bila terjadi kebocoran, gas akan hilang di udara terbuka. Sedangkan LPG, merupakan hasil penyulingan minyak, sehingga tingkat kepekaannya terhadap api makin besar.
Selain itu, jumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) belum begitu banyak, hanya ada di beberapa tempat, sehingga agak menyulitkan pemakainya. Sejauh ini baru ada 26 SPBG, Jakarta (18), Surabaya (4), Medan (2), dan Palembang (2). Namun, dalam waktu dekat Pertamina sudah merancang untuk menambah sejumlah SPBG dan mengurangi SPBU. Paling tidak akan beroperasi tiga SPBG baru yaitu Cirebon (2) dan Cikampek (1).

Tabung penyimpan gas juga masih menjadi persoalan. Bila tangki yang bila diisi cairan mampu menampung 75 liter, maka tabung gas cuma bisa menyimpan 200 bar atau setara dengan 17 liter premium. Bila dipasang pada Kijang, lalu dijalankan dalam kota dan AC hidup terus, ia bisa mencapai 120 km. Bila "disetujui", salah satu jok belakang bisa dikorbankan untuk menambah lebih dari satu tabung BBG.

Bagaimana gas bisa ditampung di mobil? Prinsip kerja yang digunakan adalah menggunakan perubahan tekanan. BBG yang ada di tangki induk di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG), disalurkan lewat kompresor, diterima tabung-tabung bertekanan tinggi antara 200-300 bar (2.900-4350 psig), lalu disalurkan lewat dispenser setelah tekanan diturunkan menjadi 200 bar. Dengan cara ini, pengisian BBG ke mobil di SPBG hanya memerlukan waktu 3-6 menit.
Untuk bisa menggunakan BBG, sebuah mobil memerlukan alat tambahan (conversion kit), dan tabung. Untuk memasang alat ini berikut tabung dan "saklar" otomatis, diperlukan biaya 750 dollar AS. Bila satu dollar AS = Rp 8.000, maka diperlukan dana sekitar Rp 6 juta. Biaya itu termasuk garansi enam bulan. Pemasangan untuk Kijang di PT Sugiron Citra Teknologi, hanya diperlukan dua jam.

Kini, kita bisa membuat kalkulasi sendiri. Bila setiap bulan mobil menghabis-kan 200 liter premium, atau sama dengan Rp 200.000, maka bila menggunakan BBG hanya keluar biaya Rp 90.000. Selain keuntungan ekonomis, mesin yang menggunakan BBG tentu lebih awet, karena tempat penyimpanan gas tertutup rapat, tidak memungkinkan masuknya air atau debu.
Sekali lagi, persoalan belum populernya BBG lebih karena kurang dikenalkan ke masyarakat. Masyarakat sendiri masih mengira, BBG tidak aman. Padahal, kenyataannya tidak demikian. BBG tidak sebahaya yang dibayangkan. Negeri maju seperti AS, sudah lama menggunakan BBG, dan belum pernah terdengar ada kecelakaan karena tabung BBG meledak. (Martin Teiseran, ahli mekanik/ Tonny D Widiastono)

23 November 2007

PERSAINGAN TEKNOLOGI HONDA DAN TOYOTA

KOMPAS, Kamis, 29-08-1996. Halaman: 21

HONDA dan Toyota, kedua perusahaan mobil ini sering berlomba memperkenalkan teknologi maju, khususnya untuk meramaikan pasar mobil di Indonesia. Kedua merek ini pulalah yang silih berganti menguasai pangsa pasar sejak tahun 70-an.

Mula-mula, Toyota menguasai pasar sedan karena ketangguhan mesin seri K sampai tahun 80-an, kemudian diambil alih Honda dengan sistem FWD (Front Wheel Drive), dan saat ini rasanya Toyota masih unggul dengan twin cam multivalve. Bagaimana upaya Honda merebut kembali pasar sedan dengan mengeluarkan Vtec, hasilnya masih harus ditunggu.

Kalau dahulu orang tidak terlalu pusing dengan bahan bakar (BB),maka seiring dengan kenaikan harga BB maka tuntutan akan teknologi yang menghasilkan mesin yang tetap bertenaga tetapi irit BB menjadi kenyataan. Sehubungan dengan itu, maka bagian penting yang terus-menerus mengalami perubahan pada sebuah mesin mobil adalah saluran masuk bahan bakar dan saluran pembuang sisa pembakaran, serta tentunya sistem kelistrikan.

Pada mesin empat tak, klep-klep dan saluran masuknya BB-lah yang memegang peranan. Karena dengan mengatur bagian ini, mesin akan menjadi efisien, hemat bahan bakar, akan tetapi tetap menghasilkan tenaga yang bisa optimal. Berbagai upaya ringan sudah dilakukan seperti mengubah manifold agar bahan bakar yang masuk lebih lancar atau mengubah pipa-pipa gas buang (knalpot) untuk mempercepat laju mobil di jalan yang datar.

Perubahan-perubahan yang lebih mendasar untuk menaikkan tenaga mesin biasanya dengan cara mempercepat dan memperbesar volume udara yang masuk ke ruang bakar mesin lewat klep-klep. Mesin dilengkapi dengan turbo agar volume udara yang masuk ke ruang bakar menjadi lebih besar, sebanding dengan bahan bakar. Banyak mesin memasang tambahan cyclone, sebuah alat yang dipasangkan pada lubang pemasukan bahan bakar (inlet) agar udara lebih terarah masuk ke ruang bakar, cepat ibarat angin cyclone.

Upaya ini memang menaikkan tenaga mesin, namun di sisi lain tidak menjamin penghematan bahan bakar karena pengaruh unsur pengemudi cukup besar. Untuk mengantisipasi hal-hal yang bersifat nonteknis ini maka sekarang muncul beberapa teknologi yang sifatnya nyaris engine management, menyatukan semua keunggulan kerja mesin untuk mencapai tingkat efisiensi terbaik.

Maka sekarang muncul management sistem klep (pemasukan bahan bakar) dan management sistem pengapian. Karena kedua bagian ini, memang menjadi bagian penentu kinerja mesin. Banyak mesin saat ini menggunakan empat (4) klep untuk setiap silindernya. Dua untuk pemasukan bahan bakar,dan dua untuk pembuangan sisa gas pembakaran, karena terbukti mesin denganklep banyak sangat andal dan efisien pada saat mobil dipacu pada kecepatan tinggi.

Namun tidak demikian pada kecepatan rendah, karena pada kecepatan rendah tidak dibutuhkan sedemikian banyak bahan bakar, maka harus diatur agar pada kecepatan rendah hanya sedikit yang suplai. Maka, diupayakan mesin-mesin yang pada putaran rendah ada klep yang tidak bekerja, alias tidak membuka, dengan sendirinya bahan bakar yang masuk menjadi lebih sedikit.

Mula-mula Toyota memperkenalkan adjustable valve yang bekerjanya berdasarkan tekanan oli, dipasangkan pada mesin DOHC 4 klep untuk setiap selindernya. Di saat RPM mesin rendah, satu klep masuk (udara+bensin) tidak membuka sehingga BB hanya masuk 1/2 nya dan tentunya sistem ini dikontrol pula dengan sebuah komputer mini. Sistem ini meletakkan filter, (peralatan yang prinsip kerjanya mirip cara kerja sebuah dongkrak hidrolik antara cam shfat dengan valve, antara noken as dengan klep).

Pada saat pengemudi menaikkan tenaga atau kecepatan mobil, maka pada saat itu tekanan oli menjadi lebih besar sehingga oli akan menekan filter dan satu lagi klep masukannya bisa membuka. Dua-dua klep masukan membuka. Sebaliknya pada saat RPM rendah, filternya mengkerut dan salah satu klep masukan tidak membuka.

VTEC Honda
Adalah menarik untuk dikemukakan di sini teknologi penggerak klep yang saat ini diperkenalkan oleh Honda dengan istilah Vtec. Walaupun mesin-mesin Honda yang dipasarkan di Indonesia tetap bertahan dengan SOHC, Honda saat ini juga menggunakan multivalve, 4 klep untuk setiap silinder.

Untuk menjaga performa mesin agar tetap optimal, baik untuk putaran mesin rendah maupun putaran tinggi serta untuk memperoleh penggunaan bahan bakar lebih ekonomis, maka Honda memperkenalkan Vtec yang mengatur membuka dan menutupnya klep masuk. Walaupun setiap silinder memiliki 4 klep, tetap pada saat putaran mesin rendah, sebuah klep masukan secara otomatik tidak membuka.

Hal ini dimungkinkan karena tiga klep yang bekerja secara mekanikal, artinya akan membuka dan menutup selama mesin hidup, tidak demikian satu klep masukan. Klep tersebut baru membuka pada saat putaran mesin mencapai 2.000 rpm, atau baru bekerja untuk kecepatan tinggi. Ada sebuah as pada klep yang lain, yang masuk ke klep yang diamm itu dan kemudian ajak sama-sama membuka. Dengan demikian, diharapkan bisa terjadi penghematan bahan bakar pada kecepatan rendah sekaligus mempertahankan kinerja mesin yang tetap prima pada kecepatan tinggi.

Teknologi pengaturan klep Vtec-nya Honda ini menggunakan tekanan oli untuk mengatur bekerjanya klep masukan dan menyerupai cara kerja transmisi otomatik. Kalau tekanan oli tinggi karena rpm mesin naik, maka klep yang satu akan menggandeng klep yang diam dan sama sama membuka.

Membuka dan menutupnya klep tersebut tergantung dari sensor rpm mesin yang memberikan sinyal lewat komputer untuk mengatur besarnya tekanan oli. Kalau mesin mencapai atau melebihi 2.000 rpm, maka tekanan oli akan naik dan secara hidrolik akan menekan sebuah mekanisme klep dan secara spontan menggandeng rocker arm dan terjadilah gerakan membuka klep tersebut. Sebaliknya, saat rpm turun dan kurang dari 2.000, mekanisme itu akan melepas dengan sendirinya dan klep tidak membuka.

Dengan demikian, volume bahan bakar diatur menurut kebutuhan putaran mesin. Pada putaran rendah sedikit saja bahan bakar yang masuk, karena klep masukan cuma satu yang bekerja. Sedangkan pada saat kecepatan tinggi, di mana mesin membutuhkan bahan bakar lebih banyak, maka klep masukan cuma satu yang bekerja. Sedangkan pada saat kecepatan tinggi, di mana mesin membutuhkan bahan bakar lebih banyak, maka klep masukan semuanya membuka. Dengan cara ini, diharapkan mesin menjadi efisien, lebih ekonomis dan hemat bahan bakar.

VVT-i Toyota
Karena teknologi terus berkembang, para ahli tidak puas dengan cara kerja yang hanya membuka dan menutup klep, tetapi lebih menginginkan sebuah teknologi yang lebih varian dan integral.

Artinya, pemasukan volume bahan bakar bisa tersuplai sesuai semua tingkat beban/kecepatan dan selaras dengan rpm mesin. Tentunya hal ini membutuhkan semacam management antara gerakan cam shaft dan tekanan oli serta klep mirip dengan cara kerja transmisi otomatik yang sempurna, yang tidak mengesankan adanya perpindahan gigi-gigi, mulus dan lancar.

Keunggulan teknologi membuka dan menutup klep masukan ini dapat dikatakan luar biasa, karena bukan saja mengatur BB pada rpm rendah, akan tetapi rpm yang tinggi bisa bekerja melebihi cara cam shaft yang konvensional.

Hal ini dimungkinkan oleh tiga peralatan yang dipasangkan pada sistem penggerak klep, yaitu ECU, OCV dan VVT. Ketiga komponen tersebut membentuk suatu "tim kerja" dengan tugas masing-masing yang terkordinasi.

ECU (Electronik Contron Unit), sebagai otak yang menganalisa kemudian mengatur tingkat efisiensi. Lewat sensor yang dipasangkan pada air flow meter, yang digerakkan oleh pedal gas yang diinjak, memerintahkan keinginan si pengemudi. Pada saat yang sama, memerintahkan OCV (Oil Control Valve) untuk mensuplai sejumlah oli ke VVT (Variable Valve Timing).

Dengan demikian, akan didapat lama pembukaan katup mulai dari30-60 derajat. Pada putaran rendah, pembukaan katup hanya 30 derajat, sedangkan pada putaran tinggi, lama pembukaan klep bisa sampai 60 derajat.

Secara sederhana, dapat dipahami bahwa satu putaran cam shaft sebesar 360 derajat, maka pada mesin 4 silinder sudut membukanya klep antara 50-52 derajat, dan hal itu sudah merupakan paten pada cam shaft yang tidak menggunakan VVT.

Namun tidak demikian pada mesin yang dilengkapi dengan VVT,sudut membukanya bisa diatur dari 30-60 derajat. Dengan demikian,memungkinkan karena pada puly yang ada pada ujung cam shaft ada sistem otomatisasi seperti tampak pada gambar. Dengan cara ini, di samping bisa meningkatkan penghematan BB antara 6-10 persen, juga mengurangi kadar gas beracun seperti CO, NOx.
(Martin Teiseran, pengamat otomotif tinggal di Semarang)

Foto:

DOHC
Mesin DOHC yang dilengkapi dengan VVT - i System (Variable Valve
Timing - Intelligent). Dengan menggunakan Helical spline, waktu membuka
dan menutup intake valve (klep masukan) bisa dipercepat atau diperlambat
tergantung beban dan kecepatan mobil, dengan demikian bahan bakar bisa
diatur seirit-iritnya.

Foto:

VTEC
Mesin VTEC menghasilkan tenaga lebih besar dengan pemakaian bahan
bakar lebih efisien. Pada rpm rendah, satu katup isap tetap tertutup
untuk mempertinggi pembakaran di ruang bakar. Pada putaran mesin
menengah dan tinggi, mesin mengubah timing, lift dan durasi dari katup
isap sehingga meningkatkan torsi dan tenaga.

Gambar akan di tampilkan jam 10 siang.

22 November 2007

Iritkah 1:10 Lancer 91?

Suara Merdeka 21 Nopember 2007

Tanya: Dear Mr.Martin, saya punya Lancer 91' GLX,di sini saya mau menanyakan beberapa hal: mesin dingin mobil tidak bisa langsung stasioner, jadi harus injak pedal gas atau tarik choke dan tunggu sampai mesin benar-benar panas. Kalau belum benar-benar panas, pedal gas di lepas atau tidak di choke RPTA berkisar 500 ke bawah(tidak stasioner) dan kadang mesin mati. Jadi harus benar-benar panas mesinnya. Setahu saya untuk semua mobil meskipun keadaan mesin dingin,begitu di stater nyala, langsung bisa stasioner. Kondisi demikian karena apa? Catatan:RPTA mobil saya 800-900.

Bisa nggak untuk Lancer 91' GLX milik saya untuk lebih irit BBM? Gimana caranya, karena selama ini perkiraan saya 1:10 kondisi AC nyala. Gimana caranya agar Lancer saya lebih bertenaga dan tidak berkesan berat lari nya? Fiki Astria piqy_imoet@yahoo.co.id

Jawab:
Kalau Lancer ini masih memakai karburator, sebaiknya karburatornya di servis. Selain itu, coba beri oli pada kabel cuk, biar tidak seret dan di dekat karburator ada per untuk menarik kembali kabel cuk. Per nya dibuat lebih pendek agar lebih keras. Nanti saya emailkan alamat bengkel yang biasanya berhasil mengatasi keluhan anda. Tentang BBM menurut saya sudah cukup baik, untuk mobil seusia 16 tahun. Mobil ini sepertinya dibuat irit, sehingga tarikannya juga agak berat. Coba periksa saringan udaranya, kalau kotor mending ganti baru.

Tanya: Saya mau minta tolong penjelasan lagi nih kepada Bapak tentang mobil Taruna thn 2000 EFI saya yang kalau jalan dengan gigi perseneleng 4 dan mau pindah ke 3 harus jalan pelan sekali ( 25 km/jam ) pemindahan gigi bagus tdk bunyi tapi kalau lebih dari itu bunyi grek
Untuk power steering kok ada bunyi dengung ( nguung ) ya apakah itu normal.
Saya pernah pakai olie Pertamina Prima XP baru 3500 km kok sudah hitam sekali ya padahal menurut informasi bisa sampai 5000 km,dan saya sampai dgn km tsb tdk nambah olie ( tdk berkurang ). Bagaimana ciri atau tanda – tanda timing belt sudah mau putus.
Sekalian mau tanya dimana bengkel khusus gardan yang baik untuk memperbaiki gardan yang bunyi dan kira – kira biayanya berapa. annya. Ayu ayoe_orchid85@yahoo.com

Jawab: Coba periksa stelan free play kopling. Ketika mau start, kalau baru sedikit angkat kaki kopling sudah bergerak artinya free koplingnya terlalu besar harus distel ulang sampai, angkatan kaki 50-70% baru mobil bergerak. Kita anggap jarak min sampai max pedal kopling 100%.

Apakah ketika melepas pedal kopling ada getaran, khususnya ketika mau start? Kalau demikian plat kopling sama clutch cover (blindes) tidak rata. Periksa kondisi kopling. Terakhir mungkin syncromis ringnya aus. Tandanya waktu pindahan gigi ada bunyi grak. Namum umumnya setelah mobil jalan diatas 150.000 km. Oli Warna agak kotor tak masalah, apalagi tidak perlu tambah oli. Artinya kondisi mesin baik. Timing belt mau putus tidak ada tanda-tanda. Yang penting mengganti diantara 50.000 km. Mengingat cuaca panas dan kondisi pemakain yang sering berangkat berhenti pada jarak lebih ppendek. Soal gardan, mesti hati- hati. Kalau ganti baru sebulan dua bulan belum ada bunyi, walaupun stelan tidak tepat. Saran saya ke bengkel Daihatsu, atau bengkel yang bisa memberikan jaminan.

21 November 2007

Asap tebal dipagi hari

Kedaultan Rakyat Maret 1996
Saya memiliki sebuah sedan lama tahun 1977. Mobil tersebut selalu terawat dengan baik. Saya ingin bertanya sebagai berikut:

1. Kalau lama tidak dipakai, waktu dihidupkan asap banyak sekali ( walaupun ukuran oli sudah dikecilkan).
2. Busi dan platina sering sekali minta ganti karena benjol dan businyapun cepat mati.
3. Waktu menanjak mesin kehilangan tenaga, sehingga perlu pakai gigi 2. Saya minta saran untuk mengatasi hal tersebut.

Jawab:
1. Daihatsu Felow Nax masuk kelompok mobil system 2 tak. Sehingga tidak menggunakan oli mesin yang tertampung di karter seperti umumnya pada mesin 4 tak. Contohnya pada motor roda 2 seperti Yamaha yang 2 tak dengan Honda yang 4 tak. Kalau asap tebal hanya pada saat setelah parkir lama, bisa jadi penyebabnya hanya terletak pada system suplay oli "samping". Coba diperiksa apakah saat berhenti oli tetap mengalir? Kalau demikian mungkin klep otoma­tisnya sudah tidak normal. Memang masih ada oli sisa, sehingga ada asap waktu hidup di pagi hari.


2. Busi dan palatina yang sering rusak, bisa karena stelan mesin yang tidak tepat. Ulangi stel perbandingan udara dan bensin. Putarlah setelan udara sampai mencapai RPM yang paling tinggi. Atau dengan cara, sekrup stelan udara diputar ke kiri sampai suatu saat mesin mau mati, kemudian putarlah sebaliknya sampai mesin juga mau mati. Campuran yang ideal terletak pada tengah dari kedua titik tersebut. Hal lain penyebab platina rurak adalah karena kondensatornya sudah rusak. Maka bisanya kalau mengganti platina harus sekali gus dengan kondensornya.

3. Kalau stelan mesin sudah betul dan mesin tetap tidak bertenaga maka penyebabnya mungkin kompresi sudah lemah. Tetapi seperti yang anda sebut, kalau gigi 2 bisa untuk menanjak juga menandakan mesin masih bagus.

Sebagai pemilik mobil sedan Toyota Crown 2.8 tahun 1982 ingin saya menanyakan beberapa hal kepada pengasuh rubrik otomo­tif.
1. Berapa derajat pengapian yang tepat dan berapa kecepatan maksimum dari mobil tersebut?
2. Jika diganti dengan pengapian CDI (tanpa platina dan konden­sora), juga menggunakan kabel busi 8 mm (mega power) begitu pula coil mega power yang katanya bisa menghasilkan kekuatan 70.000 volt dan kondisi mesin baik, apakah dapat dipastikan power mesin tersebut bisa bertambah? Bensinyapun bisa lebih irit? Salmi Wibowo SH, Perumahan Gading Sari II/19 Yogyakarta, 55293.

Jawab:
1. Menurut buku petunjuk bagi pemakai tertulis pengapian Toyota Crown 2.8 pengapian kalau menggunakan premium 8 derajat sebelum TMA(Titik Mati Atas), sedangkan kalau Anda menggunkan Premix sekitar 13 derajat. Kecepatan mobil seperti Crown kalau lagi sepi bisa sampai 180 km/jam bahkan lebih. Kalau hanya 100 km/ jam pasti aman, asal bagian roda dan remnya beres.

2. Penggunaan koil yang baik bisa menjaga pengapian stabil. Tetapi sampai 70.000 Volt perlu pengujian. Banyak hal mempengaru­hi performa mesin. Kondisi mesin dan karburator juga penting. Kompresi yang sudah lemah dan karburator yang sudah tua membuat mesin boros.

Tanya.
1. Kami mempunyai Hi Jet 1000 1984, pernah dikorter menjadi over size 50. Setelah dipassangkan kembali ada bunyi Klok- klok- klok......pada saat mesin stasioner. Kata montir bunyi noken as. Apa akibatnya kalau bunyi ini dibiarkan tanpa mengganti noken as?

2. Kalau dalam kecepatan 70 - 80 km/jam dan menghantam kubangan air mesin langsung mati dan karburator banjir. Apa sebabnya?

3. Temperatur mesin menjadi tidak stabil. Kalau berjalan mendaki jarumnya menunjuk ke posisi setengah dan mesin lalu tidak bertenaga. Kalau menurun jarum mesin turun ke arah C, dan bila jalan di jalan datar posisi jarum 1/4. Jarum juga tidak stabil kalau ada hujan dan panas. Apa pengaruhnya pada umur mesin? Bambang Tri Sutrisno, Jl KS Tubun E2, Slawi Tegal, 52415

Jawab:
1. Tentang bunyi pada mesin harus hati- hati. Kalau pedal gas mobil Anda tambah bunyi tidak bertambah keras bisa dikatakan aman, karena bunyi bukan pada bearing kruk as (Metal). Pada saat stasioner ada bunyi klok- klok- klok...... dan kalau digas hilang bisa jadi bunyi karena noken as, bisa juga bunyi pin piston kocak. Perlu ditanyakan lagi pada montir apakah juga memperbaiki pin piston? Semua bunyi pada mesin yang tidak normal bisa merusa­kan mesin, cepat atau lamabat tergantung cara pemakaian dan pemeliharaanya. Kalau setiap 1000 km Anda harus menambah oli 1 liter, sedangkan tidak ada tetesan oli, bisa menandakan pekerjaan perbaikan tidak berhasil, OH mesin perlu diulangi.

2. Kalau mesin mati waktu lewat kubangan air, berarti ada kabel- kabel tegangan tinggi yang tidak beres. Apakah plat talang air di bawah mesin sudah dipasang kembali? Kabel- kabel tegangan tinggi khususnya disekitar koil dan distributor harus aman dari air, mengingat busi dan kabel busi pada Hi Jet 1000 terletak di samp­ing bawah.

3. Temperatur mobil Anda normal, tetapi mungkin thermostatnya sudah dilepas maka temperaturannya tidak beraturan, tidak stabil. Coba minta dipasangkan kembali. Panas mesin yang selalu turun naik akan mengakibatan kerusakan pada selinder dan ring piston. Kalau mesin tidak bertenaga sebaiknya mesin diperiksa kembali, apalagi ada bunyi yang tidak normal.

20 November 2007

DIFFERENTIAL (GARDAN MOBIL)

Kedaulatan Rakyat Nopember 1994
Gambar akan ditampilkan jam 10:00 nanti
Kalau Anda ingat waktu SMA sebagian besar murid tidak senang dengan pelajaran differential khususnya yang tamat pada tahun enam puluhan. Kalau tidak hobi terhadap mata pelajar­an ini pasti mendapat angkah merah. Salah satu bagian dari mobil juga bernama diffrential yang oleh montir dinamai gardan. Kerewe­lan pada bagian ini biasanya dikatakan "gardan bunyi" atau "gardan rontok". Bagian mobil ini memang termasuk paling sulit khususnya menyangkut prosedur penyetelan gigi gardan yang terdiri dari ring gear dan drive pinion. Penyetelan pada bagian ini harus menggunakan alat-alat pengukur seperti timbangan dan cat. Berapa berat gesekan putaran sesuatu bagian setelah dikeraskan dengan kunci juga dalam ukuran kekerasan berapa besar Kg/cm2. Kalau sudah menyangkut penyetelan kedua bagian ini penulis sarankan untuk dikerjakan saja pada bengkel- bengkel dealer atau montir yang sudah berpengalaman dengan catatan mempunyai peralatan lengkap.Permulaan penulis terjun ke bidang perbengkelan mobil yang pertama diuji adalah pekerjaan ini. Gardan dari sebuah Hi Ace yang sudah berulang kali dibawa keluar bengkel, diperintahkan untuk diatasi. Upaya apapun yang dipakai selalu gagal dan ini lebih mempertegas bahwa gardan yang sudah bunyi tidak mungkin bisa diperbaiki lagi. Bagi kita yang penting adalah mengetatahui apa sebenarnya yang menyebabkan sampai gardan rusak. Berikut ini beberapa saran dan petunjuk, perhatikan gambar:
1. Real Axle Housing, bagian ini dapat dikatakan sebagai tumpuan berat muatan mobil, karena letaknya dibagian roda belakang, khusunya pada mobil muatan atau minibus. Pada mini bus jarang ditemukan bagian ini bengkok, kalaupn terjadi bengkok maka hal itu disebabkan oleh tabrakan. Pada truk sering ditemukan bagian ini bengkak. Hal ini disebabkan oleh muatan yang melebihi kapasitan. Bengkoknya bagian ini akan merusak as roda bahkan berusak pula gigi gardan. Untuk menghindari hal ini maka dalam memberikan muatan pada mobil harus memperhatikan kondisi per balakang. Kalau per sampai menyentuh menyentuh differential housing, resiko bengkok sangat besar.

2 dan 4. Gasket. Sebagai bagian untuk menghambat kebocoran oli gardan bagian ini juga penting. Kalau bocor akan mengakibatkan pelumasan pada gigi gardan tidak sempurna yang buntutnya kerusa­kan pada gigi gardan. Gunakan gasket standard atau kertas gambar, jangan menggunakan karton tebal.

3. Differntial Carrier. Gigi differential dipasangkan pada bagian ini. Untuk penyetelan ulang atau penggantian gigi baru bagian ini dilepaskan dari differential housing. Setelah dibersihkan dari sisa-sisa oli lalu dipasangkan pada tanggem. Untuk membongkar dan menyetel bagian ini perlu petunjuk khusus.
5. Differential Ring Gear and Drive Pinion gear Kit. Dinamakan kit karena untuk memperbaiki differential cukup dengan mengganti bagian-bagian ini. Pada beberapa merk mobil banyak barang tiruan. Harganya selisih jauh. Walaupun tidak semua barang tiruan itu buruk namun Anda perlu berhati- hati untuk membeli kit ini. Repotnya pula umumnya toko tidak mau menerima kembali gigi yang sudah dicoba, walaupun pada penyetelan masih bunyi. Maka lebih baik membeli yang orisinil. Untuk lebih aman lagi, kendaraan Anda bawah ke bengkel dealer karena mereka akan memasangkan yang orisinil dan memberikan jaminan untuk suatu jangka waktu atau kilometer tertentu. Karena harga kit differential itu mahal maka sangat disarankan untuk tidak mudah memutuskan untuk membongkar kalau mendengar suatu gejala bunyi. Untuk memastikan lebih baik Anda mencoba dengan menjalankan mobil pada jalan datar. Pada kecepatan 40 samapi 80 kilometer/jam, perhatikan; kalau gigi gardan rusak maka pada setiap menambah kecepatan ada bunyi dan waktu melepaskan pedal gas model bunyi pertama hilang dan muncul model bunyi kedua. Bunyi juga bisa disebabkan oleh rusaknya bearing roda dan permukaan ban. Bunyi yang ditimbulkan oleh kedua bagian ini lain dan sangat jelas pada saat kecepatan 80 sampai 100 km/jam gigi transmisi Anda freekan.

Sangatlah penting sebelum membongkar bagian ini, mengadakan penelitian yang saksama. Kurangnya pengalaman bisa mengakibatkan usaha perbaikan tidak menemui hasil yang diinginkan. Maka pemeriksaan penyebab bunyi seperti ban dan bearing roda serta bunyi knalpot perlu diteliti satu persatu. Melanjuti tulisan minggu lalu tentang judul ini maka kita perhatikan kembali urutan gambar minggu lalu.

6. Bagian dari differetian carrier ini untuk mengancing salah sisi dari bearing ring gear. Ulir pada bagian ini memudahkan mintir menyetel bidang singgung dengan drive pinion. Hasil penyetelan dari bagian ini tidak bisa langsung jadi karena kalau tampak bidang yang bersinggungan tidak baik maka penyetelan harus diulangi dari pertama lagi yaitu melepaskan drive shaft. Ini hanya sekedar suatu gambaran singkat rumitnya penyetelan differ­ential mobil.

7. Kedua bearing yang mengancing drive shaft ini harus diganti kalau waktu membongkar tampak ada titik- titik hitam atau sudah berwarna kehitaman karena dengan tetap menggunakan bearing seper­ti ini hasil penyetelan yang sudah baik akan berubah menjadi kendor lagi dan mempercepat keausan bahan bearing, akibatnya akan membuat drive shaft maju dan mundur dan merusak bidang singgung antara ring gear dengan drive gear.

8. Oil seal yang terletak di bagian ujung dari dari differential housing ini berfunggi mencegah agar oli tidak habis. Kalau Anda menemukan di sekitas bagian ini ada basah akibat rembesan oli sebaiknya segera mengganti seal baru. Lepaskan propeler shaft dan kendurkan mur yang mengancing drive gear. Untuk melepaskan mur ini harus menggunkan kunci momen. Perhatikan untuk sampai bisa kendur membutuhkan momen berapa kg/cm2. Hal ini penting untuk waktu pemasangan kembali. Kekerasannya harus sama. Karena beda besarnya maka kekerasan pengancingannyapun berbeda. Kalau Anda ragu-ragu sebaiknya bertanya ke dealer merk mobil tersebut.Memesangkan seal ini harus duduk dengan baik dan rata. Bersihkan differential carrier sehingga waktu seal masuk tidak terjadi kebocoran. Boleh juga menggunakan sedikit cairan gasket pada sisi luar dari seal. Pada mobil yang sudah tua, bisa terjadi bahwa walaupun prosedur pemasangan sudah betul tetapi oli tetap bocor. Selanjutnya perlu memperhatikan Universal Joint Flange.

9. Universal joint flange ini adalah bagian yang meneruskan putaran propeler shaft ke differential disampinng itu ia juga berfungsi sebagai penyumbat agar oli tidak keluar. Bagian ini selalu berputar sesuai dengan putaran proper shaft. Walaupun terbuat dari baja ia juga aus termakan oleh seal yang terpasang pada ujung differential carrier. Hal inilah yang menyebabkan oli terus keluar walaupun sudah mengganti dengan seal baru. Untuk mengatasi kondisi seperti ini biasanya montir melepaskan per yang ada pada seal dan mambuatnya menjadi lebih pendek. Sepintas lalu bisa mengatasi tetapi tidak tuntas, karena karet dipaksa menyesuikan dengan bagian yang sudah menyecil. Tindakan yang paling aman tentu dengan mengganti flange baru. Penulis menyrankan lakukan 2 tindakan: Pertama, seal baru pemasangannya tidak tepat pada dudukan seal yang lama. Artinya digeser maju atau mundur sekitar 1 mm. Kedua sisi dalam flange dibuat lebih pendek 1 mm juga atau menempatkan satu ring baja setebal 1 mm (harus ring baja) pada ujung dalam. Tindakan ini juga dimaksudkan untuk menggeser bidang yang sudah aus tidak lagi bersinggungan dengan seal. Dengan tindakan ini hasilnya lebih bagus.

10. Differential pinion atau montir menyebutnya gigi satelit. Gigi ini yang mengatur supaya pada saat mobil menikung kecepatan roda kiri dan kanan bisa saling menyesuikan diri. Roda pada sisi sudud dalam harus lebih lambat putarannya dibandingkan dengan putaran bagian luar. Keausan pada gigi ini biasanya menimbulkan gejala pada saat mobil mau berangkat atau pada saat berjalan kalau mau menambah kecepatan atau memperlambat ada bunyi akibat kelonggaran. Ini bisa disebabkan oleh ausnya as pinion atau specer. Montir biasanya mengatasi dengan mengganti as baru dan memberi lapis lebih tebal pada side gearnya.

11. Mur pengancing drive shaft ini sering kurang diperhatikan. Tidak terlintas untuk memeriksa apakah masih terkancing dengan baik terutama pada mobil muatan. Kalau mur ini kendor akan menga­kibatkan drive shaft bergerak maju dan mundur. Akibat dari gerak­na ini maka terjadilah perubahan bidang singgungan pada ring gear dengan drive shaft. Mula- mula akan terjadi bunyi dengung dan suatu saat bahkan gigi- gigi di dalam differential bisa rontok.Sangat dianjurkan pada truck besar setiap 3 sampai 6 bulan memer­iksa kekerasan mur ini dan setiap tahun pada kendaraan ringan. Differntial yang terawat dengan baik bisa bertahan sampai lama dengan sendirinya tidak perlu menguras kantong Anda.

19 November 2007

Tangki Bensin Mau Dibedah

Pak Martin, saya mau tanya tentang mobil saya, Taruna CSR thn 2000, yang dalam kondisi sudah panas, RPM stationer menunjukkan angka 0,7 (700) dan bila saya pakai AC, maka RPM naik sampai 900. Apakah ini terlalu rendah? Bila sedang jalan dan pada tarikan gigi 3, maupun gigi 4, mesin ngiklik walaupun tidak pakai AC. Apakah ini normal? Dan apabila menggunakan AC, tarikannya menjadi lebih berat, tidak bertenaga. Kondisi AC baik/dingin. Perlu saya tambahkan bila berjalan antara 60 km/jam, kadang-kadang tersendat (bensin seperti tidak lancar), pernah disarankan oleh dealer, tanki harus dibedah/dibedhel untuk dibersihkan lumpurnya. menurut Bapak, apakah ini perlu? Untuk Oli, jenis apa yang sebaiknya digunakan? Selama ini saya memakai Prima XP, dan harus diganti setiap berapa KM? (saya ganti oli tiap 4000 km.) Demikian pertanyaan saya. Atas perhatian dan jawabannya saya ucapkan terima kasih. Ayu Kusumaningtyas ayoe_orchid85@yahoo.com

Jawab
Sdr Ayu, soal RPM mesin, kalau AC dihidupkan memang RPM harus naik karena mobil dilengkapi dengan idle up. Ketika rpm stasioner tanpa ac tenaga mesin cukup, karena belum diberi beban. Tetapi waktu pakai ac menjadi tidak cukup maka perlu menaikan rpm menggunakan idle up. Pada mobil anda, karena tenaga mesin kecil maka saran saya, rpm distel 1000 supaya tarikan pertama ada cukup tenaga.

Terjadi bunyi ngiklik pada tarikan gigi 3 atau empat bisa dua penyebabnya. Pertama karena rpm sudah terlalu rendah baru ditarik (pindah gigi), maka sarannya, kalau mau pindah gigi, rpm sudah tinggi baru pindah, diatas 3000 (RPM setengah lebih seturut angka pada meter kombinasi. Di meter rpm ada batas merah, nah setengah lebih sebelum batas merah tersebut). Kedua oktan bahan bakar kerendahan, coba pakai pertamax. Terakhir periksa pengapian. Mesin menjadi berat setelah pakai AC karena pada dasarnya mesin kurang bertenaga. Bisa disebabkan oleh CC mesin kecil kedua bisa karena oktan bahan bakar rendah. Pernah untuk mengatasi hal itu pihak bengkel mengganti puly kompresor AC yang berada pada kruk as (Crank shaft) agar beban mesin tidak terlulu besar.

Kalau tangki kotor ada lumpurnya maka biasanya saringan bensin tersumbat. Oleh karena itu coba perhatikan apakah ada lumpur ketika membersihkan saringan bensin. Kalau sering terjadi seperti itu maka benar tangki harus dibersihkan. Sebaliknya bila tidak ada lumpur di saringan artinya tangki tidak ada lumpur. Mengapa tangki harus dibelah? Mungkin maksudnya hanya diturunkan dan kemudian dibersihkan (dikocok) dengan bensin. Jangan sekali- kali membelah tangki bensin, karena sekali belah dan kemudian mengembalikan pakai las akan menimbulkan biang karat, dan karat inilah yang pada kesempatan laian malah menyumbat saringan bensin sehingga mesin nyendal. Tangki yang sudah pernah di belah akan cepat dihinggapi karat, kecuali memang tangki sudah bocor. Saya juga mengggunakan oli Prima XP pada Avanza dan Vios, dan menggantinya setiap 5000 km dan mengganti filter oli setiap 10.000 km.

18 November 2007

Kena Hujan Mogok

Kedaulatan Rakyat April 1996.
Rubrik otomotif Bung Martin menjawab memberi kesempatan baik bagi saya untuk mengeluarkan uneg-uneg sehubung dengan persoalan mobil Suzuki 1985 Station Carry 1000.Saya beli sebelum musim hujan. Jadi pada waktu dicoba tidak ada masalah, setelah tiba musim hujan, kendaraan sering dipakai hujan-hujan. Tetapi di tengah jalan pulang, tiba-tiba mobil saya mogok gara-gara roda menginjak genangan air yang agak dalam. Entah air tersebut memercik bagaimana tiba-tiba indikator CHARGE dan OLIE memerah. Kemudian mesin mati, setelah beberapa puluh menit. Mesin hidup lagi setelah distater, sampai di rumah tanpa saya apa-apakan.Perlu kiranya saya sampaikan, kabel jurusan COIL dengan busi warna hitam ternyata tidak ada kawat logam sama sekali. Hal tersebut ketahuan pada saat saya raba waktu mesin hidup, rasa tersengat setrum pada salah satu kabel baru warna kuning. Kabel lama saya bedah ternyata isinya serat-serat halus dan bukan logam/metal.
Yang saya pertanyakan, apakah kabel hitam non metal itu gampang rusak mudah korsluiting atau mudah terluka sehingga kena air sedikit saja membuat mobil mogok? Kemudian apa penyebab kemogokan sebenarnya? Yang jelas setelah ganti kabel kuning dan busi 4 biji ganti total yang platinum, tak lagi mogok walaupun hujan deras genangan air dalam tidak mogok lagi.

Jawab: Membaca surat Anda dapat dipastikan penyebab mogok mobil Anda ada pada system elektrikal khususnya pada system mengapian. Seperti umumnya mobil bensin maka system elektrikal sangat menentukan normalnya mobil disamping tentunya system bahan bakarnya juga harus lancar. Namun untuk mobil Anda tidak ada masalah dengan system saluran bahan bakar. Penyebabnya ada pada system elektrikal.Untuk menjaga- jaga agar mobil tidak mogok lagi disaat melewati gubangan air, maka berikut ini saran yang perlu Anda lakukan.

Perhatikan sekali lagi letak koil, distributor (delko), kabel- kabel busi dan pul aki. Kalau diperhatikan maka ada banyak kabel kabel di bagian tersebut. Memang kerja bagian elektrikal dari bagian- bagian tersebut harus menggunakan perantara kabel. Cara kerjanya secara singkat dapat diterangkan sebagai berikut. Di saat Anda memutar kunci kontak maka tegangan listrik aki 12 volt mengalir ke platina di dalam distributor, lewat kabel yang dapat Anda lihat disamping distributor. Saat motor starter berputar, platina tetap ada tegangan listrik dan mengirimkan ke koil sesuai urutan kerja mesin. Platina di dalam distributor akan membuka dan merapat sesuai urutan kerja setiap selinder mesin.

Arus 12 volt itu mengalir ke koli dan serentak arus 12 volt tersebut diubah oleh koil menjadi 12.000 - 18.000 volt, tegangan listrik sebesar itu yang diperlukan untuk membuat busi menge­luarkan loncatan bunga api untuk keperluan pembakaran di setiap selinder mesin. Tegangan setinggi itulah yang membuat Anda kaget tersengat oleh setrum. Kemungkinan mobil Anda terganggu pada tegangan tinggi, yaitu arus yang keluar dari koli ke distributor dan kemudian ke busi. Arus tegangan tinggi ini biasanya terganggu karena kerusakan sifat isolasi dari kabel tersebut. Tegangan listrik setinggi itu memang sangat mudah korsluiting kalau kurang beres, kalau kabel aki sering kena minyak (oli, solar atau bensin) atau terluka karena menyentuk bagian metal yang panas pada mobil. Terluka atau minyak yang masuk ke pori- pori kabel akan mengubah lapisan luar kabel busi yang semula menjadi isola­tor menjadi pengantar arus. Tindakan Anda mengganti kabel busi sudah benar. Sekarang perhatikan pula agar kabel- kabel tersebut tidak menyentuk permukaan yang runcing.

Untuk meneliti apakah system pengapian mobil Anda sudah beres atau belum, maka pada malam hari coba Anda buka tutup ruang mesin. Perhatikan apakah ada loncatan bunga api disekitar busi, koil atau distributor. Perhatikan disekitar koli, kalau ada loncatan bunga api, coba mesin dimatikan. Perhatikan dua atau tiga kabel yang ada di atas koli. Usahakan kabel- atau knop kabel berada sejauh- jauhnya dari plat pembungkus koil. Perhatikan pula kepala busi, ganti kalau sudah rusak. Untuk pembanding, Anda bisa berlagak seperti mau membeli mobil baru di show room dan perhatikan kerapian kabel- kabel tersebut. Lebih mudah Anda perhatikan pada mobil yang menggunakan bonet, yang kap mesinnya mudah dibuka, seperti kijang.

Kabel hitam non metal yang Anda maksud tidak gampang rusak, ia malah lebih baik dibandingkan dengan kabel busi yang mengguna­kan metal. Kabel yang menggunakan serat karbon tersebut sangat baik sebagai pengantar arus tegangan tinggi. Ia memang mudah patah, putus kalau Anda menarik tidak pada kepala busi, atau patah kalau tertekuk. Sama halnya dengan sifat isolasi kabel apa saja, maka kabel busi juga dilarang terkana cairan minyak bumi apa saja, karena mengandung biang carbonnya. Mestinya kabel hitam yang Anda maksudkan tidak apa- apa kena air, namun karena sifat isolasinya sudah rusak maka terjadilah korsluiting.

17 November 2007

Hemat Biaya Operasi

Suara Merdeka Agustus 2000

Suasana krisis seperti sekarang ini, membuat banyak orang berpikir untuk menghemat uang bila ingin membelanjakan sesuatu. Satu hal yang membuat banyak orang terheran- heran adalah ting­ginya kenaikan suku cadang mobil. Sampai sekarang kenaikan harga suku cadang sudah mencapai 2,5 kali dibandingkan harga sebelum krisis ekonomi di negeri ini. Memperbaiki sesuatu bagian mobil yang rusak di bengkel saat perlu ditanya dulu, karena bisa membuat anda terheran- heran. Celakanya bila tidak siap.

Berita santer menyatakan minyak bumi juga akan naik, tinggal menghitung waktu. Walaupun negeri ini termasuk menghasilkan minyak bumi tetapi kenyataannya pengaruh nilai tukar dolar yang melambung, menyebabkan Bahan Bakar Minyak (BBM) ikut naik.
Lazimnya bila BBM naik maka biaya perjalanan dengan mobilpun mengalami kenaikan. Maka bijaksana bila mulai saat ini memelihara mobil agar tidak mengeluarkan biaya lebih banyak lagi. Ataupun kalau mau perbaiki dan perlu penggantian suku cadang bisa mencari yang paling ekonomis..
Beberapa hal berikut ini bisa membantu anda menyikapi situasi yang sedang terjadi. Tentunya bijaksana melakukan perawatan. Mempersiapkan mobil agar mobil tidak boros bahan bakar. Mencari suku cadang alternatif yang kwalitasnya baik tetapi ekonomis. Platina yang masih bisa digosok, maka pakai saja. Selain kedua hal yang sudah disinggung, maka hal ketiga ini juga sangatlah penting. Cara mengemudi di perjalanan perlu pula diperhatikan. Lebih sabar dan hati- hati bisa mengurangi resiko yang tidak diinginkan. Bila terjadi kecelakaan, atau menyenggol mobil lain, anda pasti mengeluarkan biaya yang tidak tanggung besarnya. Karena biaya mengecatan sekarang sangat mahal. Harga cat yang dulunya 1 liter Rp. 25 000 sekar­ang bila lebih dari Rp.250.000.
Hemat bahan bakar
Lazimnya pemilik mobil yang kurang paham pasal mobil hanya menyampaikan keluhan, bahwa mobilnya boros dan, diikuti dengan pernyataan mesin kurang enak. Ciri- ciri seperti mesin yang kurang bertenaga, ngoyo, ngelitik dan panas biasanya berhubungan erat dengan mesin yang kurang beres, tidak efisen serta boros bahan bakar. Maka umumnya pemilik mobil disar­ankan untuk mengambil menu Tune up mesin Menu tune up ini memang ampuh bagi mobil yang menggunakan karburator. Tidak demikian bagi mobil yang sudah menggunakan EFI, MPI dan sebagainya. Ternyata tune up pada mesin- mesin kuno seperti stel klep, stel platina, stel karburator sudah tidak perlu dilakukan lagi pada mobil- mobil berteknologi tanpa karburator. Tidak banyak hal yang dapat dilakukan pada mobil- mobil ini. Busipun dibersihkan dan diganti pada 50.000 sampai 100.000 km. Dengan kata lain semakin sedikit pekerjaan yang dilakukan pada mobil tanpa karburator. Mobil- mobil dengan teknologi maju tersebut saat ini cukup dipelihara dengan lebih sering membersihkan saringan udara, mengganti saringan bensin (tanpa timbel) dan mengganti saringan oli setiap 10.000 km.
Kendati demikian mesin- mesin tersebut perlu juga mendapatkan perawatan berkala- dan sesekali diperiksa dengan pelatan test. Semudah apapun cara pemeliharaan pada mobil EFI, maupun mobil yang masih menggunakan karburator maka proses tune up harus ditunjang dengan perlengkapan yang memadai.

Bagi pemilik mobil berkarburator, keandalan teknisi tua yang menggunakan filling masih bisa membantu. Walaupun akhirnya mobil menjadi enak dipakai, tetapi sudah menghabiskan waktu yang lebih lama. Sedangkan bila menggunakan beberapa alat seperti, tune up tester, gas analyzer bahkan intelligent tester membuat pekerjaan tune up menjadi lebih cepat dan akurat.
Ketiga tester tersebut sesungguhnya menjadi perala­tan pokok untuk membuat kinerja mesin tetap optimal. Mobil hemat bensin selalu menunjukan CO rendah. CO yang rendah merupakan salah satu indikator bahwa kinerja mesin optimal, dan itu baru bisa diketahui setelah menggunakan peralatan test emisi gas buang yang ditempatkan pada knelpot mobil. CO yang rendah menunjukan bahwa telah terjadi pembakaran bahan bakar dan udara optimal dibandingkan dengan CO mesin lain dengan CO yang lebih tinggi. Sesungguhnya kandungan CO, 2 sampai 3 %/ volume sudah termasuk tinggi. Karena CO mobil berteknologi EFI (lebih kecil dari 1%), Gasolin Direct Injection (0.5 %/volume) . Mobil Hibrida Toyota Prius lebih rendah lagi yakni 0.05 %/volume.

Lalu bagaimana teknisi bisa mengatahui kadar emisi gas buang CO rendah bila bengkel tidak dilengkapi dengan meter test. Urungkan saja niat untuk tune up, dan cari bengkel lain yang memiliki peralatan lengkap. Bahkan mobil- mobil CBU yang mulai malang melintang dinegeri ini sudah menggunakan, teknologi- teknologi seperti, VVTL-I, Vtec dan berbagai sensor yang digunakan untuk meningkatkan kinerja maupun kenyamanan mobil. Alat test emisi gas buang saja tidak cukup, malah harus ada intelligent - tester yang saat ini masih menjadi barang mewah dimata taknisi.

Solar untuk mobil diesel
Banyak orang memilih membeli mobil dengan bahan bakar solar, karena harganya separuh harga bensin premium. Walaupun kurang nyaman, pemilik mobil solar bisa menghemat karena solar mendapat subsidi pemerintah lumayan besar. Karena itu, ebagian pemilik mobil solar kurang memperhatikan warna gas buang, walaupun sebe­tulnya warna gas buang hitam menunjukan mesin tersebut boros, dan bila mesin ditune up mesin bisa lebih hemat dan bertenaga. Dengan mengganti saringan udara baru biasanya kejadian dengan tersebut bisa diatasi, kecuali kondisi mesin mobil sudah termasuk payah, warna gas buangnya nornal lagi.
Ada tiga penyebakan mengapa mobil boros atau hemat.

Pertama pengar­uh pengemudi yang bisa membuat mobil hemat atau lebih boros antara 10- 15 %. Kedua kondi­si mesin yang prima ditandai dengan ujung knal pot berwarna abu- abu dan mobil yang melaju ringan. Ketiga perlengkapan- perlengka­pan meningkatkan kenyamanan pengemudi dan penumpang seperti power steering dan kompresor AC yang langsung menambah beban pada mesin yang bida ikut menaikan tingkat pemakaian BBM sampai 15

Pengemudi
Prilaku mengemudi yang menjalankan mobil terburu- buru bukan saja tidak nyaman bagi penumpang tetapi juga memboroskan. Misalnya suka menginjak pedal gas sampai habis dan kemudian tidak lama kemudian harus mengerem secara mendadak karena ada mobil atau lampu pengatur lalu lintas tentu saja akan ikut memperlanjar pemborosan bahan bakar. Belum lama berselang penulis mencoba Kijang EFI dari Semarang- Solo pp. Berangkat dari Semarang mengemudikan mobil menggunakan cara sopir angkutan umum yang mengejar storan, se­hingga RPM mesin selalu menunjukan angka diatas 3.500. Pulangn­ya menggunakan cara yang lebih santai dan RPM selalu dibawah 3.500. Ternyata hasil pengetesan sangat mengesankan. Pengetesan waktu berangkat, 1 liter hanya untuk 7.8 km. Waktu pulangnya 1 liter bensin untuk bisa mencapai 11.8 km. Selain lebih aman dalam perjalanan maka pengoperasian mobil secara santai menghasilkan penghematan bahan bakar yang lumayan
(Martin Teiseran)

16 November 2007

MENGATASI "MOBIL KURANG ENAK"

KOMPAS, Kamis, 08-12-1994. Halaman: 11

PEMILIK mobil yang kurang paham liku-liku teknis mobil, sering mengeluh, "Mobilku kurang enak". Hal yang umum dikeluhkan, menyangkut mesin kurang bertenaga, stir berat atau ada bunyi-bunyi. Keluhan ini sungguh terjadi, bukan dibuat-buat. Akibat kurang pahamnya terhadap konstruksi teknis mobil, maka informasi ini harus diolah oleh para penjual jasa, terutama para teknisi.

Namun, ada kalanya pemilik tidak paham asal-usul mobilnya, sehingga sulit menyebutkan keluhannya. Satu-satunya cara, membawa mobil ke bengkel, menemui teknisi berpengalaman dan meminta untuk mengembalikan mobil ke kondisi prima, "tolong diservis total. Mobil kurang enak." Sebaliknya, teknisi juga kesulita mendiagnosis kekurangan-kekurangan yang ada.

Ini adalah ungkapan umum, diharapkan service advisor bengkel bisa mengatasinya. Bila keluhan itu sering dilakukan, petugas perantara - antara teknisi dan pemilik bisa - bisa menangkap keluhan, lalu menuliskannya pada kertas order untuk dikerjakan teknisi bengkel.

Karena itu, penting untuk memahami kerewelan-kerewelan mobil Anda. Kalau tidak, perbaikan tidak tuntas akibat informasi yang tidak jelas, dan pemilik kecewa karena harus bolak-balik ke bengkel. Repotnya, bila pindah bengkel, belum tentu cocok. Atau, tidak semua teknisi memiliki mobil, meski mereka sudah dibekali dengan aneka macam pelatihan. Akibatnya, teknisi juga kurang begitu paham mengenai keluhan-keluhan pelanggannya.

Berikut diberikan beberapa contoh yang dapat memberi gambaran pekerjaan apa saja yang akan dikerjakan teknisi. Bila mesin kurang enak seperti pedal gas sudah diinjak tetapi gerakan mobil lambat. Maka hal-hal yang perlu diperhatikan adalah:

1. Sudah berapa lama hal ini dialami. Kalau baru terjadi setelah isi bensin, bisa jadi oktan bensin tidak standar. Oktan yang rendah, menyebabkan pembakaran dalam silinder tidak menghasilkan tenaga optimal. Pengapian yang standar tidak sesuai dengan oktan yang ada. Mesin bensin mengalami tenaga maksimum 10 derajat setelah titik mati atas (TMA). Untuk mendapat angka pengapian, kita setel maju dan mundur setelan oktan sampai mendapatkan 10 derajat setelah TMA. Bila oktan bensin tinggi, pengapian dipercepat (> 10), sebaliknya kalau oktan bensin rendah, diperlambat (< 10). Bila ini yang dialami, untuk sementara bisa diatasi dengan menambah 25 persen bensin Premix. Harap diingat, meski oktan bensin hanya berbeda dua angka, namun hal itu bisa mempengaruhi performa mesin karena berakibat pada titik pengapian.

2. Oktan selektor. Pada mobil juga disediakan oktan selektor. Namun, alat ini kurang dimanfaatkan, karenanya kurangnya penerangan. Alat ini menyatu dengan distributor. Ketentuan pada Toyota Kijang, pengapian 8 derajat dan oktan bensin 90, maka penyetelan 8 derajatsebelum TMA, itu benar. Namun, bila oktan bensin 86, lantas berapa derajat titik pengapian sebelum TMA? Inilah yang menyebabkan penyetelan mesin tidak bakal memperoleh hasil prima, tanpa tes jalan.

Oktan selektor juga bisa rusak dan mempengaruhi mesin. Untuk mobil yang sudah berusia 5 tahun ke atas, bisa jadi per oktan selektornya sudah lemah, dan kita tidak bisa berpegang pad aanjuran agar sebelum menyetel pengapian, oktan harus diletakkan pada haris tengah pada penyetelan oktan selektor.

Di dalam oktan selektor juga ada diafragma dari karet. Bila karet ini robek, oktan selektor tidak bekerja dan mesin tidak normal, pengapian menjadi terlambat.
Beruntunglah Anda yang menggunakan mobil bersistem Electrical Fuel Injection, karena pengaturan oktan selektor dilakukan secara elektronik lewat CPU (computer processor unit). Untuk kalangan ini, yang perlu diperhatikan adalah mutu bahan bakar. Range bahan bakar harus dalam toleransi.

3. Platina benjol, sering menyebabkan mobil yang menggunakannya tidak bertenaga meski pengecekan pengapian pada putaran rendah (RPM 800) menunjukkan pengapian tepat. Namun, ketika kendaraan dijalankan cepat, pengapian berubah, tidak sesuai dengan percepatan kendaraan. Jelas, pengapian yang tidak sesuai menyebabkan tenaga mesin tidak normal, dan berakibat pada pemborosan bahan bakar. Karena itu, platina mobil ini harus segera diganti, berikut kondensornya. Kondensor yang kurang baik juga menyebabkan platina cepat benjol.

4. Sekrup idle pada karburator. Sekrup ini sangat mempengaruhi tingkat campuran bensin dan udara. Penyetelan yang tidak tepat mengakibatkan campuran udara dan bensin terlalu gemuk. Umpamanya mesin normal pada campuran satuan udara 1 dengan satuan udara 9. Sekrup penyetel yang terlalu kencang bisa jadi campuran menjadi 1:5.
Dalam sekian km sudah berapa juta kelipatan dan berapa bensin yang tidak termanfaatkan dengan benar. Campuran yang tidak tepat ini diindikasikan dengan adanya bau bensin dan mata terasa pedih.

Kalau Anda menemukan hal seperti ini pertama-tama yang dilakukan adalah menyetel sekrup idle. Kendurkan setengah sampai 1 putaran ke arah yang berlawanan dengan arah jarum jam. Atau adakan penyetelan ulang. RPM mesin direndahkan sampai asal mesin tidak sampai mati. Kemudian putar sekrup ke kiri atau ke kanan, carilah putaran mesin yang paling tinggi. Biasanya pada saat mencapai satu titik, mesin cenderung mau mati. Kembalikan ke arah yang berlawanan sampai mesin mencapai putaran tinggi. Atau Anda perhatikan: kalau putaran ke kiri mesin mau mati kemudian kalau ke kanan mesin juga cenderung mesin mau mati. Campuran yang tepat ada pada pertengahan kedua titik tersebut.

6. Busi walaupun tidak gampang rusak, namun biasanya perlu diganti setiap 20.000 km. Salah satu penyebab pengapian yang tidak beres disebabkan busi yang kurang beres. Dapat Anda coba dengan satu persatu kabel busi dicabut. Pada silinder yang tidak beres, ketika kabel busi dicabut tidak ada reaksi pada mesin.

7. Bagian stir juga bisa membuat mobil kurang enak. Sebagai bagian yang langsung berhubungan dengan pengemudi, kekurang-nyamanan itu langsung terasa. Gejala seperti stir berat atau waktu di jalan lurus stir cenderung ke kiri atau ke kanan, bisa memusingkan pengemudinya. Untuk menjaga agar mobil tetap berjalan lurus, pengemudi harus menahan roda stir. Hal ini jelas mengganggu konsentrasi dan mengurangi kenyamanan mengendarai mobil.

Bila stir terasa berat, hal pertama yang diperiksa adalah tekanan angin pada ban. Banyak kejadian, stir berat sudah teratasi dengan menambah tekanan angin. Pada mobil yang menggunakan power steering, gejala stir berat jarang dikeluhkan. Yang dikeluhkan umumnya adalah bunyi dengung yang ada hubungan dengan tekanan angin. Tekanan angin yang kurang, juga merusak permukaan ban, dan konsisi seperti ini yang menyebabkan bunyi dengung.

Bila stir cenderung ke kiri atau kanan, maka mobil perlu dibawa ke bengkel dan roda depan harus disetel ulang. Pada kendaraan yang menggunakan per spiral atau per torsi, menurunnya lenturan per bisa merubah standar kemiringan roda. Segeralah mengadakan front wheel alignment di bengkel.

8. Hal lain adalah sistem pengereman. Rem yang macet (blokir) tidak hanya membuat mobil kurang nyaman tetapi juga tidak dapat bergerak. Di musim hujan, banyak kendaraan harus lewat kubangan air, membuat sistem pengereman macet, baik yang menggunakan disc brake atau rem tromol. Gejala ini dapat dideteksi. Jalankan mobil pada jalan yang agak miring (maksimum 5derajat ), tekan pedal rem sampai mobil berhenti, lalu lepaskan. Kondisi rem yang baik, ditandai dengan mobil bergerak ke arah lebih rendah. Bila mobil Anda tidak mau bergerak, bagian rem perlu diperbaiki (brake over haul).

9. Kurang nyaman juga bisa disebabkan knalpot bocor. Selain menimbulkan bunyi mengganggu dan mengurnagi performa mesin, knalpot yang bocor juga membuat gas buang masuk ruang penumpang. Pada konsentrasi tertentu, CO yang masuk ruang penumpang, bisa mematikan manusia. Gejala ini bisa dirasakan pada mata yang terasa pedih, dan hidung yang mencium bau sisa pembakaran yang tak enak. Di musim hujan seperti saat ini, perbaikan knalpot yang bocor mutlak harus dilakukan, karena penumpang biasanya menutup semua jendela, yang bisa memacu tingginya konsentrasi CO di ruang penumpang.(Martin T. Teiseran, ahli mekanik, pengarang buku otomotif, bekerja di Semarang)

15 November 2007

BILA PEMBERSIH KACA TIDAK BERES

KOMPAS, Sabtu, 10-07-1999. Halaman: 29

BULAN Juli sebenarnya bukan musim hujan. Tetapi entah mengapa, di banyak tempat, hujan sempat turun bahkan cukup deras. Dalam keadaan hujan, wiper memegang peran penting. Kapan saatnya karet wiper diganti?

MESKI sekarang belum musim hujan, namun hujan kadang-kadang datang mendadak. Usai hujan, kaca depan biasanya menjadi kotor karena cipratan air dan kotoran dari mobil di depannya. Untuk membersihkan kaca depan, kita sering menyemprotkan air dari reservoir air yang ada.
Namun, kita kadang menjadi kesal karena meski sudah disemprot banyak air, permukaan kaca tetap tidak bersih. Bahkan, sering ada garis-garis atau kalau banyak debu sering muncul noda-noda. Di malam hari, titik-titik air dan kotoran debu bisa mengganggu penglihatan. Apakah ini pertanda saatnya mengganti karet wiper yang baru?
***
DALAM kenyataan, berbagai jenis kendaraan yang menggunakan bahan bakar bensin dan solar beroperasi di jalan raya. Dari kedua bahan bakar itu, sebenarnya solar yang membuat kaca depan mobil mudah kotor, apalagi bila menyemprotkan asap hitam pekat.
Debu dan gas buang itu akan melekat pada permukaan kaca dan karet penghapus kaca (wiper). Kejadian seperti ini tidak bisa dihindarkan selama peraturan tentang emisi gas buang belum "ditegakkan" di negeri ini. Kenyataan menunjukkan, masih ada mobil yang leluasa menyemprotkan gas buang di atas ambang batas. Maka, satu-satunya yang bisa dikerjakan untuk mengatasi kotoran yang melekat pada permukaan kaca depan adalah menggunakan karet wiper atau mencuci dengan detergen.

Menggunakan wiper harus diperhatikan permukaannya. Bila waktu menyapu ternyata permukaan kaca tidak bersih, dapat dipastikan kondisi karet sudah rusak. Rusaknya karet wiper dapat dilihat dari permukaan yang menyentuh permukaan kaca. Bila sudah mengkilap, daya pembersihnya sudah turun dan harus diganti yang baru.

Di toko onderdil, banyak pilihan ditawarkan. Ada karet wiper berikut tangkai, bahkan ada tangkai yang berwarna-warni. Boleh-boleh saja mengganti yang berwarna-warni, yang penting tidak terlalu berat. Bila terlalu berat, justru membebani kerja motor wiper. Yang penting, permukaan karet yang menyentuh kaca harus bersih.
***
KETERLAMBATAN mengganti karet wiper bisa membawa kerugian lebih besar. Permukaan kaca bisa tergores dudukan karet wiper yang terbuat dari besi, dan ini sulit diperbaiki, kecuali diganti yang baru. Tangkai wiper juga harus diganti, bila sudah berusia sekitar lima tahun. Bila tidak, sendi-sendi tangkai wiper yang aus, mengakibatkan gerak wiper tidak sempurna.

Dalam keadaan mendesak, karet wiper memang bisa diperbaiki. Caranya, lepas karet dari tangkai wiper lalu bersihkan dengan kertas pasir (amplas). Amplasnya karet wiper itu sampai hilang mengkilapnya. Bila tidak ada amplas, bisa juga karet wiper digosok-gosokkan pada permukaan ban yang bersih, dan permukaan yang mengkilap itu akan hilang.

Amat tidak dianjurkan memasukkan detergen pada tabung air wiper atau reservoir. Cipratan air yang mengandung detergen, justru bisa merusak permukaan cat. Akan tetapi, dalam perjalanan dan keadaan terpaksa, bila kaca depan tetap kotor meski sudah dibersihkan, taburkan sedikit detergen di kaca. Hal ini dilakukan tepat menjelang hujan. Ketika terkena air hujan, detergen akan cair dan tersapu oleh wiper.

Tambahan: Nopember 2007
Dua minggu lalu, teman saya mengeluh karena pompa air untuk wipernya rusak. Mau ganti baru harganya sangat mahal, Rp 825.000. Lalu saya sarankan untuk pakai motor punya merek apa saja, ternyata masih mahal juga. Lalu saya carikan di Barito (Semarang). Komplit dengan tabungnya hanya Rp. 40.000.- Memang ada sedikit beda, kedudukan dan bentuknya. Tapi pikir saya, ini bukan hal yang prinsip, asal tidak mengganggu yang lain mengapa tidak?
Air dalam tabung yang diberi detergen, dalam jangka waktu tertentu akan merusak motor pompa air.

Foto:
Kompas/Julian Sihombing

Kondisi karet wiper yang sudah rusak atau keras, jelas harus diganti.
Keterlambatan mengganti karet wiper bisa membawa kerugian lebih
besar. Permukaan kaca bisa tergores dudukan karet wiper yang terbuat
dari besi, dan ini sulit diperbaiki, kecuali diganti.

Apa Kapsul Perlu Tue Up?

Suara Merdeka
Tanya, Dear Mr Martin, Mobil saya Toyota Kijang kapsul tahun 1997, pertanyaan saya:
1. Redaksi ini terbitnya pada hari apa saja?
2. Untuk Tune up mesin sebaiknya setiap berapa km?
3. Karena banyaknya produk oli saat ini sebaiknya pakai merk apa?
4. Filter udara sebaiknya diganti setiap berapa kilimeter?
5. Tiap pagi setiap hidupkan mesin ada bunyi kletek, tapi kalau sudah panas hilang, apa penyebabnya? Apa bahaya dan bagaimana cara menghilangkannya?
Terima kasih atas jabawannya. BRGDS/ Hadi hadie_p@yahoo.co.id

Jawab: Rubrik ini terbit dua minggu sekali pada hari Rabu. Tune up mesin untuk mesin tipe 7K, sesuai dengan anjuran buku servis Toyota setiap 5000 km. Namun tune up mesin sekarang bukan seperti dulu lagi, tidak perlu harus stel klep dan bersihkan platina, kecuali sampai ada bunyi. Karena sistem klepnya sudah menggunakan self adjuster. Demikian pula untuk pengapian sudah menggunakkan CDI (tanpa platina) sehingga tidak perlu ada pembersihan atau penggantian platina pada Kijang Anda. Yang perlu hanya membersihkan saringan-saringan dan ganti oli mesin, serta lakukan pemeliharaan berkala lainnya.

Soal oli, tidak perlu repot-repot pakai merk apalagi yang mahal-mala, yang penting perhatikan klasnya oli, saya sarankan pakai saja oli yang kalengnya ada tulisan API service SG atau SH. Soal 50W10 atau 20 boleh- boleh saja. Saya selama ini pakai oli yang memenuhi syarat teknik, memang merknya tetap.

Filter udara diganti setiap 20.000 km, namun bisa sampai 40.000 km, asal selalu dibersihkan dan perhatikan jangan sudah menjadi hitam, khusus di daerah sangat berdebu bahkan harus membersihkan setiap sore hari.

Bunyi kletek itu karena timing chain sudah mulur, segeralah diganti baru, namun kalau bunyinya hanya 30 detik sampai 1 menit masih bolehlah di pakai. Tetapi sampai 3 menit baru mau hilang bunyinya, saran saya segera mengganti timing chain baru. Memang tidak pernah sampai putus namun bisa mempengaruhi pengapian. (penjelasan soal oli bisa baca di arsip http://martin1948.blogspot.com)

Tanya: Bp Martin, saya ingin tanya apakah Daihatsu Xenia yg sudah VVTI,bisa menggunakan premium biasa yg ada di SEMARANG, atau harus menggunakan pertamax .(merusak mesin atau tidak). Saat ini saya memakai suzuki Karimun dan ada rencana ganti Xenia sebaiknya yang 1000cc atau ambil yg 1300cc. Dan mohon tanya bengkel tune up yg baik karena karimun saya tenaganya agak kurang. Terima kasih. johanes_surya@yahoo.co.id

Jawab: Premium di kota Semarang masih mengandung timbel. Karena mobil itu sudah dilengkapi dengan Catalytic Converter (CC) untuk mengeleminir gas beracun maka maka harus pakai bensin tanpa timbel, karena timbel itu akan merusak CC. Knalpot tersumbat. Untuk memilih 1000 CC atau 1300 CC dan bengkel untuk Karimun saya jawab lewat email saja.

14 November 2007

Cara Pakai Karburator Cleaner

Suara Merdeka April 2006

Tanya: Dear Mr Martin, saya ingin mengajukan beberapa pertanyaan menyangkut mobil saya. Pertama apakah asap mobil yang membuat mata pedas diperngaruhi adanya problem di mesin. Kedua apakah pembersih karburator yang sekarang banyak dipasarkan itu bisa berfungsi sama dengan bila membongkar karburator untuk dibersihkan? Mobil saya Daihatsu Taruna, terima kasih atas bantuannya. Septihariani eseptihariani@yahoo.com

Jawab: Anda benar, bila asap yang keluar dari kenalpot membuat mata pedas/ perih, maka hal ini mengindikasikan bahwa ada problem di mesin mobil. Bila di test dengan CO tester maka akan ditemukan HC nya tinggi, CO tinggi dan lamda lebih besar dari 1. Agar pembakaran bensin dan udara sempurna di dalam mesin maka dibutuhkan perbandingan ideal antara bensin dan udara yaitu, 1 berbanding dengan 14. Artinya bila ada 1 cm3 bensin dibutuhkan 14 cm3 udara. Jadi yang sedang terjadi pada mobil anda adalah perbandingan bensin udara tidak ideal, pasti dibawa 1:14 atau mungkin hanya 1:10. Bila benar dugaan ini, maka terjadi tidak efisen bahan bakar aliar boros. Bila Daihatsu Anda sudah menggunakan EFI, maka perlu dibawa ke bengkel untuk di stel ulang. Dengan menggunakan alat CO tester penyetalan campuran bahan bakar udara bisa diotimalkan. Di CO tester atas fitur lamda. Lamda 1, artinya perbandingan bensin udara 1:14. Kalau lebih kecil dari satu, artinya perbandingan udaranya lebih besar dari 14. Kalau lebih kecil dari 14, bisa membuat gas buangnya membuat mata perih.

Karburator cleaner di gunakan untuk membersihkan karburator. Umumnya dipakai untuk membersihkan ketika mesin hidup. Sambil menarik kabel gas, rpm mesin meninggi dan disaat itulah karburator cleaner di semprotkan ke karburator. Tentunya setelah kita melepaskan saringan udara. Dengan cara itu diharapkan, endapan, sedimen yang berada di dalam saluran karburator bisa lepas dan terisap masuk ke mesin. Ikut terbakar dan dibuang lewat knalpot.

Menggunakan karburator cleaner untuk membersihkan karbuartor yang sedang dibongkar tidak dianjurkan, karena akan terjadi pemborosan biaya yang tidak perlu. Boleh saja karburator sudah dibersihkan dengan bensin dan setelah dipasangkan kembali sekali lagi disemprotkan karburator cleaner.

13 November 2007

Sang Penyelamat

KOMPAS, Sabtu, 22-05-1999. Halaman: 31

SEAT BELT:

Hari masih pagi. Jalanan lengang, mendorong aku memacu mobil dalam kecepatan 110 km/jam. Tiba-tiba tampak, seekor kucing yang duduk memandang ke arah mobil dengan sorot mata bersinar karena lampu mobil. Pantulan sinar dari bola mata kucing itu membuatku secara refleks menginjak rem sekuat-kuatnya, meski mobil dalam kecepatan tinggi. Apa yang terjadi? Mobil berputar 440 derajat pada waktu yang begitu cepat, sambil mengeluarkan bunyi benturan. Yang ada hanya kepasrahan, atas kematian yang sedang menyongsong. Kengerian terbayang jelas, namun tidak lama kemudian mobil berhenti meski mesin masih hidup. Lebar jalan yang hanya sekitar delapan meter, membuat bodi mobil terbentur tiang listrik dan tiang beton di sisi jurang. Saat itu arloji menunjukkan pukul 03.30 pagi.

Dalam keadaan gemetar, aku turun dari mobil. Bagian kanan mobil mengalami kerusakan cukup parah, sedangkan bagian kiri utuh. Masyarakat yang kaget karena benturan keras, ke luar rumah ingin membantu."Nyowo balen,nyowo serep," kata mereka, karena di samping kiri dan kanan, terbentang jurang. Mereka lalu menganjurkan cepat pergi agar tidak banyak urusan.

Ketika kuamati tidak ada air yang menetes, artinya radiator tidak bocor, aku mencoba menghidupkan mesin, dan langsung kembali ke rumah. Mobil pulih kembali setelah mengeluarkan biaya Rp 5,5 juta. Dalam kecelakaan itu, aku tidak mengalami apa-apa. Tidak ada yang terluka, tidak ada yang patah. Lho? Aku merasa diselamatkan oleh sabuk pengaman alias seat belt, yang sudah biasa aku kenakan sejak tahun 1984. Sejak itu, seat belt terasa sudah seperti kebutuhan yang harus ada bila duduk di dalam mobil. Semua kita tahu, penyelamat utama ketika terjadi kecelakaan adalah seat belt, bukan air bag. Sayangnya tidak semua penumpang mau menggunakan seat belt.
***
Banyak pabrik mobil, kini memasang seat belt sebagai keperluan standar. Meski demikian, ada banyak mobil yang belum dilengkapi seat belt, bahkan lubang untuk mengancingkan baut seat belt pun tidak ada.Ironinya, banyak toko aksesori asal memasang seat belt. Sebuah sekrup dikancingkan pada pelat bodi. Padahal ketebalan bodi paling hanya satu mm. Bila terjadi kecelakaan, seat belt akan tercabut dari plat bodi, dan tubuh terbentur ke bagian-bagian mobil.

Meski demikian masih banyak orang yang malas dan meragukan"keampuhan" seat belt, tetapi jutaan orang selamat dalam kecelakaan karena menggunakan seat belt,
Apa saja yang perlu kamu ketahui tentang seat belt?
1.Biasakan menggunakan seat belt sesaat sebelum mobil bergerak, atau sebelum mesin dihidupkan.
2. Gunakan seat belt yang berkualitas. Bila mungkin gunakan seat belt yang dapat mengulur dan menarik secara otomatis. Ini bisa mengatasi keengganan Anda menggunakan seat belt.
3. Gesper seat belt murahan umumnya menggunakan plastik dan mudah patah. Ini berbahaya, karena pada saat kecelakaan, gesper patah dan tubuh kamu bisa terbentur-bentur bahkan terpelanting.
4. Bila memasang seat belt, jangan hanya membor plat bodi lalu dipasang sekrup. Mintalah kepada toko aksesori agar menggunakan sistem pemasangan mur dan baut. Ini mirip anting-anting yang terpasang pada lubang telinga, ada penahan di belakangnya.
5. Perhatikan titik temu (titik pengancing) jangan ada di pinggang apalagi di bagian perut. Kondisi seperti ini lebih mudah mencederai pinggang atau perut, bila terjadi kecelakaan. Pengancing seharusnya ada di samping kiri atau kanan jok.
6. Periksa, apakah seat belt masih bekerja bagus dan mampu menyentak. Cobalah saat mobil berjalan di jalan menurun dengan menarik tali seat belt, karena di saat-saat itu bandulan (klep penekan)bekerja.

Martin Teiseran

12 November 2007

Masih Soal Oli Mesin

Suara Merdeka April 2004

Tanya: Bersama surat ini saya ingin mengajukan beberapa pertanyaan. Kami memiliki sebuah minibus merk sebuah ATPM (Agen Tunggal Pememgang Merk) tahun 1990 dan sebuah minibus lain merk ATPM yang berbeda pada 1992. Karena membeli kedua mobil dalam keadaan 100% baru, maka kami juga memiliki buku pedoman kedua mobil tersebut.
Karena saya suka merawat mobil sebaik- baiknya, maka kedua buku saya pelajari sungguh- sungguh. Berikut beberapa pertanyaan saya.
1. Pada bagain jadwal penggantian oli mesin ada perbedaan pada keduanya. Satu minibus menganjurkan tiap 5000 km atau 3 bulan mana yang lebih dulu terjadi. Sedangkan untuk lainnya tiap 2500 km tetapi tidak disebutkan berapa bulan. Apakah setiap ATPM berbeda batas waktu atau hanya kurang lengkap saja petunjuknya?

2. Pada bagian bahan bakar untuk minibus yang satu disebutkan harus memiliki bilangan oktan (RON) 95 atau lebih. Tetapi untuk yang lainnya disebutkan harus 90 atau lebih. Apakah hal itu berarti harus menggunakan bahan bakar premix? Juga masih bisa menggunakan bahan bakar premium, berapa derajat sebelum TMA (Titik Mati Atas) saat penyalaan yang tepat (standard 5 sebelum TMA)? Keduanya sampai saat ini sama menggunakan premium tetapi minibus satunya lebih sering ngelitik dibandingkan dengan lainnya. Bagaimana kalau sama- sama menggunakan premix ?

3. Agar mesin mobil- mobil tersebut dapat awet dengan biaya perawatan yang tidak berlebihan, sebaiknya oli yang mana yang sudah cukup menjamin keawetan mobil diantara: Mesran Super murniSAE 20W50, Mesran Super+ adetive, Mesran Prima? Perlu diketahui kami tidak pernah memacu mobil tersebut untuk perjalanan jarak jauh dengan kecepatan tinggi.

4. Pada petunjuk temperatur mesin ada perbedaan diantara keduan­ya. Satunya dalam operasional normal + AC rata- rata menunjukan 1/3 dari skala maksimum, minibus yang lainnya rata- rata menunju­kan 1/2. Apakah hal itu hanya karena perbedaan skala atau memang suhu kerja kedua mobil berbeda? Anna Semarang.

Jawab.
1. Memang masih ada kesimpang siuran tentang kapan harus ganti oli mesin. Ada ATPM mengatakan mengganti oli setiap 5000 km, sedangkan ATPM lainnya 2.500 km. Masing- masing mungkin punya alasan sendiri. Bengkel- bengkel umumnya menyuruh ganti pada 2500 km, karena semakin sering "lebih baik" dan aman. Walaupun sebagian bengkel menyuruh mengganti oli setiap 5000 km. Sering kali kartu pemberitahuan yang ditempelkan, atau tergantung di ruang sopir, perintah kapan mobil harus kembali mengganti oli mesin membuat risau yang punya mobil. Belum lama mengganti oli, sekarang harus mengganti oli lagi. Kalau Anda setiap hari pulang pergi Semarang Yogya, mungkin spido meter setiap hari bertambah 300 km. Berarti hanya dalam waktu kurang dari 10 hari sudah harus kembali ke bengkel untuk mengganti oli, bila disuruh kembali setiap 3000 km. Merepotkan dan mengganggu pekerjaan dan biaya. Sedang­kan sesungguhnya oli mesin Anda bisa digunakan sampai 5000 km. Di negara maju, Jepang dan Amerika umpamanya, oli mesin sudah dipakai sampai 10 000 km. Hal ini sangat dimungkinakan karena kwalitas oli saat ini sudah semaikin baik. Kalau Anda membaca pada label di kemasan oli maka tinggkatan oli saat ini sudah sampai tingkatan SH (untuk mobil bensin). Tingkatan oli yang mula- mula hanya SB pada tahun enam puluhan.

Oli yang berkembangka dari SA ke SB lalu ke SC dan seterusnya sampai SH dan SM, ini menandakan mutu pengelolaan yang semakin maju. Ditamabah kemudian dengan mutu baja dan mutu pengejaan mesin mobil juga saat ini sangat maju, maka seharusnya Anda mengganti oli setelah mobil menempuh 5000 km. Saran bagi Anda, agar memeriksa oli mesin setiap 500 sampai 1000 km. Kalau permu­kaan oli kurang cukup hanya ditambah saja. Anda tidak perlu menggunakan oli Prima, cukup Mesran Super dan boleh sampai 5000 km. (Kini beberapa merk sudah menyuruh mengganti oli setiap 10.000 km, untuk kualifikasi oli SH atau SM)

2. Ada hubungan antara bahan bakar, saat penyalaan (berapa dera­jat sebelum TMA) dan bunyi ngelitik. Mesin yang tenaganya paspa­san, mudah ngelitik walaupun saat penyalaannya sudah tepat. Minibus yang satu bisa menggunakan premiun karena oktannya meme­nuhi yang diminta. Setiap mobil yang menggunakan Premix pengapiannya harus dipercepat dari 5 derajat menjadi 10 derajat atau lebih tergantung kepastian angka RON. Seperti yang sering disin­yalir, beberapa tempat pengisian premium menjual premium dengan oktan yang rendah. Oktan yang rendah ini lalu menyebabkan pemba­karan menjadi tidak normal. Kalau angka oktannya melebih angka yang diminta bagi karaktrer mesin tersebut maka mesin tersebut mengalami kemerosotan tenaga dan saat pengalaan busi yang tidak tepat. Akibatnya menimbulkan bunyi ngelitik, seperti yang Anda maksud.

Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan penyetelan ulang. Oktan rendah harus diantisipasi dengan mengubah pengapian mesin menjadi lambat. Semula 8 derajat sebelum TMA (Titik Mati Atas), menjadi 3 sampai 5 derajat sebelum TMA. Sebaliknya kalau Anda menggunakan Premix maka pengapian harus dipercepat, seringkali sampai 15 derajat sebelum TMA.

3. Oli mesran super sudah sangat baik untuk kedua kendaraan tersebut. Tidak dianjurkan untuk menambah adetive. Karena di dalam oli yang digunakan sudah mengandung detive yang dimaksud. Bahkan Anda harus hati menggunakan adetive, ada sebagian oli sistetis bisa berubag kinerjanya kalau dicapur adetive. Sejak tahun 1980, penulis sudah menggunakan oli Pertamina dan mengganti oli setiap 5000 km tanpa menambah adetive. Tanpa mengalami satu kalipun kesulitan pada mesin.

4. Angka pada jarum penunjuk beda hanya karena skalanya saja. Anda harus berhati- hati kalau salah satunya mendidih. Temperatur kerja keduanya sama antara 85 sampai 90 derajat Celsius. Untuk meyakinkan dan memeberikan rasa aman, Anda bisa membawa mobil ke bengkel dealer dan mintakan teknisi mengukur panas air dengan thermometer yang angkanya sampai 100 derajat Celsius

11 November 2007

Mau Beli Mobil Baru

Suara Merdeka September 2005
Keluarga saya bermaksud membeli mobil, dan pilihannya adalah membeli mobil baru. Selama ini menggunakan mobil bekas, atau second hand. Ketika mendatangi show room kami mendapatkan penjelasan tetang keunggulan product yang dijual di show room tersebut, demikian pula kalau pindah ke tempat lain. Lama – lama kami menjadi bingung, kata yang menjual baik- baik melulu. Yang ingin kami tanyakan adalah pertimbangan apa yang perlu kami gunakan agar tidak keliru dikemudian hari. Mohammad Wasisto. mohamadwasisto@yahoo.com

Jawab:
Orang Jepang berpendapat : "Manusia dan mobil ibarat badan dan jiwa. Hubungan antara mobil dan manusia juga cenderung menjadi salin membutuhkan, tidak bisa terlepas satu sama lainnya. Makanya orang Jepang membuat mobil menjadi tempat yang menyenangkan bagi orang yang ada didalamnya. Dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang memudahkan, nyaman dan bentuk body yang jamani" Kata top executive Toyota. Oleh karena itu, sebuah mobil harus irit (ekonomis), nyaman, dan ramah lingkungan. Bagaimanapun juga perencanaan sebuah menjadi sangat penting dan posisi sebuah merk di dunia menjadi penentu. Posisi 3 besar produksi mobil dunia adalah, General Motor (USA), Toyota (Jepang) dan Ford (USA). Mungkin posisi ini akan mempengaruhi harga jual mobil bekasnya.

Saat ini di dunia mobil yang terbilang irit (menggunakan BBM) adalah mobil Hibrida, yaitu kerja sama antara mesin bensin atau solar dengan aki. Namun mobil ini belum diimport, alias tidak ada di show room. Mobil Hibrida dilengkapi mesin 1300- 1500 CC mobil ini bisa untuk menempuh 30 km. Mobil Hibrida, kini sangat populer mengingat harga bensin yang memakin mahal. Demikian pula tuntutan akan mobil yang ramah terhadap lingkungan, Hibrida, emisi gas beracun seperti CO, NOx dan HC memenuhi syarat kesehatan manusia.

Banyak keluhan bahwa mobil boros, termasuk mobil baru, mestinya keluhan itu harus dibandingkan dengan besarnya CC mesin dan tenaga bukan karena saat ini harga bensin yang akan terus naik. Saran saya, beli mobil bermesin yang CC kecil (1300 – 1500 CC), karena pemakaian bensin 1 liter untuk perjalanan lancar bisa 12 km. Kalau CC nya dibawa itu, mungkin tidak cukup kuat dibebani AC, dan CC diatas itu akan menguras isi kantong anda. Karena perliter hanya bisa untuk 8 km.

Teknologi mesin juga menjadi pertimbangan. Saran, beli mobil bermesin 1300 CC- 1500 CC, berteknologi DOHC, EFI atau PGRFI karena menghasilkan tenaga yang mumpuni. Sebagai contoh Avanza 1300 CC bertenaga 86 ps, Jazz SOHC, 1500 CC bertenaga 87 ps dibandingkan dengan Kijang kapsul OHV 1800 CC bertenaga 85 ps.

Tentunya, keputusan berasa ditangan anda, namun jangan terlalu mengharapkan kenyaman sebuah mobil, CC kecil menyamai mobil ber CC besar. Karena harga dan besarnya CC sebuah mobil kerkaitan langsung dengan kenyamanan dan iritnya sebuah mobil

10 November 2007

TAWARAN KENYAMANAN SEDAN GENERASI TERBARU KIJANG

KOMPAS, Kamis, 09-01-1997. Halaman: 21

GENERASI terbaru mobil Kijang, yang diluncurkan PT Toyota Astra Motor (TAM) Sabtu lalu, sudah barang tentu mengundang perhatian masyarakat, baik itu calon pembeli maupun pemilik Kijang lama. Bukan tidak mungkin, mereka yang baru saja membeli Kijang generasi yang lebih dahulu pun merasa jengkel: Mengapa tak sabar menunggu sampai munculnya yang baru, yang sudah beberapa pekan terakhir ini dibicarakan orang?

HITUNG-menghitung untung-rugi mengganti mobil Kijang lama dengan Kijang yang baru pun menjadi asyik. Bayangkan, kalau yang baru saja terpaut "hanya" Rp 2-4 juta dari yang lama, mengapa tidak pilih yang baru saja?
Generasi terbaru Kijang (1997), harganya cukup terjangkau untuk segmen pembeli di kelasnya. Kendaraan serbaguna dengan kekuatan 1.800 cc yang baru ini dijual dengan harga dari Rp 27,05 juta hingga Rp 43,4 juta off the road.
Pilihan baru, Kijang bermesin diesel, tentu menjadi alternatif lain di samping mobil serba guna Isuzu Panther yang belakangan ini juga sangat populer. Selisih harga antara yang berbahan bakar bensin maupun solar (diesel) pun tak terpaut jauh. Kijang standar pendek, dijual Rp 27,05 juta, SSX (bensin) Rp 34,85 juta sedangkan dieselnya Rp 37,9 juta. (Kompas, Selasa 7 Januari 1997).

Untuk tipe LX standar Rp 27,7 juta dan LX diesel Rp 32 juta. Sedangkan LSX Rp 35,45 juta dan dieselnya Rp 38,5 juta. Jenis yang termewah, Kijang GL Rp 40,7 juta dan yang otomatis SGX Rp 42,5 juta, LGX Rp 43,4 juta.
Jangan heran, bila pemilik Kijang lama yang tidak buru-buru melepas mobil lamanya yang sudah ditawar orang, jadi menyesal. "Kijang lamaku tadinya ditawar orang dengan harga sekian. Kini gara-gara Kijang baru, pasarannya jadi lebih rendah. Mengapa tak saya lepaskan pada saat tawaran lebih tinggi?"

Berubah total
Dari data teknis, ternyata Kijang baru yang muncul awal tahun ini berubah total, baik bentuk bodi maupun rancangannya. Kijang, yang semula mobil dengan "bahan mentah" truk mini yang serbaguna, kini menjadi kendaraan serbaguna yang senyaman sedan.
Selain bentuk luarnya yang total baru, meninggalkan bentuk aslinya yang berlekuk-lekuk tajam seperti "kotak sabun", menjadi nyaris menyerupai sedan dengan tawaran kenyamanan pada pengemudi, penumpang, serta memberi rasa aman yang lebih tinggi.
Selain itu, cara mengatur tempat duduknya, baik yang di deretan kedua maupun ketiga, terkesan yang baru lebih praktis. Seperti dibuktikan, jok deret kedua dan ketiga bisa dengan cepat diubah atau dilepaskan untuk kegunaan lain, semisal mengisi muatan barang, sepeda untuk berolahraga atau piknik, atau bahkan untuk tiduran melepas kepenatan.

Secara teknis bedanya apa?
Kijang bensin, yang baru tetap menggunakan mesin 7K - 1.781 cc dengan perbandingan kompresi 1:9, artinya, masih cukup toleran dengan mutu bensin kita yang cenderung beroktan rendah. Walaupun bunyi mesin Kijang terkenal halus, namun Kijang baru dilengkapi dengan hydraulic lifter yang umumnya dipakai sedan. Dengan menggunakan lifter hidrolik, maka celah katup menjadi nol, artinya mesin menjadi semakin halus, tanpa berisik bunyi klep.

Sedangkan yang bermesin diesel, dengan mesin 2L, mengingatkan masyarakat pemakai kendaraan di negeri ini akan Toyota Hi Ace (Hai Is). Mesin L yang selama ini dipakai Hi Ace, dikenal tidak berisik seperti umumnya mesin-mesin diesel, sehingga mesin L dan 2L juga dipasangkan pada kendaraan-kendaraan taksi Toyota untuk tipe Crown diesel. Kijang diesel ini tentu akan menggoyangkan pasaran minibus yang terkenal sebelum ini, Isuzu Panther.

Upaya menurunkan Coefficient of Drag (CD) pada Kijang baru, dari CD 0.45 menjadi CD 0.38, cukup bermanfaat. Pertama, untuk meningkatkan stabilitas agar kecepatan maksimum bisa meningkat dari semula 140 km/jam menjadi 160 km/jam. Berarti pula Kijang baru lebih stabil untuk dipacu lebih kencang.

Yang kedua, kalau dihitung menurunnya CD sebesar 15%, dan bila dihubungkan dengan iritnya bahan bakar (BB), maka lumayanlah kalau Kijang baru bisa lebih hemat 15% BB sesuai CD-nya yang turun menjadi 0.38.

Kemiringan stir juga diperbaiki. Data yang diperoleh dari Toyota Astra Motor menyebutkan, bahwa batang stir lebih miring 8.5 derajat (dari 38.5 menjadi 30 derajat) yang, katanya, merupakan angka tertinggi yang diizinkan bagi sebuah sedan. Artinya, Kijang generasi terbaru ini memasuki era sedan.

Hasilnya langsung terasa, begitu Anda duduk di belakang kemudi. Ruang gerak pengemudi terasa lebih lapang dan rileks. Demikian pula bagi yang duduk di samping pengemudi, kakinya pun lebih leluasa untuk selonjor.

Kenyamanan bagi penumpang pun rupanya diperhitungkan. Dengan menggunakan casis yang melengkung pada roda belakang, serta lebih rendah casisnya pada bagian depan, membuat posisi duduk penumpang pada deret kedua menjadi lebih leluasa karena jarak dari kaki ke plafon bertambah 100 mm.

Sayangnya, penumpang di deret ketiga tidak berubah. Masih seperti Kijang generasi sebelumnya. Agaknya Toyota kehabisan akal untuk membuat jok deretan paling belakang bisa nyaman, seperti halnya dengan minibus lainnya yang tidak berhasil (kecuali VW Combi yang rancang-bangunnya lebih tinggi).

Konstruksi casis yang berubah menjadi melengkung, menyebabkan Ground Clearance (GC) Kijang lebih kecil dibanding Kijang lama. Kalau pada Kijang lama 44 cm, maka yang baru cuma 34 cm, walau sama-sama menggunakan ban radial dengan ring 14.

GC yang kecil sangat dibutuhkan untuk mobil yang melaju dalam kecepatan tinggi. Bandingkan dengan sedan-sedan yang mampu mencapai kecepatan tinggi, atau pandanglah mobil Formula, bodinya seperti melekat pada lintasan balap!

Kesan lebih kecil
Kesan pertama melihat Kijang baru 1997, spontan akan mengatakan "lebih kecil". Namun yang menjadi kenyataan adalah sebaliknya. Bagian demi bagian, kalau diukur, ternyata ditemukan jarak dari pintu kiri ke pintu kanan lebih lebar. Kijang baru lebih lebar 50 mm, dan jarak jok depan paling ujung ke kaki lebih panjang 70 mm. Artinya, lebih nyaman bagi penumpang maupun pengemudi.

Masih ukuran di dalam ruangan penumpang. Ternyata, jarak lantai deretan kedua ke plafon naik dari 115 cm (lama) menjadi 125 cm (baru), atau 10 cm memberi lebih kenyamanan pada penumpang deretan kedua. Selain itu, secara keseluruhan ukuran panjang, lebar dan tinggi Kijang baru rata-rata naik antara 50 mm sampai 100 mm. Akibatnya ukuran ban pun naik menjadi ring 14" dan radial.

Walaupun ring roda diperbesar dari 13" menjadi 14", Kijang baru ini ternyata tetap menghasilkan ground clearance (jarak bodi tengah ke lantai) yang lebih kecil, dari 44 cm menjadi 34 cm. Wheelbase juga bertambah 10 cm. Kedua perubahan terakhir ini sangat berarti untuk stabilitas mobil.

Menurut Jodjana Jodi, Manager Training dan CS dari divisi Marketing Planning Toyota Astra Motor, kali ini TAM mengeluarkan lebih banyak Kijang untuk dipilih, disesuaikan dengan selera serta kantung pembelinya.

Selain karoseri independen (seperti Rover, dan lainnya), Toyota mengelurkan sebanyak 22 jenis Kijang yang langsung dari pabriknya Toyota. Kijang yang selama ini memiliki Grand Lux (LGX dan SGX) sebagai grade tertinggi, maka sekarang dimunculkan Kijang Krista yang lebih luks, serta Rangga yang sporty untuk para "kaula muda".

Transmisi otomatik yang ditawarkan Kijang baru adalah tipe A45DL yang dikatakan juga dipasang pada banyak tipe sedan Toyota. Seperti halnya Crown seri GS 131 yang menggunakan tipe A/T A42L.
Banyaknya model pilihan Kijang baru tentunya dimaksudkan untuk bisa memenuhi selera dan kemampuan lebih banyak lapisan masyarakat pemakai kendaraan yang berniat membeli mobil.

Meletakkan posisi Kijang baru pada klas minibus, sedan dan jip, tidak menutup kemungkinan porsi penjualan Toyota dalam persaingan yang semakin ketat di pasar negeri ini, akan semakin meningkat. Dari sejak diluncurkannya Kijang "kotak sabun" tahun 1976 pun, kini tercatat tidak kurang dari 600.000 yang terjual.

Tidak mengherankan bila banyak pemakai mobil lainnya, yang semula mengendarai jip, sedan merek lain, ataupun mobil keluarga jenis lain, akan berpaling ke minibus dengan tawaran kenyamanan sedan ini. (Martin Teiseran, ahli mekanik, bekerja di Semarang)

Teksfoto:
Kompas/as
GENERASI BARU - Kijang baru yang muncul awal tahun ini berubah total, baik bentuk bodi maupun rancangannya. Konsepnya pun berubah dari semula mobil ìdengan "bahan mentah" truk mini yang serbaguna, kini menjadi kendaraan ìserbaguna, kini menjadi kendaraan serbaguna yang menawarkan kenyamanan sedan.

Konsultasi, informasi dan tanya jawab. Kirim email ke martin.teiseran@yahoo.co.id


Free shoutbox @ ShoutMix