17 September 2007

KUNANG- KUNANG" DI RUANG MESIN

Kedaulatan Rakyat Maret 1996

Santosa, Jl RE Martadinata 69 YogyaLangsung saja: Mobil saya Daihatsu Sebra STW th 87 masalahnya, baru saja ganti ring seker, ring tersebut putus karena oli tidak naik dan lampu signal kebetulan mati.
Tanya:
1. Waktu ganti ring tersebut karburator tidak di otak atik, tetapi sekarang waktu digas bau bensin naik ke kabin dan agak pedih di mata pada hal dulu tidak. Mengapa itu terjadi dan bagaimana menghilangkannya?
2. Mesin cepat panas ( hampir setengah pada "temp", setelah jalan 5 km) menyebabkan mobil kurang nyaman. Air radiator waktu di cek masih penuh, tapi permukaannya ada sedikit genangan oli. Mengapa itu terjadi dan bagaimana mengatasinya?

Jawab:
1. Banyak keluhan seperti yang Anda utarakan yang masuk ke Radaksi KR. Bau bensin dan mata yang perih memang keadaan yang tidak menyenangkan bahkan kalau semua jendela tertutup, AC dihidupkan konsentrasi CO akan tinggi. Pada tingkat tertentu bisa membahayakan kesehatan. Kalau di hubungkan dengan pertanyaan Anda yang kedua, maka dapat disimpulkan memasangkan selinder kop, setelah mengganti ring seker kurang benar. Anda mengatakan ada oli/ mingak dipermukaan air radiator. Hal itu menandakan ada sisa hasil kompresi yang merembes lewat paking selinder kop dan masuk ke ruang pendinginan. Bisa juga karena masih ada sisa minyak karena pekerjaan ganti ring seker. Mobil Anda perlu diperhatikan secara khusus. Kalau mesin sudah distel sesuai spesifikasi pabrik dan ternyata kurang bertenaga dan bunyi ngkliknya semakin keras, disarankan segera dibawa ke bengkel dealer Daihatsu.

Bau bensin dan membuat mata perih, disebabkan oleh kompresi terlalu gemuk, artinya perbandingan udara dan bensin tidak tepat. Walaupun karburator tidak diotak- atik, setelah penggantian ring seker mestinya penyetelan karburator perlu diulangi. Hal lain yang perlu Anda perhatikan adalah ujung belakang knal pot harus lebih panjang dari mobil dan perhatikan apakah cuk sudah kembali pada posisi membuka.

2. Panas mesin yang normal adalah sekitar 85 sampai 90 derajat Celsius. Pada meter temperatur biasanya tidak tertulis angka tersebut. Namun Anda bisa perhatikan, apakah setiap hari kedudukan jarum selalu sama. Kalau cenderung lebih tinggi dan air radiator setiap hari harus ditambah setelah berjalan 100 km atau sampai mendidih maka perlu siperiksa secara teliti.

Saran: Bawalah mobil Anda ke dealer Daihatsu dan periksa tekanan kompresinya. Apakah patahan ring seker membuat dinding blok mesin cacat?
Johan Sudrajat, Gendeng GK IV/ 311 Yogyakarta, 55225. Saya punya masalah dengan mobil Ford Laser 1988, karena mobil itu hidup tetapi sedikit pincang. Perlu diketahui busi sudah diganti semua dengan busi "Bosch Super W8DC", tetapi saringan udara tidak saya pasang.

Tanya:
1. Pada saat mesin hidup stasionernya agak tersengal- sengal, apa sebabnya?
2. Bila kabel busi no: 2, 3, 4 dilepas satu persatu, mesin mati. Tetapi kalau kabel busi no 1 maka akan timbul loncatan bunga api yang besar pada terminal koil. Apa yang menyebabkan timbulnya loncatan bunga api pada koil tersebut?3. Pada roda belakang ada bunyi, apakah bunyi bearing tersebut karena sudah aus atau rusak?

Jawab:
1. Mesin yang tersengal- sengar biasanya disebabkan oleh pembakaran dalam selinder tidak baik. Umumnya karena kompresi yang tidak rata (sama) atau karena busi dan atau kabel busi yang rusak.

2. Berhubungan dengan pertanyaan Anda, no 1, dan pernyataan bahwa busi sudah diganti semua maka tinggal 2 hal lagi.
Pertama apakah kompresi setiap selinder satu sama lain sama. Kalau ada perbedaan yang mencolok ( 3 sampai 5 Kg/ cm2) biasanya disebabkan oleh kompresi bocor, perlu segera memperbaiki kondisi mesin. Apakah ring seker rusak, klep bocor atau paking selinder kop rusak. Loncatan bunga api menandakan bahwa pembakaran dalam selinder tidak sempurna.
Selinder no 2, 3, dan 4 pembakaran baik, tandanya kalau kabel busi dilepas mesinmati. Sedangkan no 1 bisa jadi kompresinya bocor akibat terbakarnya permukaan klep, sehingga tanpa kabel busi no 1 pun mesin tetap bisa jalan. Kalau Anda membuka kap mesin di tempat yang gelap (malam hari) akan tampak jelas loncatan- loncatan bunga api tersebut, seperti kunang- kunang. Tanpa menggunakan saringan udara bisa mempercepat kerusakan pada klep dan selinder mesin, maka disarankan agar segera menggunakan kembali saringan udara. Tanpa saringan udara debu akan bebas masuk ke ruang pembakaran dan akan menjadi bahan pengasah antara ring seker dan selinder mesin.

3. Bunyi pada roda belakang umumnya karena lager rusak atau permukaan ban yang rusak. Bunyi lager lebih nyaring dan semakin berat muatan yang dibawa semakin keras bunyinya. Sedangkan bunyi ban didahului dengan bunyi "Wuk- wuk - wuk" dan kalau hujan bunyinya lebih nyaring. Kalau Anda membongkar dan kelihatan permukaan bearing berwarna kelabu maka itu menandakan perlu diganti baru. Saran, sebaiknya sebelum Anda membongkar lager roda, periksa dan beri tekanan angin ban lebih tinggi. Ban belakang diberi tekanan angin sampai 38 psi, dengan demikian diharapkan permukaan ban akan rata kembali. Atau perhatikan tekanan maksimum yang ada disisi ban.

16 September 2007

ANTARA TEKNOLOGI DAPUR DAN DUNIA MOBIL

KOMPAS, Kamis, 30-10-1997. Halaman: 21

SEORANG ibu rumah tangga pernah berucap: Sepertinya kemajuan
teknologi otomotif seiring dengan perubahan yang terjadi pada
peralatan memasak di dapur. Dari kayu api ke kompor minyak tanah,
setelah itu dari kompor gas ke kompor listrik. Sebentar lagi bahkan
terbiasa dengan kompor microwave.Apa yang dikatakan oleh sang ibu itu
bisa jadi benar. Perkembangan 'teknologi dapur' ada korelasi dan
analoginya pada dunia otomotif. Pertama kali mesin penggerak memang
dikenal dengan penggerak tenaga uap, artinya menggunakan tekanan uap
dari pemanasan air. Samalah seperti teko air panas yang menghasilkan
tekanan yang mampu membuka tutup teko. Atau, kalau diingat zaman
kereta api, penarik gerbongnya adalah kereta uap berupa lokomotif
'kelutuk' berwarna hitam...

Setelah itu, manusia diperkenalkan dengan penggunaan minyak bumi,
serta sekarang ini bensin. Belakangan, masih ada lagi berbagai
eksperimen untuk mencari energi alternatif seperti hidrogen.
Dunia memang sedang berlomba dengan kepunahan persediaan minyak
bumi. Para ahli sedang berlomba menyongsong lonceng berakhirnya masa
jaya minyak bumi, diperkirakan tahun 2040 nanti. Strategi penjualan
pun dipengaruhi oleh kemajuan teknologi tersebut.
Di masa depan, bahkan sudah menggejala saat ini, ada indikasi
bahwa lakunya sebuah mobil akan sangat bergantung pada tingginya
teknologi yang diterapkan sehingga mobil menghasilkan mesin yang
hemat, namun tetap bertenaga besar. Sekaligus, mesin harus ramah
lingkungan, dan kenyamanan berkendara pun maksimal.
Sementara ini, para ahli belum menemukan energi alternatif yang
mumpuni. Artinya, belum ada energi alternatif yang bisa menggantikan
sumber tenaga minyak bumi. Percobaan-percobaan untuk mendapatkan
tenaga dari air, matahari, gas bumi dan energi listrik belum
memberikan jawaban yang memuaskan.
Teknologi pemakaran hidrogen dan oksigen (teknologi fuel cell),
yang mengubah hidrogen dan oksigen menjadi tenaga listrik seperti aki,
masih dalam taraf percobaan. Walaupun penelitian fuel cell ini
dikembangkan besar-besaran di AS, misalnya oleh General Motor,
Chrysler dan Ford, atau di Eropa oleh Daimler Benz, namun toh sampai
saat ini masih dalam taraf penelitian. Produk dengan teknologi
tersebut belum dijual luas di masyarakat.

Matahari sebagai sumber energi alternatif yang lain, masih sangat
kecil menghasilkan arus listrik. Belum lagi selempeng sel matahari
(solar cell) selebar atap mobil, baru bisa untuk menghidupkan
perangkat televisi, atau perangkat audio yang ringan ketimbang
menggerakkan mobil yang seberat satu ton.

Gas bumi, sementara ini masih dinilai murah harganya. Sementara,
sarana pendukung untuk penyediaan tenaga alternatif seperti stasiun
pengisian, masih terhitung langka. Sehingga, orang berpikir 12 kali
untuk melengkapi mobilnya dengan perangkat pendukung bahan bakar gas
(BBG).
Sehubungan dengan penggunaan BBG, kalau diamati kebiasaan
masyarakat yang telanjur dimanja pada abad XX ini, yang masih belum
terbiasa terhadap cara pengisian gas dan perangkat tambahan di mobil
(memakan waktu lebih lama), rasanya peralihan ke energi alternatif ini
masih mendapat cukup banyak kendala.

Orang sudah terbiasa duduk di mobil, sambil membuka tutup tanki
dari ruang kemudi, serta kemudian membayar uang bensin tinggal melalui
jendela. Mereka ini akan merasa terganggu, dan kurang nyaman dengan
kebiasaan baru.
***
MELIHAT kecenderungan seperti itu, maka dapat dipastikan sampai
sisa akhir abad ini, atau bahkan permulaan abad mendatang, mesin
dengan bahan bakar minyak bumi tetap menjadi pilihan utama.
Masalahnya, tinggal bagaimana membuat agar sisa minyak bumi bisa
diperpanjang masa pakainya, dengan cara pengiritan yang ketat.
Kendati persediaan minyak bumi mulai menipis, para konsumen tidak
mau ambil pusing akan hal tersebut. Para ahli dan pemilik merk harus
menciptakan suatu teknologi maju karena dengan cara itu bisa menang
dalam persaingan.

Mitsubishi sangat antusias terhadap program GDI (Gasoline Direct
Injection). Sistem ini sebenarnya bukan barang baru. Bahkan sudah
dipergunakan sejak tahun 1930-an, pada pesawat terbang, dan juga untuk
mobil-mobil balap. Sejak lama para pakar otomotif yakin, bahwa direct
injection untuk mesin bensin adalah jawaban agar mesin mobil lebih
efisien terhadap penggunaan bahan bakar. Karena bahan bakar
disemprotkan dengan tekanan tinggi ke ruang kompresi.
Selain itu, disadari bahwa selama ini energi panas yang dihasilkan
oleh minyak bumi terlalu banyak terbuang pada proses mesin mobil.
Seperti halnya panas yang dihasilkan dari pembakaran minyak bumi harus
didinginkan kembali dengan udara atau air (radiator), dan banyak
energi yang terbuang lewat knalpot.

Energi yang dibuang itu juga tidak kepalang tanggung. Hasil
hitungan mengatakan bahwa energi yang terbuang sampai 75 persen pada
mesin bensin dan 65 persen pada mesin diesel. Artinya, selama ini
energi yang dihasilkan oleh minyak bumi cuma antara 25 sampai 35
persen yang bermanfaat. Sedangkan sisanya dibuang kembali ke alam, dan
tidak bisa diambil lagi alias musnah. Perinciannya, lebih dari 30
persen terbuang lewat sistem pendinginan, 35 persen lewat gas buang,
dan sisanya untuk sistem kerja mesin itu sendiri.

Teknik direct injection yang digencarkan penggunaannya oleh
Mitsubishi menyerupai inseminasi pada hewan. Bahkan menyerupai cara
penghadiran bayi tabung. Prosesnya lebih singkat, dan langsung ke
tujuan, tidak perlu membuang sel telur yang berjumlah jutaan. Cukup
satu pasang, sudah bisa menjadi makhluk hidup.

Mitsubishi terhenyak dari kemajuan teknologi dan kemudian
berencana membuat mesin GDI secepatnya. Kitane, orang penting
Mitsubishi mengatakan, bahwa Mitsubishi akan memasangkan GDI pada
semua mobil bensinnya pada akhir abad ini.

Pada bulan Agustus 1997, Mitsubishi memperkenalkan mesin GDI,
1.800 cc empat silinder pada sedan Galant, serta station wagon Legnum.
Dan akan menyusul kemudian, mesin GDI 3.500 jenis V6 secepatnya. Pada
akhir 1997 untuk dua sedan lagi, kemudian sedan sport dan kendaraan
serba guna. Diharapkan, akhir abad ini semua mesin bensin Mitsubishi
sudah menggunakan GDI.

Dengan cara ini, Mitsubishi mengharapkan bisa menghemat 30 persen
bensin dari mesin 3.500 cc, tenaga bertambah 10 persen dan pengurangan
emisi gas buang ditekan sampai 30 persen. Walaupun sedan Mitsubishi
tidak banyak bicara di pasar negeri ini, namun kalau dilihat dari
rencana raksasa tersebut bukan tak mustahil, merk-merk mobil Korea,
Eropa dan Jepang lainnya bisa terancam. Tentu saja, notabene, apabila
harga sedan Mitsubishi murah, meski berteknologi tinggi dan hemat
bahan bakar.
***
SISTEM injeksi bahan bakar langsung ke ruang bakar mesin memang
mendatangkan keuntungan besar. Pertama, optimalisasi bahan bakar. Dan
kedua, bisa menurunkan emisi gas buang yang beracun secara drastis.
Yukimichi Kitana, eksekutif Mitsubishi, dalam sebuah wawancara
dengan Otomotive News mengatakan, bahwa sistem GDI merupakan sistem
yang bisa mengatasi persyaratan emisi gas buang yang sangat ketat di
Eropa maupun AS. Rencananya, rekayasa mesin ini pertama akan
diperkenalkan ke seluruh Jepang, kemudian Eropa, AS dan akhirnya ke
seluruh penjuru dunia.

Mitsubishi segera akan menyelesaikan mesin V6 (mesin bentuk V
dengan enam silinder) yang akan banyak digunakan pada berbagai model.
Pada akhir 1997, mesin GDI ini akan dipasangkan pada dua tipe sedan,
dan tiga minivan termasuk mobil sport serta mobil serba guna.
Pada akhir abad ini, mesin GDI akan menggantikan semua mesin
bensin, baik yang menggunakan karburator maupun sistem injeksi
non-GDI. Pada akhir 1997, Mitsubishi akan mengekspor mobil yang
menggunakan GDI seperti Galant, Space Wagon (Jepang: Chariot), serta
Pajero (AS: Montero).

Kalau Mitsubishi jelas-jelas ingin menutup abad ini dan
menyongsong abad XXI dengan teknologi GDI, maka Toyota yang dikenal
sebagai perusahaan mobil yang berani mengeluarkan biaya research and
development (R&D) sampai senilai 4,8 milyar dollar AS untuk
anggaran belanja tahun 1996, terus merekayasa mesin dengan sistem
VVT-i, dan mengadakan penyempurnaan pada sistem mobil hibrida-nya.
(Kerja sama mesin bensin dengan motor listrik).

Akihiro Wada - Wakil Direktur Eksekutif Toyota - memberikan
tanggapan agak kontras dan bernada hati-hati sehubungan dengan rencana
Mitsubishi ini. Toyota, yang sudah berpengalaman dengan mesin bensin
direct injection D4, merasa belum puas. Wada mengatakan, ia merasa
bahwa Mitsubishi belum mendapatkan potensi yang maksimum dari mesin
dengan sistem injeksi langsung itu.

"Begitu pula kami," ungkap Wada. Pasalnya, sistem injeksi langsung
ke ruang bakar mengalami kendala pada sifat bahan bakar bensin. Solar
mengandung pelumas yang berguna melumasi agar komponen seperti pompa
injektor serta injektor bisa tetap bekerja secara optimal.
Sedangkan pada bahan bakar bensin, tidak mengandung sifat
pelumasan tersebut. Selain itu, sisa kerak yang terjadi di sekitar
kepala silinder (kop) akibat proses pembakaran di dalam silinder mesin
bisa terus-menerus mengganggu sistem penyemprotan langsung tersebut.
Sama halnya dengan yang terjadi pada busi.

Kendati tantangan masih berat, namun masa depan persaingan pasar
mobil terletak pada dua hal. Pertama, pemilik merk mobil harus
menjadikan mobil dengan teknologi tinggi mengatasi semua kendala yang
mungkin timbul. Artinya, hemat dan tetap bertenaga besar. Dan kedua,
memberikan tingkat kenyamanan sekaligus rasa aman yang tinggi.
Toyota tampaknya berkonsentrasi pada VVT-i dan mesin direct
injection D4 serta mobil hibrida, produk terbaru yang secara
besar-besaran dipamerkan di Tokyo Motor Show Oktober-November ini.
***
KALAU pada sistem VVT-i (Variable Valve Timing Intelligent),
Toyota berusaha merekayasa sistem pemasukan bahan bakar dan udara
pembuangan sisa pembakar seefisien mungkin dengan membuat camshaft
(noken as) bisa bekerja bebas seirama dengan rpm dan beban mesin, maka
pada sistem hibrida yang juga dilengkapi dengan VVT-i itu memanfaatkan
sisa tenaga yang biasanya terbuang pada sistem lama untuk menggerakkan
generator listrik guna mengisi pada seperangkat aki.

Kemudian, pada saatnya secara otomatis tenaga yang tersimpan itu
(aki) akan dipakai untuk menggerakkan mobil. Pada saat itu, mesin
bensin mobil sudah dimatikan oleh komputer.

Manajemen mesin ini dikontrol oleh peralatan komputer. Dengan cara
ini, satu liter bensin bisa menggerakkan mobil hibrida sampai 30 km.
Mobil hibrida yang menggunakan nama Toyota Hybrid System (THS),
dikembangkan dari mesin bensin 1.500 cc yang dilengkapi dengan motor
penggerak listrik dan aki. Sistem ini memberi harapan besar pada
penghematan minyak bumi, sekaligus menciptakan mesin yang ramah
terhadap lingkungan hidup.

Hasil tes emisi gas buang seperti CO hanya satu persen dari emisi
yang diizinkan di Jepang (CO yang diizinkan, 2,1 persen volume).
Demikian pula dengan HC dan NOx.

Apa kontribusi ATPM di negeri ini?
Kalau tahun 2005 menurut para pakar semua mobil di Jepang dan AS
serta negara maju lainnya sudah menggunakan sistem direct injection,
dan kemungkinan besar dalam tahun itu pula kendaraan hibrida sudah
banyak digunakan di berbagai negeri. Tidak ada ramalan, kapan negeri
kita kebagian teknologi maju tersebut.

Ceritanya mungkin menjadi lain, bila nanti benar-benar kita sudah
berada di era global, dimana harga-harga mobil sudah sama murahnya di
mana-mana. Sebuah sedan Corolla, misalnya, saat ini di AS sudah
sekitar Rp 45 juta!

Bila keadaan demikian, bukan tidak mungkin teknologi maju seperti
mobil hibrida bisa dinikmati di negeri ini. Kalau tidak, kita akan
semakin tertinggal dalam hal teknologi.

Nyatanya, sekarang ini saja sudah ada banyak negara maju yang
menggunakan EFI (electric fuel injection, dan bukan direct injection),
dan mereka telah meninggalkan mesin dengan karburator. AS, misalnya,
mereka sudah melakukannya sejak 1993.

Di Indonesia, mayoritas mobil-mobil kita masih menggunakan
karburator yang terkenal menghasilkan emisi gas buang, yang kaya akan
racun (CO, HC dan NOx), serta tidak efisien. Nyatanya orang lain sudah
menggunakan mesin yang irit dan ramah terhadap lingkungan kita,
sementara kita masih dicekoki dengan mesin berteknologi kuno.
Banyak pihak yang berpendapat, bahwa yang memegang peran dalam
perkembangan ini adalah pemerintah. Pajak yang tinggi, dan peraturan
yang tidak ketat soal emisi gas buang mengakibatkan teknologi yang
kita dapatkan adalah teknologi yang sudah ketinggalan.

Bersyukurlah, bila nanti sebelum saat kepunahan minyak bumi tahun
2040, kita masih bisa menikmati mobil-mobil masa depan yang ramah
lingkungan, efisien namun tetap bertenaga seperti mobil-mobil hibrida.
Tentu, kita masih harus lama menunggu. *
(Martin Teiseran, ahli mekanik, tinggal di Semarang)

Foto : 1
Kompas/sha
KIJANG DI TOKYO - Meski masih pakai teknologi 'karburator', namun mobil
Kijang cukup menarik perhatian pengunjung. Mobil dari Indonesia ini
terparkir persis di depan hidung mobil masa depan, Toyota Prius di
Tokyo Motor Show.

15 September 2007

Kembali Pakai Timing Chain

Tambahan Informasi:
Mobil-mobil sekarang kembali lagi menggunakan rantai, rantainya lebih halus, panjang dan nampaknya memiliki kemampuan yang lebih baik. Pemakai tak perlu kawatir, karena kekuatannya jelas lebih baik dengan timing belt. Dulu alasan pamakaian belt ceriteranya untuk menghindari bunyi dan sekarang ternyata rantai besipun tidak menimbulkan bunyi, maka pasti lebih awet dari belt. Perlu diketahui, syarat pemakaian kualitas oli juga sekarang lebih tinggi, sehingga pelumasan terhadap rantai juga lebih sempurna.

AWAS "TIMING BELT" PUTUS

KOMPAS, Kamis, 08-12-1994.
BERBICARA mengenai mobil, pasti akan bicara tentang banyaknya bagian yang
saling berhubungan. Bila bagian yang satu rusak, ia akan mempengaruhi bagian lain, sehingga tampilan menjadi tidak normal, meski masih bisa berjalan di jalan raya. Tekanan angin pada ban misalnya, walau kurang, mobil tetap bisa berjalan. Atau, aki yang sudah lemah pun - walau tidak bisa diasut (distarter) dan dihidupkan dengan didorong - toh mobil bisa berjalan lagi. Lain halnya dengan oli yang kurang atau air tidak cukup. Bila mobil terus dijalankan, akan merusak mesin mobil.

Menyangkut mesin, dikemukakan fungsi timing gear, timing chain atau timing belt. Ketiganya berbeda nama, tetapi fungsinya sama dan amat penting. Kendaraan bus atau truk menggunakan timing gear, sedangkan untuk kendaraan ringan misalnya Toyota Kijang, biasanya menggunakan timing chain. Sedangkan untuk Charade, Starlet atau kendaraan sedan, biasanya menggunakan timing belt.

Namanya saja timing, artinya komponen ini bertugas mengatur kerja mesin, guna menghindari saling bertubrukan antarpiston dengan klep dan mengatur saat yang tepat untuk memberi pengapian lewat distributor (delko) kepada setiap busi.
Dari ketiga komponen yang punya fungsi sama ini, timing belt merupakan komponen yang sewaktu-waktu bisa putus. Suku cadang ini terbuat dari anyaman nilon dan karat yang tahan mulur. Dalam keadaan normal, di mana suhu udara luar tidak panas, penggunaan yang normal - mesin tidak menghentak-hentak, dan tidak ada kebocoran oli yang mencapai timing belt, bisa bertahan sampai 100.000 km.

Namun, kejadian yang muncul amat beragam. Sebuah Honda Life baru mengganti timing belt setelah berjalan 120.000 km. Tetapi, ada sedan yang baru berjalan 25 km, sudah harus mengganti timing belt, karena putus. Padahal, sedan yang naas ini sedang dipacu kencang. Tiba-tiba terdengar bunyi "kemeretak" di ruang mesin. Akibat timing belt putus, empat klep bengkok, empat rocker arm patah dan harus mengganti piston yang cacat. Untung, serpihan yang patah tidak menggores dinding selinder. Bila itu sampai terjadi, mobil cacat berat. Untuk memperbaikinya, dibutuhkan biaya Rp 750.000 lebih. Tahun 1960-an, perusahaan mobil Fiat sudah memperkenalkan sistem timing belt pada mesin twin-cam dan wanti-wanti untuk pengggantinya setiap 20.000 km, menyusul Honda Life. Toyota menggunakan suku cadang ini, pertama kali pada Hi Ace Diesel.

Tidak jelas
Kapan timing belt akan putus, sulit dideteksi bagi orang awam. Gejalanya pun, tidak jelas, apalagi ia gampang mulur dan tempatnya ada di dalam mesin. Namun bagi montir berpengalaman, ia biasanya mengetahui keadaan itu dari bunyi mesin yang agak kasar, atau tenaga mesin yang tidak normal.

Keadaan ini amat berbeda dengan mesin yang menggunakan timing chain. Kerusakan pada timing chain seperti aus (tidak mulur) akan menimbulkan bunyi ketika mobil dipanaskan di pagi hari. Di bagian depan radiator, biasanya ada bunyi kemericik beberapa menit. Kalau sudah parah, suara itu baru hilang setelah beberapa saat dan tenaga mesin sering tidak normal karena pengapian berubah-ubah.

Hampir semua sedan Toyota menggunakan timing belt. Bagi Anda yang menggunakan Starlet atau Corolla SE yang menggunakan 12 valve (katup), putusnya timing belt bisa menimbulkan kerugian 10 kali lipat dibanding bila harus menggantinya secara reguler. Sedangkan pada GL dan Twin Cam, putusnya timing belt hanya menimbulkan mogok. Untuk menggantinya, paling hanya dibutuhkan waktu dua jam.

Berikut diajukan beberapa saran:
1. Jangan membiarkan mobil Anda berjalan tanpa penunjuk kecepatan.
2. Biasakan mengganti oli pada kelipatan tiap 5.000 km dan buat catatan penting tentang mobil Anda, apalagi setiap mengganti suku cadang. Pada bengkel yang bonafide, biasa mempunyai "kartu mobil" yang mencatat apa saja yang berkaitan dengan mobil Anda.
3. Gantilah timing belt paling lambat setiap 50.000 km.
4. Tanyakan kepada dealer, apakah mobil Anda menggunakan timing belt dan kapan harus menggantinya.
5. Kalau ada oli yang menetes dari bagian depan, segeralah diperbaiki, karena oli adalah "musuh utama" timing belt.
6. Gantilah timing belt pada mereka yang berpengalaman.
7. Bila Anda membeli mobil bekas yang menggunakan timing belt, gantilah segera dengan yang baru sebelum Anda memakai mobil itu.

14 September 2007

Timing Belt Sudah 150.000 km.

Suara Merdeka April 2003.
Peter Tikno, Jl Kanfer Raya Q/7 Banyumanik – Semarang. Saya punya mobil Suzuki Futura pick up yang saya beli sejak baru pada tahun 1991. Sampai sekarang (2002) belum pernah ganti timing belt. Kilometer mobil tersebut sudah lebih dari 150.000, peertanyaan saya:
Kapan seharusnya kita mengganti timing belt? Apa gejalanya bila timing belt sudah rusak? Kalau putus apa akibatnya? Apa yang harus diperhatikan pada mobil yang menggunakan timing belt? Mengapa air radiator selalu berwarna kuning- cokelat seperti air sungai pada hal sudah sering saya ganti.


Jawab:
Wah, Pak Tikno, mobil Anda luar biasa. Tolong segera di bawa ke bengkel Suzuki untuk diganti timing beltnya. Menurut petunjuk pihak bengkel Suzuki, timing belt harus diganti setiap 40.000 km. Kalau tidak dalam kecepatan tinggi dan timing belt putus bisa menyebabkan tabrakan antara klep dan piston. Mungkin kondisi operasi normal, sehingga mesin mobil Anda tidak mengalami kerusakan.

Timing belt dibuat dari bahan karet dan serat nilon yang sangat kuat, yang tahan terhadap tarikan. Kendati demikian harus diakui bahwa semua material yang ada di permukaan bumi ini selalu mengalami penyusutan kekuatan. Demikian pula dengan timing belt.
Selain Suzuki, Honda keluaran tahun sampai tahun 1988 harus ganti sebelum 45.000 km, dan tahun setelah itu harus mengganti timing belt sebelum 60.000 km. Sedangkan Honda yang sudah menggunakan VTec, menggunakan rantai, sehingga baru diganti bila sudah ada bunyi “kemerecek” mungkin pada kurang lebih 150 000 km. Toyota merekomendasi mengganti timing belt sebelum 100.000 km. Dalam beberapa kejadian, timing belt sudah putus pada 60.000 km, akan tetapi ada pula seperti yang Anda alami. Saya suka menyarankan agar timing belt diganti sekitar 80.000 km bagi Toyota dan 40 000 pada Honda.

Ada catatan tambahan, untuk semua Honda yang menggunakan timing belt bila putus, dan akan menyebabkan kerusakan pada klep, arm, piston dan mungkin pula dinding selinder. Hal yang sama akan terjadi pada mobil- mobil Toyota yang mengunakan 12 valve untuk 4 selinder (SE Salon (84) dan Starlet serta Kijang Diesel. Diluar itu, semua produk Toyota yang menggunakan timing belt bila timing belt putus tidak menyebabkan kerusakan apa- apa pada mesin.
Timing belt yang akan rusak sering tidak memberi gejala apa-apa. “Akan tetapi bagi yang suka secara teratur neneriksakan mobil ke bengkel, pihak bengkel akan melihat kondisi timing belt. Bila tampak sudah getas atau huruf- hurufnya sudah kabur maka biasanya disarankan untuk diganti” ujar Frans dari bengkel Honda Jl Gajahmada.

Oleh karena itu bagi pemilik yang mobilnya menggunakan timing belt disarakan untuk bertanya, kepada dealer mobil, pertama kapan harus mengganti timing belt dan kedua apakah timing belt putus bisa menyebabkan mesin ikut rusak atau hanya mogok saja? Kalau tidak sampai mengakibatkan mesin rusak, boleh- boleh saja dari 40.000 km dipakai sampai 80.000 km.

Bagi pengguna mobil yang menggunakan timing belt, berhati- hati menghidupkan mesin dengan cara mendorong atau secara kasar menggunakan engine brake. Karena dua kebiasaan itu akan menyebakan timing belt menerima beban berat secara mendadak.
Air radiator menjadi kuning karena ruang air dalam mesin kotor akibat berkarat. Bisa juga disebabkan oleh kualitas air yang cepat membuat besi mesin berkarat. Untuk menghilangkan warna kuning tersebut disarankan, setelah mengganti air radiator, tambahkan radiator treatment .

13 September 2007

MOBIL IRIT DAN BERTENAGA BILA CO RENDAH

KOMPAS, Kamis, 19-12-1996.

KADAR CO yang rendah pada gas buang dari mobil bisa menjadi
indikator kinerja mesin yang optimum. Hal itu berarti bahwa bahan
bakar (bb) yang masuk ke silinder mesin terbakar dan menghasilkan
tenaga yang optimum pula. Dengan demikian mesin tersebut menjadi
lebih bertenaga dan irit bb.

Untuk memperoleh kondisi seideal itu, sebuah mobil yang selesai
ditune up di bengkel harus diukur besarnya kadar kimia yang terkandung
pada gas buang, dan itu berarti bengkel mobil harus dilengkapi dengan
gas analyser.

Sayangnya sampai saat ini, belum banyak bengkel yang menyediakan
peralatan ini, sehingga penyetelan mesin mobil setelah selesai ditune
up tidak diketahui hasil akhirnya. Kinerja mesin pun tidak bisa
mencapai tingkat yang optimum. Akibatnya mesin kurang bertenaga, lebih
boros bb, sekaligus menjadi produsen gas CO, HC, NOx, yang ikut
menambah efek rumah kaca, dan kerusakan pada ozon.
Perbincangan tentang lubang hitam dan ozon yang semakin menipis saat
ini nyaring terdengar. Kalau dahulu hanya para ilmuwan saja yang
meributkan ozon, maka saat ini pabrik pembuat peralatan yang
menggunakan zat-zat perusak ozon ikut berkampanye. Mereka sepertinya
menebus kesalahan yang mereka timbulkan bagi umat manusia.
Kemudian diikuti pula oleh sebagian kecil masyarakat yang peduli akan
langit biru. Orang-orang yang membutuhkan dunia yang bebas dari gas
beracun, ramai-ramai berkampanye, dengan maksud agar dunia bebas dari
penyakit-penyakit akibat kerusakan ozon seperti menurunnya imunitas,
bertambahnya penyakit menular, meningkatnya penyakit mata seperti
katarak dan kebutaan serta kanker kulit.

Kompas Minggu 20 Oktober 1996 menurunkan dua artikel dengan judul yang
mengundang simpatik. Demi Ozon Pabrik Kulkas dan AC Siap Mengganti
Freon dan Upaya Melindungi Lapisan Ozon. Sayangnya tidak dijelaskan
lebih lanjut kepada masyarakat. Apakah penggantian itu juga tanpa
harus mengeluarkan biaya, alias gratis.
Tidak banyak yang tahu bahwa kulkas dan AC bisa merusak ozon. Sejak
dini tidak dijelaskan bahaya klorin atau mana yang bebas klorin, atau
ditempelkan stiker pada kulkas atau AC, mana aman bagi kesehatan
manusia. Dengan demikian masyarakat bisa memilih kulkas dan AC yang
tidak merusak lingkungan.

Dari berbagai penelitian para ahli semakin yakin bahwa dari berbagai
penyebab kerusakan ozon maka salah satu penyebabnya adalah akibat
digunakannya CFC salah satu bahan yang mengandung klorin (clorune =
CL) dan lainnya seperti gas buang kendaraan bermotor, yang berakibat
langsung pada rumah kaca yang menaikkan temperatur bumi.
Kendaraan bermotor, khususnya kendaraan roda empat dapat dikatakan
memiliki kemampuan untuk menambah parahnya kerusakan pada ozon.
Pertama karena AC mobil menggunakan klorin dan kedua mobil dengan gas
buang yang terdiri dari CO, NOx, HC dan lainnya.

Sebagaimana kita ketahui, penyejuk ruangan mobil sebagian masih
menggunakan klorin, walaupun sudah sejak tahun 1993 telah dilakukan
upaya menghentikan penggunaan klorin, zat yang membahayakan kesehatan
tersebut. Namun tampaknya tidak dilakukan kampanye besar-besaran dari
pabrik penghasil kulkas dan AC.
Kampanye langit biru memang pernah diadakan oleh pabrik pembuat AC
Nippondenso, namun agaknya kampanye itu belum menyentuh kebutuhan dari
pembuat AC. Hal itu bisa jadi karena proses kerusakan tidak dirasakan
langsung oleh pemakai AC.

Selain itu gas buang dari kendaraan bermotor belum terlalu
dikumandangkan. Kampanye belum terasa. Di beberapa kota ada papan yang
memantau besarnya kadar CO tetapi kebanyakan sudah rusak. Lalu
kendaraan-kendaraan besar dengan bebasnya membuang ke alam bebas.
Kampanye mengurangi penggunaan klorin lebih gencar dibandingkan gas
beracun lainnya seperti CO, NOx, HC yang dihasilkan oleh mobil. Gas
beracun yang diproduksi sebagai gas buang lewat knalpot kendaraan
bermotor ini, paling banter menjadi berita yang menarik kalau ada
orang yang mati, seperti matinya sepasang manusia di dalam mobil dan
AC-nya terus hidup. Berita akibat polusi tersebut dimuat Kompas 24
Oktober 1996: Rp 7 Trilyun Biaya Kesehatan Masyarakat Akibat Polusi
Udara Jakarta, belum diikuti dengan tindakan nyata oleh pemerintah
maupun swasta.

Walaupun sebagian orang mengetahui bahaya gas buang mobil namun upaya
mengatasi hal tersebut belum terlalu terasa. Hal itu terbukti saat ini
kita menyaksikan bus dan truk-truk raksasa yang dengan bebasnya
melepaskan asap tebal lewat knalpotnya, bukan hanya berbahaya bagi
kesehatan juga menghalangi pandangan mata pengemudi di belakangnya.
Tampaknya tidak ada sanksinya karena mungkin belum ada peraturannya
dan masih rendahnya kesadaran masyarakat tentang udara bersih yang
kita hirup.

Bisa dikurangi
Teknologi kendaraan bermotor saat ini sudah sangat maju. Desain mesin
khususnya sudah diarahkan untuk lebih ramah terhadap lingkungan hidup,
walaupun masih banyak mesin model lama yang masih menggunakan
karburator. Mesin mutakhir yang dilengkapi dengan sistem injeksi dan
pengendalian suplai bb dan pengapian oleh komputer telah menghasilkan
kinerja mesin yang optimal dan produksi gas beracun pada tingkat yang
sangat minim.

Teknologi injeksi seperti Electronic Fuel Injection (EFI) yang
mengatur sistem injeksi bb dan catalytic converter yang dipasangkan
pada knalpot bisa menjadi alternatif memerangi pengaruh gas beracun
yang dihasilkan oleh mobil. Walaupun dibandingkan dengan EFI,
katalytic converter tidak begitu efisien, tetapi penggunaan alat ini
menghasilkan gas buang CO, HC, NOx kadar rendah.
Komponen ini memang tidak berpengaruh langsung pada kinerja mesin,
tetapi mengelola gas buang agar saat keluar kadar CO, NOx dan HC pada
tingkat yang minim. Sebaliknya sistem EFI mempunyai banyak kelebihan.
Komponen ini bisa mengatur tingkat efisiensi mesin yang sangat tinggi
dengan tingkat polusi udara yang sangat rendah.
Hal ini dimungkinkan karena sistem ini mengatur dengan tetap saat
pengapian dan suplai bahan bakar yang mengesankan. Dengan cara ini
mesin menjadi lebih bertenaga dibandingkan dengan mesin pada umumnya,
ditambah masih lebih irit pula bb dibandingkan mobil yang menggunakan
karburator.

Cara mengurangi CO
Gas CO ini memang sangat membahayakan kesehatan tubuh manusia, tidak
jarang karena kurang hati-hati dan kurangnya pengetahuan tentang CO
bisa merenggut jiwa manusia. Beberapa kali diberitakan di Kompas
adanya sepasang kekasih yang mati ddi dalam mobil yang AC dan mesinnya
terus hidup.
Pernah juga terjadi, karena hujan lebat maka semua jendela mobil
ditutup dan untuk menghindari pengabutan pada kaca depan maka sopir
menghidupkan AC. Ternyata sopir dan semua penumpang minibus yang
knalpotnya bocor dan bodi yang sudah kropos itu, di saat turun dari
mobil menjadi lemas dan muntah-muntah.
Selain itu CO adalah gas yang tidak ada tanda atau aroma yang
spesifik. Lewat pernapasan ia mengikat hemoglobin 210 kali lebih kuat
dibandingkan dengan O2 yang dihirup.

Maka dengan kata lain CO dengan kadar tertentu sangat cepat mencapai
pusat saraf di otak. CO dengan konsentrasi 250 ppm akan membuat
seseorang pingsan dan pada konsentrasi 1000 ppm akan membuat seseorang
mati seketika. Sedangkan dalam udara yang segar kadar CO adalah 0,05
ppm, dan udara dengan kualitas seperti ini hanya ada di pegunungan
yang jauh pula dengan jalan raya yang padat dengan lalu lintas.
Makanya saat ini, pemerintah atau LSM mendirikan tugu-tugu di berbagai
tempat ramai untuk memantau tingkat CO. Di tempat di mana kadar CO
mencapai 100 ppm akan menyebabkan pusing dan cepat capai. Di
persimpangan jalan tidak mustahil kadar CO-nya sangat tinggi, dan hal
itu bisa membuat petugas pengatur lalu lintas cepat emosi.

Cara mengurangi CO
1. Tes kompresi mobil Anda. Mesin bensin dengan kondisi tekanan
kompresi rendah biasanya memberikan dampak langsung pada tenaga mesin.
Mesin menjadi kurang bertenaga. Selain itu mesin juga boros penggunaan
oli kalau kompresinya rendah, setiap 1000 km mungkin Anda harus
menambah oli satu liter. Warna hitam berjelaga pada ujung knalpot,
bukan berwarna abu-abu yang lazimnya pada mesin yang sehat.
2. Lakukan perawatan berkala setiap 5000 km, sesuai buku petunjuk
servis. Dengan melakukan perawatan berkala semua bagian mobil
diperiksa. Khususnya pada mesin mobil akan dilakukan pula pemeriksaan
kadar CO, NOx dan HC (bagi bengkel yang sudah dilengkapi dengan gas
analyser).
3. Saringan udara harus sering dibersihkan dan diganti setiap 20.000
km, karena saringan udara yang permukaannya sudah tersumbat debu akan
menyebabkan campuran gemuk, bensin terlalu banyak, tidak sebanding
dengan udara dan kadar CO, NOx, HC lebih tinggi.
4. Gas buang dengan kandungan CO yang tinggi bisa juga dinetralisasi
dengan catalytic converter (cc) yang dipasangkan pada saluran gas
buang. CC merupakan komponen knalpot dari emission control sistem.
Bertujuan mengurangi jumlah CO, NOx dan HC yang disebarkan ke udara
bebas. Namun mengingat teknologi ini termasuk mahal, maka belum umum
digunakan di Indonesia yang masyarakatnya masih toleransi terhadap
polusi udara. Teknologi ini memang mengendalikan gas buang mobil namun
tidak memberikan dampak langsung pada kinerja mesin.
5. Tidak cukup mesin ditune up. Karena mesin yang selesai tune up
tidak lantas CO, NOx dan HC-nya menjadi rendah. Rendahnya kadar gas
beracun tersebut baru dipastikan dengan menggunakan alat gas analyser.
Sebuah Great Corolla Multi Valve, EFI setelah ditune up hasil
analisanya: CO: 2,68% vol, HC 307 p.p.m, dan CO2 12,4% vol. Setelah
gas buangnya dianalisa dan distel dengan menggunakan gas analyser
serta sistem EFI distel ulang maka analisa gas buangnya menjadi: CO
0,22% vol, HC 201 p.p.m vol CO2 13,4% vol.
Hasil yang diperoleh sangat mengesankan. CO yang semula 12,4 menjadi
0,22 atau turun lebih dari 56 kali. Kalau semua mobil di Jakarta
diwajibkan menggunakan stiker gas buang masing-masing berwarna merah
untuk mobil yang tingkatan CO-nya sangat membahayakan manusia, kuning
untuk mobil yang membahayakan manusia dan hijau untuk mobil yang kadar
CO-nya diizinkan. Kampanye seperti bisa memotivasi masyarakat untuk
kembali pada udara yang bersih.

Keuntungan
Keuntungan langsung bagi pemilik mobil. Kalau mobil Anda CO-nya rendah
maka pembakaran dalam silinder sangat baik, itu berarti pula semua bb
terbakar habis. Dengan demikian kinerja mesin menjadi lebih bertenaga
dan irit bb karena pemakaian bb menjadi optimum, dan sekaligus Anda
menciptakan udara yang sehat bagi Anda dan sesama makhluk hidup
lainnya.
Kendala saat ini, tidak semua bengkel menyediakan gas analyser,
mengingat harga peralatan ini masih cukup mahal. Namun bagi
bengkel-bengkel yang jeli, gas analyser sudah merupakan perlengkapan
standar. Selain itu penggunaan gas analyser tidak membebani tambahan
biaya bagi kantung pemilik mobil. Tetapi dengan sangat puasnya
pelanggan mereka yakin bengkel tersebut bisa jadi pilihan utama setiap
pelanggan mengalami kesulitan dengan mobilnya.
Di era globalisasi saat ini, dan sejalan dengan meningkatnya
pengetahuan masyarakat akan menyebabkan bengkel yang tidak dilengkapi
dengan gas analyser bisa ketinggalan zaman dan ditinggalkan oleh
pelanggannya. (Martin Teiseran, ahli mekanik)
Foto
Istimewa
BISA LEBIH IRIT - Penyetelan sekrup mengatur campuran bahan bakar
dan udara dengan tepat, dapat menuruenkan kadar CO sampai tingkat
serendah-rendahnyaa. Pada Great Corolla yang menggunakan sistem EFI ini, CO
dapat diturunkan sampai 0,22 % vol, sedangkan CO yang diizinkan berkisar
antara 22-4% vol, Bensin bisa lebih irit 12 persen

12 September 2007

Charade 84 Bergetar

Suara Merdeka Mei 2005.

Saya selalu mengikuti jawaban surat Anda mengenai mobil di "Suara Merdeka", pada kesempatan ini saya ingin bertanya. Saya memiliki mobil Daihatsu Charade G11 (tahun 1984), pertanyaannya, apa memang demikian mesin 3 silinder Daihatsu Charade itu kasar. Ketika silinder kop dibuka (mengganti sil klep) nampak piston masih original (seperti belum pernah turun mesin) apakah perlu turun mesin? Selama ini (saya pakai sudah 2 tahun, sejak beli) dipakai luar kota normal-normal saja, lari 80km-100km/jam masih okey. Keluhan terakhir, bila mau start terutama bila jalan menanjak, pada saat kopling mau dilepas (setengah kopling) mesin bergetar sampai menggetarkan bodi mobil. Kira-kira apanya ya P.Martin. Atas jawabannya saya mengucapkan terimakasih. S.Priyono AG spriag@Yahoo.com
Jawab:
Mesin kasar ada dua macam. Ada yang bunyinya kasar di daerah mesin. Seperti ada ketukan antara dua benda keras, dan gesekan. Bunyi seperti itu biasanya ada bagian yang sudah aus, seperti as untuk lengan penekan klep (rocker arm shaft) sehingga penyetelan klep tidak sempurna, sehingga klep cerderung terlalu renggang. Namun ada juga bunyi kasar karena bearing yang sudah aus, metal maksudnya. Untuk itu, pengetesnya dengan cara, pedal gas ditekan, rpm akan naik, dan ketika RPM makin tinggi bunyi mesin kasar samakin keras seiring rpm yang lebih tinggi. Bila telapak kaki kita tempatkan pada lantai mobil, maka sangat terasa peningkatan frekuaensi maupun kerasnya ketukan pada telapak kaki. Namun saya perkiraan gejala itu tidak terjadi pada mobil Anda, karena hal ini jarang terjadi pada mobil sedan.
Kedua bunyi keras karena saringan atau kenalpot sudah hancur, sehingga gas buang tersebur tanpa peredam suara. Mobil Daihatsu juga dilengkapi kendangan dengan ukuran yang tidak besar sehingga suara gas buang menjadi lebih keras. Di sedan umumnya ada dua kendangan. Kecil ada di tengah dan besar ada di bagian belakang. Apakah Daihatsu Pak Supriyono ada 2 kendangan? Kalau yah, saya sarankan untuk ganti kendangan yang lebih besar.
Khusus gejala mobil bergetar ketika mau lepas kopling, ini biasanya disebabkan oleh sistim kopling yang sudah tidak normal. Kopling yang normal, ketika kita menginjak pedal kopling mestinya plat kopling bebas dari ditekan cluth cover (blindes) terhadap fly wheel (roda gendeng). Kalau bergetar ketika pedal kopling dilepas, kemungkinan pertama adalah, plat kopling rusak. Paku kelingnya lepas, per peredam patah atau pelatnya sudah tipis. Bisa juga karena permukaan clutch cover cacat, tidak rata atau permukaan fly wheel juga sudah tidak rata.
Untuk itu, sistem kopling harus turun dan periksa satu persatu sistem kopling. Bila ditemukan kerusakaan, maka disarankan mengganti semua komponen dengan baru, termasuk release bearing dan pilot bearing. Namun sebelum melakukan semua itu, coba periksa transmisi mounting, mungkin sudah cebol. Siapa tahu dengan mengganti transmisi mounting getaran itu hilang.

11 September 2007

Mobil Anti Maling

Femina Januari 1997
Saya punya sedan 1973 dan sebuah minibus Kijang tahun 90. Jika mesin kedua mobil dihidupkan terutama kalau pagi hari akan terdengar bunyi tek- tek- tek pada bagian depan mesin mobil dan baru hilang setelah digas. Mobil ini kalau dijalankan pada kecepatan rendah, sedang malah pada kecepatan tinggi kadang roda depan kocak dan bergetar hebat. Kondisi ban baik dan velg standar.

Tanya:
1. Bisakah kipas pendingin aslinya diganti dengan system silikon?
2. Apa yang menyebabkan kocaknya roda depan dan bagaiamnan mengatasi atau memperbaikinya.
3 Apa penyebab bunyi mesin tersebut dan bagaimana cara memperbaikinya?
4, Untuk mobil Toyota Kijang, bahan bakar bensin yang digunakan sebaiknya memiliki angka oktan berapa? Apa pengaruhnya pada mesin yang menggunakan angka oktannya terlalu rendah atau terlalu tinggi?
5. Saya pernah menemukan oli dengan kualitas SC, CD, SE, SF dan SG. Saya juga pernah menemukan oli dengan viskositas SAE 20W - 50 dan SAE 30. Apa maksud kepanjangan kepanjangan tersebut? Mana yang cocok untuk Kijang?
6. Bagaimana cara paling aman untuk meningggalkan mobil waktu parkir agar bebas dari pencuri?

Jawab:
1. Penggunaan cairan silikon sebagai kopling pada kipas radiator sudah umum digunakan. Mobil dengan sistem ini dapat dibedakan kalau Anda membuka kap mesin. Kipas yang menggunankan kopling silikon di sat mesin mati mudah digerak. Kipas itu baru bereaksi dan berputar kalau mesinnya panas. Bisa saja kipas angin diganti dengan kipas system kopling silikon. Cara ini membuat mesin lebih bertenaga karena tenaga mesin untuk memutar kipas tidak selalu diperlukan. Baru bekerja kalau mesin panas. Untuk lebih jelasnya Anda perlu mengukur besar dan jarak kipas sampai ke radiator. Apakah cocok?

2. Lazimnya mobil tua banyak bagian yang sudah kocak. Tetapi bukan berarti tidak bisa diperbarui. Bagian yang kocak itu bisa diganti dengan baru. Mulailah dengan periksa bearing (lager) roda depan. Duduklah berhadapan dengan ban, kemudian kedua tangan diletakan ke bagian atas ban lalu didorong dan ditarik dengan kuar (digoncang- goncang). Kalau ada bunyi kduk- kduk- keduk, menandakan bearing atau dudukan bearing sudah kocak. Perlu diganti atau diperbaiki.Setelah itu periksa bagian tie rod. Coba kemudi di diputar ke kiri dan ke kanan dengan cepat dan perhatikkan apakan bagian tesebut kocak atau letakan ibu jari dan jari telunjuk pada tie rod. Gantilah bagian ini kalau terasa kocak.
Bagian lain juga yang tidak kalah penting adalah idle arm & pitman arm. Bagian yang mencantol pada chasis dan link stir ini kalau kocak sangat mengganggu seperti yang Anda keluhkan. Keluhan Anda tentang stir bisa jadi bukan disebabkan oleh shemy, karena shemy bisanya timbul pada kecepetan diatas 70 km/jam.

3. Bunyi didepan mesin pada mobil tua disebabkan oleh kendornya rantai kamrat (timing chain). Segeralah mengganti dengan rantai baru. Sebaiknya mobil dikerjakan oleh teknisis yang berpengalaman. Atau bawalah ke bengkel PT Sumber Bahtera Motor.

4. Oktan yang cocok untuk Kijang mulai dari 86 (premium), kalau terlalu rendah tenaganya kurang dan akan menimbulkan detonasi atau ngiklik. Ngiklik yang terlalu keras akan merusakan mesin. Kalau oktan tinggi baik untuk Kijang namun harus menyetel ulang pengapian agar penggunaannya tepat dan mesin bertenaga serta irit. Bisa juga menggunakan pertamax, namun pengapian (titik nyala) harus di stel lagi. Kalau semula 8 derajat, maka setelah memakai pertamax minumum menjadi 10 derajat sebelum titik mati atas. (TMA).

5. Huruf S dan D untuk menunjukan oli yang cocok untuk mesin bensin atau mesin diesel. Huruf D untuk mesin diesel sedangkan S untuk mesin bensin. Huruf- huruf setelah itu mrenunjukan oli keluaran terakhir yang cocok dengan konstruksi mesin tahun itu. Umpamanya oli Primanya Pertamina (SG) cocok untuk mesin twin cam dengan banyak klep. Oli SAE 20W50 alah oli multi grade artinya kekentalan oli ini tetap mul;ai dari minus 10 sampai 90 derajat Celsius.

6. Maling tetap lebih pintar, tetapi Anda bisa mulai dengan sedikit mengetahui soal mesin. Buka kap mesin dan tanyakan dimana letaknya distributor, kalau mobil Anda termasuk yang menggunakan platina dan kondensor. Dengan melepaskan rotor yang terletak pada bagian tengah dari distributor maka mobil tidak bisa dihidupkan. Atau pasangkan sebuah pengaman (kontak) pada tempat yang dirahasiakan untuk mematikan dan menghidupkan mesin. Karena angka pencurian tinggi maka sangatlah bijaksana kalau sejak saat ini ada upaya untuk mengamankan mobil. Ada yang mengganti pintu dengan kunci din- dong, tetapi ada maling yang masuknya lewat jendela setelah memotong karet dengan pisau. Penggunaan kunci stir banyak juga faedahnya. Paling tidak maling yang duduk di stir membutuhkan waktu melepas kunci stir tersebut. Bahkan bisa mengubah pikiran sang maling, mengurunkan niatnya untuk mencuri mobil Anda sebaliknya memilih mobil orang lain yang tampaknya tidak dilengkapi dengan kunci stir. Banyak alat mengaman sekarang cukup canggih. silakan mencoba.

Kini banyak mobil menggunakan EFI, maka saya menyarankan pasangkan kontak on off yang bisa memutuskan kabel ke pompa bensin yang berada di dalam tangki bensin. Lalu letakan kontak tersebut ke tempat yang hanya di ketahui oleh pemiliknya. Minta bantuan teknisi.

10 September 2007

Banding Membanding antara Kijang & Avanza

Tulisan Januari 2004.
Apapun yang mau disebut, saudara sekandung Kijang karena memakai inisial Toyota, blasteran sebab lahir hasil perkawinan Daihatsu dan Toyota, atau dikatakan sebapak lain ibu, karena Avanza dibuat dipabrik Daihatsu, bukan pabrik Daihatsu- Toyota, tak menjadi soal. Kecuali satu, keraguan atas kualitas Daihatsu yang selama ini dicap sebagai second class dari Toyota. Bagi konsumen Avanza dalam banyak hal fasilitas maupun kemampuan tekniknya tak kalah dari Kijang untuk tidak mengatakan bahwa dalam beberapa hal Avanza unggul terhadap Kijang. Dengan demikian, hal ini tentunya bisa mengganggu “kemapanan” Kijang. Dan mungkin inilah mobil idaman kita semua sesuai kuatnya isi kantong karena harganya dibawa Rp 100 juta.
Mesin Kijang dan Avanza
Bila dilihat dari kekuatan mesin maka, mesin Avanza 2 PS lebih besar dari mesin Kijang 7K EFI. Meski ukuran mesin tak akan terlalu menyita perhatian pembeli, akan tetapi bila membandingkan dengan besarnya CC (isi selinder) 1800 CC untuk 7K dan 1300 CC Avanza, maka angka 500 CC mengundang pertanyaan lebih lanjut. Mengapa mesin seukuran ¾ ukuran mesin Kijang EFI 1800 cc tenaga lebih besar 2 PS. Jawabannya adalah, teknologi mesin yang digunakan pada Avanza adalah mesin baru. Dengan berat kosong 1095 kg, atau 255 kg lebih ringan dari Kijang dan disuport pula oleh tenaga 86 ps membuat Avanza melesat lebih cepat dan ekonomis.

Mesin seri K (digunakan sejak Corolla pertama pada tahun enampuluhan) harus diakui merupakan mesin yang bandel awet dan mudah perawatannya. Mesin ini bisa jadi menjadi seri mesin yang paling lama digunakan. Sejak pertama digunakan sampai sekarang, tak banyak mengalami perubahan rekayasa teknologi, kecuali besarnya dari 999 CC ditingkatkan sampai kini 1800 CC. Walaupun sejak tahun 2000 telah dilengkapi dengan EFI, efisensi mesin tidak signifikan, karena mesin yang memiliki karakter RPM rendah dan sistem klep OHV itu (Over Head Valve), ternyata hanya mampu menaikan 4 pk menjadi 84 ps dari karburator ke EFI. Kendati demikian, mobil yang populasinya mendominasi bumi negeri ini menjadi mobil bermesin yang paling disenangi karena persedian suku cadangnya murah dan mudah diperoleh. Situasi ini mengingatkan kita pada suku cadang Fiat dan Jeep Wilys yang hingga kini mudah diperoleh di pasar.

Sebaliknya mesin Avanza merupaka mesin generasi baru yang boleh dibilang dua level diatas mesin seri K yang digunakan pada Kijang sejak lahir tahun 1976. Sistem EFI dan DOHC berkareakter RPM tinggi sangat mendukung peningkatan tenaga mesin lewat rekayasa teknologi. Kendati memiliki mesin terbilang kecil, 1300 CC, dalam kenyataannya mesin model ini bisa menghasilkan tenaga 86 ps Hal ini membuktikan, bahwa rekayasa mesin yang ditujukan pada sistem pamasukan bahan bakar Twin Cam, Multi Valva, maupun sistem pengapian yang dikendalikan oleh komputer sangat efisen. Mesin- mesin generasi baru yang tampaknaya berpostur kecil akan tetapi tenaga besar mengesankan hemat bahan bakar dan ramah terhadap lingkungan hidup. Kijang EFI yang bertenologi mesin OHV berada 2 level dibawa Avanza. Urutannya sebagai berikut, OHV (over head valve) Kijang 1800 EFI, SOHC (Single Over Head Cam Shaft) dan DOHC (Double Over Head Cam Shaft) bagi Avanza.
Tabel berikut menunjukan betapa pengaruh teknologi pada tenaga mesin. Sebuah Kijang dengan teknologi OHV memiliki kapasitas selinder 1800 cc bila dibandingkan dengan Espass 1600 cc bertenologi SOHC, tenaga Kijang lebih besar hanya 2 ps atau 2,4 %. Kendati isi selindernya lebih besar 200 cc atau 12,5 %. Seterusnya bila dibadingkan dengan Corolla Altis yang bertenologi DOHC, EFI dan VVTi. Keduanya sama- sama berkapasitas selinder 1800 cc akan tetapi ternyata Corolla Altis memiliki tenaga 75 % lebih besar dari mesin seri K EFI yang selama ini digunakan oleh Kijang.

Konstruksi
Telah terjadi perobahan yang mendasar pada konstruksi bodi “adik” Kijang. Konstruksi monokok bisa jadi untuk melapangkan jalan bagi Kijang baru yang mungkin akan berteknologi monokok. Bila dilihat sepintas maka tampaknya, sisi luar tampilan Avanza menyerupai gabungan antara Taruna Kijang dan Zebra. Depan tampangnya Taruna, tengah Kijang dan belakang Zebra. Entah benar atau tidak inilah keturunan pertama hasil perkawinana Toyota dan Daihatsu. Apa boleh buat, Kijang yang selama ini sudah terkenal menyatu dengan mayoritas konsumen Indonesia secara perlahan, kini digiring masuk ke belantara yang lebih luas.
Proyek Avanza Toyota (Jepang) mengesankan tak mau ada model yang hanya jago dikandang sendiri seperti Kijang, yang tidak bisa dipasarkan ke seluruh dunia. Kebijakan ini merupakan penjabaran kebijaksanaan Toyota yang berambisi memperkuat posisi disemua lini untuk menuju puncak sebagai produsen mobil nomer satu dunia. Terbukti dengan prestasinya pada tahun 2003, dimana produksi Toyota 6 juta ditambah 500.000 unit dari Daihatsu.
Kendati Kijang mendapat saingan berat dari adiknya, tetap Kijang memiliki keunggulan tersendiri. Sebagai mobil yang menggunakan chassis maka Kijang terkenal bandel dan awet untuk pekerjaan berat. Hal ini sesuai desain dasarnya berupa truk mini, kokoh untuk kerja berat. Selain itu keunggulan mobil menggunakan chasis adalah kenyamanan. Karena ruang penumpang tidak langsung berhubungan dengan roda maka Kijang lebih senyap dan nyaman tidak berisik akibat gesekan ban dengan jalan. Sebaliknya Avanza menggunakan body monokok, menyerupai konstruksi sedan- sedan dengan menggerak roda belakang yang kemungkinan lebih berisik akibat gesekan ban terhadap aspal, dampak resonansi langsung. Kondisi ini merupakan rejeki bagi toko aksesoris, karena banyak mobil yang akan datang untuk minta ditambahkan peredam suara pada panel- panel pintu dan engine hod.

Dalam beberapa hal Avanza memiliki beberapa kekurangan. Kelemahan nampak pada pelat bodi yang tidak diberi penyangga secukupnya. Bila Anda sudah duduk dan ingin menggerakan power window maka nampak ada gerakan pada dudukan kontak power window. Hal ini disebabkan oleh penyangga, penguat yang tidak cukup pada bagian dalam dari pintu tersebut. Akibat kurangnya penyangga atau kurang kokohnya penyangga maka ketika pintu ditutup maka tampak pelatnya seperti gelombang air laut. Ketika menutup pintu belakang (walaupun tidak sering pintu ini dibuka tutup) terdengar bunyi kaleng. Kesan saya bukan karena pelatnya tipis akan tetapi lebih disebabkan oleh penyangga dibagian dalam yang kurang kokoh.
Kapasitas penumpang

Walaupun jarak antara bumper belakang ke bumper depan Avanza lebih pendek 450 mm dari Kijang long chasis dan 200 mm dari Kijang short, tapi Avanza mampu menngangkut 7 penumpang, duduk menghadap kedepan seperti Kijang LSX. Hal ini dimungkinkan oleh karena ruang mesin Avanza lebih pendek dan jarak sumbu roda Avanza lebih panjang 5 mm dibandingkan Kijang long serta 255 mm lebih panjang dari Kijang short. Akibatnya dari sisi kenyamanan penumpang, Avanza longgar termasuk yang duduk di jok paling belakang. Kemudian dengan adanya teknologi monokok maka lantai bisa lebih miring sehingga kaki penumpang bisa lebih nyaman.

Menyaingi City Car
Apa sih artinya City car bagi pemilik mobil dinegeri ini. Tak banyak yang peduli dengan efesensi dan macetnya lalu lintas, besar atau kecil tidak menjadi pertimbangan. Banyaknya mobil sejenis Kijang yang mestinya berpenumpang 7 orang hanya dimuati satu atau 2 penumpang tanpa peduli irit atau borosnya sebuah mobil. Sebaliknya mobil- mobil kecil, yang kecil pula mesin kurang bertenaga, tidak disukai karena tak kuat mengangkat kompresor AC. Dan kehadiran Avanza akan menjadi pilihan untuk mengisi segmen “city car” yang sesuai keinginan masyarakat kita, yaitu City Car yang multi guna.
Dari sisi harga dimana harga Avanza dibawa Rp 100 juta bisa menjadi saingan utama city car, akan tetapi dari sisi kapasitas 7 penumpang kehadirannya menjadi saingan dari Kijang sendiri. Mayoritas pemakai mobil dinegeri ini adalah mereka yang hanya memiliki mobil 1 unit. Oleh karena itu mobil yang dicari adalah mobil multi guna, bisa dipakai sendiri atau sekeluarga. Inilah cela yang dibidik Toyota.

Selain City Car maka segmen mobil bekas pasti mendapat dampak negatif dari tampilnya Alvanza dan Xenia. Semisal, Kijang LSX 1800 EFI keluaran tahun 2001, yang sekarang berharga Rp 115 jutanan spontan bisa turun harganya. Pembeli pasti cenderung memilih yang baru yang nota bene memiliki keunggulan yang menggoda.
Bila nantinya, setelah diuji di pasar pemakaian bakan bahar Avanza dan Xenia irit dibandingkan dengan Kijang dan berbagai merk City Car, bukan mustahil kepeloporan Kijang akan diambil alih oleh Avanza. Bagi yang ragu terhadap kualitas pendatang baru ini tentunya perlu mempertimbangkan ungkapan “ono rego ono rupa” Ada harga ada bentuk, maksudnya dengan sedikit uang jangan mengharapkan keunggulan berlebihan.

09 September 2007

"WARRANTY" ADALAH HAK ANDA

KOMPAS, Kamis, 23-03-1995.
SUDAH sejak lama warranty (garansi atau jaminan) kendaraan baru
diperlakukan di Indonesia, khususnya oleh Agen Tunggal Pemegang Merk
(ATPM) tertentu yang sudah mapan dalam pemasaran produknya. Warranty
sudah merupakan kebijaksanaan internasional, ketentuan dari negara
asal mobil baru tersebut, dan sudah menjadi hak Anda.
Sebagian dari Anda yang baru membeli mobil baru boleh jadi
belum mengetahui hak Anda tersebut. Ketidaktahuan itu mungkin karena
tidak mendapat penjelasan dari wiraniaga saat penyerahan mobil. Atau
bisa juga karena Anda belum membaca buku servis tentang warranty
tersebut.

Dapat dikatakan semua merek memberikan warranty. Bedanya hanya
terletak pada berapa besar perhatian, pelayanan, dan apakah Anda
puas atau tidak. Tentu hal itu tidak terlepas dari kesiapan jajaran
pelayanan purnajual termasuk kualitas bengkelnya.
Bagi sebagian merek, kegiatan warranty sudah merupakan daya
tarik tersendiri bagi calon pembeli, karena bisa memberikan rasa
aman. Hampir semua bagian yang rusak dalam jangka waktu warranty
bisa mendapatkan penggantian. Begitu pula bagi bengkel-bengkel,
kegiatan warranty bukan lagi menjadi beban yang memberatkan, namun
sudah menjadi pekerjaan yang menyenangkan.
Kegiatan warranty saat ini bisa dipakai sebagai sarana umpan
balik bagi produsen mobil, yang kelak akan dipakai untuk
menyempurnakan produksinya. Mungkin ini bisa diistilahkan dengan
"jemput bola". Artinya, begitu mendengar ada keluhan, mobil Anda
akan dijemput.

Keluhan
Sayangnya, tidak jarang kita membaca keluhan konsumen di surat
kabar, yang sebelumnya sudah berdebat dengan pengelola bengkel.
Mungkin yang terjadi adalah masing-masing kurang mengerti soal hak
dan kewajibannya dalam soal warranty.
Berikut ini tentang warranty mungkin berguna bagi Anda.

1. Warranty adalah jaminan bagi kendaraan baru (tercantum dalam
buku servis dan warranty) yang sudah dibeli dan digunakan. Dalam
setiap penggantian suku cadang atau jasa yang diakibatkan oleh salah
pengerjaan, maka pemilik mobil tidak perlu mengeluarkan uang sepeser
pun.

2. Masa berlakunya warranty sangat tergantung pada setiap merek
mobil. Mobil-mobil Jepang bisa sampai dua tahun atau 50.000 km
(bergantung mana yang lebih dulu tiba sejak penyerahan dari dealer,
apakah tahunnya atau kilometernya). Sedangkan mobil Eropa bisa lebih
dari itu. Karenanya, Anda perlu bertanya dan memperhatikan apa yang
tertulis pada buku servis dan warranty tersebut. Data yang tertulis
harus benar, karena hal ini akan mempermudah klaim Anda di kemudian
hari.

3. Di mana bisa mendapatkan warranty? Anda bisa mendapatkan
warranty di kota-kota seluruh Indonesia, di mana ada dealer resmi
atau yang ditunjuk oleh ATPM. Kalau Anda tidak puas oleh pelayanan
dealer, maka dapat menulis surat langsung ke kantor pusatnya. Yang
penting pengaduan Anda jelas, dengan menyebutkan nomor mesin dan
frame, tanggal pembelian, kilometer yang sudah ditempuh, serta
dealer yang menjual.

Tidak semua warranty berjalan dengan mulus. Dalam hal tertentu
bisa jadi Anda diminta pengertiannya, karena suku cadang pengganti
tidak ada di tempat, atau bengkel memasangkan suku cadang robbing
(diambil) dari mobil baru yang ada di ruang pamer atau gudang.

4. Di samping berlaku ketentuan 2 tahun dan 50.000 kilometer,
bisa jadi ada ketentuan lain menyangkut suku cadang tertentu seperti
aki, ban, dan knalpot. Aki biasanya mendapatkan jaminan 6 bulan atau
10.000 km. Sedangkan khusus ban, ada aturan tersendiri yang sudah
diatur oleh Asosiasi Ban Indonesia, yang perlu Anda tanyakan waktu
membeli mobil. Knalpot untuk kendaraan niaga berlaku 1 tahun atau
20.000 km.

5. Tentu tidak semua bagian bisa mendapatkan warranty. Bagian
yang habis karena penggunaan -- seperti kampas rem dan kampas
kopling -- atau kerusakan akibat Anda menggunakan oli, minyak rem,
minyak power steering, atau suku cadang bukan asli, tidak bisa
mendapatkan penggantian gratis.

Ajukan "warranty"
Bagaimana cara mengajukan warranty? Di saat Anda merasa ada
sesuatu yang tidak beres, segeralah datang ke bengkel. Bawalah buku
servis dan temui petugas Frontman atau Service Advisor.
Tentu saja sebelumnya Anda harus mengetahui kerusakan macam apa
yang terjadi pada mobil Anda.

1. Perhatikan dan rasakan dengan sungguh-sungguh setiap bagian
dari mobil. Adakah sesuatu yang ganjil, seperti kelonggaran waktu
mobil berjalan atau untuk jalan lurus setir harus ditahan karena
kalau dilepas lantas membelok ke arah lain.

2. Bunyi-bunyi yang sangat mengganggu, seperti bunyi ketukan,
mendecit pada bagian bawah mobil, atau bunyi dengung yang disebabkan
oleh ban atau gardan yang sangat mengganggu. Perhatikan pula apakah
bunyi mesin tetap halus. Untuk itu tidak ada salahnya waktu mau
membeli, Anda minta beberapa mesin dihidupkan untuk perbandingan.
setiap hari bekerja dengan normal. Laporkan segera kalau saat
mengisi bensin sampai penuh ternyata meternya tidak tepat atau jarum
penunjuk kecepatan bergetar. Sebab kalau itu terjadi, pasti ada yang
tidak beres dengan komponen tersebut.

4. Bagian luar mobil adalah hal yang mudah Anda pantau.
Perhatikan apakah mobil baru Anda belang dua warna atau bagian dalam
seperti jok dan plafon ada cacatnya. Tidak tertutup kemungkinan ini
bisa diperbaiki pula.

5. Hal-hal lain yang perlu Anda perhatikan adalah penambahan
peralatan listrik ditempat toko variasi mobil. Pemasangan yang
keliru -- seperti mengambil arus tidak pada tempatnya -- akan
merusak bagian lainnya, terutama pada mobil yang menggunakan CPU
(komputer).

6. Perhatikan gas buang dari knalpot. Kalau berasap tebal dan
mesin loyo maka segeralah berkonsultasi ke bengkel.
Dalam banyak hal menyangkut mobil baru Anda, jangan bosan
berkonsultasi dengan bengkel dealer. Ajukan pertanyaan apa saja
supaya Anda mendapatkan penjelasan yang memuaskan. Kalau Anda baru
pertama membeli mobil baru, mintakan juga masukan dari teman yang
sudah lebih dulu membelinya. Siapa tahu, dia pun bisa membantu.

JAMINAN UNTUK BAN -- Jaminan yang diberikan untuk aki biasanya 2
tahun atau 50.000 kilometer. Knalpot kendaraan niaga berlaku untuk
1 tahun atau 20.000 km. Sedangkan Khusus ban, ada aturannya
tersendiri yang sudah diatur oleh Asosiasi Ban Indonesia. Tanyakan
hal ini ketika membeli mobil.

08 September 2007

Masalah Suku Cadang

KOMPAS, Rabu, 01-03-2000.

MAHAL BELUM TENTU BAIK
SALAH satu alasan orang membeli mobil adalah sebagai alat angkut dari satu tempat ke tempat lain secara lebih cepat dan nyaman. Apalagi bila melihat sarana transportasi umum yang belum memberi rasa aman dan nyaman. Namun, karena harga mobil baru tidak terjangkau, banyak orang memilih mobil bekas. Agar mobil bekas bisa terasa nyaman, mau tidak mau beberapa bagian mobil harus diganti. Dampaknya, penjualan suku cadang (bagian mobil) pun ikut meningkat. Saat ini, jelas Ig Djoko Mulyanto, manager suku cadang sebuah dealer mobil di Jawa Tengah, permintaan suku cadang meningkat dua kali dibanding sebelum krisis. Ini mendukung kenyataan, di saat penjualan unit mobil baru menurun, penjualan suku cadang akan naik. Terjadinya banjir berbagai kategori suku cadang di pasar saat ini, disebabkan kebijakan pemerintah yang lebih longgar dan adanya penurunan bea impor. Selintas, membanjirnya macam-macam suku cadang akan menguntungkan pembeli, karena bisa memilih sesuai kemampuan. Namun memilih berbagai macam suku cadang, ternyata tidak gampang. Istilah ada harga ada rupa, tidak berlaku. Suku cadang yang mahal, belum menjamin kualitas yang lebih baik. Kriteria suku cadang asli mobil adalah, pembuat suku cadang mensuplainya ke pabrik lalu dipasangkan pada mobil. Lalu, suku cadang pengganti dijual dengan menggunakan kotak berlabel merek itu. Logikanya, tidak ada pabrik yang mau membuat suku cadang dengan mutu lebih baik, lalu dilempar ke pasar dengan harga lebih tinggi. Maka, umumnya pasar dibanjiri suku cadang imitasi yang lebih murah. Saat ini, pasar suku cadang dikuasai enam kategori.

1. Suku cadang imitasi yang memakai kotak asli dengan label sama dengan merek mobil. Ini adalah penipuan. Penipuan cara pertama, suku cadang asli bekas pakai diproses secara kimiawi sehingga semua kotoran lepas dan tampak baru kembali. Setelah diperbaiki atau diganti bagian yang aus, lalu dimasukkan ke kotak asli merek mobil. Seharusnya, suku cadang ini diakui sebagai suku cadang rebuilt. Namun untuk meraih keuntungan besar, dipasang bandrol yang nyaris sama dengan suku cadang baru dan asli. Penipuan kedua, suku cadang imitasi tembakan, yang bentuknya sama dikemas dalam kotak yang berlabel sama dengan merek mobil. Menggunakan suku cadang seperti ini, sepertinya celaka dua-tiga kali. Unsur penipuan kental sekali dan kualitas barang amat rendah. Suku cadang yang masuk kategori ini biasanya kanvas kopling, kanvas rem termasuk brake pad. Repotnya, harga suku cadang jenis ini lebih tinggi dari suku cadang imitasi yang menggunakan kotak dan merk sendiri. Ini mengesankan suku cadang yang dibeli asli.

2. Banyak suku cadang imitasi (tembakan) yang bentuknya sama, tetapi oleh pabrik pembuat diberi label yang jelas dan mencantumkan mereknya sendiri. Seperti ball join dan tie rod bermerek 555 atau cross join GMB. Harga lebih murah dibanding suku cadang asli berlabel merek mobil. Kualitas suku cadang itu dibuat dengan standar yang tidak sama dengan yang asli. Menggunakan suku cadang imitasi perlu kiat khusus. Bila digunakan untuk bagian yang mudah dibongkar pasang, bagian yang dapat dijangkau tanpa bongkar "isi perut", maka penggunaan suku cadang ini tidak terlalu mengganggu. Namun bila digunakan untuk bagian mesin, disarankan tidak memakai suku cadang imitasi. Masalahnya, bila terjadi sesuatu, upaya turun mesin justru akan mengakibatkan pengeluaran biaya lebih tinggi.

3. Banyak pula suku cadang imitasi yang pabrik pembuatnya sama dengan suku cadang yang dipasarkan, lewat agen merek mobil itu. Suku cadang seperti ini dikatakan satu pabrik tetapi menggunakan merek lain. Dalam hal tertentu dikatakan kualitas berbeda. Suku cadang dengan merek Denso seperti busi, platina, kondensor, koil dan sebagainya, yang serupa, diedarkan dan dipasangkan pada merek mobil tertentu dengan label merek mobil itu. Denso juga melepas bebas produknya ke pasar dengan harga yang tidak terlalu beda jauh dengan harga suku cadang merek mobil. Selain itu,Denso juga membuat filter udara, bensin, solar, dan oli. Namun, suku-suku cadang ini tidak diedarkan bebas di luar outlet merek mobil bersangkutan. Hal serupa juga dilakukan oleh saringan oli merek Sakura. Karena itu, merek bisa berbeda tetapi kualitasnya sama. Yang termasuk jenis lain seperti Kayaba untuk shockbreaker, Koito dan Iki untuk lampu-lampu, serta Akebono untuk shoe kit (sepatu rem).

4. Suku cadang rebuilt banyak pula beredar. Bahkan kini ada dua pilihan. Rebuilt dalam negeri dan eks Singapura. Untuk hal ini, pembeli lebih suka memilih eks Singapura. Alasannya cara pakai dan cara rebuilt-nya lebih baik daripada buatan dalam negeri. Berpandai-pandailah memilih suku cadang ini, karena selain tidak ada jaminan, kita tidak tahu apa yang ada di bagian dalamnya.

5. Adanya penurunan bea impor, dimanfaatkan para importir. Apalagi dollar terus bergolak. Selisih kurs yang besar, jelas memberi keuntungan. Hal ini bisa terjadi karena ATPM yang selama ini bertanggungjawab memberi pelayanan purna jual, mengimpor suku cadang saat kurs dollar tinggi. Saat kurs dollar turun, para importir beramai-ramai mengimpor suku cadang dari luar. Perang harga pun tak terhindarkan. ATPM tidak bisa melawan murahnya barang-barang yang diimpor para importir dari negeri lain seperti Singapura, Malaysia, maupun Thailand.

6. Bagi ATPM, penggunaan suku cadang asli merupakan keharusan. Namun di saat krisis, suku cadang asli amat mahal, mengakibatkan para pembeli menoleh ke pilihan lain yang lebih murah. Kualitas barang terjamin seperti ada jaminan terhadap mobil yang dijual. Kebingungan akibat banyaknya pilihan suku cadang, tentu menempatkan pembeli pada posisi empuk untuk ditipu. Lantas, bagaimana menyiasati hal itu? Cara paling kuno adalah memiliki "dokter pribadi" alias montir yang menjadi langganan. Cara aman lain adalah membeli suku cadang pada toko suku cadang dealer merek mobil atau mobil direparasi di bengkel dealer. Atau, membeli suku cadang pada toko langganan Anda. Namun, bila ingin mencari bengkel lain yang lebih aman, carilah bengkel yang memberi jaminan setelah reparasi. Kini mulai ada bengkel yang sekaligus menyediakan suku cadang dan memberi jaminan atas suku cadang yang dipasangkan. Secara fisik, membedakan suku cadang asli dan imitasi tidak begitu sulit. Seperti arloji. Dari mutu rantai dan metal, akan tampak barang ini asli atau imitasi.

07 September 2007

Body Minibus Bergetar

Femina Mei 1997
Ign Sadewo, Puri Anjasmoro Blok 08/4 Semarang
Tanya. Saya memiliki mobil Kijang minibus tahun 1986, kondisi mesin masih baik. Kalau perjalanan keluar kota dengan penumpang penuh juga masih bertenaga. Saat ini ada gejala yang kurang enak. Kalau mobil diakselerasi, biasanya mulai kecepatan 60 km perjam terasa body mobil bergetar, getaran akan berkurang sesuai kecepatan kalau dikurangi. Apa yang menyebabkan dan bagaimana cara memperbaikinya. Selain itu, mobil Kijang ini, kalau direm pada saat sedang jalan roda tertarik ke arah kanan. Keadaan seperti ini baru terjadi pada minggu terakhir. Apa yang meng-yebabkan dan bagaimana memperbaikinya.
Jawab: Mengemudikan mobil membutuhkan konsentrasi, oleh karena itu kalau ada sesuatu yang tidak normal seperti body mobil bergetar jelas tidak nyaman dan mengganggu. Bila suatu saat ingin dipacu lebih cepat untuk mendahului mobil lain kondisi ini membuat pengemudi ragu- ragu.

Ada beberapa penyebab bodi mobil bergetar. Pertama karena roda tidak balans dan kedua karena kros join atau propeler shaft, tidak normal. Kejadian body bergetar yang disebabkan oleh ban shemi, umumnya mulai dari roda kemudi bergetar. Untuk mengatasi shemi ban harus dibalans. Roda mobil yang terdiri dari ban dan velg bisa jadi pada saat pemasangan tidak sentris terhadap as roda sehingga waktu jalan terjadi oleng. Seperti roda sepeda yang umumnya tidak balans, namun karena kecepatannya rendah maka gejala itu tidak terasa. Lain halnya pada mobil, karena kecepatannya lebih tinggi maka sangat mengganggu. Dengan membawa mobil ke bengkel atau toko ban yang dilengkapi dengan alat menyetel roda (balans), gangguan itu biasanya teratasi.

Body bergetar bisa disebabkan oleh kerusakan yang terjadi pada universal joint (kros join). Kerusakan pada kros joint biasanya membutuhkan proses agak lama, biasanya dimulai dengan bunyi "kliing" disaat pertama kali mobil beranjak, baik maju maupun mundur. Kalau gejala itu tidak segera diatasi maka kerusakan akan berlanjut dan pada suatu saat body mobil bergetar. As dan kros joint pada minibus terletak di bagian tengah dari mobil, dan dekat dengan tangki bahan bakar. Kalau as mobil lepas biasanya bisa menghantam tangki bahan bakar dan membuat tangki bocor.

Dalam beberapa kejadian karena baut kros joinnya lepas, maka as tengah mobil (propeler shaft) mobil tersebut menghantam tangki bahan bakar sampai bocor, kemudian as yang bergesek dengan jalan menimbulan bunga api, akibatnya mobil terbakar dan memakan korban jiwa. Kros joint mobil keluaran tahun belakangan tidak ada lubang untuk dipompakan gemuk (inveten). Walaupun kros joint sekarang bisa tahan cukup lama, akan tetapi suatu saat akan rusak juga. Kros joint yang dipasangkan pada mobil sekarang, tidak ada lubang inveten, kecuali untuk mobil- mobil truk kelas berat masih disediakan lubang untuk inveten.
Cara mengganti kros join yang rusak bukan pekerjaan berat. Umumnya para teknisi sudah terbiasa. Perlu beberapa alat pembantu seperti palu, tanggem yang digunakan untuk menekan kros join masuk ke as propeler. Setelah dipasangkan kros joint baru, perlu ketelitian ketika memasang 4 mur baut yang menghubungkan kros joint dengan gardan dan transmisi. Harus menggunakan mur baut asli. Jangan mengganti dengan baut yang lebih kecil, karena kekuatannya bautnya lebih kecil bisa menyebabkan baut tersebut kendor. Kalau baut aslinya rusak, maka Anda harus membeli baut yang sama persis dan ulirnya harus halus, agar tidak mudah kendor.

Soal tidak balans ternyata bukan hanya terjadi pada roda mobil, tetapi propeler shatf (As tengah) juga bisa tidak balans. Tidak balansnya propeler shaft biasanya karena benturan dengan jalan yang rusak lalu menjadi sedikit bengkok. Ada kalanya plat balans yang tertempel pada propeler shaft jlepas juga bisa sebagai penyebab tidak balans. Untuk memperbaiki Anda bisa membawa ke bengkel yang memiliki mesin balans propler shaft.
Kalau mobil saat mengerem roda membelok ke arak kanan itu menandakan ada yang tidak beres pada roda kiri. Rem di roda kiri tidak bekerja dan mungkin ada bagian yang bocor sehingga sepatu rem tidak bisa menghentikan putaran roda kiri. Kalau roda kanan baik dan bisa menghentikan mobil sedangkan roda kiri tidak bisa menghentikan mobil maka terjadi tarikan pada roda kanan. Kondisi seperti ini sangat berbahaya kalau mobil sedang dijalankan dalam kecepatan tinggi. Pada saat Anda mengerem mendadak mobil bisa berputar ditempat. Pengereman seperti ini biasanya disebabkan oleh kebocoran minyak rem pada roda kiri atau selinder roda sudah aus. Disarankan agar Anda segera membawa mobil ke bengkel untuk diperbaiki, mengingat sekarang sedang musim hujan dan jalan licin, sistem rem harus pakem.

06 September 2007

Corolla Lebih Irit

Suara Merdeka 5 September 2007.
Tanya: Kira-kira seminggu yang lalu saya membeli mobil bekas All New Corolla tahun 1996. Sebagai informasi bahwa sebelumnya saya menggunakan Daihatsu Feroza tahun 1994. Karena masalah kondisi mesin dan efisiensi bahan bakar, maka saya tukar tambah mobil Daihatsu Feroza tersebut dengan All New Corolla. Kondisi mesin dan body masih baik, serta bahan bakar terpaut jauh / lebih irit dengan mobil lama (Corolla, Rp.100.000 bisa untuk 4 hari. Daihatsu Feroza cuman untuk 2 hari).

Karena masih awam, pertanyaan saya bagaimana merawat All New Corolla:
1. Berapakah perbandingan konsumsi bahan bakar normal untuk mobil tersebut? Karena kata orang terlalu irit juga tidak baik, terlalu boros apalagi.
2. Kapankah waktu yang tepat / periodik untuk service berkala? Biasanya saya tune-up hanya kalau ada keluhan saja.
3. Adakah perawatan khusus untuk mesin, misal, air radiator harus pakai Radiator Coolant, Oli harus pakai Syntetic dll.
4. Mengingat selisih harga yang lumayan, bisakah bapak memberikan alternatif bengkel khusus Toyota selain NASMOCO? Apakah perlu / harus bengkel yang computerized / khusus injeksi ?
5. Apakah understeel untuk mobil tahun 96 sudah perlu diperbaiki? Sepertinya di daerah kemudi kalau kena gronjalan suaranya agak banyak (bunyi "dek-dek) atau kurang kenceng. Tapi buat kenceng tidak bergetar (kecepatan 100 km/jam). Terimakasih. Adi Rintoshakti adiadhistra@yahoo.co.id

Jawab: Bidang tahan udara (CD) Ferosa lebih besar dari Corolla, akibatnya Ferosa lebih boros dari Corolla, lebih- lebih untuk perjalanan keluar kota Corolla jauh llebih irit. Pernah ada pemilik Corolla yang mengatakan untuk dalam kota 1 liter untuk 11 km, namun untuk keluar kota bisa sampai 16 km. Mengapa perjalanan ke luar kota lebih irit? Jawabannya karena perjalan ke luar kota kita tidak perlu sering pinda gigi transmisi, kecepatannya konstan lebih cepat, biasanya menggunakan gigi transmisi lebih tinggi, tidak banyak lampu pengatur lalu lintas dan sebagainya. Iritnya bensin juga sangat tergantung pada cara seseorang mengemudikan mobil dan kondisi jalan. Cara pengemudi yang tenang dan menjaga RPM pada 3000 putaran sangat berpengaruh terhadap iritnya bahan bakar. Cara ini bisa mengirit sampai 20 % untuk dalam kota dan perjalanan ke luar kota bisa irit sampai 40%. Kalau dalam kota bisa 11 km, keluar kota bisa 14-16 km. Terlalu irit sampai mobil nyendal-nyendal memang tidak baik, tetapi kalau tidak nyendal boleh-boleh saja dan tidak perlu kawatir mesin akan panas.

Cara mudah merawat mobil adalah mengikuti petunjuk yang tertulis di buku servis. Umumnya, gantilah oli mesin setiap 5000 km, boleh juga pakai oli synthetic dan 10 000 ganti saringan oli. Setiap 20.000 km ganti oli gardan, transmisi, power steering, minyak rem, saringan udara dan saringan bensin. Kalau saringan bensin kotor ganti saringan bensin setiap 40.000 km dan ganti radiator coolant setiap 20.000 km. Soal bengkel selain kualitas juga kepercayaan, maka untuk pekerjaan penting disarankan bawa ke bengkel dealer.

Sejauh pengalaman saya, Corolla jenis ini tidak dipakai untuk taxi, sehingga jarak tempuhnya relatif belum banyak. Maka hemat saya understell mobil anda masih baik. Tentang keluhan ada bunyi dibagian kemudi, perkiraan saya penyebabnya ada pada rack end (long tirot). Bagian ujung luar sistim kemudi yang dekat dengan roda, bentuknya seperti tie rod, pasti sudah aus. Sebuah komponen yang perlu diganti adalah karet pelindung drive shaft dan gemuk yang berada di dalamnya. Karet itu berbentuk spiral dan ada 4 buah. As ini mahal, oleh karena itu perlu perhatian khusus. Jangan dibiarkan kalau sudah sobek, kotoran akan masuk dan merusak sistim bearing (lager yang berada di dalamnya).

05 September 2007

Perlu Aki Lebih Besar?

Kedaulatan Rakyat Juli 1998

Agus Riyanto, D/a Ngipik, Baturetno, Banguntapan gg Aster 16 Yogyakarta, 55197.
Pertanyaan: Mobil kami memang mobil agak tua, tahun 1984. Waktu dipakai jalan- jalan tiba- tiba lampu oli menyala dan tidak lama kemudian terjadi bunyi kraaak, kraaaak, kraak. Setelah itu mesin berhenti dan macet. Mencoba untuk distart ulang, sama sekali tidak ada reaksi. Setelah dibawa ke bengkel, kata montir, pompa olinya tidak berfungsi dan crank shaft (kruk as) sudah kena (aus). Setelah dibongkar ukurannya sudah tidak bisa dipakai lagi, dan katanya over size habis. Ternyata banyak bagian yang harus diganti baru, yang ukurannya standar (asli) lagi. Kruk as, seger dan ring seger serta metal- metal. Setelah dirakit mesin bisa hidup lagi. Namun saya punya beberapa pertanyaan:
1. Waktu mesin dihidupkan mesin ngebul (berasap) walaupun sudah berjalan jauh. Apa yang menyebabkan?
2. Mengapa air radiator cepat berkurang, walaupun tidak ada kebocoran?
3. Mengapa mesin mobil cepat panas (temperatur air cepat naik)?

Jawaban:
Agaknya mobil Anda mengalami kerusakan cukup parah, hal itu dapat dilihat dari komponen yang diganti.
1. Kerusakan mobil seperti ini mengindikasikan kerusakaan cukup parah, montir biasanya mengatakan mesinnya ngancing. Pada manusia kejadian seperti ini menunjukan yang bersangkutan menderita penyakit gula akut ditambah serangan jantung koroner.
Kebulan asap berwarna putih, hal ini bisa menandakan perbaikan belum beres. Karena oli naik dari karter, ikut terbakar dan mengeluarkan asap putih. Naiknya oli disebabkan oleh selinder dan piston kocak tidak sesuai standart. Ukuran piston dan selinder diluar angka toleransi, atau pemasangan ring piston segaris (tiga ujung ring berada segaris sehingga menjadi jalan oli) Kedua kejadian ini akan mengakibatkan oli mesin boros. Bisa saja untuk 1000 km, oli mesin sudah berkurang sampai 1 liter oli. Sekarang mobil dibawa kembali ke bengkel yang ada alat test kompresi, kalau hasil test menunjukan angka rendah maka itu menandakan perbaikan mesin tidak tuntas. Pekerjaan over houl harus diulangi kembali.

2. Air yang cepat habis umumnya disebabkan oleh kebocoran atau akibat mesin terlalu panas sehingga airnya menguap. Kalau Anda tidak menemukan kebocoran coba periksa tutup radiator. Gantilah tutup radiator baru dan orisinil kalau tampak karetnya sudah sobek atau aus. Yang pasti oli tidak masuk ke ruang kompresi, karena kalau demikianm mesin tidak bisa di start.

3. Mesin yang terlalu panas atau cepat panas bisa juga disebabkan oleh kerusakan pada selinder kop mesin yang tidak rata atau kropos. Coba bagian ini diperiksa dengan teliti.

Hari Purwanto, Kantor Sekretariat KORPRI Kabupaten Wonosobo.
Singkat saja kami ingin bertanya;
1. Bila mobil menggunakan acu 60 amper, dan bila diganti dengan acu yang lebih besar misal 90 amper, apakah bisa merusak komponen mobil yang berhubungan dengan listrik.
2. Betulkah kata orang, bahwa acu 60 amper atau selebihnya hanya bisa dipakai sampai 60 kali starter, dalam keadaan mobil mogok, atau hanya mampu/ berkemampuan 6 jam bila dipakai tanpa diisi.sekian saja dan mohon penjelasan.

Jawab.Komponen mobil tidak bisa rusak hanya karena mengganti aki yang amper besar. Coba membayangkan, di rumah semula kemampunan listrik hanya 450 Watt. Apakah ketika kita ganti dengan 1.200 Watt akan merusak bolb atau kulkas di rumah? Artinya persedian besar tidak mengapa. Akan terjadi masalah bila terjadi korsluiting. Aki dengan muatan kecil mungkin tidak akan menyebabkan kebakaran yang berarti tetapi kalau yang menggunakan aki dengan Amper besar, dan sekring sudah diganti dengan kawat lebih besar, bisa terjadi kebakaran, karena kabel kabel terbakar. Maka, selama kabel- kabel mobil beres, dan sekring mobil masih standart boleh- boleh saja mengganti aki lebih besar.

Namun pertanyaannya adalah mengapa harus mengganti aki lebih besar? Kalau aki tekor (tidak cukup) penyebabnya bukan aki tetapi karena sistem pengisian, alternatornya tidak cukup besar untuk mensuplai semua kebutuhan. Mungkin Anda menggunakan lampu halogen, ac dan macam- macam perlengkapan sehingga melebihi kekuatan alternator. Aki gunanya hanya untuk start mesin. Sesudah mesin hidup tugas diambil alih alternator. Sebagai contoh, kalau di rumah kita menyimpan air pada sebuah tandon yang sangat besar. Ternyata air yang diisi pakai pompa kemapuannya lebih kecil dari air yang terpakai. Bukankah suatu saat tandon yang sangat besar itu akan habis pula. Kecuali anda mengganti pompa yang lebih besar dimana kapasitasnya lebih besar dari air yang terpakai. Nantinya kelebihan tidak akan kelebihan karena ada regulator arus yang akan stop bila aki sudah penuh.

2. Tentang daya atahan aki, ada perhitungan tersendiri. Benar bahwa kalau distart terus menerus aki akan habis. Oleh karena itu kalau mobil mogok jangan terus menerus distart, carilah penyebabnya. Tentang berapa kali bisa digunakan sampai aki habis sangat tergantung pada umur aki dan berapa lama mesin berputar dalam satu kali pada posisi start, jadi bukan berapa kali saja, tetapi berapa lamanya pula. Dampak tidak baik dari start terus menerus adalah kerusakan pada motor starter. Menjadi terlalu panas dan melelehkan bagian di dalam motor starter.

04 September 2007

Kijang Diesel Over Heating

Suara Merdeka Maret 2005
Ir Ignas Taolin, pembaca Suara Merdeka ketika pindah ke Kupang setahun lalu membeli Kijang diesel dari Semarang. Lewat telepon ia mengeluh, Kijangnya keluar kota dan menanjak “air su mandidih” maksudnya over heating.

Radiator sudah diservis, selinder kop yang dicurigai “molet” ternyata konsisi sangat baik. Alasan selinder kop molet karena ketika mesin digas air menyembur dari tutup radiator dan mengganti tutup radiatorpun tidak menyembuhkan penyakit over heating tersebut.
Sesungguhnya, ketika hendak memperbaiki suatu kerusakan pada mobil dimulai dari pekerjaan yang paling ringan dan perhitungan resiko dan biaya yang paling rendah. Radiator diservis bila menunjukan korosan banyak melekat pada permukaan radiator. Kemudian bila yang dicurigai selinder kopnya “molet” mestinya melihat apakah ada minyak pada tutup radiator, atau air radiator seperti berminyak, gejala lainnya adalah tenaga mesin mulai “melorot”. Alasan air menyembur ketika padal gas ditekan khusus pada kijang diesel sebetulnya disebabkan oleh karena Kijang diesel 1997 tidak menggunakan thermostat, jadi bukan karena kompresi bocor akibat selinder kop molet. Oleh karena itu, tindakan membongkar mesin dan menservis radiator adalah tindakan yang terlampau jauh. Tindakan mengganti tutup radiator memang benar, akan tetapi bila ada alat test tutup radiator, dapat diketahui apakah tutup radiator masih baik untuk tekanan 0.9 kg/cm2.

Air yang mengalir ke recervoir berlebihan dan air radiator berkurang adalah gejala yang tidak normal, sepertinya aliran air terlalu cepat dan terlalu banyak mengalir ke reservoir. Setelah diteliti, ternyata rumah tutup radiator kropos. Permukaannya yang bersinggungan dengan tutup radiator kropos. Selama ini tutup raditor selalu duduk pada radiator yang terbuat dari kuningan. Pada Kijang diesel dan sebagaian mobil- mobil baru tutup radiator duduk pada komponen blok mesin yang terbuat dari aluminium.

Upaya perbaikan dengan cara, membersihkan, melakukan skur (seperti skur klep) dengan pasta gerinda klep sampai bersih, mesin tidak lagi over heating. Pengetahuan seperti ini tidak tertulis dibuku, tapi berdasarkan logika dan pengalaman. Bayangkan, Kijang Anda over heating, sudah bongkar macam- macam akhirnya tidak berhasil, dan ditemukan hanya karena komponen outlet nomer part 16331-54180 senilai Rp.230.000.-. Siapa yang akan tanggung biaya dan perasaan tak nyaman dari pemiliki mobil? Usul, agar Toyota membuat part tersebut dari kuningan minimal bidang yang bersinggungan dengan tutup radiator.

03 September 2007

2007 Tahunnya Toyota

Ditulis April 2007
GM selama ini menjadi pemimpin di dunia otomotif dan pada tahun 2006 GM berhasil menjual 9.090.000 unit. Ini merupakan kali ke tiga dalam sejarah GM berhasil menjual melampaui 9 juta unit. Pertama pada tahun 1978 dan kedua pada tahun 2005. Namun demikian berita ini bukan berita yang menggembirakan karena, global salesnya terjadi penurunan 1 % sangat dipengaruhi oleh penjualan di Amerika Utara (NA). 2005 GM menjual : 9.170.000 unit. Kendati ada peningkatan penjualan di Asia seperti China dan Amerika Latin, ujar John Middlebrook, GM vice president, Global Sales, Service and Marketing “In 2006, we saw 18 percent growth in the Asia/Pacific region, and 17 percent growth in the Latin America, Africa and Middle East region. We’re also seeing improving results in Europe where we sold more than 2 million vehicles for the first time.”

Namun dengan pertumbuhan sebesar 7% menjadi tidak seimbang, karena pertumbuhan populasi mobil dunia dalam 5 tahun terakhir ini yang mengalami kenaikan 10 juta unit atau rekort yaitu 67 million (2006, 17.5%).
Sesungguhnya di 2006 GM sudah mengalami titik balik perbaikan “Karyawan GM sekarang fokus pada delivery, memimpin dalam hal design, quality dan technology. Kami percaya product terbaru merupakan refkleksi komitmen kami. Namun tidak ada yang tahu bagaimana akhir yang tepat dalam persaingan dengan pabrikan lainnya” kata Middlebrook. Ini merupakan pernyataan tidak pasti GM melihat sepak terjan Toyota. Nyaris selama 100 tahun GM memimpin dunia industri otomotif, berdiri pada tahun 1908, dengan karyawan sebanyak 284,000 di seluruh dunia. Kini hampir pasti di 2007 kepemimpinan dunia otomotif diambil alih Toyota.

Global Sales
The New York Time (akhir Desember 2006): “Toyota reported global group sales this year of 8.8 million cars and trucks, below G.M.’s 2006 sales forecast of 9.2 million vehicles. But the figures released today showed the two rival car giants on starkly different trajectories, with Toyota expecting to add a half million vehicle sales next year, at a time when G.M. is shuttering plants and laying off workers.
Surpassing G.M. would be a crowning achievement for Toyota, a company that got its start in the 1930s by reverse-engineering G.M. and Ford cars, and that spent decades catching up with Detroit. It would also end G.M.’s 81-year reign over the global auto industry, and mark another step in the rise of Asian carmakers.

Senada dengan NYT, The Age 18 Januari 2007 mengungkapkan data yang mendukung posisi no 1 Toyota. Dikatakan, GM tahun 2006 berhasil menjual 9.09 juta unit, itu berarti selisihnya hanya 300,000 unit dengan Toyota. Penjulan GM 2006 mengalami penurunan dari 9.170.000 pada 2005. Disisi lain Toyota terus mengalami kenaikan penjualan, sekitar 1 juta unit dibandingkan tahun 2005 dimana tahun sebelumnya
Pada tahun 2006, GM memang tumbuh 18 % di Asia Pasifik, 17 % di Amerika Latin, namun justeru di dalam negeri (NA) GM drop 9 %. Peningkatan di kedua wilayah tidak sebanding karena pasar otomotif di kedua wialayah jauh di bawah pasar di NA yang mampu memasarkan 16,5 juta unit.

Beberapa strategi yang dilaksanakan saat ini oleh Toyota sangat menjurus ke ambisinya untuk meraih posisi nomer 1 dunia. Langkah menginvestasikan $ 13.02 miliard di tahun 2007 di luar Jepang khususnya di NA, merupakan langkah mengamankan masa depan Toyota di dunia. Sejalan dengan itu, kebijakan penjualan semakin berubah. Prosentasi penjualan Toyota domestik di Jepang semakin kecil, dari 21.6% pada tahun 2006 dan menjadi 20.4% pada tahun 2007. Demikian pula sistim produksi overseas. Tahun 2006 rpoduksi overseas menjadi 49.6% dari tahun sebelumnya 48.3 %. Dampak positif dari kondisi ini, diyakini dalam jangka panjang akan menciptakan rasa aman dalam berbisnis. Karena semakin banyak, mobil di produksi di luar Jepang akan mengecilkan dampak psikologi, penolakan barang made ini Jepang akibat sentimen hegemoni ekonomi.

Di seluruh dunia Toyota mengalami pertumbuhan penjualan kecuali di Indonesia. Hal itu diakibatkan oleh kebijakasanaan pemerintah menaikan harga BBM dengan pengurangan subsidi. Namun “kecelakaan” ini malah menunjukan keunggulan Toyota. Dimana, pada saat penjualan mobil baru mengalamai penurunan, pembeli lebih berhati-hati membelanjakan rupiahnya, pada akhirnya pembeli memutuskan untuk pembeli Toyota. Terbukti market share Toyota di Indonesia melampaui target 30% dan kini menjadi 38,8% (123.703 unit).
Sekarang semakin jelas saja, mengapa demikian cepat Toyota mengambil oper posisi GM? Toyota sendiri memproyeksikan penjualannya pada tahun 2007 sebesar 9, 34 juta

02 September 2007

ANTARA TEKNOLOGI DAPUR DAN DUNIA MOBIL

KOMPAS, Kamis, 30-10-1997.

SEORANG ibu rumah tangga pernah berucap: Sepertinya kemajuan teknologi otomotif seiring dengan perubahan yang terjadi pada peralatan memasak di dapur. Dari kayu api ke kompor minyak tanah, setelah itu dari kompor gas ke kompor listrik. Sebentar lagi bahkan terbiasa dengan kompor microwave.Apa yang dikatakan oleh sang ibu itu bisa jadi benar. Perkembangan 'teknologi dapur' ada korelasi dan analoginya pada dunia otomotif. Pertama kali mesin penggerak memang dikenal dengan penggerak tenaga uap, artinya menggunakan tekanan uap dari pemanasan air. Samalah seperti teko air panas yang menghasilkan tekanan yang mampu membuka tutup teko. Atau, kalau diingat zaman kereta api, penarik gerbongnya adalah kereta uap berupa lokomotif 'kelutuk' berwarna hitam...

Setelah itu, manusia diperkenalkan dengan penggunaan minyak bumi, serta sekarang ini bensin. Belakangan, masih ada lagi berbagai eksperimen untuk mencari energi alternatif seperti hidrogen. Dunia memang sedang berlomba dengan kepunahan persediaan minyak bumi. Para ahli sedang berlomba menyongsong lonceng berakhirnya masa jaya minyak bumi, diperkirakan tahun 2040 nanti. Strategi penjualan pun dipengaruhi oleh kemajuan teknologi tersebut. Di masa depan, bahkan sudah menggejala saat ini, ada indikasi bahwa lakunya sebuah mobil akan sangat bergantung pada tingginya teknologi yang diterapkan sehingga mobil menghasilkan mesin yang hemat, namun tetap bertenaga besar. Sekaligus, mesin harus ramah lingkungan, dan kenyamanan berkendara pun maksimal. Sementara ini, para ahli belum menemukan energi alternatif yang mumpuni. Artinya, belum ada energi alternatif yang bisa menggantikan sumber tenaga minyak bumi. Percobaan-percobaan untuk mendapatkan tenaga dari air, matahari, gas bumi dan energi listrik belum memberikan jawaban yang memuaskan.

Teknologi pemakaran hidrogen dan oksigen (teknologi fuel cell), yang mengubah hidrogen dan oksigen menjadi tenaga listrik seperti aki, masih dalam taraf percobaan. Walaupun penelitian fuel cell ini dikembangkan besar-besaran di AS, misalnya oleh General Motor, Chrysler dan Ford, atau di Eropa oleh Daimler Benz, namun toh sampai saat ini masih dalam taraf penelitian. Produk dengan teknologi tersebut belum dijual luas di masyarakat. Matahari sebagai sumber energi alternatif yang lain, masih sangat kecil menghasilkan arus listrik. Belum lagi selempeng sel matahari (solar cell) selebar atap mobil, baru bisa untuk menghidupkan perangkat televisi, atau perangkat audio yang ringan ketimbang menggerakkan mobil yang seberat satu ton. Gas bumi, sementara ini masih dinilai murah harganya. Sementara, sarana pendukung untuk penyediaan tenaga alternatif seperti stasiun pengisian, masih terhitung langka. Sehingga, orang berpikir 12 kali untuk melengkapi mobilnya dengan perangkat pendukung bahan bakar gas (BBG). Sehubungan dengan penggunaan BBG, kalau diamati kebiasaan masyarakat yang telanjur dimanja pada abad XX ini, yang masih belum terbiasa terhadap cara pengisian gas dan perangkat tambahan di mobil (memakan waktu lebih lama), rasanya peralihan ke energi alternatif ini masih mendapat cukup banyak kendala. Orang sudah terbiasa duduk di mobil, sambil membuka tutup tanki dari ruang kemudi, serta kemudian membayar uang bensin tinggal melalui jendela. Mereka ini akan merasa terganggu, dan kurang nyaman dengan kebiasaan baru.

MELIHAT kecenderungan seperti itu, maka dapat dipastikan sampai sisa akhir abad ini, atau bahkan permulaan abad mendatang, mesin dengan bahan bakar minyak bumi tetap menjadi pilihan utama. Masalahnya, tinggal bagaimana membuat agar sisa minyak bumi bisa diperpanjang masa pakainya, dengan cara pengiritan yang ketat. Kendati persediaan minyak bumi mulai menipis, para konsumen tidak mau ambil pusing akan hal tersebut. Para ahli dan pemilik merk harus menciptakan suatu teknologi maju karena dengan cara itu bisa menang dalam persaingan. Mitsubishi sangat antusias terhadap program GDI (Gasoline Direct Injection). Sistem ini sebenarnya bukan barang baru. Bahkan sudah dipergunakan sejak tahun 1930-an, pada pesawat terbang, dan juga untuk mobil-mobil balap. Sejak lama para pakar otomotif yakin, bahwa direct injection untuk mesin bensin adalah jawaban agar mesin mobil lebih efisien terhadap penggunaan bahan bakar. Karena bahan bakar disemprotkan dengan tekanan tinggi ke ruang kompresi. Selain itu, disadari bahwa selama ini energi panas yang dihasilkan oleh minyak bumi terlalu banyak terbuang pada proses mesin mobil. Seperti halnya panas yang dihasilkan dari pembakaran minyak bumi harus didinginkan kembali dengan udara atau air (radiator), dan banyak energi yang terbuang lewat knalpot. Energi yang dibuang itu juga tidak kepalang tanggung. Hasil hitungan mengatakan bahwa energi yang terbuang sampai 75 persen pada mesin bensin dan 65 persen pada mesin diesel. Artinya, selama ini energi yang dihasilkan oleh minyak bumi cuma antara 25 sampai 35 persen yang bermanfaat. Sedangkan sisanya dibuang kembali ke alam, dan tidak bisa diambil lagi alias musnah. Perinciannya, lebih dari 30 persen terbuang lewat sistem pendinginan, 35 persen lewat gas buang, dan sisanya untuk sistem kerja mesin itu sendiri. Teknik direct injection yang digencarkan penggunaannya oleh Mitsubishi menyerupai inseminasi pada hewan. Bahkan menyerupai cara penghadiran bayi tabung. Prosesnya lebih singkat, dan langsung ke tujuan, tidak perlu membuang sel telur yang berjumlah jutaan. Cukup satu pasang, sudah bisa menjadi makhluk hidup.

Mitsubishi terhenyak dari kemajuan teknologi dan kemudian berencana membuat mesin GDI secepatnya. Kitane, orang penting Mitsubishi mengatakan, bahwa Mitsubishi akan memasangkan GDI pada semua mobil bensinnya pada akhir abad ini. Pada bulan Agustus 1997, Mitsubishi memperkenalkan mesin GDI, 1.800 cc empat silinder pada sedan Galant, serta station wagon Legnum. Dan akan menyusul kemudian, mesin GDI 3.500 jenis V6 secepatnya. Pada akhir 1997 untuk dua sedan lagi, kemudian sedan sport dan kendaraan serba guna. Diharapkan, akhir abad ini semua mesin bensin Mitsubishi sudah menggunakan GDI. Dengan cara ini, Mitsubishi mengharapkan bisa menghemat 30 persen bensin dari mesin 3.500 cc, tenaga bertambah 10 persen dan pengurangan emisi gas buang ditekan sampai 30 persen. Walaupun sedan Mitsubishi tidak banyak bicara di pasar negeri ini, namun kalau dilihat dari rencana raksasa tersebut bukan tak mustahil, merk-merk mobil Korea, Eropa dan Jepang lainnya bisa terancam. Tentu saja, notabene, apabila harga sedan Mitsubishi murah, meski berteknologi tinggi dan hemat bahan bakar.

SISTEM injeksi bahan bakar langsung ke ruang bakar mesin memang mendatangkan keuntungan besar. Pertama, optimalisasi bahan bakar. Dan kedua, bisa menurunkan emisi gas buang yang beracun secara drastis. Yukimichi Kitana, eksekutif Mitsubishi, dalam sebuah wawancara dengan Otomotive News mengatakan, bahwa sistem GDI merupakan sistem yang bisa mengatasi persyaratan emisi gas buang yang sangat ketat di Eropa maupun AS. Rencananya, rekayasa mesin ini pertama akan diperkenalkan ke seluruh Jepang, kemudian Eropa, AS dan akhirnya ke seluruh penjuru dunia. Mitsubishi segera akan menyelesaikan mesin V6 (mesin bentuk V dengan enam silinder) yang akan banyak digunakan pada berbagai model. Pada akhir 1997, mesin GDI ini akan dipasangkan pada dua tipe sedan, dan tiga minivan termasuk mobil sport serta mobil serba guna. Pada akhir abad ini, mesin GDI akan menggantikan semua mesin bensin, baik yang menggunakan karburator maupun sistem injeksi non-GDI. Pada akhir 1997, Mitsubishi akan mengekspor mobil yang menggunakan GDI seperti Galant, Space Wagon (Jepang: Chariot), serta Pajero (AS: Montero). Kalau Mitsubishi jelas-jelas ingin menutup abad ini dan menyongsong abad XXI dengan teknologi GDI, maka Toyota yang dikenal sebagai perusahaan mobil yang berani mengeluarkan biaya research and development (R&D) sampai senilai 4,8 milyar dollar AS untuk anggaran belanja tahun 1996, terus merekayasa mesin dengan sistem VVT-i, dan mengadakan penyempurnaan pada sistem mobil hibrida-nya. (Kerja sama mesin bensin dengan motor listrik). Akihiro Wada - Wakil Direktur Eksekutif Toyota - memberikan tanggapan agak kontras dan bernada hati-hati sehubungan dengan rencana Mitsubishi ini. Toyota, yang sudah berpengalaman dengan mesin bensin direct injection D4, merasa belum puas. Wada mengatakan, ia merasa bahwa Mitsubishi belum mendapatkan potensi yang maksimum dari mesin dengan sistem injeksi langsung itu. "Begitu pula kami," ungkap Wada. Pasalnya, sistem injeksi langsung ke ruang bakar mengalami kendala pada sifat bahan bakar bensin. Solar mengandung pelumas yang berguna melumasi agar komponen seperti pompa injektor serta injektor bisa tetap bekerja secara optimal. Sedangkan pada bahan bakar bensin, tidak mengandung sifat pelumasan tersebut. Selain itu, sisa kerak yang terjadi di sekitar kepala silinder (kop) akibat proses pembakaran di dalam silinder mesin bisa terus-menerus mengganggu sistem penyemprotan langsung tersebut. Sama halnya dengan yang terjadi pada busi. Kendati tantangan masih berat, namun masa depan persaingan pasar mobil terletak pada dua hal. Pertama, pemilik merk mobil harus menjadikan mobil dengan teknologi tinggi mengatasi semua kendala yang mungkin timbul. Artinya, hemat dan tetap bertenaga besar. Dan kedua, memberikan tingkat kenyamanan sekaligus rasa aman yang tinggi. Toyota tampaknya berkonsentrasi pada VVT-i dan mesin direct injection D4 serta mobil hibrida, produk terbaru yang secara besar-besaran dipamerkan di Tokyo Motor Show Oktober-November ini.

KALAU pada sistem VVT-i (Variable Valve Timing Intelligent), Toyota berusaha merekayasa sistem pemasukan bahan bakar dan udara pembuangan sisa pembakar seefisien mungkin dengan membuat camshaft (noken as) bisa bekerja bebas seirama dengan rpm dan beban mesin, maka pada sistem hibrida yang juga dilengkapi dengan VVT-i itu memanfaatkan sisa tenaga yang biasanya terbuang pada sistem lama untuk menggerakkan generator listrik guna mengisi pada seperangkat aki. Kemudian, pada saatnya secara otomatis tenaga yang tersimpan itu (aki) akan dipakai untuk menggerakkan mobil. Pada saat itu, mesin bensin mobil sudah dimatikan oleh komputer. Manajemen mesin ini dikontrol oleh peralatan komputer. Dengan cara ini, satu liter bensin bisa menggerakkan mobil hibrida sampai 30 km. Mobil hibrida yang menggunakan nama Toyota Hybrid System (THS), dikembangkan dari mesin bensin 1.500 cc yang dilengkapi dengan motor penggerak listrik dan aki. Sistem ini memberi harapan besar pada penghematan minyak bumi, sekaligus menciptakan mesin yang ramah terhadap lingkungan hidup. Hasil tes emisi gas buang seperti CO hanya satu persen dari emisi yang diizinkan di Jepang (CO yang diizinkan, 2,1 persen volume). Demikian pula dengan HC dan NOx.
Apa kontribusi ATPM di negeri ini? Kalau tahun 2005 menurut para pakar semua mobil di Jepang dan AS serta negara maju lainnya sudah menggunakan sistem direct injection, dan kemungkinan besar dalam tahun itu pula kendaraan hibrida sudah banyak digunakan di berbagai negeri. Tidak ada ramalan, kapan negeri kita kebagian teknologi maju tersebut. Ceritanya mungkin menjadi lain, bila nanti benar-benar kita sudah berada di era global, dimana harga-harga mobil sudah sama murahnya di mana-mana. Sebuah sedan Corolla, misalnya, saat ini di AS sudah sekitar Rp 45 juta! Bila keadaan demikian, bukan tidak mungkin teknologi maju seperti mobil hibrida bisa dinikmati di negeri ini. Kalau tidak, kita akan semakin tertinggal dalam hal teknologi. Nyatanya, sekarang ini saja sudah ada banyak negara maju yang menggunakan EFI (electric fuel injection, dan bukan direct injection), dan mereka telah meninggalkan mesin dengan karburator. AS, misalnya, mereka sudah melakukannya sejak 1993.

Di Indonesia, mayoritas mobil-mobil kita masih menggunakan karburator yang terkenal menghasilkan emisi gas buang, yang kaya akan racun (CO, HC dan NOx), serta tidak efisien. Nyatanya orang lain sudah menggunakan mesin yang irit dan ramah terhadap lingkungan kita, sementara kita masih dicekoki dengan mesin berteknologi kuno. Banyak pihak yang berpendapat, bahwa yang memegang peran dalam perkembangan ini adalah pemerintah. Pajak yang tinggi, dan peraturan yang tidak ketat soal emisi gas buang mengakibatkan teknologi yang kita dapatkan adalah teknologi yang sudah ketinggalan. Bersyukurlah, bila nanti sebelum saat kepunahan minyak bumi tahun 2040, kita masih bisa menikmati mobil-mobil masa depan yang ramah lingkungan, efisien namun tetap bertenaga seperti mobil-mobil hibrida. Tentu, kita masih harus lama menunggu. *

Konsultasi, informasi dan tanya jawab. Kirim email ke martin.teiseran@yahoo.co.id


Free shoutbox @ ShoutMix