17 Agustus 2007

Suzuki G RV Kurang Tenaga

Suara Merdeka Nopember 2003

Saya punya beberapa pertanyaan tentang Suzuki GRV, ayah saya membeli tahun 2002, produksi 2001. Setelah satu tahun pakai, sekarang loyo bahkan kalah dengan Suzuki Carry Extra. Busi sudah diganti, saringan udara sudah dibersihkan dan stelan angin karburator telah distel, tetap saja loyo. Maunya cepat oper gigi agar tidak "mbengung". Apakah mobil tersebut sudah pakai CDI atau belum? Kalau pakai apakah masih bisa distel "na" dan voor"? Waktu membelok kanan ada bunyi "jedek", sudah ganti bushing strir, tapi tetap bunyi, apa yah penyebabnya?
Saya mengganti oli setiap 5000 km, apakah sudah benar? AC doubel blower belakang agak aneh. Di bangku tengan tidak dingin tapi yang dingin barisan paling belakang, apakah perlu diganti blowernya Kijang Gand Extra? Dari empat lubang hanya dua yang keluarnya keras. Ariawan S, Jl Lawu 444 Karanganyar 57714.

Mestinya tidak demikian cepatnya mesin loyo, karena kompresi mobil lemah karena keausan baru terjadi setelah menempuh lebih dari 100.000 km. Oleh karena itu saya menduga mobil Anda hanya perlu ditune up. Stelan mesin yang baik (khususnya yang masih menggunakan karburator) stelan yang bagus dapat dicoba sebagai berikut. Coba mobil dijalankan pada kecepatan lebih dari 40 km/jam posisi gigi transmisi paling tinggi dan kemudian pedal gas di injak kaget. Mesin yang setelannya baik, akan mengeluarkan bunyi "ngelitik". Kalau tidak tandanya terlalu voor. Sebaiknya mobil dibawa untuk tune up ke bengkel Suzuki terdekat.
Tentang oper gigi, ada saran dari Dita MR, kepala bengkel Suzuki Pandanaran Semarang. Pakai gigi dua untuk kecepatan sampai 30 km/jam. Antara 30 sampai 40 km/jam disarankan pindah ke gigi tiga dan diatas 40 km/jam pindahkan gigi ke empat. Dengan cara itu bisa mengatasi bunyi "mbengung" Perlu diketahui, mobil- mobil sejenis Futura, Carry, Kijang maupun Sebra desainnya bukan untuk mobil penumpang (sedan), sehingga perbandingan giginya seperti yang anda alami. Gigi perlu dipindahkan segera, berbeda dengan sedan yang "napasnya" lebih panjang.

Untuk menjawab belok kanan ada bunyi "jedek" perlu dicoba dan dilihat langsung oleh mekanik Suzuki. Namun disarankan untuk sporing. Bisa juga karena stelan sudut ke kanan terlalu besar. Untuk itu harus distel ulang, agar sudut belok kiri dan kanan bisa sama besarnya.
Untuk Suzuki GRV, oli yang dianjurkan adalah yang memiliki grade SG, karena oli dengan grade SG direkonmendasikan untuk menempuh sampai 5000 km, dengan catatan agar setiap minggu periksa oli. Kalau kurang harus ditambah.
Tentang AC yang kurang dingin untuk jok bagian tengah, coba diperiksa. Kemungkinan slang yang kearah dua lubang yang lain itu lepas atau duduknya hanya separu, sehingga hembusannya tidak deras. Anda juga bisa stel arah dari hembusan ke arah yang diinginkan. Tak perlu mengganti dengan AC doubel blower Kijang, cukup dibawa ke bengkel Suzuki untuk diperbaiki.

16 Agustus 2007

Cara Iritkan BBM

Suara Merdeka Oktober 2005
Tanya: Saya tertarik dengan fuel extreme, karena bisa menghilangkan gelitik mesin dan sedikit menghemat bahan bakar. Mobil saya Avanza, sebetulnya tidak ada masalah, cuma ingin memperoleh kiat-kiat yang bagus, disamping menghemat bahan bakar, jaga keawetan mesin dan lain-lain. Kalau di Jogja dimana saya bisa mendapatkan fuel extreme dan berapa harganya? Demikian informasinya saya tunggu, terima kasih Erry erry@geodipa.co.id

Jawab: Fuel Extreme bisa menghemat bahan bakar sekitar 5 %, namun pengaruhnya lebih pada kualitas bahan bakar. Avanza mestinya menggunakan Pertamax oktan diatas 92, sehingga bertenaganya optimal, namun bila anda menggunakan premium (86) dan menggunakan fuel extreme tenaga, tenaganya lebih bagus. Karena prosesnya menggunakan proses fisika dan elemen ini tidak merusak mesin. Alamat dari bengkel akan saya kirim via email.

Tanya:
Kami membaca artikel di sebuah koran Jakarta, mengenai lomba hemat bahan bakar yang memperkenalkan alat hemat bensin bernama: Magic Jet. Pertanyaan kami apakah alat tersebut bisa efektif menghemat bensin. Ketika mencoba pada Kijang Kapsul 2000 cc, dilaporkan bisa menghemat 34 %. Apakah tidak ada dampak negatif setelah alat tersebut dipasangkan pada mobil? Di Semarang bisa mendapatkannya di mana? FX Hartanto Rahardjo, Jl Lingga II/16 Semarang.

Jawab:
Terima kasih atas surat Anda. Akhir- akhir ini semakin banyak produk yang menjanjikan cara menghemat bahan bakar, karena tingginya harga BBM. Secara umum saya menilai, alat- alat tersebut pasti memiliki dampak menghematkan bensin, masalahnya adalah seberapa besar bisa menghemat.
Umumnya ada dua macam penghemat. Pertama berdasarkan proses kimia; tenaga mesin menjadi responsif, bertenaga dan hemat. Responsif karena dicampurkan langsung pada bahan bakar, atau kontak langsung dengan bahan bakar. Berdampak negatif pada kesehatan, namun tidak (sedikit saja) berdampak pada mesin seperti bensin bertimbel. Masa pakai lebih singkat. Kedua cara kerja fisika, merobah molekul BBM, dimana ada yang menggunakan panas (memanaskan pakai listrik), maknit (ada maknit permanen ada maknit sementara menggunakan listrik) dan vibrasi (listrik), cara ini aman, sedikit iritnya dan responsif, namun masa pakainya lebih lama, tidak kontak langsung dengan BBM.
Membaca lampiran yang dikirim, tidak salah untuk mencoba. Karena hasilnya sungguh nyata (seperti tertulis), yang perlu di perhatikan masa pakainya, berapa lama dan apakah tetap efektif untuk jangka panjang, sesuai harganya..

15 Agustus 2007


Cressida 88 Umup



Januari 2004
Saya mempunyai Toyota Cressida thn 88, dengan kondisi mesin yang masih bagus akan tetapi saya mempunyai masalah dengan temperatur yg selalu tinggi khususnya apabila jalan macet dan kondisi AC hidup.Apabila temperatur sedang tinggi AC langsung dimatikan anehnya temperatur langsung turun. Sudah dilakukan pengecekan radiator oleh bengkel normal, tutup juga masih bagus akan tetapi kondisi air selalu kurang dan perlu ditambah nambah.Kompresi mesin juga masih bagus dalam arti kebocoran di silinder head juga tidak ada .Terakhir sudah dilakukan pemasangan extra fan tetapi juga tidak ada perubahan. Bisa dibantu ngga kira2 apalagi yang harus dicek? soalnya semua bengkel yg telah didatangi angkat tangan. Roby Darmawan . robyn732003@yahoo.com
Jawab:
Tidak hanya Sebra tidak pula Esspas ternyata Cressida juga bisa umup alias over heating. Hampir semua jenis mesin rentang terhadap panas bila kondisinya lagi tidak fit, anehnya panas dihasilkan oleh pembakaran dalam selinder mobil juga yang diperlukan untuk menggerakan mobil. Akan tetapi panas yang berlebihan, mula- mula membuat mesin tidak bertenaga dan kemudian merusakankannya..
Apa yang sudah dikerjakan untuk mengatasi over heating sudah benar akan tetapi belum juga mengatasi masalah tersebut. Namun dari penjelasan Anda, sesungguhnya sistem pendinginan mobil Anda tidak beres, dan bila dibiarkan akan menimbulkan over heating karena harus menambah air.
Coba diperhatikan ketika mesin mulai over heating, apakah air mendidih dan ada uap yang keluar lewat tutup radiator atau air penuh sampai tumpah dari reservoir? Kalau reservoir penuh sampai tumpah dan kemudian air terisap kembali ketika mesin sudah dingin maka hal itu menunjukan pipa dari reservoir ke radiator tidak bocor, tidak bermasalah.. Dari penjelasan Anda dapat disimpulkan kondisi mesin dalam kondisi baik.
Apakah mobil Anda masih ada reservoir air radiator? Kalau ada ketika dingin air di tempat tersebut harus terisap kembali ke radiator, bila tidak terisap kemali, perhatikan apakah ada kebocoran mulai dari ujung pipa yang masuk ke reservoir sampai ujung yang masuk ke radiator. Setiap menambah air, mestinya lewat revervoir, bukan lewat langsung radiator? Sebaliknya, mengisi air lewat tutup radiator, dan reservoir masih penuh, hal itu menunjukan sistem isap kembali air bermasalah.
Kalau selalu tambah air, mungkin ada kebocoran. Oleh karena itu, sekali lagi perhatikan didaerah tutup radiator, khususnya pada bidang yang bersinggungan dengan tutup radiator apakah rata. Kedua bila over heating hanya karena setelah AC dihidupkan dan dijalan macet (ketika itu pakai AC?), artinya mesin tak kuat menerima beban. Tiga, mungkin terjadi beban berlebihan dari kompresor AC. Coba AC diperiksakan ke bengkel Rajasa di Jl Gajamada, mereka bisa menemukan apakah beban AC terhadap mesin normal atau tidak.

14 Agustus 2007

Benarkah mobil ex dokter & wanita bagus?

Suara Merdeka Juli 2003
Hadi Supeno, Bukit Agung U 21 Semarang.Tanya: Sering saya membaca iklan jual beli mobil, tertulis ex wanita atau ex dokter sehingga ada kesan kendaraan dimaksud terawat, jarang dipakai jauh dan memakainnya halus. Saat ini banyak orang menggunakan mobil kecil “the real city car” seperti karimun dll, dengan 5 speeds, sedang penggunaannya oleh ibu- ibu pada umumnya dalam kota rata- rata kecepatan dibawa 70 km/jam dimana speed yang disarankan dalam buku panduan adalah speed 3 sedangkan dalam buku panduan juga disarankan agar seluruh speed juga digunakan.

Yang ingin saya tanyakan apa benar ceritera tentang kendaraan ex wanita dn ex dokter tersebut? Bagaimana mensiasati pemakaiaan kendaraan kecil dalam kota? Saya membeli Karimun baru tahun 2002 dan rata- rata pemakaian bensin 10 Km untuk setiap 1 liter. Caranya full tanki, jalan dan kemudian full tanki lagi dan dibagi kilometer tempuh. Isteri saya sering menggunakan gigi 3 dan pakai AC. Apakah ukuran bensin 1 : 10 sukup efiesen atau tidak? Bagaimana caranya agar bisa lebih irit tanpa dampak pada mesin. Terima kasih.

Jawab: Memang banyak benarnya, bila mobil sungguh- sungguh dipakai oleh wanita dan dokter terawat baik. Kaum wanita umumnya mengendarakan mobil lebih halus dan jarang dipakai ke luar kota. Mungkin tradisi dan kodratnya sudah begitu, sehingga jarang kita jumpai wanita keluar kota sendirian atau mengemudikan truk pasir atau membawa muatan apa saja. Oleh karena itu jarak tempuh mobil ex wanita lebih sedikit. Isteri saya menggunakan Kijang sejak tahun 1997 dan sekarang baru 26.000 km! Karena pengggunaan mobil hanya untuk didalam kota. Kecepatan paling tinggi, juga dibawah 70 km/jam.

Demikian pula dokter. Nampaknya mereka menyadari mobil itu menyerupai organ tubuh. Disayangi dan dimanja ibarat isteri kedua. Karena tahu banyak tentang organ tubuh maka dokter- dokter lebih telaten merawat mobil sesuai petunjuk pabrik. Disamping tentunya karena duitnya juga ada. Selain itu, karena sering praktek, pagi, siang dan malam, maka biasanya mobil hanya diparkir didepan ruang praktek, sehingga jarak tempunya sedikit.

Itu kalau sungguh- sungguh dipakai oleh wanita yang lembut dan dokter. Ceriteranya akan lain bila dipakai reme- rame sekeluarga atau kegiatannya macam- macam. Suatu pagi saya mengemudikan mobil di jalan Siliwangi Semarang, menurut ukuran wajar, saya sudah cukup cepat. Namun dari kaca spion saya melihat seorang wanita ingin mendahului, sayapun tenang saja dalam kecepatan tinggi. Sekonyong- konyong dia malah mendahului dari samping kiri, tentunya lebih kencang dari saya. Setelah seratus meter dia malah parkir dikiri jalan. Pikir saya kok buru- buru amat ibu ini dan untuk apa ngebut. Oleh karena itu yang penting ketika beli mobil bekas lebih teliti dan minta bantuan yang ahli tentang bodi maupun teknisi.

Pertama beli mobil khususnya City Car kita tergoda oleh rayuan wiraniaga. Ada yang mengatakan 1 liter bensin bisa untuk 16 sampai 19 kilometer. Ternyata setelah pakai tinggal 1liter untuk 11 bahkan hanya 10 kilometer seperti yang Anda alami. Sesungguhnya City Car yang nota bene mesinnya kecil sangat cocok digunakan didaerah dingin kalau mau irit. Karena tidak perlu pakai AC. Mesin kecil ketika pakai AC, akan menggunakan tenaga extra atau cenderung memaksa. Maka biasanya RPMnya tinggi. Pengalaman, untuk penggunaan yang sama- sama pakai AC, Starlet 1300 cc lebih irit dari 1000 CC.

Saya pernah, melubangi pintu belakang mobil untuk dipasangkan exhous ven, lumayan mobil lebih sejuk tanpa menggunakan AC karena sirkulasi udara lebih baik. Itupun di mobil ada lubang untuk udara luar masuk. Adapula yang tidak menutup jendela, atau jendela dibuka sedikit agar udara bisa masuk. Namun demikian, cara itu kurang efektif karena kita sudah terbiasa diruangan AC. Juga, udara luar tidak nyaman, bau asap dan berdebu.

Cara lain agar irit bensin sebagai berikut. Bila yang selalu digunakan adalah hanya jok depan, maka usahakan agar jok belakang diisi dengan balon besar. Maksudnya agar komprsorakang diisi dengan balon bosar. Maksudnya agar ruangan lebih sejuk tanpa menggunakan AC. Cara lr tidak bekerja terus. Ruangan yang lebih kecil akan cepat dingin dan ruangan yang sudah dingin, kompresor akan mati sendiri. Selain itu upayakan, ketika mengemudikan mobil jagalah agar RPM mesin selalu berada di bawah 3000 dan tidak mengemudikan secara kasar, terburu- buru. Bila dilihat mesin yang Anda sebut dibawa 1000 CC dan 1 liter hanya untuk 10 km, rasanya tidak irit. Bandingkan dengan Kijang 1800 CC, dalam kota 1 liter 9 km. CC mesin lebih besar, muatannya juga lebih banyak.

13 Agustus 2007

MARI BERLALU LINTAS YANG SOPAN

KOMPAS, Kamis, 26-10-1995. Halaman: 16

KADITLANTAS Polda Metro Jaya, Kolonel (Pol) Soeroso beberapa
waktu lalu mengakui, pada kondisi sekarang, Polantas hanya bisa
berupaya agar lalu lintas aman dan tertib. Itu saja. Sedangkan untuk
membuat lalu lintas lancar adalah hal yang tidak mungkin. Lancar
tidaknya lalu lintas amat bergantung kepada pemakai jalan. Itulah
isi berita Kompas (5/9/1995), berjudul Polisi tak Mungkin Lagi Bikin
Lancar Arus Lalin.
Meski ada keterangan lebih lanjut bahwa polisi membutuhkan
kerja sama yang aktif dengan pemakai jalan, terutama pengemudi,
tampak jelas ada nada putus asa. Masyarakat diharapkan berdisiplin
agar kemacetan lalu lintas tidak menjadi wabah setiap hari. Fenomena
kemacetan Jakarta, di 71 tempat vital, sudah amat sulit bisa diubah
menjadi lancar. Ajakan simpatik, tetapi sulit dituruti. Bagaimana
mungkin mengatur banyak mobil yang semuanya ingin cepat sampai
tujuan seiring dengan kecepatan orang Jakarta mengejar waktu dan
uang.
Sejak pagi hari sebelum matahari terbit, pekerja dari arah
Bogor dan Bekasi sudah menuju Jakarta untuk bekerja. Juga sebelum
pulang, mereka sudah harus mengatur, harus melalui jalur mana,
supaya lebih aman. Itu sebabnya, menemukan jalan alternatif lewat
kampung, sering memberi kepuasan luar biasa. Namun tak berapa lama,
jalan "bebas hambatan" ini pun diketahui banyak orang, sehingga
jalan itu pun dipenuhi kendaraan, macet.
Meski demikian, jangan mengira kota lain tidak bakal "meniru"
kemacetan Jakarta. Bila disiplin mengemudi masih seperti sekarang,
rambu-rambu jalan tidak lengkap, dan ruas jalan tidak bertambah,
bukan mustahil akan terjadi kemacetan di mana-mana.
Situasi lalu lintas di kota, sedikit banyak dipengaruhi sikap
dan cara pengemudi berkendaraan. Cara mengemudi yang tidak mau
antre, main serobot meski bukan jalannya, tentu akan menyumbat
jalan, dan menimbulkan kemcetan. Kebiasaan ini tampak sekali bila
sedang ke luar kota. Pengemudi yang merasa baru saja terbebas dari
kemacetan, seolah-olah menemukan jalan sepi, lapang, dan mobil
dipacu kencang. Mereka asyik menekan pedal gas sampai rapat ke
lantai mobil, lupa kondisi mobil dan situasi jalan. Apakah kondisi
ban gundul atau. tekanan angin tidak normal.
Mereka juga lupa, jalan bergelombang amat mempengaruhi
kestabilan mobil, khususnya jenis minibus yang lebih tinggi dari
sedan. Mobil pun gampang oleng, kehilangan kendali, dan bisa
berakibat, mobil meluncur ke luar jalur, terbalik dan meminta korban
jiwa.

Sikap mental
Meski hukuman yang lebih berat sudah diterapkan, namun
pelanggaran lalu lintas masih juga berlangsung. Melihat keadaan ini,
banyak orangtua, yang SIM-nya masih berbentuk buku kecil seperti
rapor, hanya bisa menggelengkan kepala. Hal-hal yang menurut mereka
dulu tabu, kini begitu saja dilanggar meski penuh risiko. Ironinya,
dulu populasi mobil masih sedikit, jalan raya masih sepi, namun para
pengemudi cenderung mematuhi peraturan dan norma mengemudi. Kini
justru sebaliknya, jalan makin ramai dan padat, namun banyak
pengemudi tidak mengindahkan peraturan dan norma-norma umum.
Dalam keadaan seperti ini, banyak orang mencari kambing hitam.
Konon, para sopir bus harus mengejar setoran, SIM bisa dibeli tanpa
harus mengikuti ujian, mobil sekarang lebih gesit sehingga
merangsang orang untuk ngebut dan kecelakaan tak terhindarkan.
Kecelakaan di jalan raya itu sendiri sering merenggut nyawa orang
yang kita cintai. Bahkan sering terjadi, pengemudi yang mengikuti
aturan secara benar, justru menjadi korban pengemudi yang "ngawur".
Berikut disajikan beberapa saran yang kiranya berguna bagi
mereka yang memprihatinkan situasi lalu lintas kita sekarang ini.

SIM
Cara mengemudi yang baik tidak saja diserahkan kepada sekolah-
sekolah, kursus-kursus mengemudi atau pihak berwajib yang
mengeluarkan izin mengemudi, tetapi harus mulai dari dalam keluarga
sendiri. Anak-anak tidak dengan mudah mendapat SIM atas bantuan
orang tua.
Biasakan anak-anak mulai dengan merawat mobil. Mulai dengan
mencuci dan membersihkan mobil agar menumbuhkan rasa tanggung jawab.
Kalau mobil mengalami kerusakan karena kecerobohan mengemudi, akan
menimbulkan kerugian material dan SIM akan ditahan. Cara ini ibarat
sistem ganda yang sedang digalakkan dalam dunia pendidikan kita.

Bahaya bagi anak
Akhir-akhir ini, ada kecenderungan pengemudi ingin "memanjakan"
anaknya, dengan ikut mengemudi. Biasanya, anak-anak dipangku si
pengemudi, lalu mereka berlalu-lalang di jalan raya. Tindakan ini
jelas tidak dapat dibenarkan. Tanpa disadari pengemudi ini jelas
sudah menanamkan sikap tidak disiplin kepada anak-anak. Bagaimana
mungkin anak kecil sudah diizinkan mengemudi mobil?
Cara memangku anak sambil mengemudi juga mengundang bahaya.
Dalam situasi tidak terduga, tabrakan misalnya, Anda tidak sempat
mengamankan anak dari himpitan antara Anda dengan kemudi, dan ini
jelas membahayakan nyawa si anak.
Meski tidak jelas-jelas dinyatakan dalam Undang-undang Lalu
Lintas, tetapi akibat yang ditimbulkan jelas bisa dianggap sebagai
pelanggaran. Siapa yang bakal menerima hukuman? Jelas si orangtua,
bukan si anak yang belum tahu apa-apa.

Bertelepon Ria (2007)
Tahun 1995, belum serame ria bertelepon ketika mengemudi.
Pada hal kalau seseorang sedang telepon sambil mengemudi,
sangat mengganggu pengemudi di belakangnya. Tak terhindar,
konsentrasi terbagi sehingga kemudi kurang terarah,
bagi orang di belakangnya, tidak bisa berbuat lain kecuali ikut
gaya "kurang baik" yang sedang Anda lakukan.
Di Eropa dan negara maju lainnya sudah dilarang mengemudi
sambil mengemudi.

Bahan bacaan
Hal lain yang sering terjadi dan menyalahi aturan adalah
mengemudi sambil membaca. Hal ini terjadi, terutama bila si
pengemudi sedang mencari alamat seseorang. Selain kendaraan harus
berjalan pelan sehingga mengganggu kendaraan lain di belakangnya,
pandangan pengemudi jelas tidak terpaku ke depan, dan bisa
menimbulkan bahaya. Tidak sedikit kasus kecelakaan terjadi, hanya
karena hal sepele ini. Mengapa tidak ditempuh cara, berhenti
sejenak, membaca alamat, dan kalau kurang paham daerah itu,
pengemudi turun dan bertanya kepada orang lain?
Masih dalam hal bahan bacaan, dahulu orang begitu sulit
mendapatkan SIM. Sebelumnya, para calon pengemudi dipaksa
mempelajari aturan-aturan berlalu lintas. Buku-buku tentang lalu
lintas dulu begitu mudah ditemukan di toko-toko buku. Tetapi
sekarang, buku mengenai aturan-aturan berlalu lintas itu sulit
ditemukan. Kita baru mengetahui, ketika dihadapkan pada pilihan saat
mengikuti ujian SIM.
Tidak mengherankan bila etika mengemudi saja, orang tidak
mengerti. Lalu bagaimana mau mempraktekkan etika mengemudi di jalan
raya? Aturan-aturan seperti, dilarang mendahului dari sebelah kiri,
dilanggar begitu saja. Alasannya, truk besar yang lambat jalannya
dan seharusnya ada di jalur kiri, malah di tengah. Sebaliknya, sopir
truk beralasan, kalau ia mengambil jalur kiri, membahayakan
pengemudi sepeda dan sepeda motor.

Bahaya di tikungan
Hal lain yang membutuhkan kewaspadaan saat mengemudi adalah
tata cara mendahului kendaraan, terutama truk, di mana Anda tidak
bisa melihat situasi jalan yang ada di depan Anda. Barangkali di
depan truk yang akan didahului ada truk lain yang berjalan lambat
atau mobil yang datang dari arah berlawanan.
Keinginan untuk mendahului mungkin tidak hanya terjadi pada
Anda, tetapi juga kendaraan yang ada di belakang Anda. Keadaan
serupa mungkin juga terjadi pada kendaraan lainnya yang datang dari
arah berlawanan.
Sementara itu, untuk mendahului mobil di depan, biasanya harus
tancap gas. Bila perhitungan saat menyalip tidak tepat -- apalagi
ada kendaraan datang dari arah berlawanan -- maka dua kendaraan
dalam kecepatan penuh dan ingin sama-sama mendahului mobil di
depannya bertabrakan keras, disaksikan dua truk yang berjalan
lambat.
Situasi seperti ini, sering terjadi pada tikungan dan juga pada
jalan tanjakan.

Kelas jalan
Jalan juga mengenal kelas, terutama di daerah atau pada
persimpangan jalan negara. Di ujung jalan, jelas tertulis kelas
jalan, yang menurut peraturan, mengatur jenis mobil yang masuk ke
luar di wilayah itu. Biasanya, kelas jalan dihubungkan dengan berat
total dan jarak sumbu roda mobil. Aturan ini berhubungan dengan
tugas para sopir truk yang membawa kendaraan besar.
Banyak kecelakaan terjadi di persimpangan jalan karena para
pengemudi tidak paham kelas jalan. Pengemudi yang satu merasa lebih
berhak bila berada di persimpangan jalan. Seharusnya, mobil yang
sedang berjalan di jalan kelas negara yang lebih lebar, mendapat
kesempatan lebih dahulu. Karena itu, kendaraan yang mau masuk ke
jalan yang lebih lebar harus menyadarinya. Hati-hati, awasi sampai
situasi aman benar, baru masuk ke jalan yang lebih lebar. Tanpa
pengatur lampu lalu lintas pun, mobil yang ada di jalan yang lebih
lebar akan merasa harus didahulukan.

Tanjakan
Sopir-sopir tua (truk), umumnya masih lebih sopan dan solider
terhadap sesama pengemudi. Bila mereka berada di daerah tanjakan,
mobil dari arah berlawanan (menurun) memberi jalan kepada mobil yang
sedang menanjak, dengan memberhentikan kendaraannya di pinggir.
Dengan demikian, kendaraan yang sedang menanjak mendapat lebar jalan
yang aman. Keadaan seperti itu, kini masih sering kita jumpai pada
sebagian sopir truk maupun bus besar yang melewati jalan sempit.
Bagaimanapun juga, mobil bermuatan sarat yang berada di
tanjakan membutuhkan kemampuan dan perhatian ekstra. Ia harus
mengatur agar mobilnya bisa menanjak dengan berhasil. Sang sopir pun
harus berkonsentrasi pada lalu lintas dan mengatur gigi transmisi
yang sesuai agar mobilnya "lolos", apalagi kalau ada kekhawatiran
mobilnya tidak kuat menanjak.
Sebaliknya, mobil yang menurun, dalam posisi menguntungkan.
Tenaga mesin tidak perlu digunakan, hanya untuk membantu pengereman.
Demi amannya dan agar tidak terjadi senggolan, berilah kesempatan
jalan kepada yang sedang mendaki. Hal ini tidak perlu dilakukan pada
jalan yang cukup lebar. Namun, bila di jalan lebar pun Anda berhenti
(untuk memberi kesempatan pada mobil yang naik), bisa jadi Anda akan
menerima umpatan dari sopir-sopir di belakang Anda.

Marka jalan
Bagi sopir yang taat dan punya etika berlalu lintas, tanda-
tanda lalu lintas merupakan pembantu yang didambakan. Sebaliknya,
bagi yang ugal-ugalan, tanda-tanda itu merupakan penghalang yang
harus diterjang. Tanda-tanda di sepanjang jalan, kecuali tanda
dilarang masuk, biasanya dilanggar. Sanksi tegas perlu ditegakkan.
Tampaknya, yang masih ditaati adalah garis marka jalan.
Anggapannya, kalau tidak ditaati bisa terjadi tabrakan. Anda pun
perlu mengetahui maksud garis-garis putih itu, karena pelanggaran
atas garis pembatas itu kini sering mendapat "hadiah" tilang.
Dua garis putih yang sejajar atau hanya satu, melarang mobil
menyeberang, memotong garis itu. Ketentuan ini diadakan karena
sering terjadi kecelakaan di tikungan atau jalan lurus. Di tempat-
tempat seperti ini, sering dijaga petugas. Petugas pun kini tidak
perlu mengejar, karena dengan radio komunikasi, petugas di depan
sudah menanti si pelanggar.
Mengapa dibuat garis terputus-putus? Karena daerah itu rawan
kecelakaan, baik untuk sesama pengemudi maupun bagi pengguna jalan
lain. Bila ingin mendahului truk yang berjalan lambat, bisa memotong
garis putus-putus, asal cukup aman dan bunyikan klakson, lalu
kembali ke jalur semula.
Garis ganda putih, yang satu terputus-putus. Anda boleh
menyeberang dari arah garis yang tidak terputus-putus, asal lalu
lintas aman dan hanya untuk mendahului mobil lain. Setelah itu,
harus kembali ke jalur Anda.

Kucing
Seliweran binatang, sering mengganggu perjalanan Anda. Anjing,
ayam, atau tikus, sering diterjang tanpa banyak pertimbangan. Namun
bagi sebagian pengemudi, ada yang "menghormati" kucing. Akibatnya,
dalam keadaan mobil dipacu tinggi, tiba-tiba Anda harus menekan rem
sekuat-kuatnya, hanya karena ada kucing di depan.
Keadaan seperti ini sering mengakibatkan kecelakaan. Bagi mobil
yang kondisinya tidak prima, bisa terjadi slip dan berputar 180
derajat. Kejadian ini bisa disebabkan oleh permukaan ban yang sudah
gundul, tekanan ban yang tidak rata, atau sistem pengereman yang
hanya pakem sebelah. Bisa juga karena kondisi jalan yang licin.
Bila Anda dalam kecepatan 110 km/jam, pengereman mendadak bisa
mengakibatkan perputaran mobil dua kali 360 derajat. Beruntung bila
jalannya lebar, sehingga tidak terjadi benturan dengan kendaraan
lain. Kalau sebaliknya yang terjadi, maka kecelakaan pun tak bakal
terhindarkan, bodi mobil rusak berat, dan mungkin Anda pun terluka,
sementara si kucing lari dengan selamat.
Bila Anda menjumpai kucing sebaiknya jangan dihindari,
diterjang saja. Orang-orang tua yang semula menganggap tabu bila
menabrak kucing -- karena dianggap membawa kesialan -- kini sudah
membuat penangkalnya. Kata para sopir, setelah menabrak kucing,
buanglah uang receh, Anda pun akan terbebas dari "kesialan".

Bisnis Bengkel Adalah Bisnis Kepercayaan

Suara Merdeka April 1999.
Nyaris pekerjaan seorang teknisi sama dengan seorang dokter (manteri atau bidan untuk pasien). Karena kebanyakan orang yang datang kepada seorang teknisi atau perawat adalah orang yang kurang faham atau hanya sedikit mengetahui tentang penyebab kerewelan mobilnya atau penyakit yang dideritanya, maka dibutuhan saling pengertian yang tinggi.
Ada yang mengatakan mengobati pasien lebih mudah dari pada memperbaiki mobil yang rusak. alasanya manusia bisa bicara untuk menyampaikan keluhan, tidak demikian dengan mobil. Walaupun ada sama tetapi toh ada bedanya. Terhadap manusia lebih dituntut ketelitian karena menyangkut nyawa yang nilainya lebih tinggi dari mobil. Walaupun begitu, terhadap mobil dituntut pula ketelitian dan ketepatan analisa, walaupun bisa di coba- coba pula, karena tidak sampai membahayakan mobil. Karena kecerobohan dan kurang mampunya seorang teknisi menentukan sumber kerusakan bisa mengakibatkan kerusakan yang berkelanjutan (jawa: mremben). Memperbaiki bagian yang tidak seharusnya dibongkar jelas menambah biaya, waktu dan kemungkinan merusak bagian yang dibongkar.
Maka dalam kenyataannya, bengkel- bengkel yang memiliki imege yang baik sama dengan dokter terkenal. Pekerjaan di bengkelnya membludak sampai antre, tetapi bengkel lain imagenya pelayanannya buruk, sepih. Resep apa sehingga bisa terjadi bengkel baik dan bengkel buruk? Unsur utamanya adalah pada cara pengelolaannya. Selain itu ada sementara orang yang beranggapan bahwa bengkel- bengkel yang maju di negeri ini lebih banyak karena bengkel tersebut menjadi bengkel dealer, atau dalam kaitan dengan Agen Tunggal Pemegang Merk (ATPM). Karena bengkel jenis ini sejak semula orang membeli mobil pemilik sudah terbiasa (tersugesti) untuk membawa mobilnya ke bengkel dealer. Mula-mula dengan adanya pemeriksaan yang gratis dan kemudian dilanjutkan dengan masa warranty yang panjang (2 tahun atau 50.000, sekarang 3 tahun 100.000 km).
Walaupun harus diakui sementara bengkel dealer sering kali membawa misi khusus untuk menunjang penjualan sehingga pelaya­nannya membawa dampak pada penjualan unit mobil baru, sehingga pembinaan dan suport dari ATPM lebih besar namun pada prinsipnya, pelayanan yang baiklah yang membuat bengkel ATPM mendapat tempat di hati pelanggannya.
Namun, bukan berarti bengkel- bengkel umum tidak memiliki kesempatan untuk maju dan mengungguli bengkel dealer. Berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh bengkel yang mengingin­kan bengkelnya maju, dan dipercaya.
1. Kepercayaan dan kejujuran
Seperti judul tulisan ini, bisnis bengkel adalah bisnis kepercayaan. Sekali seseorang merasa dibohongi maka tamatlah riwayat bengkel tersebut. Karena menurut angket pendapat umum yang disebarkan kepada para pemilik mobil, mereka menganggap tabuh untuk dibohongi/ diakali. 66 % mengatakan mereka tidak akan kembali ke bengkel lagi kalau service tidak bermutu, pelayanan lambat. Kecuali terpaksa karena tidak ada pilihan lain. Kejadian selanjutnya menjadi lebih runyam, karena mereka yang tidak puas akan pelayanan tersebut minimal akan menceriterakan ketidak puasannya kepada 16 orang temannya. Kebohongan yang mereka alami.
Walaupun ini terjadi 15 (kini 23) tahun yang lalu, ini adalah sebuah contoh yang bagus yang berakibat fatal bagi sebuah bengkel di Jawa Tengah. Sebuah truk klas 2 ton di bawa ke bengkel dengan keluhan pemindahan gigi transmisi sulit. Oleh pihak bengkel disarankan untuk meng­ganti plat kopling. Beberapa hari setelah diganti ternyata masa­lah lama muncul lagi. Merasa tidak puas dengan bengkel yang satu itu maka mobil dibawa ke bengkel lain yang kemudian memberikan analisa yang berbeda bahwa kerusakan ada pada ausnya cincing sinkromis. Setelah transmisi dibongkar untuk mengganti cincing sinkromis baru dan disaat transmisi mau dipasangkan kembali ke mobil, teknisi menginformasikan bahwa plat kopling sudah lama dan perlu diganti baru. Anda bisa bayangkan betapa terkejutnya pemilik mobil tersebut.
Kejadian semacam itu bisa terjadi pada bagian mobil lainnya, dan yang sering terjadi adalah penggunaan suku cadang imitasi diakui sebagai suku cadang orisinil. Bengkel- bengkel yang nakal memasangkan bearing, piston dan ring imitasi pada waktu merekondisi mesin mobil. Demikian pula dengan paking dan saringan- saringan oli, udara dan bahan bakar. Dalam jangka waktu pendek tindakan mengganti suku cadang imitasi tidak membawa dampak langsung pada mobil namun jelas suku cadang imitasi lebih cepat aus dan umur pakaipun lebih singkat. Seharusnya sebelum memasangkan suku cadang imitasi, teknisi mengatakan sejujurnya terutama untung rugi menggunakan suku cadang imitasi.
Biasakan mengembalikan barang bekas kepada pemilik mobil. Disamping membuat pemilik percaya sekali gus Anda tidak perlu menyiapkan tampat untuk barang bekas.
Kontak Pemilik
Bengkel yang baik tidak akan lupa mengadakan kontak dengan pemilik mobil sejak mobil tersebut dijual. Surat- surat pemberitahuan untuk servis gratis, maupun servis berkala dan pemberita­huan ada gejala kerusakan yang mungkin timbul merupakan bagian dari usaha bengkel memelihara hubungannya dengan pemilik mobil. Pertemuan tahunan seperti mengundang makan bersama atau menden­garkan prestasi produk baru maupun menerima keluhan pelanggan merupakan cara lain pihak bengkel menyampaikan ucapan terima kasih. Sesekali memberikan kartu ucapan selamat hari bahagia seperti hari ulang tahun dan lain sebagaimanya, sederhana tetapi membekas di hati pelanggan. Acap kali surat- surat yang datang ke pelanggan itu ikut membentuk pola pikir pelanggan sehingga pelanggan merasa pihak bengkel seperti seorang penasehat "roha­ni" yang ingin menyelamatkan mobilnya dari kerusakan.
Janji Teknisi
Sering pemilik mobil dibuat kesal lantaran janji yang tidak tepat. Janji yang tidak ditepati bisa berhubungan dengan jam selesainya suatu perbaikan, atau lebih menjengkelkan lagi kalau mobil sudah dibongkar ternyata suku cadang tidak tersedia. Walaupun sering kali teknisi minta pengertian atau melemparkan tanggung jawab kepada bagian lain seperti kesalahan bagian suku cadang namun hal ini tidak mengenakan bagi pemilik mobil. Hal ini harus dihindari oleh para teknisi. Gunakan suatu sistem kerja yang baik sehingga bengkel dinilai bonafit, umpamanya sistem komputer yang langsung bisa menyebutkan persediaan suku cadang atau memiliki toko suku cadang yang bisa diandalkan. Peralatan yang lengkap
Bengkel yang dilengkapi dengan peralatan khusus membuat para teknisinya bekerja dengan tenang, sebaliknya bengkel yang asal- asal akan terdengar hingar bingur karena melepas sesuatu dengan palu dan pahat. Peralatan khusus biasanya dirancang untuk merk tertentu dan tampa alat tersebut perbaikan mengalami hamba­tan. Bengkel- bengkel kecil yang tidak mampu menyediakan perala­tan seperti ini biasanya mengalami kesulitan pula. Demikian pula dengan lift yang berjejer dan alat- alat test seperti meter kombi­nasi dan analisa gas buang akan menambah rasa kepercayaan pelang­gan.
Pekerjaan tidak tuntas
Anda mungkin pernah mengalami perbaikan tidak tuntas, harus datang lebih dari satu kali baru mobilnya beres. Apa yang menye­babkan? Umumnya kejadian seperti ini disebabkan oleh ketidak mampuan teknisi mendeteksi kerusakan dan kurang teliti serta terburu- buru akibat beban bengkel yang berlebihan. Sebuah beng­kel besar yang ramai bisa nemurun mutu pelayanannya karena diker­jakan terburu- buru atau dikejar oleh pekerjaan lain.
Masalah Ongkos
Sebenarnya masalah ongkos tidak menjadi keberatan utama pihak pemilik mobil asal perbaikan memuaskan. Walaupun mahal toh tetap di bayar dan akan datang lagi kalau memutuhkan karena sulitnya menemukan bengkel lain yang cocok. Namun kalau ongkos sudah mahal dan perbaikan tidak beres bukan mustahil nama bengkel Anda masuk ke halangan surat pembaca koran.
Pendidikan teknisi
Unsur pendidikan menjadi penting pada abad teknologi maju ini. Dilengkapinya mobil dengan komponen- komponen elektronika, seperti EFI, ABS dan lain sebagainya yang dikomandoi oleh komputer mengharuskan teknisi terus belajar. Seseorang yang tidak ditambah pengetahuannya akan tertinggal dan tidak bisa mengerjakan perawatan maupun perbaikan dengan sempurna khusus pada mobil- mobil muthahir. Dalam hal ini, Toyota, Mitsubhisi, Merci dan merk ATPM lainya yang sangat peduli terhadap teknisinya. Para teknisi dari Toyota umpamanya, memiliki jadwal mengikuti program training. Mereka juga memiliki kreteria atau tingkatan dalam training sama halnya dengan pendidikan umum yang mulai SD sampai ke perguruan tinggi dengan menggunakan istilah teknisi step 1, step 2 dan step 3. Lewat pendidikan di kelas dan dengan bekerja langsung di lapangan maka diharapkan para teknisi menja­di lebih pintar.
Satu contoh informasi yang tidak berkembang adalah masih diteruskannya penggunaan cuci dorssmer. Padahal cara ini akan merusak banyak komponen mobil, seperti bushing, bantaran mesin yang terbuat dari karet, dan kandungan karbon yang ada pada minyak bumi tersebut dalam jangka panjang merusah sifat isolator pada kabel busi serta kabel- kabel instlasi mobil menjadi keras. Contih lain, kebiasan lain teknisi mengganti oli mesin setiap 2.500 km, sedang di luar negeri mengganti oli setiap 8000 km. Teknologi maju saat ini telah meningkatkan kemampuan oli lebih dari 5 kali dibandingkan dengan oli keluaran tahun emam-puluhan.
Jaminan kesejahteraan
Banyak bengkel mangalami lingkaran setan soal pengelolaan bengkelnya. Gaji karyawan yang tidak mencukupi kebutuhan sehari- hari menggoda teknisi menyeleweng dari tugasnya. Kebiasaan mener­ima tip lambat laun bisa menimbulkan keinginan mencukupi kebutu­han dengan cara lain. Penampilan teknisi yang dekil dan bersandal jepit menurunkan kepercayaan pemilik mobil.
Soal gaji memang harus mendapat perhatian pertama. Walaupun gaji yang tinggi bukan jaminan hasil pekerjaan lebih baik, maka cara memberikan insentif yang di kaitkan langsung dengan peker­jaan yang diselesaikan bisa menjadi alternatif. Untuk menjdaga kesimbangan sistem ini harus dikaitkan langsung dengan kesalahan yang mungkin ditimbulkan oleh teknisi yang bersangkutan. Dengan cara ini, teknisi bukan saja mengejar sejumlah insentif yang besar namun harus bertanggung jawab atas kekurang telitiannya atau kesalahan yang ia buat.
Human Relationship
Selain uang untuk memotivasi teknisi sebenarnya unsur hubun­gan atas bawah atau sejajar diantara para teknisi penting dilaku­kan mengingat pola kerja mereka. Mereka harus mendapatkan kesem­patan untuk melahirkan pendapatnya baik menyangkut pekerjaannya maupun perhatian kepada keluarganya. Para pemimpin bisa menjadi pendengar yang baik dan bisa memaklumi apa yang menjadi kesulitan mereka. Maka pertemuan seperti arisan dan diskusi tentang pekerjaan merupakan waktu yang tepat disamping rekreasi bersama yang paling tidak dilakukan setahun sekali, yang meliputi pula semua anggota keluarga. Kemudian training tidak melulu diarahkan kepada peningkatan kemampuan skill pekerja namun sesekali ada training tentang pengembangan kepribadian bagi yang bersangkutan yang lebih dirasakan berguna untuk dirinya.
Bayar tunai
Membayar tunai biaya perbaikan mobil adalah harapan dari semua bengkel. Karena pihak bengkel mempunyai 2 tujuan. Pertama sudah menerima uang tunai sehingga tidak perlu menggaji orang khusus untuk menagih dan tentunya terbebas dari biaya bunga dan kedua, biasanya kalau perbaikan tidak beres pemilik mobil mau kembali ke bengkel yang bersangkutan, menuntut diperbaiki lagi. Namun kalau masih kredit (utang) dan ternyata hasil perbaikan tidak memuaskan kemungkinan mobil malah di bawa ke bengkel lain. Pada saat di tagih kolektor mungkin diomeli " Mobil saya bukan menjadi lebih baik malah sekarang tambah rewel. Saya tidak mau bayar. Sekarang baru beres setelah diperbaiki bengkel A". Sebaliknya kalau sudah dibayar tunai biasanya terpaksa dibawa lagi ke bengkel dan Anda berkesempatan memperbaiki kesalahan.
Akhirnya bengkel yang baik sangat ditentukan oleh seni berorganisasi, budaya kerja SDM-nya, sistem penggajian, peralatan dan suku cadang yang tersedia serta bagaimana memelihara hubungan dengan para pelanggannya.

10 Agustus 2007

Mobil Masa Kini Dituntut Makin Irit

KOMPAS, Kamis, 26-12-1996. Halaman: 20

MOBIL MASA KINI DITUNTUT MAKIN IRIT DUAPULUH lima tahun silam, perkembangan otomotif tidak secepat saat ini. Segala sesuatunya waktu itu, seolah berjalan biasa tanpa adanya gejolak yang memaksa orang berupaya mengefisiensikan sumber daya alam.
SERING kita jumpai pada saat itu, mobil-mobil dengan tingkat konsumsi bahan bakarnya boros: satu liter hanya untuk tiga kilometer. Anehnya, orang tak ambil pusing dan menganggap kejadian seperti itu biasa saja, karena harga bensin waktu itu boleh dikatakan masih murah. Mesin-mesin yang "doyan bensin" waktu itu, di antaranya adalah truk General Motor Company (GMC) dan Chevrolet buatan Amerika Serikat, begitu laku keras. Biar boros bensin, tak masalah! Ditambah lagi, kondisi jalan saat itu yang banyak belum beraspal, membutuhkan mesin kuat yang bisa memberi tenaga spontan seperti truk-truk di atas. Namun keadaan seperti itu berbalik 180 derajat pada saat ini, setelah harga bahan bakar (BB) melonjak dan persediaan minyak bumi juga kian menipis. Teknologi mesin pun serta merta dipaksa untuk adu irit, seiring dengan itu masyarakat yang sudah terbiasa dimanja berbagai fasilitas pun terus menuntut agar mobil baru semakin hari semakin irit. Ahli-ahli teknologi mesin pun menjawab: boleh-boleh saja mesin semakin irit, namun toh tetap harus bertenaga. Maka, dapat kita saksikan bagaimana industri mesin otomotif berpacu dengan teknologi baru, dan sekaligus mengalami perkembangan yang cukup mengesankan. Belum lagi ditambah faktor jalanan raya yang semakin hari semakin mulus. Tuntutan akan mobil yang irit BB namun bertenaga besar pun semakin menjadi kenyataan. Truk-truk besar, yang tadinya menggunakan bensin, saat ini lebih banyak memakai bahan bakar solar yang lebih murah, namun lebih efisien dan menghasilkan tenaga besar. Perubahan ini terjadi begitu cepat. Tidak jarang terjadi, dalam waktu relatif singkat, sudah bermunculan teknologi baru untuk meningkatkan kinerja mesin. Kalau dahulu banyak mesin dengan RPM rendah yang ditandai dengan conrod yang panjang (stang sekher), maka sekarang mobil menggunakan mesin dengan stang sekher yang pendek, yang memungkinkan mesin berputar pada RPM tinggi. Hasilnya, tenaga mesin meningkat akan tetapi lebih irit BB. Mesin-mesin masa kini secara fisik tampaknya kecil, akan tetapi dalam kinerja ternyata menghasilkan tenaga yang begitu besar. Sistem pemasukan Kalau diteliti lebih lanjut, tampak bahwa upaya atau konsentrasi para ahli teknologi mesin tersebut diarahkan pada sistem pemasukan bahan bakar. Komponen di bagian ini direkayasa sedemikian rupa sehingga BB yang biasanya 25% energi panas untuk menggerakkan mesin, dapat ditingkatkan. Umpamanya, mubasirnya 34% yang dibuang lewat knalpot, 32% diisap kembali oleh sistem pendinginan mesin, dan lainnya sebesar 9% dapat dikurangi. Jumlah lubang klep diperbanyak, memang diperlukan untuk mempercepat pemasukan BB dan udara. Mekanisme penggerap klep juga banyak mengalami rekayasa. Kita menjadi terbiasa mendengar mesin dengan 16 klep (valve) untuk 4 silinder maupun 24 klep untuk 6 silinder. Kemudian diikuti dengan mesin yang menggunakan cam shaft (noker as) lebih dari satu, nama populernya DOHC (Double Overhead Cam shaft) atau twincam. Semakin hari, semakin banyak mesin yang menggunakan sistem ini. Toyota, belum lama ini memperkenalkan mekanisme penggerak klep, khususnya pada cam shaft. Teknologi baru untuk mengatur buka dan tutupnya klep pemasukan bahan bakar, bisa dikategorikan sebagai suatu kemajuan teknologi mesin otomotif yang sangat berarti. Teknologi penggerak klep - yang diberi nama Variable Timing-Intelligent (VVT-i) ini akan menambah tenaga mesin lebih besar, namun pemakaian BB tetap ekonomis. Mesin yang memiliki twin cam, yang terdiri dari satu cam untuk menggerakkan klep pemasukan bahan bakar, dan cam yang lain untuk pembuangan gas bekas pembakaran, bekerjanya tidak "beraturan". Berbeda dengan mesin-mesin DOHC yang konvensional. Cam shaft yang menggerakkan klep pemasukan BB, direkayasa agar bisa bergerak variabel dibandingkan dengan gerakan cam shaft pembuangan gas bekas yang konstan. Cam shaft yang satu ini, saat menekan pembukaan klep, bekerjanya tergantung RPM mesin. Ia sebentar lebih cepat, sebentar bisa lebih lambat antara 30 derajat sampai 60 derajat, disesuaikan dengan tingkat RPM dan beban mesin. Dengan cara ini, mesin pada RPM tinggi, klep pemasukan bahan bakar akan membuka lebih dini atau lebih cepat sehingga jumlah BB mendapat kesempatan lebih banyak masuk ke ruang bakar/silinder. Sebaliknya pada saat RPM rendah, klep masukannya membukanya diperlambat sehingga jumlah BB yang masuk tidak banyak. Dengan cara ini mesin mobil menjadi sangat efisien dan ekonomis. Perkembangan mesin pada saat ini mengharuskan, mesin yang ekonomis dalam penggunaan BB tetapi tenaga mesin tetap besar. Sering kali, sepertinya mustahil hal itu dilakukan, walau pada kenyataannya berhasil menjadi kenyataan. Corolla DX, misalnya, dengan mesin 1300 cc dan dibebani pendingin (AC), penggunaan BB lebih boros bila dibandingkan dengan Great Corolla "cucu"nya, yang menggunakan mesin dengan isi silinder 1600 cc yang diberi beban AC, serta power steering. Sudah lebih irit dengan mesin yang lebih besar, 1600 cc, Great Corolla lebih bertenaga pula bila dibandingkan dengan DX. Desain pun lebih maju, walau mobil tampak kecil tetapi ruangan di dalamnya terasa longgar. Di samping kedua hal di atas, mesin modern saat ini juga dituntut memenuhi persyaratan ramah lingkungan, tak merusak lingkungan. Artinya, gas buang sisa pembakaran mesin tidak mengandung CO dan NOx yang tinggi. Dengan mengurangi inefisiensi panas yang dibuang lewat knalpot dari hasil pembakaran mesin, maka gas-gas beracun yang dibuang ke alam bebas juga menjadi lebih kecil persentase volumenya. Mobil yang dilengkapi dengan VVT-i ini, pembakarannya bisa optimal. Selain menghemat pemakaian bensin, mesin ini juga ramah lingkungan karena CO gas buangnya bisa mencapai 0,20% volume. Oli mesin juga terhindar dari kontaminasi akibat sisa bahan bakar yang mengalir ke karter. Oli mesin bisa digunakan sampai 10.000 km, karena BB nyaris terbakar habis, tidak menyisakan sisa oksidasi kimiawi yang masuk ke karter oli. Kilas balik Mula-mula di tahun 1991, Toyota memperkenalkan mekanisme VVT pada mesin sport tipe 4A-GE untuk menambah momen dan tenaga. Pada mekanisme mesin yang menggunakan VVT, memungkinkan katup intake membuka dan menutup dalam dua langkah, sesuai dengan RPM/ putaran mesin. Artinya, pada saat RPM rendah atau beban mobil kecil, maka salah satu katup pemasukan BB akan tertutup secara hidrolik. Gerakan pada VVT hanya sampai dengan membuka dan menutup tidak variabel. Sedangkan mekanisme VVT-i dapat dikatakan sebagai penyempurnaan dari mekanisme VVT, di mana klep pemasukan BB bukan hanya bisa bergerak membuka dan menutup, akan tetapi juga membuka dan menutupnya klep tersebut dapat dipercepat atau diperlambat. Dengan cara ini, akurasi pemasukan BB sehubungan dengan putaran mesin serta beban pada mesin bisa terlaksana dengan sangat tepat. Dengan berubah-ubahnya saat membuka dan menutupnya katup intake, sesuai dengan kondisi (RPM mesin), maka VVT-i memberikan keuntungan momen dan tenaga yang besar serta ekonomis BB, dan menurunkan kadar Nitrogen Oksida (NOx) dan hidrokarbon. Bentuk yang simpel dari VVT-i menjadikan mesin tangguh luar biasa, serta mudah untuk disesuaikan dengan desain mesin yang sudah ada. Suatu saat, desain ini bisa digunakan pada mesin apa saja. Toyota merencanakan VVT-i bisa pertama digunakan untuk mesin model baru yang akan diperkenalkan dalam tahun-tahun mendatang ini. Dari hasil tes, diperoleh data, ekonomis bahan bakar 6% dan menaikkan momen 10% pada putaran rendah dan sedang. Rancang bangun VVT-i terdiri dari tiga komponen utama. (1) Electronic Control Unit (ECU), yaitu sebuah perangkat komputer mini yang menentukan posisi optimum membuka atau menutupnya katup intake sesuai dengan kondisi (RPM mesin). Selain itu, ECU yang bekerja berdasarkan sensor-sensor tersebut mengatur jumlah BB yang diperlukan dan mengatur saat pengapian busi yang akurat. (2) Oil Control Valve (Oct) bertugas mengontrol tekanan oli berdasarkan instruksi dari ECU. Sejumlah oli akan disalurkan ke pully yang di dalamnya terdiri dari beberapa roda gigi. Oli tersebut diperlukan untuk mempercepat atau melambatkan cam shaft. (3) VVT-i Pulley bertugas mengatur (cepat atau lambat) membuka dan menutupnya katup intake berdasarkan tekanan oli. Untuk memasangkan teknologi VVT-i tidak diperlukan pompa oli tambahan, sebab tekanan oli dari pompa oli dari mesinnya sendiri sudah cukup. Pada saat pully VVT bekerja, piston dengan spline helical yang ada pada pully akan ditekan oleh oli, kemudian menggerakkan poros cam shaft sesuai dengan kondisi (RPM mesin). Dengan cara ini, pengajuan klep sekitar 30-60 derajat crankshaft. Atau dengan kata lain, pada RPM rendah sampai medium, perubahannya sebesar 30 derajat. Sedangkan pada RPM tinggi bisa berubah sampai 60 derajat. Produk ini sangat respon, dan perubahan sudutnya sangat lembut, sehingga gerakan mobil mulus, tidak tersendat-sendat. Pada mesin-mesin yang tidak dilengkapi dengan VVT-i, pada RPM tinggi akan terjadi klep overlap (saat katup intake dan exhaust membuka bisa secara bersama-sama). Dengan menggunakan VVT-i saat pembukaan katup bisa terkontrol terus, sesuai dengan putaran/beban mesin. Karena putaran cam shaft bisa diatur, diundurkan (diperlambat). Pada mesin konvensional, saat pedal gas ditekan penuh, masuknya partikel BB dan udara tidak bisa penuh. Hal ini tentunya akan mengurangi suplai BB serta udara ke ruang bakar yang berakibat tenaga mesin berkurang. Perbedaannya dengan mesin yang dilengkapi VVT, pada saat overlap atau pengajuan pembukaan katup intake sebagian gas buang akan kembali ke ruang bakar. Dan ini tentunya mengurangi kinerja mesin. Pada saat putaran idling, pembakaran akan stabil karena tidak terjadi overlap yang besar. Selama beban berat, kondisi seperti ini membutuhkan momen dan tenaga yang besar sehingga katup intake harus memberi masukan yang optimum (terus-menerus dan mencukupi) sesuai RP mesin. Mesin yang dilengkapi VVT-i baik kecepatan rendah maupun medium semua terkontrol, pada RPM rendah dan sedang terbukanya katup intake juga semakin maju, tetapi belum full. Dan pada putaran tinggi, terbukanya katup intake semakin maju lagi. Dan hal ini akan menambah tenaga mesin. *

Cara Menyalib Mobil Otomatik

Suara Merdeka Januari 2004
Saya mempunyai mobil Kijang dengan transmisi otomatik, ketika akan mendahului sebuah truk pengangkut pasir dijalan yang menanjak tiba tiba dari arah berlawanan muncul kendaraan lain sehingga saya terpaksa memperlambat laju kendaraan. Transmisi dalam posisi D dengan tombol over drive on. Setelah situasi aman saya bermaksud mendahului truk pengangkut pasir tsb. Dengan posisi tranmisi D dan tombol over drive on. Ternyata kendaraan tidak dapat dipacu cepat seperti layaknya transmisi manual pada posisi 2. Sebaiknya dalam kondisi seperti tsb diatas bagaimana mensiasatinya. Nuryanto- Semarang.
Jawab: Perlakuan terhadap transmisi otomatik berbeda dengan transmisi manual (biasa). Cara kerja transmisi otomatik memindahkan putaran mesin dari mesin ke roda tidak langsung. Maksudnya, cara kerjanya menyerupai dua kipas angin yang saling dihadapkan. Yang satu dihubungkan dengan listrik PLN dapat disamakan dengan mesin mobil, dan yang lain tanpa dihubungkan dengan listrik dapat disamakan sebagai roda mobil. Ketika kedua kipas saling dihadapkan, kipas yang berputarnya karena tenaga listrik akan memutarkan kipas yang lainnya. Artinya kipas yang lain dapat berputar akibat desakan udara dari kipas satunya. Pada mobil, tenaga dipindahkan converter (semacam kipas pula) lewat oli. Desakan oli tersebut lewat roda gigi digunakan untuk menggerakan roda mobil.
Sebaliknya cara kerja transmisi manual, kerjanya seperti rantai yang menghubungkan mesin sepeda motor dengan roda sepeda motor. Roda berputar karena rantai dan bergerak langsung, baik ketika putaran mesin rendah maupun putaran mesin tinggi motor tetap bergerak. Tidak demikian dengan transmisi otomatik. Pada putaran mesin rendah, pada RPM tertentu (lebih kecil dari 1000 RPM) mobil tak mau bergerak. Mobil baru bergerak setelah RPM mencapai putran tertentu sesuai permintaan (stelan) yang disyaratkan. Sama halnya, bila kipas diputar dengan tangan maka kipas tersebut tidak dapat menggerakan kipas yang berada didepannya.
Ada beberapa cara untuk mengatasi keluhan yang Anda alami. Pertama, mestinya ketika kecepatan rendah (menyusul dari belakang) posisi over drive dipindahkan pada posisi off. Karena over drive on mestinya digunakan pada kecepatan lebih tinggi seiring dengan tenaga mesin lebih besar (over). Ketika RPM rendah, tenaga mesin juga sedang rendah maka seharusnya posisi over drive pada posisi off, akibat dari sistem roda gigi. Kedua supaya torque lebih besar maka pindahkan posisi tuas transmisi ke 2 atau D2, posisi over drive off dan pedal gas diinjak. Ketiga bisa juga, posisi tuas transmisi pada posisi D, OD pada posisi off dan pedal gas ditekan kaget agak dalam. Dengan cara itu gigi transmisi otomatik berpindah ke gigi lebih rendah, sehingga mobil mampu mendahului mobil lain. Kalau mau, posisi diturunkan dari D ke 2 atau D2, maka ketika Anda menginjak pedal gas mobil rasanya mau meluncur cepat.

08 Agustus 2007

Why Toyota Is Afraid Of Being Number One?


Menjadi judul Businnes Week dan sebuah majalah business lainhya mengatakan, Toyota belum mau mejadi produsen mobil no1 dunia pada tahun 2007. Pertanyaanya adalah dengan cara apa Toyota menunda menjadi nomer 1. Bukankah semuanya tergantung kepada customer? Data-data tidak mendukung pernyataan itu. Karena ketika pernyataan itu diumumkan, Toyota sedang mengalami pertumbuhan penjualan 9 % di dunia. Laba Toyota setahun (April 06- Maret 07) mencapai 13,7 meliard US dollar, bahkan pada permulaan tahun 2007 Toyota mengumumkan akan meninvestasikan dana sebesar 13.1 meliard US dollar untuk membanguan belasan pabrik baru di dunia khususnya di Amerika Serikat. Toyota juga menaikan belanja suku cadang kepada lebih dari 400.000 supplier di USA, menerima karyawan baru untuk pabrik yang dibangun, menyisihkan 5% dari gross sales duitnya untuk Research dan Development (2006: 11 meliard US dollar), menyumbang 1 meliard US dollar kepada Blanchette Rockefeller Neurosciences Institute at West Virginia University, USA dan kini menguasai 17,4 % retail sales di USA.
Toyota hanya bisa menunda menjadi No 1 dengan cara, melakukan PHK di mana-mana, megurangi dana R&D, berhenti membangun pabrik baru, berhenti malakukan Kaizen, mengurangi produksi, berhenti menjual, dan tindakan- tindakan nyata yang menggambarkan ketidak berhasilan Toyota dan itu tidak dilakukan. Sesungguhnya pernyataan tidak mau menjadi no 1, lebih bersifat pernyataan malu-malu khas orang Jepang yang tidak mau menonjolkan diri setelah kalah dalam perang dunia 2. Karakter tersebut, dipelajarinya dari masyarakat Jawa setelah 3,5 tahun menduduki negeri ini. Ngluruk tanpa bala, perang tanpa tanding, menang datan angosorake. Menyerbu tanpa pasukan, perang tanpa bertempur, mengalahkan tanpa menurunkan derajat yang dikalahkan.
Dalam majalah Business Week terbitan Maret 2007, Ian Rowley menulis “How Toyota is winning the hearts and minds of America” Lewat upaya marketing, public relations, dan lobbying, dalam 20 tahun ini Toyota telah menjadi perusahaan otomotif yang bisa diterima baik oleh rakyat Amerika dibandingan dengan the big three. Kecuali komentar Jason Vines chief PR Chrysler"The thing I resent is Toyota wrapping themselves in the American flag.
Lain pula komentar rakyat Amarika: “Yang terbaik adalah persaingan antara US auto maker dan Japanese. Selama ini tidak ada perbaikan kualitas pada mobil Amarika. Ayah saya 1980 membeli sebuah Chavy Malibu, baru setahun ia sudah mengeluh. Sekarang kami memakai Lexus dan tidak bermasalah. Repurtasi merupakan sesuatu yang terukur dengan nilai uang” maksudnya bukan slogan belaka. “My grandfather once told me the difference between the U.S. and Japan. In America, when something goes wrong with a vehicle, automakers get more lawyers. When something goes wrong with a vehicle in Japan, they get more engineers. If they make a better product with a good price I'm going to get it. If the U.S. automakers can't keep up then put them out of their misery” “Toyota has been hands down the highest quality manufacturer of cars to date. What's wrong with the BIG 3 philosophy is that they produce large, NON economical, and easily embarassing numbers.” eKid.
Tidak demikian dengan Katsuaki Watanabe, ia merasa kawatir:”kita harus secara constan dan cermat, memikirkan reaksi yang tidak menyenangkan, dari masyarakat (Amerika). Sehingga apa yang sudah dikerjakan selama 20 tahun terakhir tidak kontra produktif. Adalah sangat penting kehadiran kami diterima oleh warga Amerika” Nampaknya Watanabe takut Toyota di boikot dimana-mana.
Bermula dengan Sakichi Toyoda yang lahir pada bulan Februari 1867 di Shizuoka. Dalam usia 30 tahun Toyoda menyelesaikan pembuatan mesin tenun. Ini kemudian mengantarnya mendirikan cikal bakal perakitan Toyota, yakni Toyoda Automatic Loom Works, Ltd. pada November 1926.
Hak paten mesin tekstil otomatisnya kemudian dijual kepada Platt Brothers & Co, Ltd. dari Inggris, Britania Raya. Hasil penjualan paten ini, dijadikan modal pengembangan divisi otomotif. Mulai tahun 1933, ketika Toyoda membangun divisi otomotif, tim yang kemudian banyak dikendalikan oleh anaknya Kiichiro Toyoda. Mesin Tipe A berhasil dirampungkan pada 1934. Setahun kemudian mesin ini dicangkokkan prototipe pertama mobil penumpang mereka, A1.
Di tahun 1936 mereka meluncurkan mobil penumpang pertama mereka, Toyoda AA Kemudian tahun 1937 mereka meresmikan divisi otomotif dan memakai nama Toyota. Pengambilan nama Toyota dalam bahasa Jepang terwakili dalam 8 karakter, dan delapan adalah angka keberuntungan bagi kalangan masyarakat Jepang. Alasan lain yang dianggap masuk akal adalah industri otomotif merupakan bisnis gaya hidup dan bahkan penyebutan sebuah nama, menjadi sisi yang begitu penting. Karena nama Toyoda dianggap terlalu kaku di dalam bisnis yang dinamis sehingga diubah menjadi Toyota yang dirasa lebih baik. Tak ayal, tahun 1937 merupakan era penting kelahiran Toyota Motor Co, Ltd. cikal bakal raksasa Toyota Motor Corp (TMC).
"We constantly need to think about the potential backlash against us," kata Presiden Toyota Katsuaki Watanabe kepada BusinessWeek. Amanah yang diucapkan oleh Mr Cho, mantan President dan kini menjadi Mr Chairmen ini, mengharuskan Toyota berhati-hati dan manage factor ancaman dan perlu adanya pertumbuhan dalam bisnis.
Watanabe, ekonom universitas Keio Jepang, bergabung dengan Toyota sejak tamat pada tahun 1964 dan pada tahun 1999 menduduki jabatan GM corporate-planning department. Corresponden BusinessWeek Tokyo Ian Rowley berhasil mewawancarai, antara lain ia mengatakan 3 hal, kualitas product, R&D dan SDM: “The first relates to the firm assurance of product quality. The second is to accelerate research and development efforts. Third, to achieve these goals, around the world we need to develop human resources as much as possible. I've always been very conscious of the fact that we cannot hope for growth without the improvement of our quality” Kepada jajaran Toyota ia melakukan pendekatan terus menerus agar karyawan melakukan suatu pekerjaan dengan SMART dan memperkuat organisasi. Dengan demikian diharapkan perusahaan memiliki dasar yang kuat. Di perusahaan hal yang sangat ditakuti adalah semua merasa sudah puas dan kesombongan. Ketika sebuah perusahaan berhenti berinovatif maka ia akan tergilas oleh perusahaan lain. Hal itu terbukti ketika Kenichiro Fuse Chief Engineer Camry, melakukan perubahan pada Camry baru padahal Camry lama masih menjadi Car of the year di USA.
Ketika ditanya soal SDM, yakni alih kemampuan kepada yang yunior Watanabe menyebutkan Toyota sukses alih kepemimpinan dalam beberapa decade ini. “Bagaimana kita yakin DNA kita sendiri ditransfer ke generasi yang lebih muda di Toyota” tentunya harus ada keterbukaan dan komunikasi dalam perusahaan. Dalam wawancara, nampak fokus Watanabe kepada pasar USA yang 17 juta unit. Ia akan memperhatikan konversi bahan bakar seperti menggunakan ethanol, mesin diesel, dan gas alam. Dalam jangka pendek Toyota memaksimalkan produksi mobil hibrida yang kini masuk generasi III yang tidak menutup kemungkinan beralih dari nickel hydride battery ke lithium battery dan akan mengurangi biaya produksi menjadi ½ nya. (dari berbagai sumber).

Bingung Pilih Mobil

Suara Merdeka 8 Agustus 2007
Dear Mr. Martin, saya sering mengikuti rubrik anda di Suara Merdeka dan saya sangat tertarik untuk mengajukan pertanyaam sbb:
1. Saya rencana mau beli mobil dan dari sekian merk, akhirnya saya ada 2 pilihan yaitu, Timor atau Suzuki Esteem dengan pertimbangan kedua-duanya sesuai budget saya (harga antara 35-40jt) dan juga sama-sam irit BBM.
2. Apa benar utk sedan Timor sparepart cenderung susah didapat? dari tipe SOHC & DOHC mana yang lebih baik? Utk bengkel Timor yg bagus dimana?
3. Dengan budget segitu, apa ada alternatif lainnya yang mungkin lebih bagus?
Atas jawaban dan bantuannya saya ucapkan terima kasih. Dan kalau boleh saya minta No. hp-nya
jnjandre@yahoo.com

Sdr Andre, anda benar. Harga Suzuki Esteem 1.6 GT 1995/1994 maupun Timor harga memang berkisar disitu. Dibandingkan dengan Suzuki Esteem maka Timor memang lebih sulit mendapatkan suku cadangnya, namun tidak sulit sekali. Teknisi di bengkel bisa cari cara untuk modifikasi. Kalau disuruh memilih saya tentu memilih yang DOHC, bukankah Timor sudah injection? Mesin jenis ini lebih efisen, karena pengaturan tidak lagi menggunakan karburator. Selain Timor, Esteem pertimbangkan pula Soluna. No HP sudah saya emailkan ke alamat Anda.

Tanya. Saya selalu mengikuti rubrik anda. kali ini saya ingin tanya tentang AC dan Sistem Rem:
1. AC mobil saya terasa kurang dingin. Apa saja yang perlu saya lakukan? Apa benar Freon AC tidak boleh sembarangan diganti?
2. Ketika saya cuci mobil (mobil diatas Lift) ban belakang mutarnya seret, apa yang menyebabkan? Apa kiat merawat agar tidak tidak terjadi kondisi seperti itu?Terima kasih. Tunggul Sakti mr_tps@yahoo.com

Jawab: Terima kasih, Pak Tunggul Sakti yang setia mengikuti rubrik ini. Saya pikir, AC mobil Anda tidak ada yang bocor. Kalau bocor, maka selamanya tidak mau dingin lagi. Sekarang kurang dingin, mungkin hanya perlu penyetelan ulang thermis switch. Ini sama seperti AC di rumah, ada batas dinginnya ruangan sehingga kompresor berhenti. Coba periksa pula mungkin ada gangguan pada stelan putaran fen. Kalau belum mau juga dingin, saran saya, bersihkan evaporator. Bagian yang menyemburkan angina, seperti memberihkan bagian AC rumah. Kalau belum berhasil, harus servis kodensor dan seterusnya sebaiknya diservis di tukang AC.
Seret-nya ban belakang, mungkin hand rem sedang ditarik. Kalau tidak maka piston di dalam tromol atau piston disc brake macet karena kotor atau karat. Ini perlu diservis dibengkel. Saran saya, coba bawa mobil ke jalan yang agak miiring. Rem dan lepas kembali, posisi transmisi free. Kalau mobil cepat bergerak artinya masih belum bongkar rem, tetapi kalau tidak bergerak maka ini menandakan tromol/ piston rem macet sehingga perlu dibersihkan di bengkel.
Penjelasan lebih lnjut dapat dibaca di http://martin1948.blogspot.com/ .

07 Agustus 2007

Mencuci Mobil Ber-ECU

Suara Merdeka Desember 2003
Paman saya memiliki mobil yang masih menggunakan sistem karburator. Biasanya ia mencuci mobilnya sampai ke dalam ruangan mesinnya sekalian, setelah sebelumnya beberapa bagian ditutupi plastik. Saya ingin tahu, amankah yang dilakukan paman saya itu? Bolehkah hal itu dilakukan pada mobil dengan ECU? Apa saja yang harus diperhatikan? Benarkah mengganti aki dengan kapasitas ampere lebih besar bagus untuk mobil, terutama sistem starternya? sandy."Sandy Bachtiar"
Jawab: Mencuci mesin seperti apa yang dilakukan oleh paman Anda boleh- boleh saja. Selain itu, paman Andapun teliti dan banyak tahu tentang mobil dan mesinnya, buktinya beliau menggunakan plastik untuk menutup beberapa bagian mesin. Apa yang dilakukan itu benar, karena bagian yang ditutup adalah bagian yang peka terhadap air seperti lubang pemasukan udara mesin dimana ada saringan udara, koil, daerah delko (distributor).
Air dalam jumlah sedikit yang masuk ke karburator akan menimbulkan mesin pincang (dalam jumlah besar seperti banjir bisa terjadi water hammer) dan, air yang berada disekitar komponen elektrik akan mengakibatkan korsluiting. Setelah mencuci, gunakan kain lap untuk mengeringkan permukaan mesin dan komponen listrik lainnya, dan lebih bagus menggunakan angin dari kompresor.
Mobil yang menggunakan ECU, umumnya menempatkan unit komputernya diruang penumpang, sehingga tidak mudah dicapai air. Oleh karena itu boleh saja mencuci mesin yang dilengkapi ECU seperti apa yang telah dilakukan oleh paman Anda. Bahkan sesungguhnya mobil yang dilengkapi dengan unit komputer seperti EFI, MPI dan lain-lainnya lebih aman dibandingkan dengan yang menggunakan karburator. Karena mobil- mobil itu, jarang sekali tutup distributor dibuka oleh karena itu sealnya lebih awet.
Yang perlu diperhatikan adalah ketika mencuci, kabel busi tidak tercabut, karena air yang masuk ke daerah tersebut sulit dikeringkan kacuali dengan semprotan kompresor. Oleh karena itu sebelum cuci pastikan bahwa karet- karet disekitar busi sudah terpasang secara benar dan rapat.
Boleh- boleh saja mengganti aki lebih besar, asal tidak mengganggu ruangan mesin. Aki yang ampere lebih besar memiliki kemampuan menyimpan arus aki lebih banyak, seperti tandong air. Akan tetapi, bila maksud penggantian aki untuk mengatasi aki “tekort” hasilnya tak akan memuaskan karena, aki tekort akibat banyak mengunakan peralatan audio visual atau lampu depan terlampau besar menuntut altenator (penghasil arus) yang lebih besar. Oleh karena itu sebesar apapun aki, suatu ketika akan habis pula. Sebuah tandon air sebesar apapun, bila kapasitas isi pompa lebih kecil dari pemakaiaan maka suatu saat tandon akan kosong juga.

06 Agustus 2007

Panjang Lebar Soal Rem


Pernah dimuat di KOMPAS

Seorang teman menuturkan sebuah "lelucon" ala Makasar di tahun tujuh puluhan. Katanya, seorang pembeli mobil Toyota Kijang pik-up memerintahkan agar sebelum mobil tersebut bisa ia bawa pulang, semua yeng berhubungan dengan system pengereman di copot saja dari mobil tersebut. Karena ia tidak membutuhkan perlengka­pan tersebut. Untuk menghentikan mobil ia mempunyai cara tersen­diri. Entah dengan kekuatan apa ia menghentikan mobil tersebut tanpa rem. Menurut calon pemilik mobil tersebut, ia hanya membutuhkan seutas tali dan sebuah batu besar. Saat hendak menghentikan laju mobil, ia cukup menjatuhkan batu tersebut, sedangkan ujung tali yang salah satu telah diikatkan pada bak dari kijang pik- up.
Apakah ceritera itu sungguh terjadi memang tidak pernah dibuktikan lagi. Yang jelas pada tahun itu Kijang baru keluar dari "kandang". Hubungan antara bak belakang dengan ruang sopir nyaris bersambung karena hanya dipisahkan oleh terpal. Mungkin kaca masih sangat sulit diperoleh sehingga cukup hanya dipasangkan pada bagian depan dari pengemudi saja. Pintu kiri dan kananpun masih menggunakan terpal. Mungkin karena demikian sederhananya kijang sehingga sopir dari Makasar tersebut berpikir, gampang saja melepaskan batu yang ada di bak belakang lewat ruang sopir.
Betapa tidak masuk akal kalau sebuah mobil Kijang dan jenis mobil- mobil lain tanpa system pengereman yang baik. Lihatlah saja pada sebuah gerobak sapi yang hanya berkecepatan 3 sampai 5 km perjam. Bagaimanapun juga kendaraan ini tetap ada sebuah balok besar yang dilepaskan menyentuh ban gerobak kalau gerobak sedang menurun. Tanpa memasangkan system pengeremana yang sederhana ini, niscaya gerobak , muatan dan penumpangnya, bahkan mungkin semua yang ada di jalan raya ikut menjadi korban diterjan oleh lajunya gerobak.
Perencanaan system pengereman pada sebuah mobil sudah diren­canakan dengan sangat baik. Sebuah mobil direncanakan agar waktu pengeremana terjadi keseimbangan diantara keempat roda. Jangan salah satunya lebih dahulu pakem dari 3 yang lain. Karena dengan kondisi seperti itu mobil akan terpuntir. Roda yang lebih dahulu pakem akan menjadi titik tumpuan atau titik senter dan terjadilah mobil terpuntir. Maka pada mobil- mobil mewah sudah dilengkapi Anti Blok System (ABS) yang diatur oleh komputer. Pakemnya setiap roda diatur menjadi seimbang dan mobil stabil. Walaupun system ini sudah sering didengar tetapi mungkin mobil Anda belum menggu­nakannya. Mobil Anda masih menggunakan system konvensional yaitu, roda depan menggunakan rem cakram (disc brake) dan roda belakang menggunakan tromol rem. Pemasangan system cakram pada roda depan sudah sangat membantu pengemenan mobil, hasilnya juga stabil.
Baik pada ABS system maupun cara konvensional, keduanya sama- sama masih menggunakan minyak rem. Sudah lama mobil meggu­nakan cairan minyak sebagai perantara penekan system rem. Minyak rem yang ditekan lewat kaki kanan pengemudi dipindahkan ke meka­nisme hidrolik yang ada di roda. Karena sifat benda cair inilah yang lalu menimbulkan beberapa gangguan pada system pengereman. Ada karena macet lalu pengermean tidak bekerja, tetapi lebih sering terjadi kebocoran.
Master Rem
Salah satu bagian rem yaitu master rem. Bagian yang behubungan langsung dengan pedal rem ini terletak didepan pengemudi, di ruang mesin. Tekanan minyak rem yang dipindahkan dari master rem ke roda menyebabkan brake pat atau sepatu rem menekan tromol rem atau disc dan mobilpun bisa berhenti. Cara kerja rem itu sebe­narnya sangat sederhana dan mudah dimengerti. Karena konstruksin­ya sangat sederhana pula. Kondisi ini lalu membuat banyak yang yang memberanikan diri untuk mereparasi sendiri kerusakan pada system pengereman. Kalau Anda ingin mencoba perbaiki sendiri itupun bisa. Tidaklah sesukar yang Anda bayangkan. Kesulitannya bukan pada bongkar pasang tetapi lebih banyak pada cara penyele­saiannya pekerjaan dan bagaimana bagian demi bagian dari komponen yang dibongkar dibersihkan. Kemudian bagaimana cara Anda mem­buang udara yang ada di dalam saluran minyak rem.
Pekerjaan membongkar pasang sistem pengereman harus bebas dari kotoran terutama pasir-pasir halus. Oleh karena itu jangan menggunakan bensin untuk membersihkan bagian- bagian tersebut. Sebaiknya gunakan air dan detergen kemudian keringkan dengan kain lap yang bersih.
Kerusakan pada master rem umumnya hanya karena 2 sebab. Pertama karena karet di dalam master rem sudah aus atau berubah bentuk sehingga tidak punya daya penekan lagi. Kedua karena terjadinya keausan pada dinding selinder master rem. Kalau kebetulan mobil diperbaiki di bengkel teknisi suka menyebutnya dengan istilah, selindernya sudah "ngantong" maka biasa Anda diminta merogo kantong. Dalam banyak kejadian tidak biasanya, kedua komponen rem itu terjadi bersamaan. Karet master remlah biasanya lebih dahulu rusak, dan itu bisa terjadi pada kilometer yang ke 40.000. Selinder bisa mulai aus pada kilometer yang ke 200.000. Kedua kerusakan yang disebut tersebut sangat tergantung pada cara Anda merawat system pengereman mobil Anda. Artinya sudahkah Anda mengikuti petun­juk dari buku servis mobil tersebut, yang menyarankan agar minyak rem dikuras dan setelah itu diganti dengan minyak rem baru pada kilometer yang ke 20.000. Dengan tindakan ini oksidasi, endapan yang berbentuk lumpur tidak lelekat pada dinding selin­der maupun pada karet kit sehingga tidak cepat merusak kedua bagian tersebut. Minyak rem-pun sudah kehilangan sifat licin karena kotor.
Selinder Rem
Brake cylinder atau teknisi suka menyebut dengan master roda atau selinder rem ini terletak di bagian dalam dari roda. Baik yang menggunakan rem tromol maupun yang rem cakram kedua- duanya tetap menggunakan selinder rem walaupun bentuk agak sedikit berbeda. Anda tidak bisa melihat kecuali melepaskan roda dan tromol rem.
Di dalam bagian dari selinder rem ada piston yang terbuat dari aluminium atau baja pula terbuat dari besi tuang dan karet yang berbentuk cincing. Cincing karet inilah yang sekerja sebagai sekat penahan minyak rem saat ada tekanan. Karena terbuat dari karet inilah maka suatu saat harus diganti. Kerusakan yang dise­babkan oleh usia pakai ini sama seperti yang terjadi pada master rem. Maka disarankan waktu mengganti cincing karet, lakukan untuk kedua- duanya. Karena beban pekerjaan yang diterima pasti bersamaan, keausan pada cincing karetnyapun sama.
Gejala umum yang bisa Anda jumpai adalah, walaupun pedal rem sudah diinjak tetapi mobil terus saja meluncur. Kalau reservoir minyak rem diperiksa ternyata minyak rem cepat habis. Bila gejala ini sudah terjadi pada mobil Anda, maka tiba saatnya untuk mere­parasi system pengereman. Jangan menunda lagi, karena bahaya rem blong sudah banyak mebuktikan, meminta banyak korban yang tidak berdosa.
Memperbaiki system pengereman, Anda bisa membongkar sendiri atau membayar jasa perbengkelan. Setelah membersihkan dan mengganti cincing karet (repair kit) maka mobil Anda normal kembali. Penting bagi Anda adalah cara mencuci komponen rem tersebut. Dahulu sering terjadi kekeliruan pada proses mereparasi memperbaiki selinder roda. Pada teknisi tua senang membersihkan komponen itu dengan bensin atau minyak bakar. Cara ini kurang pas karena meninggalkan pasir- pasir halus, yang dikemudian hari mempercepat keausan pada cincing karet maupun selinder roda. Cara terbaik adalah menggunakan detergen dan air. Setelah mencuci dan dijemur Anda akan menemukan keadaannya sangat bersih dan enak waktu pemasangan kembali. Selain itu pada saat merakit kembali piston maupun penyetel tinggi kampas pada selinder roda, jangan memberi gemuk pelumas. Mungkin yang menggunakan gemuk pelumas berpikir dengan cara ini akan mempermudah reparasi berikutnya. Sebenarnya sudah terjadi salah "kaprah". Secara teori maupun kenyataan dalam praktek, mobil yang direm menimbulkan panas yang tinggi. Tidak jarang pada jalan yang menurun tajam, berikut muatan yang sarat, pengereman menimbulkan bau hangus karena panas. Panas yang demikian tinggi sampai juga ke selinder roda.
Dalam waktu yang lama dan terus menerus maka gemuk pelumas yang ada di komponen rem tersebut kering dan mungkin pula bahkan hangus. Proses terus berjalan dan terjadi karat pada selinder rem. Suatu saat Anda membongkar rem maka terjadi kemacetaan lagi. Agar bagian itu terbebas dari karat, maka Anda perlu diberi minyak silikon atau kalau tidak cukup dengan minyak rem saja. Yang penting adalah pasangkan kembali karet pelindung yang dipakai untuk menutup selinder rem. Karet tersebut sering kehilangan maknanya karena sobek. Karena kalau sobek maka bagian tersebut bisa menjadi tempat penympanan air.
Kampas rem
Brake shoe , sepatu rem atau kampas rem ini acap kali bisa "menyanyi". Bunyinya nyaring menakutkan bagi pengguna jalan lainnya yang ada didepan Anda. Walaupun tidak lantas membahayakan namun dalam waktu panjang bisa membuat pengereman tidak pakem. Bunyi yang menggganggu ini disebabkan oleh sisa sepatu rem yang tidak secara rutin dibersihkan. Kotoran sisa kampas tersebut kemudian melekat kembali ke sepetu rem dan mengeras. Anda bisa membersihkan dengan menggunakan amplas. Anda disarankan untuk membersihkan setiap 5000 km komponen rem yang ada dibagian roda ini dengan amplas dan angin kompresor.
Tromol rem & Cakram
Tromol rem atau brake drum adalah sisi luar dari sistem pengereman. Rusaknya tromol rem biasanya disebabkan oleh terlam­batnya memngganti sepatu rem. Sepatu rem yang sudah tipis tidak segera diganti yang kemudian tinggal besinya saja. Besi dari sepatu rem inilah yang bersinggungan dengan tromol dan merusak tromo tersebut.
Selain rem yang menggunakan sistem drum maka sekarang banyak mobil menggunakan rem cakram (disc brake) untuk roda depan. Cara ini sangat menguntungkan karena dapat mengdindarkan mobil dari"rem makan sebelah" atau ngepot. Perawatannya juga lebih sederha­na. Kalau Anda secara teratur mengganti minyak rem (setiap 20.000 km) biasanya terhindar dari kemacetan pada rem depan. Kerusakan pada bagian ini bisa terjadi pada habisnya brake pat atau macetn­
ya piston. Kemacetan pada piston sering kali disebabkan oleh karat. Karat ini sering pula di akibatkan oleh sobeknya karet pelindung yang ada pada brake caliper karena pemasangan kembali yang kurang teliti.
Untuk mengetahui ketebalan brake pad pada sebagian mobil mewah ada lampu indikator yang menunjuknan kalau brake pat sudah tipis. Cara ini sangat mengguntungkan karena kita diingatkan untuk mengganti brake pat baru. Kalau tidak akan merusak Disc. Namun Anda tidak perlu kuwatir karena pada mobil lain juga sudah dilengkapi dengan indikator bunyi serupa decitan tikus, terutama pada waktu mundur. Bagi Anda yang memiliki mobil tahun tuju- puluhan mungkin menemukan system disc brake acap kali mengeluarkan bunyi kludak- kludak pada roda depan. Kalau diper­hatikan dengan teliti maka penyebabnya karena terjadi kelonggaran akibat aurnya bagian tersebut. Dengan sedikit kreasi Anda bisa memperbaiki sendiri, cukup dengan membeli alas plat bunyi itu 
sudah hilang.
Backing plate
Backing plate merupakan tempat kedudukan untuk silinder rem, sepatu rem dan per penarik sepatu rem. Pada bagian ini ada lubang kecil yang digunakan untuk menyetel sepatu rem. Biasanya teknisi lupa mengembalikan penutup ini. Kecerobohan ini bisa mengakibatkan air dengan mudah masuk dan menyebabkan karat pada silinder rem.

Mobil Baru Doeloe & Sekarang

Kompas Oktober 1995
Bagaimanapun juga sebuah mobil baru yang baru saya dibeli pasti diper­lakukan secara istimewa oleh pemiliknya. Dulu. oli mesin sudah diganti pada 1000 km pertama yang sebenarnya hanya mensyahkan tindakan pemborosan. Tidak jarang pula diminta agar angin dan air bawaan dari "Jepang" diganti dengan air yang sumbernya dari gunung Merapi dan taburan beras dan garam demi keselamatan pemilik dan mobil barunya. Angka plat nomer juga beragam seperti, B 1 AR, L 1 AR atau R 1 TA dan AB 8228 BA.
Bagi mayarakat Yogyakarta angka 9999 adalah untuk Ngarso Dalem Sri Sultan, angka 8888 untuk Sri Paduka Paku Alam yang jarang kita jumpai di jalan raya atau angka 7777, nomer tunggal juga nomer sesuai ulangtahun atau nomer rumah. Ada pula yang menyenangi angka akhir lebih besar dari angka depan atau jumlah angka-angka menjadi 9. Yah tentu semuanya mengandung makna bagi setiap orang memiliki angka tersebut.
Bagaimana dengan mobil itu sendiri? Jawabannya adalah, bahwa persyaratan untuk menjalankan sebuah mobil baru sudah jauh berbe­da dibandingkan dengan mobil baru pada tahun enampuluhan. Tuntutan masyarakat yang serba cepat, agar mobil yang baru dibeli segera bisa digunakan untuk kerja membuat para perancang mobil bekerja keras. Banyak perubahan mulai dari bentuknya, cara pemeliharaan, perbaikan sampai bagaimana menjalankannya, kecuali bahwa mesin masih terbuat dari baja, bakan bakar masih tetap menggunakan bensin atau solar serta oli sebagai pelumas belum ada bahan pengganti. Berbicara dengan seseorang dari zaman "doeloe" akan tergali informasi berikut. Katanya kalau dulu mobil baru, sering dihidup­kan di tempat berjam- jam pada RPM rendah, lalu beberapa kali mengganti air pada radiator. Tindakan ini dilakukan agar mesin menjadi halus setelah di"lamak" dan di kemudian hari mesin menja­di lebih awet. Tidak jarang kita melihat mobil yang sedang hidup ada pula air yang lewat selang dimasukan ke radiator, kemudian lewat pembuangan air pun dilepas. Hal ini dilakukan sampai berjam- jam. Proses belum selesai disitu. Selanjutnya mobil tersebut belum boleh membawa penumpang dan kalau berjalan harus perlahan- lahan. Sering pada jaman itu, inrayen mobil menjadi tontonan yang menarik.
Sekarang hal itu tidak perlu lagi. Mobil dapat langsung digunakan untuk bekerja dengan muatan normal walaupun masih tetap membutuhkan penyesuaian tetapi tidak seketat dulu. Diperlongggarnya syarat mengoperasikan mobil baru ini ada hubungan dengan kemajuan teknologi canggih pada cara pengelolaan mesin baik menyangkut bahan mesin maupun cara pembuatan mesin dan mutu pelumas yang semakin maju saja. Dengan menggunakan jasa komputer dan pisau-pisau "intan" mesin industri, maka permukaan bagian mesin, transmisi dan di­frensial, sudah dikerjakan sangat halus dan sempurna. Dulu, hasil pekerjaan tidak sesempurna itu. Dengan mikroskop jelas tampak seperti duri-duri, sekarang tidak lagi kita jumpai. Selan­jutnya dengan menggunkan alat pembersih yang bertekananan udara tinggi, mesin- mesin yang sudah selesai dikerjakan, dibersihkan dari dari sisa- sisa serpihan besi (gram) saat pengerjaan Selain itu pada sebagian mesin mobil sudah menggunakan campuran bahan yang sangat baik yang tidak gampang berubah ben­tuk. Dengan demikian tidak perlu mengadakan pengerasan baut cylinder head dan penyetelan ulang kerenggangan klep. Sedangkan untuk mengetahui kwalifikasi dimana mobil Anda, Anda dapat melihat petunjuk- petunjuk pada buku servis.
Masa Uji. Walaupun tidak perlu mengalami masa uji yang rumit seperti tempo doeloe, mobil tetap dianjurkan mengikuti petunjuk- petunjuk sampai 2000 km sebagai berikut:
1. Kendarailah mobil Anda tidak melampaui kecepatan 100- 120 km/ jam. Hal ini dirasakan perlu, agar ada waktu penyesuaian antara Anda, mobil dan situasi jalan raya. Kenali sistem pengereman mobil Anda agar keselamatan penumpang maupun mobil terjamin. Setelah menempuk jarak 500 km, cobalah rem mobil Anda pada kece­patan 90 km/jam, berapa jarak yang dibutuhkan untuk memberhenti­kan mobil pada situasi yang mendadak.
2. Pada mobil Anda ada petunjuk RPM, hindari RPM pada posisi maksimum. Atau jarum petunjuk tidak sampai batas warna merah. Kalau batas maksimum itu 7000, gunakan RPM maksumum 3000. Mengapa hal ini dilakukan? Putaran mesin tinggi dengan permukaan bagian yang bersegek yang belum licin akan menyebabkan panas yang tidak normal. Akibatnya "pelamakan" menjadi tidak sempurna.
3. Juga penting untuk Anda perhatikan pada saat start. Jangan menggunakan gas penuh sehingga mobil seperti mau meloncat. Sentakan ini sangat mempengaruhi bearing- bearing baik pada roda, difrensial, transmisi juga pada mesin itu sendiri. Dapat dibayangkan bahwa tenaga sebesar 165 tenaga kuda digenjot, tentu "pelamakan" mesin dan bagian lain menjadi tidak sempurna.
4. Hindari pengeremban mendadak pada 500 km pertama. Anjuran ini lebih banyak untuk kepentingan kerja rem. Bentuk kampas rem (brake pad) yang lebih lunak dari tormol maupun disc butuh waktu penyesuaian bentuk dengan tromol atau discnya. Cara yang paling baik adalah sebelum berhentikan mobil, pada jarak 100 meter sudah mengurangi kecepatan dan pedal rem sudah mulai menempel. Dengan demikian penyesuaian bentuk menjadi sempurna.
5. Perhatikan cara Anda menjalankan mobil baru. Sebagian pemilik mobil baru menjalankan mobil hanya pada satu kecepatan saja. Alasannya sayang pada mobil. Mulai dari garasi sampai kembali ke garasi tetap mengguakan gigi transmisi 1 atau 2, atau sebaliknya menjalankan mobil 30 km perjam tetapi cenderung menggunakan gigi transmisi tinggi seperti gigi 4 atau 5. Kedua cara ini tidak dianjurkan. Cara yang benar adalah pada kecepatan 100 gunakan gigi 4 atau gigi 5 dan gunakan gigi 2 atau tiga bagi kecepatan antara 40 sampai 80 kilo meter per jam. Usahakan menggunakan semua tingkat kecepatan selama masa uji ini. Dengan cara ini, roda- roda gigi baik yang ada di transmisi maupun difrensial akan awet, semua mendapatkan kesempatan yang sama.
6. Walaupun jarang dijumpai, orang menggunakan mobil baru untuk menarik gandengan (atau mobil yang mogok), namun baik untuk mengingatkan, untuk tidak melakukan hal itu. Beban yang berat banyak mempengaruhi bagian mesin maupun roda-roda gigi pada transmisi dan difrensial. Perawatan sampai 5000 km pertama. Disamping bagaimana cara mengemudikan mobil baru maka yang penting juga perawatan mobil baru sampai 5000 km pertama. Semua pabrik pembuat mobil sudah melengkapi mobil dengan buku petunjuk. Apa yang perlu dilakukan pada 1000 atau 5000 km, diharapkan akan dilakukan dengan baik oleh teknisi merk mobil tersebut.
Tidak ada salahnya Anda mengetahui pula apa yang mereka lakukan.
1. Kalau dulu semua mobil mengadakan penyetelan ulang kerenggan­ngan klep maka sekarang sebagian sedan tidak perlu dilakukan penyetelan ulang klep. Penyetelan ulang klep hanya pada mobil- mobil niaga seperti Kijang, Panther, Suzuki maupun Daihatsu.Begitu pula pengencangan cylinder head mobil. Pekerjaan pengen­cangan maupun penyetelan ulang ini dilakukan pada mobil -mobil yang masih menggunakan gasket cylinder head yang tebal dan dari bahan konvensional. Penyetelan ulang kerenggangan klep ini dimaksudkan untuk mengoptimalkan kerja mesin. Klep yang tidak rata atau bahkan kerapatan akan menyebabkan kebocoran kompresi.
2. Pada 1000 km pertama Anda diminta untuk memeriksa semua tali kipas. Tali kipas yang terbuat dari nilon dan karet ini mengalami perubahan bentuk dan lebih panjang. Anda perlu mengeraskan kembali. Tali kipas yang kendor bisa menyebabkan sirkulasi air pendingin kurang baik dan putaran alternator tidak normal.
3. Air pendingin merupakan pengaman agar mesin tidak terlalu panas. Periksa apakah air yang ada di recervoir masih cukup banyak. Kalau setiap 2 hari recervoir kosong, dianjurkan mobil segera dibawa ke dealer untuk diobservasi lebih lanjut. Kemungki­nan ada bagian yang bocor.
4. Agar kerja mesin bertenaga optimal dan irit bahan bakar maka dilakukan pula penyetelan putaran idle. Penyetelan ini wajib dilakukan untuk mendapatkan campuran udara dan bensin yang paling ideal. Campuran yang tidak ideal bukan saja menyebabkan borosnya bensin namun menghasilkan gas CO lebih besar yang meracuni manusia.
Disamping mengadakan penyetelan ulang pada mesin maka perlu juga melakukan pemeriksaan dan penyetelan ulang pada bagian chassis dan body mobil Anda, diantaranya:
1. Pemeriksaan terhadap pedal rem, kopling dan fungsi rem parkir. Pedal rem yang terlalu tinggi menyebabkan penyetir mobil tidak yaman. Sebaliknya kalau terlalu rendah bisa menyebabkan Anda terlambat menghentikan mobil. Untuk bagian kopling Anda bisa mencoba sendiri. Pada saat mobil mau beranjak, pedal kopling diangkat, mobil baru mau bergerak kalau pedal kopling terangkat 40 sampai 50 % dari jarak pedal kopling. Pemeriksaan terhadap rem parkir yang penting begitu ditarik sejauh 2 atau 3 cm mobil bisa berhenti. Bagi mobil yang rem parkir ada samping kiri sopir, mobil berhenti pada kedudukan 45 derajat.
2. Bagian yang tidak kalah penting adalah bagian pipa- pipa rem. Walaupun jarang terjadi kebocoran teknisi biasanya memeriksa dengan teliti. Kebocoran pada bagian ini akan menyebabkan sistem pengereman tidak normal.
3. Ada banyak bagian yang dihubungkan dengan menggunakan mur baut. Khususnya pada bagian chassis perlu juga diadakan pengece­kan ulang. Apakah semuanya terkancing dengan baik.
4. Walaupun ban kempes dapat terlihat dengan mata, tetapi berapa tekanan masing- masing ban tidak dapat kita ketahui dengan pasti. Sedangkan tekanan angin yang tidak pas akan menyebabkan mobil menjadi tidak stabil dan, ini akan semakin tidak stabil bagi mobil- mobil jenis mini bus dimana ground clearence (jarak chasi­si ke aspal) besar. Belum lagi bunyi dengung yang diakibatkan oleh ban yang sudah rusak permukaannya dari ban kempes yang sudah berlangsung lama, sangat mengganggu kenyamanan penumpang. Maka amatlah penting periksa dan menambah tekanan angin ssesuai dengan permintaan pabrik mobil. Dengan mengikuti petunjuk teka­nan angin ban yang biasanya ditempel pada ruang pengemudi Anda bisa menghemat banyak, tidak perlu cepat- cepat mengganti ban baru.
5. Bagian penting lain yang perlu diperiksa adalah permukaan air aki. Walaupun jarang terjadi air aki habis pada 5000 km/ pertama, tidak ada salahnya Anda periksa. Siapa tahu, ada kebocoran. Aki yang pernah kering akan seterusnya tidak bisa maksimum menyim­pang tegangan.Dengan memperhatikan petunjuk- petunjuk cara perawatan mobil baru dan menjalankannya, diharapkan mobil Anda akan awet dan bebas dari rongrongan kerusakan di kemudian hari.

Apa Perlu Tune Up?

Suara Merdeka September 2006
Saya mempunyai Suzuki Caretta tahun 2001, dibeli dalam keadaan baru. Sampai saat ini kilometer mobil baru mencapai 36.000 km. Perawatan rutin hanya ganti oli mesin, gardan, persnelling, ganti aki 1 kali dan ban depan 1 kali. Onderdil lain belum pernah ada yang diganti. Karena mobil tidak pernah ada problem, saya belum pernah ke bengkel untuk tune-up. tolong Pak Martin, apakah pola saya itu benar dan apa saran Bapak? Bambang Prabowo ndub78@yahoo.co.uk
Jawab:
Selamat bagi pak Bambang Prabowo, anda termasuk orang yang peduli terhadap mobil. Begitulah hendaknya kita memperlakukan mobil, memberikan perhatian dan melakukan perawatan yang benar agar mobil selalu siap beroperasi.
Suzuki Caretta yang Anda pakai, sama dengan Suzuki Cary 1000 cc, mesinnya termasuk irit dan handal. Jenis mesin yang dipakai pada Suzuki Caretta masih menggunakan karburator dan platina oleh karena itu sesekali perlu dimintakan tune up ke bengkel. Memang benar, bila anda merasa mesin mobil anda masih bertenaga dan irit ya tidak perlu di tune up (TU). Namun yang tetap perlu dikerjakan adalah membersihkan busi, platina, saringan udara dan saringan bensin. Khusus untuk saringan udara lebih baik dibersihkan setiap 1000 km, dan lebih sering bila mobil beroperasi di jalan yang banyak debunya.
Perawatan rutin yang sudah anda lakukan sudah cukup baik, tidak salah, seperti ganti oli mesin setiap 5000 km, oli gardan dan verseneling setiap 20.000 km. Kuras dan ganti minyak kopling, minyak rem tetap harus dilakukan. Khusus mobil yang dilengkapi dengan power steering hydrolic harus juga diganti olinya setiap 20.000 km, karena di dalam sistim tekanan koping, rem dan power steering ada karet seal dan minyak. Bila minyak pelumasnya terlampau lama dipakai minyak yang sudah rusak akan menusak karet seal. Kalau sampai seal tersebut rusak, maka penggantian suku cadang bisa menjadi lebih banyak. Oleh karena itu lebih baik secara rutin mengganti olinya.
Pihak Agen Tunggal Pemegang Merk (ATPM) lebih menekankan pada pentingnya melakukan pemeriksaan berkala. Ketika membeli mobil baru, pemilik juga menerima sebuah buku petunjuk service. Sesuai pengalaman pihak ATPM bila pemilik mobil melakukan semua petunjuk sesuai buku itu diharapkan kondisi mobil selalu prima. Gejala kerusakan juga bisa diketahui secara dini oleh pihak bengkel ketika melakukan pemeriksaan berkala. Jadual pemeriksaan berkala terjadi setiap penambahan 5000 km. Di dalamnya pekerjaan pemeriksaan berkala sudah termasuk pekerjaan tune up mesin. Bahkan ada bengkel ATPM yang mengakaitan perawatan berkala dengan warranty claim kendaraan. Bila mobil dalam masa warranty, tidak secara teratur melakukan pemeriksaan berkala maka pihak bengkel resmi ATPM bisa menolak warranty yang Anda lakukan.

03 Agustus 2007

Mudah Merawat Mesin Diesel

Kompas, Kedaulatan Rakyat 1996

Semakin banyak mesin diesel digunakan bagi angkutan di darat. Hal itu wajar saja karena harga bensin yang semakin tinggi dan teknologi pembuatan mesin diesel yang semakin menjanjikan peruba­han yang mantep. Hal itu dapat dilihat dari penampilan yang semakin keren dan semakin nyamannya mesin- mesin diesel yang pergunakan pada mobil- mobil penumpang yang kecil. Walalupun perinsip kerja mesin diesel itu mempuyai tekanan kompresi ,yang tinggi, 2 kali dibandingkan engan mesin diesel, hal itu tidak mengurangi banyak orang untuk memiliki mobil dengan bahan bakar solar.
Bahkan 3 perusahaan mobil besar di Jerman, Merzedes, VW dan Opel merencanakan meluncurkan mesin diesel paling irit di tahun 2000. Bayangkan, harga solar yang sudah murah, dengan 3 liter dapat menempuh jarak 100 km. Kalau sampai saatnya tentu jalan raya harus dibuat bertingkat untuk menghindari kemacetan lalu lintas. Bagaimanapun juga mesin diesel tetap menarik, walalupun adanya keluhan menyangkut getaran dan bau solar yang sering tidak sedap dan tidak nyaman. Tetapi kalau untuk angkutan umum terutama yang berat dan besar seperti truk dan bus- bus maka tidak ada pilihan lain. Dengan perawatan yang teratur sebenartnya mesin diesel memberikan banyak keunggulan baik tenaga maupun iritnya biaya operasi. Banyak mobil diesel ioperasikan dengan 2 orang sopir maka sering kita mengamati spido meternya berjalan sangat cepat. Dalam waktu 1 bulan mungkin sudah mencapai 20.000 km. Mantapnya mesin diesel ini dimungkinkan karena beberapa alasan diantaranya lain mesinnya lebih kokoh dan mesin diesel tidak menggunakan system pengapian seperti halnya mesin bensin. Pada mesin dengan bahan bakar bensin, tanpa system pengapian, mobil tidak mungkin dihidupkan. Mesin dengan bahan bakar bensin setiap saat membutuhkan letikan api agar bisa terjadinya pembakaran dalam selinder dan harus sesuai pula dengan aturan urutan pembakaran dalam selinder. Sebaliknya pada mesin diesel hal itu tidak perlu. Bagian- bagian mesin bensin seperti koil, distribu­tor, platina, kondensator kabel busi dan busi tidak dijumpai pada mesin diesel.
Pembakaran pada mesin diesel hanya dikarenakan oleh tinggin­ya tekanan kompresi bukan karena busi seperti pada mesin bensin. Bahan bakar solar dengan pompa injektor (bosh-pam) pada tekanan antara 120 kg/cm2 dikabutkan langsung ke ruang bakar. Dulu masih ada yang menggunakan busi pemanas namun sekarang sudah direct injection. Artinya tampa perlu ada pemanasan lebih dahulu. Lang­sung saja di star seperti pada mesin bensin. Ini dimungkinana karena perbandingan kompresi semakin tinggi.Pengertian perbandingan kompresi yang tinggi seperti contoh 21 : 1 pada Isuzu Panther, Dyna Rino maupun pada Truk Mitsubishi. Sisa ruang bakar yang tidak dicapai piston pada Isuzu Panther 1/20 sedangkan pada Land Cruiser 1/18.6 dan 1/18 untuk Dyna Rino dari satuan besar selinder. Karena sisa ruangan yang semakin kecil maka bahan bakar solar yang terkompresi (tertekan) pada ruangan yang lebih kecil akan meletak dengan sendirinya tanpa busi pemijarMesin diesel juga mengalami perkembangan yang cepat. Kalau semula mesin jenis ini hanya untuk kendaraan berat maka sekarang banyak kita jumpai pada kendaran ringan.
Getaran keras pada mesin disel diupayakan agar seminimal mungkin berpengaruh buruk pada penumpang. Bermacam- macam peredam dipasangkan baik di ruang mesin maupun di ruang penumpang. Bukan sampai disitu saja, bahkan komponen mesin, konstrusinya dibuat sedemikian rupa sehingga tidak menimbulkan goncangan (getaran) yang besar. Pada crank shaft (kruk as) itambahkan metal untuk menjaga keseimbangan. Secara sederhana dapat dibayangkan kalau roda depan mobil anda shemy. Untuk menghilangkan shemy pada roda maka mobil Anda perlu dibalance dengan menambahkan beberapa gram timah pada sisi pelk. Dengan menambah metal balance pada kruk as, maka gerakan mesin menjadi lebih tenang. Upaya lain untuk menanggulangi getaran ini juga ditempuh dengan memperbanyak jumlah selinder namun biasanya konstruksi mesin menjadi rumit dan besar.Banyak anggapan bahwa mesin diesel lebih cepat turun me­sinnya dibandingkan dengan mesin bensin. Sepintas dapat dikatakan demikian, karena system kerja mesin diesel yang mempunyai tekanan kompresi 2 kali dari mesin bensin menyebabkan beban pada setiap bagian mesin menjadi lebih besar. Namun harus diingat bahwa bagian- bagian dari mesin diesel itupun sebenarnya dibuat lebih kuat dan tebal dibandingkan yang digunakan pada mesin bensin.
Akibat dibuat khusus inilah, maka harga suku cadangnya memang lebih mahal. Hal serupa kita jumpai pula pada bagian lain dari mobil seperti pada system kontruksi chassis, bodi bahkan sambungan- sambungan kabelpun dibuat lebih kokoh. Mesin diesel dengan harga solar yang murah membuat pemilik mobil menggunakan mobil benar- benar untuk bekerja, sehingga dalam tempo yang singkat jarak tempuh sudah ratusan ribu kilome­ter. Banyak mobil diesel yang jarak tempuhnya sampai 300.000 km baru turun mesin. Tentu dengan catatan, harus memperhatikan cara perawatan yang benar.
Mesin diesel pun mengalami era hi-tech yang sekarang dapat kita lihat pada Toyota Land Cruiser. Agaknya tuntutan manusia membuat para teknisi putar otak mengatasi hal- hal yang menjadi kelemahan pada mesin diesel. Untuk menghilangkan bunyi berisik maka mesin diesel Hi-Tech menggunakan direct drive, dari noken as langsung menekan klep. Tidak menggunakan 4 bagian (liefter, pushrod, valve rocker arm dan rocker arm saft) yang umumnya ada pada mesin diesel konvensional. Penggunaan timing belt sebagai pengganti timing chain atau timing gear yang umumnya dipakai pada mesin diesel menjadikan mesin diesel berbunyi halus. Teknologi ini sebenarnya sudah diperkenalkan pada mesin - mesin bensin Twin Cam sejak tahun 1987. System yang menjadikan cam shaft (noken as) langsung menekan klep.
Penyebab bunyi berisik pada mesin juga disebabkan oleh bunyi letupan. Pada mesin diesel konvensional, system penyemprotan bahan bakar solar hanya satu tingkat yang pada putaran rendahpun solar masuk sama banyak dengan kalau mobil jalan normal pada keceptan tinggi. Hal ini lalu menyebabkan bunyi keras dan berge­tar pada mesin. Ternyata pada system Hi Tech mesin diesel dibuat 2 tingkat. Kalau mesin lagi stasioner pada RPM rendah maka solar yang tersemprot ke ruang bakar lebih sedikit, hal itu dimungkina­kan karena adanya 2 tingkat per yang ada di dalam injektor (nozzle). Cara kerja ini dapat kita lihat pada karburator, dimana ada 2 jenis spuyer. Spuyer yang lubangnya besar untuk kecepatan tinggi sedangkan yang lebih kecil untuk keceptan rendah.
Walaupun perkembangan mesin diesel sudah maju, kalau kita amati maka penyebab kerusakan pada mesin masih dipengaruhi oleh hal- hal lama atau seperti kata Diesel si penemu mesin diesel: "Mesin itu penting tetapi yang teramat penting adalah orang yang membuat, memelihara dan menjalankannya." Berikut ini beberapa saran, kiranya dapat bermanfaat bagi Anda.
1. Saringan udara. Debu adalah musuh utama dari mesin diesel. Debu yang masuk ke ruang mesin mempercepat keausan pada ruang bakar karena debu akan menjadi bahan pengasah antara selinder dengan ring piston. Maka pada proyek besar, seperti pembukaan lahang baru, untuk menghindari kerusakan tersebut maka setiap sore teknisi selalu membersihkan saringan udara dengan mengguna­kan kompresor. Selain itu, debu yang tidak segera dibersihkan dari saringan udara menjadikan mesin diesel mengalami semacam lingkaran setan. Saringan udara yang tersumbat debu menyebabkan jumlah udara yang diperlukan agar pembakaran sempurna tidak tercapai.
Akibatnya mesin tidak bertenaga. Karena mesin tidak bertenaga lalu sopir suka menyinjak gas maksimum, dengan sendir­inya tindakan ini menyebabkan solar terlalu banyak disemprotkan ke ruang bakar. Campuran yang tidak ideal menyebabkan asap tebal seperti sering dijumpai pada kendaraan umum atau truk yang gas buang sampai menutup pandangan mata mobil di belakangnya. Salah satu sebabnya karena tidak lancarnya udara yang masuk lewat saringan udara. Buntut- buntutnya ruang kompresi mesin menjadi cepat uas dan boros bahan bakar solar. Dalam banyak kejadian menyangkut saringan udara sebagian teknisi kurang teliti khususnya pada mobil yang saringan udaranya tidak diletakan langsung pada inlet manifold tetapi leawat pipa yang cukup panjang yang sering dijumpai pada truk. Ada anggapan saringan udara sudah bersih maka semuanya sudah oke. Ternyata ada juga yang lupa bahwa pada mobil tua sering pipa saringan udaranya yang panjang itu berlubang karena kropos. Lubang yang sekecil apapun kalau berada antara mesin dan saringan udara sangat memba­hayakan mesin disel dan harus segera diperbaiki. Karena debu terisap langsung ke ruang bakar tanpa melewati saringan udara. Agar mobil Anda terhindar dari kerusakan yang tidak perlu dianjurkan membersihkan saringan udara etiap 5000 km atau lebih cepat dilakukan kalau mobil beroperasi di daerah berdebu dan mengganti saringan udara dengan yang baru setiap 25.000 - 40 000 km.
2. Bahan bakar solar. Mengapa para sopir mesin diesel mengisi penuh tangki solar sore hari saat mobil mau istirahat? Biasanya jawabanya adalah, biar kotoran dalam solar mengendap. Memang benar demikian. Bahkan pada proyek besar, drum- drum solar sudah diisi penuh beberapa hari sebelum ipompakan ke tangki mobil. Buktinya, kalau suatu saat tangki solar dicuci tampak kotoran seperti lumpur.Alasan lain tangki diisi penuh agar pada malam hari tidak ada ruangan kosong dalam tangki yang bisa menyebabkan kondensasi. Udara yang banyak itu akan meninggalkan air dalam tangki solar. Sedangkan air yang mencapai pompa injektor maupun injektor akan merusak komponen tersebut. Akibat buruk yang lebih parah akan dijumpai pada mobil diesel yang menggunakan system pompa injektor model "VE". Pompa yang sepintas tampak seperti distributor pada mobil bensin itu, plunyer-pompanya cuma satu serta pelumasannya juga menggunakan solar dari tangki yang sama. Maka dapat dibayangkan kalau solarnya kotor atau mengandung air, ystem utama mesin disel ini bisa macet total.Lain halnya dengan mobil diesel yang menggunakan pompa injektor line system "PE" dimana setiap ruang bakar memiliki plunyer pompa sendiri- sendiri dan pelumasannya menggunakan oli sehingga kalau satu plujer tidak normal yang lainnya masih mu­ngkin tetap bekerja normal. Mengapa saringan solar harus selalu bersih? Sama halnya dengan saringan udara, maka saringan solar yang tersumbat menyeb­kan mesin tidak bertenaga karena sejumlah solar yang dibutuhkan tidak terpenuhi, bahkan pada titik tertentu mesin mogok karena pipa saluran solar terisi udara ( masuk angin ). Maka disamping setiap pagi harus membuang air dari saringan solar maka scara rutin dianjurkan membersihkan saringan solar dan diganti setelah menempuh 16.000 km.
3. Aki, kabel- kabel dan busi pemijar.Tiga bagian yang terakhir ini saling berhubungan. Walaupun mesin disel bisa dihidupkan tanpa ketiga bagian ini, yakni dengan cara ditarik mobil lain namun hal itu tentu tidak dilakukan setiap hari. Akan terasa aneh, setiap hari harus ditarik baru mesinnya hidup.Aki itu ibaratnya bendungan dan kabel- kabel ibarat saluran ke irigasi. Bendungan yang baik dengan saluran yang bocor menye­babkan jumlah air tidak tercukupi untuk pengairan. Demikian hal dengan kabel aki. Kalau kabel plus langsung ke motor starter, lain halnya dengan kabel minus. Ada mobil yang kabel ini tidak langsung dikancingkan pada blok mesin, melaingkan dari aki dikan­cingkan pada chasis lalu dengan kabel lain baru dikancingkan pada blok mesin. Beberapa potong kabel yang dikancingkan pada sisi plat karena dimakan waktu menjadi tidak besih bahkan kendor. Hal itu menyebabkan arus aki tidak secara penuh tersalurkan waktu menghidupkan mesin. Sebaiknya pasangkan langsung kabel dari kepala aki minus ke blok mesin atau paling tidak ke rumah trans­misi. Karena untuk menghidupkan mesin diesel yang ekanan kompresinya 2 kali mobil bensin dibutuhkan arus aki yang tinggi pula.Kondisi yang prima dari aki dan kabel- bakel merupakan syarat mutlak pada mesin diesel. Tampa aki yang kondisinya baik mesin diesel "sangat" menjengkelkan. Aki harus mampu menggerakan secara cepat motor starter sehingga terjadi tekanan yang tinggi yang membuat solar meledak. Agar bagian yang disebut terachir ini terawat dengan baik maka Anda perlu menjaga aki dan kabel- kabel terhindar dari solar. Karena sisa- sisa solar yang "keciprat" di ruang mesin tidak mudah menguap dan lama kelamaan bagian aki dan kabel yang terkena solar menjadi korosi dan kendor.

Konsultasi, informasi dan tanya jawab. Kirim email ke martin.teiseran@yahoo.co.id


Free shoutbox @ ShoutMix